Sharp: Semangat Tumbuh Dalam Keprihatinan Panjang


Sharp FU A80. Peralan elektronik berbentuk kotak itu persis berada di depan saf pertama masjid Arroyan. Ini adalah alat penjernih udara yang mulai dipasang di masjid langganan tempat iktikaf itu sejak pandemi. Salah satu fungsi alat ini memang adalah untuk melumpuhkan bakteri dengan teknologi plasmaclusternya.

Sharp. Produsen penjernih udara itu, memiliki akar sejarah hadir di muka bumi sejak tahun 1912. Produk awalnya adalah gesper dan pensil mekanis. Produk terus berkembang sebagai perusahaan produsen barang-barang elektronik besar. Televisi Sharp adalah salah satu produk yang begitu perkasa di pasar dunia ketika jaya-jayanya industri penyiaran televisi. Mesin cuci, AC, rice cooker, adalah beberapa produk Sharp yang juga dikenal luas di pasar dunia.

Belakangan ada dinamika lain. Produk-produk peralatan elektronik negeri tirai bambu membanjiri pasar. Harga murah menjadi pintu pertama masuk ke pasar. Awalnya kualitas tidak dipedulikan oleh pasar karena murahnya. Tapi belakangan mereka pun berbenah. Kualitas dan teknologinya tidak kalah dibanding pesaing.

Bagaimana Sharp menghadapinya? Mari kita lihat data perusahaan yang didirikan oleh Tokuji Hayakawa selama seperempat abad terakhir. Tahun 2000 omzetnya JPY 2,76 triliun. Dalam kurs saat ini setara dengan IDR 294 triliun.

Berikut ini adalah omzet Sharp 24 tahun berikutnya dalam triliun: JPY 3,02, JPY 2,46, JPY 2,48, JPY 2,92, JPY 2,77, JPY 2,46, JPY 2,05, JPY 2,42, JPY 2,40, JPY 2,42, JPY 2,50, JPY 2,55, JPY 2,32 dan terakhir tahun 2024 JPY 2,16. Coba baca sekali lagi urutan angka itu. Tampaklah bahwa Sharp mengalami penurunan dalam seperempat abad terakhir.

Berikut ini adalah angka detailnya dalam lima tahun terakhir:

Angka keuangan Sharp dalam lima tahun terakhir

Tampak bahwa tahun 2022 dan 2023 perusahan menderita kerugian. Tapi tahun terakhir yaitu 2024 perusahaan kembali mencatatkan laba. Karena omzet menurun dari tahun sebelumnya maka laba tersebut adalah buah dari efisiensi biaya. Pengetatan ikat pinggang.

&&&

Regrowth on track. Itulah judul annual report Sharp 2024. Judul yang menunjukkan bahwa Sharp tidak menyerah. Sharp tetap optimis menghadapi masa depan. Tetap menggelontorkan uang untuk riset dan inovasi. Labanya hanya JPY 27 miliar. Tapi menggelontorkan JPY 106 miliar untuk investasi dan riset.

Benar bahwa dalam 24 tahun ini Sharp mengalami penurunan. Benar di pasar produk RRC kini powerfull. Tapi manajemen Sharp tidak kehilangan semangat. Tetap optimis. Tetap melakukan riset dengan dana besar. Riset adalah darah bagi pertumbuhan perusahaan peralatan elektronik seperti Sharp.

Penjernih udara Sharp di depan saf pertama masjid Arroyan, Galaxi Bumi Permai, Surabaya.

Pembaca yang baik, iman itu naik dan turun. Al-Imanu Yazidu wa Yanqush. Demikianlah tentang keimanan menurut nasihat para ulama. Demikian juga kehidupan. Kehidupan itu penuh dinamika. Naik dan turun. Ada masa lapang. Ada masa sempit. Ada masa mudah ada masa sulit. Hal yang biasa dalam hidup.

Apa yang dulu kuat bisa berubah jadi lemah. Itulah yang dialami Sharp seperempat abat terakhir ini. Omzetnya terus menurun. Dalam kondisi penduduk dunia masih tumbuh tapi omzet menurun artinya Sharp kalah terhadap pesaing. Sepanjang 24 tahun terakhir rata-penurunan majemuknya, CAGR, adalah minus 1,02 persen. Ini belum memperhatikan variabel inflasi. Memasukkan variabel inflasi akan makin memperparah penurunan Sharp.

Pembaca yang baik, ini adalah hari-hari terakhir puasa. Semoga lapar dan dahaga puasa kita menjadi proses penguatan diri secara jasmani dan ruhani. Kekuatan untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Bahkan jika ada kesulitan-kesulitan seperti dampak perang Iran. Bahkan jika ada kesulitan yang panjang. Semoga semangat regrowth on track Sharp yang produknya ada di depan baris pertama masjid Arroyan bisa menjadi inspirasi.

Karya ke 514 Iman Supriyono ini ditulis di Masjid Arroyan Surabaya selepas salat ashar 28 Ramadhan 1447 KHGT

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca Juga
Iktikaf H7: Wakaf “Menjual” Dari Nol
iktikaf H6: Takmir Masjid Yayasan atau Perkumpulan?
Iktikaf H5: Wakaf dan Endowment Fund, Sama atau Beda?
Iktikaf H4: Perusahaan Yang Menolak Wakaf
Iktikaf H3: Family Office dan Wakaf
Iktikaf H2: Wakaf menanam pohon: Lily Endowment
Iktikaf H1: Wakaf dan Dana Abadi Sebagai Investing Company ala Saratoga

Tinggalkan komentar