Semua manusia sudah dijamin rezekinya oleh Sang Khaliq. Saya kira Anda setuju dengan pernyataan ini. Bahkan bukan hanya manusia. Semua makhluk hidup sudah dijamin rezeki oleh-Nya. Cecak yang tidak bisa terbang tidak pernah kelaparan walaupun makanannya adalah nyamuk yang terbang. Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Demikian bagian awal ayat ke 6 Surat Hud.
Dalam konteks dunia bisnis, muncul pertanyaan menarik. Bagaimana kalau orang yang telah dijamin rezekinya itu bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan? Pertanyaan ini sangat wajar muncul karena perusahaan memang tempat jutaan umat manusia bekerja mencari nafkah. Untuk melihatnya lebih konkrit mari kita lihat laporan tahunan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. tahun 2023.
Perusahaan produsen Indomie ini melaporkan memiliki 91 615 karyawan pert tanggal 31 Desember 2023. Rinciannya, karyawan tetap sejumlah 81 367 orang dan karyawan kontrak 10 248 orang. Para karyawan ini tentu saja termasuk yang rezekinya dijamin oleh Allah SWT. Dengan asumsi mereka tidak memungkinkan untuk ada pekerjaan tambahan maka bisa dikatakan bahwa rezeki mereka dilewatkan perusahaan dengan kode saham INDF itu.
Berapa uang yang mereka terima dari Indofood tahun 2023? Total biaya gaji dan upah karyawan adalah Rp 5,26 triliun. Dengan jumlah karyawan sebagaimana tersebut di atas maka rata-rata gaji tahunan tiap orang adalah Rp 57,41juta. Dengan demikian maka gaji rata-rata per bulan adalah Rp 4,78 juta.
Bagaimana gaji tersebut didistribusikan? Ini adalah pertanyaan menarik terkait dengan konsep rezeki. Allah SWT adalah zat pemberi rezeki. Tentu saja Dia lah yang memiliki hak prerogatif tentang kadar rezeki tiap orang. Siapa mendapatkan berapa adalah hak prerogatifnya. Siapa yang kaya siapa miskin adalah hak prerogatifnya. Termasuk alasan mengapa si A kaya mengapa si B miskin adalah hak prerogatifnya.
Bagaimana gaji didistribusikan oleh Indofood? Secara alami perusahaan yang memiliki banyak karyawan seperti Indofood akan memiliki hierarki manajemen. Akan memiliki struktur organisasi dengan sekian level jabatan. Untuk apa? Tentu saja untuk memastikan bahwa setiap satuan pekerjaan bisa dilakukan dengan baik sesuai standar kualitas produk yang telah dijanjikan kepada konsumen. Agar Indomie yang dikonsumsi jutaan tetap sesuai standar.
Kontrol adalah variabel krusial. Puluhan ribu karyawan bekerja tentu harus ada kontrol dan pengawasan yang cukup. Maka, mau tidak mau akan ada level jabatan. Tiap level memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Level paling atas memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi. Puncaknya adalah direktur utama. Di Indofood, direktur utama memimpin dan mengontrol semua karyawan, baik langsung maupun tidak langsung. Memastikan baik langsung maupun tidak langsung bahwa seluruh karyawan bekerja untuk menghasilkan produk sesuai janji kepada pelanggan. Maka tentu saja direktur utama adalah orang yang mendapatkan gaji paling besar.
Siapa karyawan yang gajinya paling rendah? Tentu saja adalah mereka yang berada di hierarki paling bawah. Yaitu mereka yang bekerja menangani aktivitas langsung tanpa memiliki anak buah. Dengan demikian mereka tidak memimpin. Mereka bukan manajer. Tidak memiliki tanggung jawab untuk mengontrol atau mengawasi orang lain. Mereka hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri.

Lalu, di antara para pegawai hierarki paling bawah sampai direktur utama ada berapa level? Itulah seni manajemen. Makin sedikit jumlah level makin efisien. Tapi tidak bisa melampaui batas kemampuan para manajer untuk mengontrol bawahannya. Jika misalnya satu orang kemampuan maksimalnya mengontrol 10 anak buah, pekerjaan akan kacau jika dibebani mengontrol 11 orang atau lebih. Dalam bahasa inggris disebut sebagai span of control.
Siapa berada pada level jabatan mana dengan gaji berapa adalah keputusan manajemen sumber daya manusia perusahaan. Gaji adalah bagian dari rezeki-Nya. Maka, dalam konteks rezeki, perusahaan memiliki peran sebagai distributor rezeki. Manajemen sumber daya manusia yang berkualitas akan memastikan ketepatan distribusi rezeki. Tandanya adalah para karyawan puas dengan gaji yang diterimanya lalu loyal pada perusahaan. Pada akhirnya, pelanggan akan terlayani dengan baik. Pasar dan omzet akan tumbuh. Korporasi akan terus tumbuh. Bagaimana korporasi tempat Anda berkarya?
Artikel ke-449 karya Iman Supriyono ditulis untuk dan diterbitkan oleh Majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi Juni 2024
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi