Salah satu ciri perusahaan sejati adalah mampu mencari investor yang mau diberi imbal hasil (return) 2-3% (per tahun). Jadi misalkan perusahaan seperti itu membutuhkan dana Rp 100 miliar untuk kebutuhan ekspansinya, akan ada investor yang bersedia menanamkan uangnya dengan imbal hasil Rp 2 miliar – Rp 3 miliar per tahun.
Sekedar contoh, Jika Alfamart hari ini butuh tambahan dana misalkan Rp 1 triliun untuk membangun 1000 gerai baru, investornya rela hanya diberi imbal hasil (return) Rp 27 miliar dalam setahun. Artinya imbal hasil investasi (ROI, return on investment) si investor adalah 2,7%.
Murah apa mahal? Anda yang paham dunia bisnis pasti tahu bahwa persentase sebesar itu adalah kecil sekali. Murah sekali. Bandingkan saja dengan kredit bank misalnya. Bank akan mengenakan margin sekitar 10% atau 11 % per tahun. Jadi angka 2,7% itu murah sekali. Itulah yang bagi Alfamart disebut sebagai biaya modal (cost of capital).
Para pelaku bisnis tentu senang dengan biaya modal murah seperti itu. pertanyaannya, mengapa investor mau diberi imbal hasil sekecil itu? bukankah investor lebih baik menanamkan uangnya di deposito yang bisa memperoleh imbal hasil lebih tinggi dan dijamin keamanannya oleh negara melalu LPS?
&&&
Fulan adalah seorang karyawan yang cukup mapan. Dengan gajinya ia telah memiliki rumah dan kelengkapannya. Namun, dia masih ada sisa gaji sekitar Rp 3,5 juta per bulan. Untuk memanfaatkannya dia merencanakan untuk berinvestasi. Yang dilakukan adalah mencari rumah di sebuah kompleks perumahan sederhana di luar kota. Singkat cerita akhirnya dia bisa membeli rumah melalui KPR di sebuah bank syariah dengan cicilan Rp 3,5 juta per bulan.
Karena memang diniatkan untuk berinvestasi, rumah itu kemudian disewakan. Tidak terlalu lama dia memperoleh penyewa yang mau membayar Rp 6 juta per tahun. Artinya, nilainya setara dengan Rp 500 ribu per bulan.
&&&
Adakah orang di sekitar Anda yang melakukan investasi seperti yang dilakukan Fulan pada kisah di atas? Saya yakin ada bahkan tidak sedikit orang yang melakukannya. Tiap bulan harus nombok Rp 2,5 juta. Bukankah itu kerugian? Fulan akan mengatakan bahwa ia tidak melihat jangka pendek. Dia melihat jangka panjang. Kelak nilai rumah akan naik dan kerugian tiap bulan itu tidak ada artinya. Kerugian tiap bulan akan tertutup dengan kenaikan harga rumah dan tanahnya pada masa yang akan datang.
Demikianlah karakteristik investor. Ketika ada peluang investasi yang aman dan bersifat jangka panjang, orang bahkan mau menderita rugi di depan. Harapannya kelak kerugian akan tertutup dari kenaikan nilai investasi.
Maka, cara untuk menjadi sebuah perusahaan yang biaya modalnya 2-3% per tahun adalah dengan memastikan bahwa investasinya aman dan bersifat jangka panjang. Maksud jangka panjang adalah tidak adanya batas waktu terhadap kepemilikan aset tersebut. Sifat aman tanpa batas waktu ini menjadikan investor akan menikmati pertumbuhan nilai investasi pada jangka panjang. Bahkan sangat panjang.
Mengapa investor Alfamart mau dengan imbal hasil 2,7%? Karena skemanya adalah kepemilikan saham. Saham adalah aset yang sifat kepemilikannya tanpa batas waktu. Para investor dapat membaca secara historis bahwa sejak perusahaan ini berdiri, tingkat pertumbuhan nilai investasi rata-rata yang diukur dengan compounded average growth rate (CAGR) adalah di atas 30%. Investor berharap akan hal ini.
Bagaimana tentang aspek aman? Hak laba investor dengan skema kepemilikan saham dihitung berdasarkan total gerai perusahaan yang jumlahnya 18 ribu lebih. Bukan seperti investor wara laba yang hanya didasarkan pada satu gerai. Artinya, risiko si investor disebar pada lebih dari 18 ribu titik. Bisa saling menanggung jika ada yang rugi. Nggendong indit dalam terminologi jawa. Mengamankan. Bagaimana perusahaan tempat Anda berkarya? Berapa biaya modalnya?
Artikel ke-432 karya Iman Supriyono ini ditulis untuk dan diterbitkan oleh Majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi Desember 2023
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi