Faktor Kali Alias RPD


Dalam rangka protokol kesehatan, semua orang harus memakai masker. Terutama saat keluar rumah. Atau bahkan di rumah ketika ada anggota keluarga yang terjangkit Covid.  Masker adalah perlindungan wajib terhadap infeksi virus yang penyebarannya begitu cepat itu.

Masalanya, penyebab covid adalah virus yang berukuran nano meter. Sepermilyar meter. Mahluk inilah yang harus ditangkal oleh masker. Dan, tentu sebagai orang awam Anda dan saya tidak akan mampu mengetahui secara persis apakah masker yang kita pakai mampu menangkalnya atau tidak. Padahal nyata-nyata virus corona itu sangat mudah menular.

Lalu bagaimana memilih masker? Sama dengan memilih barang untuk keperluan apapun. Jika Anda benar-benar faham tentang kualitasnya, silakan pilih sendiri. Tapi jika Anda tidak benar-benar faham tentang kualitasnya, cukup ambil merek yang terpercaya.

Nah, saya termasuk awam dalam urusan masker. Maka, ketika memilih masker di toko, saya hanya melihat merek yang ada. Dan…setalah mengamati satu demi satu merek yang tersedia, pilihan saya jatuh pada satu ini. Nexcare. Sebagai merek produk, nama ini memang tidak terkenal. Tetapi merek ini adalah besutan 3M. Sebuah korporasi global yang sudah sangat saya kenal dengan produk-produk berkualitasnya. Yang sering saya pakai misalnya adalah produk double isolative-nya. Atau Post It nya. Kualitasnya tidak tertandingi oleh merek lain. Maka, saya percaya pada 3M.

Singkat cerita, sejak tahu ada masker besutan 3M itu, saya tidak mau memakai masker merek lain. Pengalaman semobil hampir 24 jam dengan orang positif covid sangat berkesan. Alhamdulillah saya tetap diberiNya sehat hingga saat ini. Sepanjang di mobil itu saya sepenuhnya memakai masker 3M. Jika terpaksa melepasnya untuk untuk minum misalnya, saya menahan nafas. Tidak menarik nafas sampai kembali memakai masker. Saat makan saya naikkan masker untuk membuka mulut tapi tetap menutup hidung.

&&&

Lalu dimana membeli masker kepercayaan itu? Yang paling gampang adalah di gerai minimarket yang tersebar dimana-mana. Begitu persediaan di mobil, di rumah dan di tas menipis, saya segera mampir minimarket terdekat. Alfamart dan Indomaret adalah yang paling sering saya kunjungi. Faktor kehadirannya yang dimana-mana menjadi penentu. Tidak ada yang mengalahkan keduanya dalam hal ini.

Jika di sekitar lokasi ada keduanya, saya memilih Alfamart. Penyebabnya adalah karena saya punya saham minimarket yang hadir belakangan setelah Indomaret itu. Jadi saya akan kecipratan juga dari uang yang saya belanjakan di minimarket yang punya ratusan gerai di Filipina itu. Sesuai proporsi saham yang saya pegang.

Masalahnya, ternyata ketersediaan masker 3M di Alfamart tidak bagus. Beberapa kali mencoba, saya gagal menemukan masker 3M di Alfamart. Akhirnya terpaksa ke Indomaret. Dan akhirnya saya pun menjadi pelanggan Indomaret untuk mendapatkan masker kepercayaan itu.

&&&

Ketidaktersediaan masker 3M di Alfamart adalah fenomena RPD alias revenue and profit driver. RPD adalah aset yang merupakan satuan terkecil ekspansi perusahaan. Aset yang telah menjadi model dengan tingkat kegagalan yang rendah. Aset yang telah siap dicopy and paste kemana-mana dengan pertumbuhan yang masif. Aset yang menjadi faktor kali pertumbuhan perusahaan. Bagi sebuah perusahaan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart itu, RPD-nya adalah gerai.

Seleksi barang yang disediakan di gerai adalah salah satu variabel dari RPD mereka. Keduanya telah mempelajari dari belasan ribu gerai dalam waktu lebih dari 20 tahun. Mempelajari dengan proses trial eror dengan umpan balik langsung dari pelanggan. Dan hasilnya, Indomaret menyimpulkan bahwa masker 3M harus hadir di setiap gerai. Sebagai bagian dari pengisi rak-rak mereka yang terbatas. Alfamart menyimpulkan bahwa masker 3M tidak termasuk seleksi produk yang harus dipajang di rak-rak mereka yang juga terbatas.

RPD Adalah salah satu langkah dalam Corporate Life Cycle alias CLC. CLC adalah sari dari sejarah lintas abad berbagai perusahaan yang disimpulkan oleh para periset SNF Consulting. Pelajari CLC secara komprehensif dengan metode simulasi melalui KELAS KORPORATISASI

Dengan pilihan itu, pada puncak masa pandemi triwulan pertama 2021 ini, Alfamart membukukan laba Rp 507 miliar. Naik 42% dari laba periode yang sama tahun 202O yang sebesar Rp 356 miliar. Ingat, triwulan pertama 2020 pandemi belum mulai. Jadi, keberadaan pandemi yang kini menggila tidak membuat Alfamart rugi tanpa 3M. Itulah fenomena RPD. Itulah faktor kali. Itulah pedal gas. Bagaimana RPD perusahaan Anda? Bagaimana faktor kali perusahaan Anda?

Klik untuk bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI
Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca Juga
RPD Sebagai Peredam Risiko Investasi Wakaf
RPD Sebagai Pedal Gas
Giant Tutup: Sulitnya Menemukan Kembali RPD
Deep Dive Sang CEO Mengamankan RPD
RPD Sebagai Salah Satu Tahap Corporate Life Cycle

Artikel ke-344 karya Iman Supriyono ini ditulis di Surabaya untuk Majalah Matan edisi Agustus 2021, terbit di Surabaya

3 responses to “Faktor Kali Alias RPD

  1. Ping-balik: Pedal Gas: Revenue & Profit Driver | Korporatisasi

  2. Ping-balik: Corong Menuju RPD | Korporatisasi

  3. Ping-balik: N250 & Kemustahilan Habibie | Korporatisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s