Iman dan godaan. Ini adalah lagu pop kreatif populer tahun 90-an. Penulis sekaligus penyanyinya adalah Fariz RM. Liriknya bercerita tentang godaan yang selalu datang pada setiap langkah untuk kebaikan. Bahkan godaan itu begitu megahnya sehingga benar-benar berat dalam upaya menjaga iman.
Lagu ini menjadi penenang hati saya mana kala pohon-pohon yang saya tanam sejak tahun 2017 di jalan akses menuju rumah ditebang orang. Jam kerja pagi itu saya pulang dari kantor untuk persiapan ke bandara. Di jalan beberapa puluh meter menuju rumah, ada dua orang pekerja tampak sedang membersihkan dedaunan di pinggir jalan. Setelah saya perhatikan ternya mereka sedang menyelesaikan proses penebangan pohon-pohon di pinggir jalan. Yang ditebang adalah pohon-pohon yang saya tanam sejak tahun 2017.
Sebagai orang yang lahir dan menjalani masa remaja di pedesaan, menanam pohon adalah kebahagiaan. Tapi bukan sekedar itu. Menanam pohon adalah ibadah jariah. Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu memakannya baik manusia atau keledai atau burung kecuali akan menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat, demikian teks hadits sahih yang diriwayatkan oleh Muslim.
Sejak tahun 2017 di setiap awal musim hujan saya membiasakan diri untuk membeli bibit-bibit pohon untuk dan menanamnya. Saya ingat persis tahunnya karena fotonya terdokumentasikan di media sosial. Pinggir jalan akses masuk rumah adalah salah satu tempat untuk melaksanakan niat memperoleh pahala jariah sampai hari kiamat itu. Sukun, juwet, kelapa, jambu, alpukat, blimbing wuluh, mangga, adalah beberapa jenis tanaman yang saya pilih. Ada lebih dari 100 bibit yang sudah saya tanam dan rawat di jalan sepanjang sekitar 100 meter itu.
Kini, 9 tahun kemudian, hanya ada 10 tanaman yang bertahan. Satu pohon mangga, satu pohon kelapa, dua pohon juwet, dan 6 pohon sukun. Sisanya ada yang dicabut, dirusak, dicuri, atau ditebang orang tidak bertanggung jawab.
Dari yang bertahan, dalam beberapa tahun ini sudah pohon-pohon itu sudah pada berbuah. Buahnya sudah dinikmati oleh siapa pun yang memetiknya. Saya juga. Tentu juga dinikmati oleh binatang- binatang. Persis seperti di teks hadits di atas.
Pagi itu, dua dari 10 pohon yang tersisa itu kembali dihabisi. Sedih. Kecewa. Yang menebang adalah petugas pemotong rumput dari Badan Riset Nasional alias BRIN. Jalan akses ke rumah saya kebetulan juga merupakan jalan akses ke lab Hidrodinamika BRIN. Jadi, petugas kebersihan BRIN itulah yang pagi itu memotong amal jariah itu.
&&&
Lilly Endowment Inc. secara resmi didirikan pada tahun 1937. Pendirinya menyetorkan saham Eli Lilly and Company. Perusahaan farmasi yang didirikan di Indianapolis pada tahun 1876 oleh Kolonel Eli Lilly. Donasi pertama adalah sebanyak 17.500 lembar saham. saat itu nilainya adalah $262.500. tetapi pemberian dari J.K. J.K. Sr. dan kedua putranya tidak berhenti sampai di situ.
Pada tahun 1971 keluarga pendiri kembali menyerahkan hampir 32 juta lembar saham senilai sekitar $94 juta kepada organisasi dana abadi itu. Beberapa anggota non-keluarga menyumbangkan 210.000 lembar saham lagi, senilai $1,1 juta. Dan Endowment tersebut termasuk dalam rencana warisan Ruth Lilly, putri J.K. Jr., yang menghasilkan sumbangan darinya mulai tahun 2003 dengan total lebih dari $200 juta.
Sebagaimana pada laporan keuangan terauditnya, akhir tahun 2024 lembaga dana abadi ini memiliki aset USD 79,9 miliar alias IDR 1 345 triliun. Sebagian besar asetnya, USD 74,8 miliar alias 94% adalah saham Eli Lilly. Aset yang merupakan sumbangan dari para pendiri lembaga berbadan hukum yayasan ini. Terbesar kedua adalah saham di berbagai perusahaan sebesar USD 2,8 miliar alis IDR 47 triliun alias 4% dari total aset. Dengan demikian 98% asetnya adalah berupa saham. Selebihnya, USD 2,1 miliar alias IDR 35 triliun alias 2% aset adalah berupa obligasi baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun oleh berbagai perusahaan.
Dari aset tersebut, sepanjang tahun 2024 menghasilkan dividen dan imbal hasil obligasi sebesar USD 714 juta alias IDR 12 triliun. Selain itu Lilly juga memperoleh pendapatan dari capital gain sebesar USD 19,3 miliar alias IDR xx triliun. Dari capital gain tersebut yang direalisasikan adalah USD 2,4 miliar alias IDR xxx triliun. Yang tidak direalisasikan (diuangkan) adalah USD 17 miliar. Dengan demikian, total realisasi pendapatan adalah USD 3,1 miliar alias IDR 52 triliun.
Pendapatan tersebut digunakan untuk memberi hibah untuk berbagai program sebesar USD 2,4 miliar alias IDR 40 triliun. Selebihnya adalah untuk biaya operasional dan pajak sehingga total belanja adalah USD 2,7 miliar alias IDR 45 triliun. Ini adalah beberapa program yang mendapatkan hibah dana dari Lily Endowment: Kegiatan American Diabetes Association, pembiayaan pendidikan penduduk pribumi American Indian College Fund, program disaster relief American Red Cross, pembiayaan rohaniawan gereja Anglikan Amerika, dan sebagainya.
&&&
Iman dan godaan. Kondisi sebagaimana judul lagu ini juga tidak terpisahkan dari keberadaan Lilly Endowment. Ya, jika menanam pohon sampai berbuah sebagai amal jariah melalui berbagai godaan, demikian pula dengan โtanamanโ bernama Lilly Endowment.

Aneka tantangan dan kesulitan yang dialami Lilly Endoment tidak bisa dipisahkan dari kehadiran Eli Lilly Company. Tahun 1970 didenda karena monopoli pasar cephalosporin. Tahun 2005 harus membayar denda untuk program pemasaran produk Evista. Tahun 2009 didenda oleh pengadilan atas pemasaran produk Zyprexa. Tahun 2013 didera kasus obat Strattera and Zyprexa di Kanada. Itu adalah beberapa masalah uang dihadapi peruashaan yang kini menjadi penopang utama Lily Endoment.
Maka, terpotongnya amal jariah pohon sebagai sumber buah dan oksigen bagi alam adalah hal biasa dalam hidup. Kecewa memang. Sedih tentu saja. Apalagi yang memotong adalah petugas kebersihan dari instansi publik yang mestinya pro kepentingan publik. Tapi kekecewaan itu tidak boleh mematikan semangat untuk amal jariah.
Pembaca yang baik, saat ini sudah akhir musim hujan. Tidak tepat untuk menanam pohon lagi. Tapi awal musim hujan tahun depan sudah saya niatkan untuk menanam kembali pohon-pohon baru. Menyembai kembali sumber buah bagi orang atau binatang apapun yang memakannya. Menyemai kembali sumber oksigen bagi siapa pun yang menghirupnya. Termasuk oksigen bagi petugas kebersihan BRIN itu. Tentu juga oksigen bagi pimpinan BRIN yang memberi perintah kepada petugas kebersihan itu.
Pembaca yang baik, menanam pohon jangan hanya diartikan secara leterlijk. Membangun endowment fund alias dana wakaf adalah bentuk modern yang lebih powerfull dari konsep menanam pohon. Jika menanam pohon menghasilkan buah dan oksigen, membangun dana wakaf alias endowment fund menghasilkan solusi masalah sosial sekaligus penguatan ekonomi umat dan bangsa. Seperti Lily Endowment yang tidak bisa dipisahkan dari Eli Lily Company yang kini adalah perusahaan terbesar ke 138 dunia. Adalah salah satu dari penyumbang kekuatan ekonomi USA yang kini masih terbesar di dunia. Produksi barang dan jasa dari USA masih hampir dua kali produksi barang dan jasa RRC.
Pembaca yang baik, ayo terus menanam pohon. Ayo terus membangun endowment fund. Ayo terus membangun dana wakaf. Sebesar apapun godaanya. Bismillah!
Karya ke 508 Iman Supriyono ini ditulis di Masjid Arroyan Surabaya dini hari tanggal 22 Ramadhan 1447 KHGT
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi
Baca Juga
Wakaf dan Dana Abadi Sebagai Investing Company ala Saratoga
Fulbright Dari Timur: Wakaf ACR
Satu Lagi Dari Wakaf ACR: Apotek Titokita
Wakaf Pembiayaan Kambing Kurban
Wakaf Untuk Pensiunan Marbot dan Imam
Allah Sebagai Pemgang Saham Legal Formal
NUS: Kampus Berjati Diri Sosial Dengan Wakaf
NTU: Si Muda Mengalahkan Seniornya Dengan Wakaf
Berapa Indeks Wakafisasi Kampus Anda?







