Sejarah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. berawal pada tahun 2000 dengan berdirinya PT Pratama Abadi Nusa Industri sebagai produsen kaleng. Tahun 2017 PT Pratama Abadi Nusa Industri mengakuisisi PT Windublambangan Sejati yang bergerak di produk udang dan gurita. Tahun 2018 PT Pratama Abadi Nusa Industri melakukan IPO dengan kode PANI dan mendapatkan dana Rp 16 miliar dengan menerbitkan 37% saham baru.
Tahun 2021 PT Multi Artha Pratama, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya mengakuisisi 80% saham PT Pratama Abadi Nusa Industri dan mengubah bisnisnya menjadi bidang properti. Masuknya ke bisnis properti dilakukan dengan mengakuisisi PT Bangun Kosambi Sukses dengan proyek PIK2. Nama perusahaan pun diubah menjadi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.
Tahun 2022 perusahaan menerbitkan 13,12 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Saham tersebut dibeli investor dengan harga Rp 500. Dana Rp 6,5 triliun pun masuk perusahaan. Aksi korporasi ini meningkatkan posisi agio saham perusahaan sebesar Rp 5 triliun lebih.
Tahun 2023 PT PIKD kembali melakukan penerbitan 2,1 miliar lembar saham baru melalui rights issue. Saham yang secara nominal bernilai Rp 100 tersebut dibeli investor dengan harga Rp 5000. Perusahaan pun menerima dana segar sekitar Rp 10 triliun lebih. Angka agio saham pun tumbuh sebesar Rp 10,4 triliun.
&&&
Pembaca yang baik, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. alias PIK2 masuk pada peringkat ke-2 dalam Korporatisasi 100 tahun 2024 ini. Korporatisasi 100 adalah daftar 100 besar perusahaan di Indonesia yang melakukan monetisasi intangible assetnya baik melalui IPO, rights issue, atau private placement. Tentu saja semua adalah perusahaan yang tercatat di lantai bursa.

Yang dilakukan oleh PIK2 menarik sekali di tengah dunia bisnis negeri ini yang terjangkiti glorifikasi IPO. Seolah IPO dalah tujuan akhir sebuah perusahaan. Padahal mestinya IPO adalah sebuah milestone dari perjalanan panjang perusahaan. IPO bukan garis finis. Setelah iPO perusahaan mesti terus melakukan korporatisasi dengan terus menerus menerbitkan saham baru sampai menjadi korporasi sejati.
PIK2 melakukannya. Setelah IPO sudah dua kali menerbitkan saham baru melalui rights issue. Tahun 2023 menghasilkan dana Rp 10 triliun lebih melalui rights issue. Angkanya jauh lebih besar dari pada perolehan dana saat IPO.
Tentu saja yang dilakukan PIK 2 pada tahun 2023 bukan puncak prestasi. Masih harus diperhatikan bagaimana perusahaan menggunakan dana hasil monetisasi intangible asset tersebut. Mampukah mempertahankan ROA? Tahun-tahun depan kita lihat kembali di Korporatisasi 100 yang direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan. Apakah PIK2 tepat dalam menggunakan dana? Apakah korporatisasi PIK2 berkelanjutan? Apakah PIK2 masih terus berproses menjadi korporasi sejati? Ikuti terus hasil riset dan tulisan dari SNF Consulting yang dimuat di laman ini.
Artikel ke-460 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2024 dalam rangka peluncuran Korporatisasi 100, yaitu peringkat 100 besar perushaan yang melakukan monetisasi intangible asset tahun 2024.
Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi