Coba perhatikan. Adakah perusahaan besar yang bisnisnya adalah kuliner berupa lapak makanan gerobak? Perusahaan disebut besar secara nasional jika aset, omzet, atau market value-nya double digit. Paling tidak Rp 10 triliun. Perusahaan disebut besar secara global jika aset, omzet atau market valuenya double digit. Paling tidak USD 10 miliar. Dengan definisi ini, coba jawab pertanyaan saya tadi.
Maka, Anda tidak akan dapat menemukannya. Mengapa? Perusahaan itu butuh ukuran minimal untuk bisa eksis secara stabil.
Bahkan, dengan konsep corporate life cycle, perusahaan yang bisa scale up itu asetnya terdiri dari satuan-satuan kecil yang disebut revenue and profit driver (RPD). RPD pun punya ukuran minimal. Perusahaan yang bergerak di bidang restoran RPD-nya adalah gerai-gerai.
Gerobak adalah gerai mini. Karyawannya hanya satu. Dengan ukuran karyawan hanya satu ini, turn over karyawan akan tinggi. Baru bekerja beberapa saat karyawan akan keluar. Mengapa demikian? Karena orang cenderung tidak nyaman bekerja sendiri. Hanya para pendiri perusahaan yang mampu menahan ketidaknyamanan ini. Para karyawan tidak akan mampu.
Bekerja menjadi karyawan resto gerobak juga tidak ada jenjang karier. Tidak ada kepala toko atau asisten kepala toko. Karyawan butuh jenjang karier yang kemudian akan terhubung dengan jenjang dan peningkatan gaji.
&&&
Bandara Halim Perdana Kusuma pagi ini. Saya harus berangkat lebih awal dari hotel. Untuk penerbangan kej Jogjakarta jam 7.55 saya sudah berada di ruang tunggu jam 6 pagi. Ini terjadi karena proses booking online yang saya lakukan bermasalah. Boarding pass tercetak tanggal 10 Juli. Padahal penerbangan saya tanggal 11 juli.
Sebelum tidur semalam saya sudah menghubungi pusat kontak Flyjaya, maskapai yang akan menerbangkan saya pagi ini. Tapi ternyata pusat kontak WA tersebut tidak aktif. Baru aktif jam 4 pagi tadi. Suasana ini sempat membuat saya tidur terlambat.
Bangun menjelang subuh saya cek HP. Pusat kontak WA Flyjaya sudah merespon. Tapi tetap tidak bisa mengubah boarding pass. Petugas pusat kontak menginformasikan agar saya langsung saja menggunakan boarding pass yang salah tanggal tersebut. Atau menghubungi petugas check in di bandara.
Dari pada bermasalah dalam penerbangan, saya pun berangkat awal. Saya datang ke konter check in FlyJaya di bandara. Saya sampaikan masalahnya. Lalu petugas mencetak boarding pass saya dengan tanggal yang sudah benar. Saya tanya mengapa boarding pass online bisa salah tanggal. Jawabnya, karena tanggalnya belum di-update. Hehehe.
&&&
Sobat pebisnis, Flyjaya adalah maskapai kecil. Hanya memiliki 3 armada ATR-72. jumlah armada yang terlalu kecil untuk sebuah maskapai penerbangan. Bandingkan dengan Citilink yang mengoperasikan 56 pesawat. Lion air 90 pesawat. Batik Air 60 pesawat. Garuda 72 pesawat. Singapore Airlines 165 pesawat. Airasia 250 pesawat.

Dengan armada yang sedikit, tentu saja penerbangannya juga sedikit. Tentu saja pendapatannya juga sedikit. Laba kotornya juga kecil. Dan akhirnya hanya sedikit ruang untuk dialokasikan sebagai fix cost perusahaan. Biaya manajemen kantor pusat pun terbatas. Tidak mungkin FlyJaya membeli sistem IT yang sekuat Lions Air, Citilink, atau bahkan seperti Airasia. Apa yang saya alami adalah bug dalam sistem IT. Bug tidak bisa dilepaskan dari aspek sekelas apa sistem yang mampu dibeli oleh sebuah maskapai. Bahkan pusat kontaknya pun tidak mungkin beroperasi 24 jam.
&&&
Ada seorang kawan yang sedang merintis sebuah bisnis persewaan AC. Ide yang bagus. Masih ada peluang di bidang ini. Belum ada perusahaan persewaan AC yang berkelas nasional di negeri ini.
Menurut riset panjang SNF Consulting, setiap industri butuh dua atau tiga pemain nasional. Jika sudah ada dua atau tiga, pemain yang lain akan hampir mustahil masuk. Jika belum ada, ada pelung dari pemain yang ada untuk berlomba adu cepat menjadi 2 atau 3 terbesar nasional. Di ritel ada Alfamart dan Indomaret. Toko kelontong kecil-kecil pada tewas. Di apotek ada K-24 dan Kimia Farma. Apotek kecil-kecil yang hanya punya satu gerai ditinggalkan pelanggan. Di seluler ada Telkomsel, Indosat dan XL. Pemain kecil-kecil dipaksa merger atau diakuisisi oleh ketiga pemain utama tersebut. Maka, masih ada peluang besar di bisnis rental AC.
Tapi ada masalah dengan rancangan bisnis kawan ini. Dia bikin banyak badan hukum PT kecil-kecil untuk bisnis barunya. Satu PT hanya ada direktur dan komisaris. Tidak ada karyawan. Satu PT hanya bermodal satu unit AC. Si kawan mendirikan satu PT induk yang memegang saham pengendali pada PT-PT kecil ini. Pemegang saham lain adalah para teknisi yang direkrut untuk bergabung dengan sistem ini. Si teknisi diposisikan sebagai direktur PT kecil. Sekaligus menangani semua pekerjaan PT kecil. Si kawan merencanakan untuk mendirikan ribuan PT kecil.
Saya sampaikan kepada si kawan. PT itu butuh ukuran minimum. Sekelas Batik Air, Lion Air dan Super Air Jet yang total lebih dari 250 pesawat saja sering bikin pelanggan kecewa. Sering terjadi pengalihan penerbangan antara mereka bertiga itu. Sebagai orang yang sering terbang, saya sering kecewa dengan pengalihan seperti itu. Mengganggu jadwal dan menyulitkan check in. Sering kali harus check in manual di bandara karena online chek in bermasalah.
Seharusnya, Batik, Lion dan Super Air Jet jadi merger jadi satu saja. Satu maskapai dengan sistem yang kuat mengoperasikan lebih dari 200 armada. Satu merek yang kokoh. Perusahaan ini bisa mencontoh PT Ciputra Surya Tbk. dan Ciputra Property Tbk. yang dimerger kembali dengan induknya yaitu PT Ciputra Development Tbk. FlyJaya yang masih kecil semoga juga segera membesar.
Bisnis itu ada skala ekonomi minimum. Maki besar makin kokohlah sistem manajemenya. Makin kokoh sistem IT-nya. Juga makin efisien. Makin besar titik RPD-nya sehingga secara statistik makin stabil datanya. Makin akurat tingkat kegagalannya. Makin kuat mereknya yang dengan demikian makin tinggi intangible assetnya. Makin mudah untuk tumbuh eksponensial.
Artikel Karya ke 525 Iman Supriyono ini ditulis di ruang tunggu bandara Halim Perdana Kusuma pada tanggal 11 Juli 2026
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi








