Category Archives: Uncategorized

Spirit Pengurbanan Nabi Ibrahim AS Untuk Penguasaan Sumber-Sumber Ekonomi


Khutbah Idul Adha 1437 H di halaman Plaza Marina oleh Takmir Masjid Masjid Al Huda  Sidosermo  Surabaya. Bagian bertuliskan huruf Arab tidak ditampilkan dalam posting ini.

Oleh: Iman Supriyono, konsultan dan penulis  buku-buku manajemen pada PT SNF Consulting, Jln Pemuda 60-70 Surabaya, http://www.snfconsulting.com

 Allahuakbar walillahilhamd. Jamaah sholad Ied rohimakumullah, hari ini kita berhari raya kurban. Pengorbanan Nabi Ibrohim AS adalah teladan yang agung bagi kita semua. Ketika itu beliau mengurbankan buah hati yang sangat disayanginya Ismail dengan menyembelihnya. Tentu saja hari ini kita tidak lagi perlu menyembelih anak-anak kita. Tap spirit pengorbanan sekelas menyembelih anak yang tentu sangat bernilai luar biasa mestilah kita teladani dan kita terjemahkan dalam konteks kekinian.

Perhatikan ayat yang saya sampaikan di depan. Tolong menolonglah dalam kebajikan dan takwa. Ta’awanu alal birri wataqwa.  Sebuah ayat yang sangat populer. Sebuah ayat yang memberi tuntunan kepada kita untuk bahu membahu dalam berbuat kebajikan dan takwa. Dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia dunia dan akhirat.

plaza-marina

Plasa Marina Surabaya dengan logo McD di depannya. Gambar dari http://www.tripadvisor.com

Perhatikan pula hadits populer berikut ini, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim). Ini adalah gambaran lain tentang bagaimana mestinya kita bersatu. Bertolong menolong menyatukan potensi untuk melakukan kebajikan. Bukan sekedar kebajikan pribadi orang-perorang. Tapi kebajikan yang menyatukan kaum muslim menjadi satu tubuh dengan kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan kehidupan di dunia untuk kebahagiaan kelak dalam kehidupan akhirat

Tentang tolong menolong dalam kebajikan, tentu kita sebagai orang yang beriman kepada Qur’an dengan mudah dapat menangkapnya. Tapi kita perlu belajar tentang bagaimana dahsatnya konsep tolong-menolong ini dalam konteks manajemen modern. Mari coba kita pelajari dari apa yang dilakukan oleh sebuah jaringan resto modern yang kebetulan pagi kini ada tidak jauh dari mimbar ini, McDonalds. Mengapa di forum Idul Adha yang mulai ini kita harus belajar tentang McDonald’s yang bukan milik muslim itu? Tidak lain karena ayat yang saya bacakan di mukadimah diatas perlu kita implementasikan dalam kehidupan modern.

Jamaah rahimakumullah, mari sejenak kita menyelami sejarah. Pada jaman dulu, karya-karya besar penada sejarah umat manusia bisa dipastikan dilakukan oleh institusi negara atau kerajaan. Di negeri ini misalnya kita bisa mengamati Candi Borobudur sebagai karya sejarah yang dilakukan oleh negara atau kerajaan. Di India ada Taj Mahal yang juga dibuat oleh institusi negara atau kerajaan. Di China ada tembok raksasa yang dibangun oleh kekaisaran. Di Mesir ada piramida yang dibangun oleh kerajaan. Itulah karya sejarah jaman dulu.

Bagaimana dengan karya bersejarah jaman modern? Perhatikan, saat ini gedung-gedung penanda sejarah dunia banyak  dibangun oleh perusahaan. Burj Khalifa di Dubai, sebuah gedung tertinggi dunia, 828 meter, dibangun oleh Emaar Properties, sebuah perusahaan yang berdiri tahun 1997 yang kini memiliki aset Rp 290 Trilyun.

Jika Emaar membangun gedung tertinggi dunia, kai ini kita akan belajar bagaimana bisa bertolong-menolong membangun karya yang bermanfaat bagi umat manusia sedunia tidak dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk layanan penyediaan makanan. Kita pelajari apa yang dilakukan oleh McDonalds alias biasa disingkat dengan McD.

McDonald lahir dari tangan Richard James “Dick” McDonald (February 16, 1909 – July 14, 1998) dan saudaranya Maurice James “Mac” McDonald (November 26, 1902 – December 11, 1971) tahun 1938 di San Bernardino, California, USA. Setelah sukses menggait pelanggan, resto ini kemudian masuklah Roy Kroc tertarik untuk menjadi mitra pengembangan bisnis resto yang hanya menjual sedikit menu ini (burger, kentang goreng dan minuman) pada tahun 1955 dengan membentuk McDonald’s System Inc. Masuknya Roy Croc adalah awal dari perkembangan pesat resto yang menjual makanan tradional jerman (humberger) ini.

Dalam laporan tahunan terbarunya,  tahun 2015, McD menyatakan telah hadir di dunia dengan 36 525 gerai di  lebih dari 100 negara, termasuk di Indonsia tercinta. Resto modern yang di Indonesia dengan menu utama burger ini ini mengantongi omset  Rp 336 T dengan laba 60 Trilyun. Untuk menggerakkan bisnis mulitinasional tersebut, McD menggunakan aset sebesar Rp 502 Trilyun, terdiri dari Rp 94 Trilyun aset sendiri dan Rp 503T diperoleh dari hutang.

Jamaah rahimakumullah, saat ini jutaan sudara muslim kita dari berbagai penjuru dunia sedang berkumpul di kawasan tanah suci. McD adalah salah satu resto yang menyediakan makanan bagi saudara-saudara kita disana. Di Saudi Arabia, McD hadir sejak tahun 1993 dibawah manajemen Riyadh International Catering yang saat ini memiliki  134 gerai. Outlet ini dikelola dengan skema kerjasama waralaba. Atas pengoperasian outlet-outlet waralaba di berbagai penjuru dunia, termasuk di Saudi ini, McD menerima pendapatan sebesar Rp 118 Trilyun. Pendapatan ini berkontribusi 35% dari total omset.

Jamaah rahimakumullah, dengan beroperasi di 100 negara lebih, rata-rata kontribusi tiap negara terhadap omset McD tidak sampai 1 %. Apa makna dari prosentase ini? Anda saja ada salah satu negara dimana McD beroperasi punya kebijakan anti McD dan kemudian McD terpaksa menutup seluruh gerainya di negara tersebut maka McD hanya akan kehilangan sekitar 1% dari omsetnya. Karena  laba dari perusaan yang berkembang pesat dibawah konsep manajemen Roy Croc ini adalah 18% dari omset, maka kehilangan 1% omset tentu tidak berpengaruh signifikan. Tidak akan menyebabkan perusahaan rugi. Dengan kondisi ini, McD telah mengamankan diri secara luar biasa dari aneka risiko termasuk risiko politik, bahkan risko perang sekalipun, di negara tempatnya beroparasi.

Yang juga spektakuler adalah jumlah tenaga kerjanya. Hingga ahir 2015, McD mempekerjakan sekitar 420 ribu karyawan di seluruh dunia. Mereka ini kemudian menafkahi anggota keluarganya. Menyekolahkan anak-anak mereka. Tentu ini memberi kontribusi yang besar dalam pergerakan roda dan sumber-sumber ekonomi dunia.

Jamaah rahimakumullah, pertanyaanya, siapa pemilik McD? Dari sumber Nasdaq berikut ini adalah 5 pemegang saham terbesar McD: Vanguard 10,21%, State Street 6,89%, Capital World Investor 6,44%, Blackrock ITC 3,93%, Black-rock FA 2,78%. Lima limanya semua adalah perusahaan investasi (investment company). Investment company adalah jenis perusahaan yang kerjanya adalah mengumpulkan dana milik masyarakat dan kemudian menginvestasikan pada berbagai instrumen investasi. Kepemilikan saham McD adalah salah satu bentuk instrumen investasi. Atas investasi tersebut maka investment companya akan mendapatkan imbal hasil. Imbal hasil inilah yang kemudian digunakan untuk biaya opersional dan diteruskan kepada para pemilik dana.

Sebagai gambaran mari kita lihat siapa itu Vanguard. Vanguard didirikan 1975 di USA oleh John C Bogie, orang yang sejak lulus kuliah berkarir di investment company.  Tahun 2015 ini, Vangurd mengelola aset lebih dari USD 3 Trilyun (Rp 40 ribu Trilyun) milik lebih dari 20 juta investor di 170 negara dengan lebih dari 14 ribu karyawan di seluruh dunia.

Pemegang saham terbesar kedua adalah State Street yang berdiri 1792 di Amerika Serikat. Kini, di usianya yang ke 224 tahun State Street mengelola aset USD 22,5T (Rp 300 Ribu Trilyun) milik puluhan juta investor dari berbagai penjuru dunia juga.

Jamaah rahimakumullah, selama ini kita mungkin pernah mendengar opini bahwa perusahaan-perusahaan besar yang menguasai pasar negeri ini dan berbagai negara lain di seluruh dunia seperti McD selalu diasosiasikan dengan para kapitalis. Segelintir orang super kaya yang menguasai ekonomi dunia. Data yang saya kemukakan diatas menunjukkan bahwa perusahaan pengausa pasar dunia di bidang resto cepat saji yaitu McD bukanlah milik satu dua orang. Bahkan bukan milik sejuta dua juta orang. Melainkan milik ratusan juta orang yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Nilai seluruh saham McD saat ini adalah Rp 1 338 Trilyun. Dengan memegang 10,21% maka nilai saham yang dipegang Vanguard adalah Rp  137T. Jika diasumsikan saham tersebut dimiliki oleh para investor Vanguard secara merata maka setiap orang investor Vanguard memiliki Rp 6,85 Juta.

Rp 6,85 juta per orang. Besarkah jumlah tersebut? Coba kita bayangkan dari kacamata seorang pekerja yang bergaji UMK kota Surabaya yaitu sekitar Rp 3 045 000,- perbulan. Jika pekerja tersebut bisa dengan disiplin menyisihkan 10% gaji alias Rp 304 500,- perbulan, maka dibutuhkan waktu 22 bulan alias tidak sampai dua tahun untuk berkontribusi seperti para investor Vanguard. Dengan hitungan di atas, kepemilikan McD bukanlah melibatkan harta yang dimiliki oleh orang superkaya.  Bukan sesuatu yang diluar jangkauan masyaraakat banyak. Seorang bergaji UMR pun mampu memiliki McD yang raksasa itu. Syaratnya satu saja, uangnya tidak dikelola secara sendiri-sendiri. Uangnya harus disatukan bersama uang milik puluhan bahkan ratusan juta orang lain dalam sebuah sistem manajemen modern. Tolong menolong dalam kebaikan.

Allahuakbar! Jamaah rahimakumullah, mari kita ingat renungkan kembali tentan ayat yang saya baca di bagian awal khutbah ini. “Tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”. Jika Anda sedang berkendara dan menjumpai seroang nenek-nenek renta menyeberang sendirian lalu Anda turun dari kendaraan dan menyeberangkan si nenek tersebut, Anda telah melakukan perintah ayat tadi. Tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Tapi ini sifatnya adalah temporer alias sesaat.

Tolong menolong yang dilakukan oleh ratusan juta orang yang uangnya menjadi resto McD adalah bentuk tolong menolong dalam kebaikan dalam tempo dan format yang jangka panjang. Saya pernah merasakannya manfaat tolong menolong ini ketika berada di daerah minoritas muslim. McD adalah resto yang saya pilih untuk kebutuhan makan karena adanya logo halal MUI. Memilihnya karena alasan kehalalan ditengah mayoritas masyarakat non muslim.

Pertanyaannya, bagaimana bisa bertolong menolong bahu-membahu melibatkan jutaan bahkan ratusan juta orang? Dibutuhkan 3 pilar: konsep filosofis, sistem manajemen dan pengurbanan. Konsep filosofis yang kuat dan tertanam di sanubari seluruh karyawannya selalu dimiliki perusahaan sekelas McD. Bahkan tidak jarang konsep filosofis itu dituangkan dalam sejenis “lagu kebangsaan” seperti yang dimiliki oleh negara manapun. Perusahaan selalu punya visi dan misi sebagai puncak dari konsep filosofisnya.

Pilar kedua, sistem manajemen yang kuat dituangkan melalui perangkat manajerial seperti struktur organisasi,  job description dan standard operating procedure (SOP). Sistem manajemen yang bagus akan berujung pada laporan keuangan teraudit yang dipercaya oleh para pemegang saham, investor dan masyarakat luas.

Pilar ketiga adalah pengurbanan. Dasar filosofis dan sistem manajerial yang kuat saja tidak cukup. Dibutuhkan pengurbanan dari para karyawan, manajemen, dan pemegang saham untuk menjadi sebuah peruahaan yang kuat, besar dan hadir melayani umat manusia seluruh dunia. Riset tentang perusahaan sukses selalu dihiasi dengan temuan tentang kerja keras penuh pengurbanan sumber daya manusia di dalamnya. Para dirktur bekerja habis habisan. Para pemegang saham berkurban tidak mengambil dividen. Para karyawan berkorban dengan bekerja tidak sekedar menjalankan kewajiban.

Pertanyaan kita sebagai kaum muslim, tidakkah kita punya 3 pilar tersebut sedemikan hingga kita tidak memiliki kekuatan yang bagus dalam ekononomi? Tidakkah kita punya 3 pilar tersebut sehingga nyaris semua sektor ekonomi negeri ini dikuasai asing? Tidakkah kita punya kekuatan yang bagus sehinga kebutuhan jamaah haji disedikan oleh Boeing, Airbus, Hotel Fairmont, McD, Starbucks, KFC dll dll?

Jamaah sekalian, Islam itu sempurna. Ketiga pilar tersebut semua diajarkan oleh Islam secara sempurna pula. Dasar filosofiks itu adalah aqidah. Sistem manajemen yang kuat itu diajarkan oleh Islam melalui ajaran disiplin waktu, melalui kejujuran tiada kompromi,  melalui kewajiban menepati janji, melalui kewajiban mamatuhi pimpinan dll.  Pengurbanan diajarkan oleh Islam secara luar biasa melalui pengurbanan nabi Ibrahim AS yang hari ini sedang kita peringati.

Kholid bin Walid yang dijuluki sebagai si “Pedang Allah” pernah mendemonstrasikan pengorbanan luar biasa ketika beliau tunduk dengan tulus ikhlas kepada Umar Bin Khotob saat sang Khalifah memberhentikan beliau dari posisi panglima tertinggi militer. Tunduk sepenuhnya tanpa syarat. Itulah pengurbanan yang luar biasa meneladani Nabi Ibrahim dalam mengurbankan putra tercintanya.

Sebuah organasi tidak akan eksis tanpa pengurbanan. Rumah tangga tidak akan utuh tanpa pengurbanan suami saat Istrinya melakukan sesuatu sedemikian hingga hak atau kenyamanan si suami terganggu. Rumah tangga akan hancur juga jika istri tidak mau berkurban kehilangan hak atau kenyamaannnya manakala suami karena suatu dan lain hal tidak memenuhi hak istri. Itulah pengurbanan dalam rumah tangga sebagai organisasi terkecil. Bagaimana dengan organisasi yang melibatkan jutaan orang seperti McD, Vanguard atau State Street? Tentu butuh pengurbanan dalam skala dan kuantita yang lebih besar. Pengurbanan sebagaimana yang diteladankan oleh Nabiullah Ibrahim AS.

Jamaaah rahimamukumlah, Jika ketiganya sudah ada dalam Islam, lalu apa yang kurang? Kurangnya satu saja: pengamalannya. Dan nampaknya inilah penyakit utama umat Islam hari ini. Kita diajari untuk tidak memakai hak orang lain, tapi kaum muslim bahkan di depan kakbah saja masih berebut saling sikut untuk mencium hajar aswad. Kontras dengan antrian yang tertib di tempat-tempat umum negeri maju non muslim.  Kita diajari menapati janji tetapi jam karet dianggap biasa, kontras dengan ketepatan waktu di negeri negeri maju non muslim. Kita diajari kebersihan tetapi sungai-sungai kita kotor penuh sampah dan pencemaran. Kontras dengan sungai bersih di negeri negeri maju non muslim. Kita diajari berkurban, tetapi jangankan merelakan hak kita diambil untuk kepentingan umum, yang terjadi justru hak umum diambil untuk kepentingan pribadi. Jalan-jalan yang mestinya untuk umum dipakai untuk kepentingan pribadi. Aset negara yang mestinya untuk kepentingan umum dikorupsi dengan berbagai cara.

Maka, di mimbar yang mulia hari raya qurban ini, mari kita terus  menerus belajar berkurban. Berkurban untuk membangun kekuatan agar lebih dari satu milyar kaum muslimin ini tidak kalah dengan ratusan juta orang yang bertolong menolong membangun perusahaan resto terbesar dunia. Potensinya luar biasa besar. Kita butuh pengurbanan untuk mengubah potensi tersebut menjadi kenyataan. Allahukbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

Jamaah rahimakumullah, mari kita akhiri khutbah ini dengan berdoa bersimpuh di hadapan Allah SWT. Memohon ampunan atas segala kekhilafan kita. Memohon kekuatan untuk meuwujudkan kekuatan umat termasuk dalam sumber sumber ekonomi.  Agar kita dikaruniai kekuatan seperti kekuatan Sahabat besar Utsman Bin Affan ketika beliau membeli sumur milik Yahudi sehingga kaum muslim tidak tergantung kebutuhan airnya kepada orang yahudi. Allahumma aamin.

Ulang “Anti Mainstream” Tahun


Cleo. Merek ini menggebrak pasar air minum dalam kemasan (AMDK) dengan menampilkan identitas warna oranye. Berbeda sekali dengan mainstream AMDK yang cenderung biru atau hijau. Dengan strategi anti mainstreamnya, merek besutan PT Sariguna Primatirta ini pun diterima pasar.  Pabrik demi pabrik di berbagai lokasi terus dibangun. Merek milik perusahaan yang juga dikenal dengan nama Tanobel ini tidak mau bermain di harga murah sebagaimana umumnya pemain baru di tengah dominasi merek Aqua.  Dengan konsep produk  yang berbeda dari mainstream…si oranye pun sukses diterima pasar AMDK.

Tapi kali ini saya tidak sedang menulis tentang bisnis. Saya sedang menulis tentang sikap anti mainstream.  Sebuah sikap yang  jika ditarik kebelakang, bagi saya dan Anni Muttamimah, istri saya, sudah mendarah daging sejak dulu kala.  Berikut ini sekedar beberapa contoh sikap anti mainstream itu:

  • Orang pada umumnya berpola kuliah-lulus-kerja-nikah. Saya berbeda. Saya sudah berbisnis sejak kuliah. Saat sudah yakin dengan kemampuan mencari nafkah, saya pun menikah saat masih kuliah. Wisuda dari Teknik Mesin ITS dengan dua anak. Istri saya wisuda dari teknik Kimia ITS saat hamil anak keempat. Sikap anti mainstream ini adalah kelanjutan dari anti mainstream sebelumnya: tidak mengenal pacaran. Kami menikah tanpa pacaran. Cukup diselidiki latar belakang calon, setelah yakin baik, langsung lamaran dan akad nikah.
  • Para lulusan sarjana pada umumnya melamar di perusahaan atau instansi pemerintah sebagai pegawai. Inilah mainstream. Saya tidak. Saya memutuskan untuk menjadi entrepreneur sejak semester 3 kuliah. Tidak mau menjadi pegawai.
  • Pasangan suami istri pada umumnya memutuskan untuk hanya memiliki dua atau tiga anak. sedikit anak. Inilah mainstream. Kami-saya dan istri-tidak. Kami memutuskan untuk memiliki banyak anak. Pada usia 23 tahun pernikahan saat ini, alhamdulillah kami dikarunia 7 anak yang sehat sehat-sehat, pintar-pintar, dan ini yang paling penting: sholeh dan sholihah.
  • TV sudah menjadi kebutuhan keluarga. Bahkan tiap kamar ada TV. Itulah mainstream. Kami-saya dan istri- berbeda. Saya hampir tidak pernah nonton TV sejak kulaih. Keluarga kami adalah keluarga tanpa TV sejak pernikahan hingga hari ini. Pengisi waktu senggang kami sekeluarga adalah membaca. Bukan nonnton TV.
  • Orang tua pada umumnya memberikan uang saku tiap hari kepada anak-anaknya yang sekolah. Inilah mainstream. Kami tidak. Saat masih tinggal bersama orang tuanya, anak anak tidak dijatah uang saku. Sebelum berangkat sekolah sudah makan pagi. Jika jam sekolahnya tidak melewati jam makan siang maka anak-anak makan siang di rumah. Jika jam sekolah melewati jam makan siang membawa bekal makan siang dari rumah. Tidak ada jatah uang saku. Ada uang saku hanya sesekali saja. Bukan jatah.

    cleo anti mainstream

    Anti Mainstream: Cleo hadir dengan warna oranye, berbeda dengan mainstream AMDK yang cenderung biru-hijau.

  • Pasangan suami istri pada umumnya akan menahan anak-anaknya untuk tetap tinggal bersama orang tua bahkan sampai kuliah. Inilah mainsream. Daftar ke perguruan tinggi pun diantar orang tua. Kami tidak. Kami “mengusir” anak-anak dari rumah sejak lulus SMP dan bahkan kemudian sejak lulus SD. Sampai anak nomor 3, selulus SMP yang tidak jauh dari rumah, mereka kemudian “diusir” untuk sekolah dan tinggal di luar negeri sejak SMA. Bahkan mulai anak nomor 4 lulus SD sudah “diusir” untuk sekolah dan tinggal di pondok pesantren di luar kota saat masuk SMP.
  • Molornya jadual juga menjadi mainstream. Undangan jam 9 acara baru dimulai jam 10. Itu mainstream. Saya tidak. Sejak kuliah aktif di kegiatan kemahasiswaan saya biasa menyelenggarakan acara dengan dimulai tepat waktu seperti yang tertera di undangan. Ketepatan waktu juga menjadi standar sikap hingga saat ini.  Tepat waktu memulai meeting dengan perusanaan klien SNF Consulting, kantor saya. Ada kesepakatan bayar denda untuk amal sosial bagi peserta meeting yang terlambat walaupun hanya satu menit. Tepat waktu saat janjian dengan siapapun.  Tepat waktu dalam sholat-sesuai jadual astronomis- berjamaah di masjid.
  • Dan lain-lain masih banyak sekali daftar anti mainstream saya –biasanya kompak dengan istri.  Jika diperpanjang bisa jadi berhalaman-halaman nih tulisan hehehe.

Sikap anti mainstream bukan sekedar asal berbeda.  Selalu ada alasan yang kuat, logis dan ilmiah terkait dengan sikap tersebut. Ini yang membuat saya –dan istri- yakin, pede dan tidak sedikitpun  ragu. Tentu memalui proses yang panjang sampai pada keyakinan seperti itu. Saya sangat terinspirasi oleh wahyu Ilahi ini “dzalika al-kitab. Laa roiba fiih”.  Inilah kitab. Tidak ada keraguan di dalamnya.  Saya mempelajari segala sesuatu sampai bener-benar yakin.  Laa roiba fiih. Tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Maka, sikap anti mainstream pun dijalani dengan la roiba fiih. Tanpa ragu.

Terus…. bagaimana menjaga keharmonisa hubungan dengan orang lain dan para sahabat terkait sikap yang berbeda? Dalam hal ini saya yakin bahwa dalam berhubungan dengan siapapun, selalu ada dua hal yang tidak bisa dihindari: persamaan dan perbedaan. Hubungan dengan orang lain akan kokoh bila berfokus pada persamaan dan bertoleransi terhadap perbedaan. Persamaaan dikerjakan bareng-bareng. Perbedaan  disikapi dengan toleransi.  Saling memberi kesempatan agar siapapun bisa menjalani perbedaan dengan nyaman. Inilah yang membuat hubungan dengan siapapun akan menyenangkan. Sahabat makin banyak, makin erat, dan makin kokoh.

@@@

Kemarin, sejak pagi banyak sekali sahabat yang memberikan ucapan selamat ulang tahun alias milad kepada saya. Terima kasih atas perhatian dan do’a-doa’a baiknya.  Semoga kebaikan serupa dan bahkan lebih baik juga dianugerahkan kepada para sahabat. Tetapi, mohon maaf, dalam perkara ini saya lagi-lagi anti mainstream. Saya tidak pernah menganggap tanggal kelahiran sebagai sesuatu yang penting. Tidak ada peringatan dan ucapan selamat ulang tahun di keluarga kami.

Mengapa demikian? Sebagaimana sikap anti maintraim pada berbagai hal, saya dan istri sudah mempelajarinya dengan seksama. Ini standar.  Saya mempelajari dari mana asal-usul tradisi ulang tahun. Mempelajari juga tentang sejarah penanggalan yang biasa digunakan untuk tradisi ulang tahun. Mempelajari bagaimana sikap tokoh-tokoh teladan dalam tradisi ini. Nabi Muhammad SAW adalah tokoh teladan yang saya-dan istri- selalu jadikan sebagai referensi utama. Pendek kata, segala sesuatu terkait tradisi ulang tahun saya pelajari secara komprehensif sampai pada sebuah kesimpulan yang laa roiba fiih. Tidak ada keraguan di dalamnya. Mantap bahwa kami sekeluarga tidak ada tradisi ucapan atau peringatan ulang tahun. Setiap hari adalah istimewa. Istimewa untuk diisi dengan perbuatan yang makin bermanfaat bagi sesama. Dalam rangka beribadah kepada-Nya.  Istimewa karena hari ini tidak akan terulang kembali.

Kalau tidak saat ulang tahun, kapan mendoakan para sahabat? Saya membiasakan diri untuk mendoakan untuk kebaikan  dunia akhirt para sahabat setiap selepas sholat.  Termsuk sholat tahajud. Mendoakan kebaikan semua sahabat. Kadang saya doakan secara umum, kadang saya sebut satu demi satu. Setiap saat, tidak menunggu ulang tahun.

Terus, apakah tidak ada momen istimewa secara personal untuk kelaurga dan sahabat? Tentu ada.  Untuk anak-anak, prestasi sekolah misalnya adalah saat tepat untuk memberikan ucapan selamat secara personal. Untuk kawan-kawan pebisnis, buka gerai baru atau wilayah pasar baru misalnya adalah momen istimewa yang pas untuk memberikan ucapan selamat. Bagi teman profesional, pencapaian terget atau promosi jabatan adalah momen istimewa yang pas untuk memberikan ucaman selamat dan perhatian secara personal.

Lalu, apakah perbedaan sikap dalam ulang tahun alias milad alias birth day alias  ambal warso ini harus membuat kerenggangan persahabatan? Apakah sikap anti mainstream harus mengganggu persahabatan? Tidak. Seperti Cleo, anti mainstream yang tepat justru akan mendatangkan hasil yang luar biasa.  Anti mainstrain dengan sikap yang tepat antara persamaan dan perbedaan, bikin persahabatan tetap terjalin erat dan makin hangat. Sekali lagi….terima kasih atas doa-doa kebaikan kawan semua. Mohon maaf atas perbedaan. Semoga persahatan kita makin erat, makin kokoh, dan makin memberi manfaat pada sesama dalam naungan ridho-Nya.  Sukses dunia akhirat untuk sahabat semua. Aamin.

Baca juga: Menang melawan si curang

Ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting

ISS: Cleaning Service KAI dari Denmark


Yooney Gulay. Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan nama itu. Diatas huruf “O” dan “U” ada dua titiknya. Makin membuat saya tidak mengerti. Nama khas negara manakah gerangan. Dari suku atau etnis apakah gerangan.

Nama yang menarik. Tapi lebih menarik lagi adalah pernyataan dari perempuan paruh baya yang kedua tangannya tampak memegang tangkai alat pel lantai itu. “I know the ultimate secret of cleaning”. Sebuah kutipan yang menjadi luar biasa karena tampil pada cover laporan tahunan ISS, sebuah perusahaan dari Denmark. Sebuah perusahaan yang melayani jasa cleaning service di 77 negara, termasuk di Indonesia. PT KAI pun mempercayakan kebersihan armada kereta apinya pada perusahaan yang didirikan pada tahun  1901 di Kopenhagen itu.

Percaya diri. Bahkan sangat percaya diri. Itulah kesan ketika membaca kutipan itu. Seorang cleaning service-tukang sapu, tukang pel-tetapi memandang pekerjaannya sebagai sesuatu yang sangat bermakna. Pekerjaan yang membutuhkan keahlian luar biasa tinggi.

ISS sarapan pagi

&&&

Minggu pagi, awal Februari 2016. Lari pagi bagi saya adalah menu wajib dua kali seminggu. Tapi pagi itu agak berbeda. Saya lari pagi dengan rute yang tidak biasa. Start di rumah kawasan Mulyorejo Surabaya dan finish di komplek sentra Ikan Bulak, tidak jauh dari kawasan kaki jembatan Suramadu.

Jarak sekitar 10 km saya lalui dengan penuh semangat dalam waktu satu jam. Yang bikin semangat adalah lokasi finish-nya. Sebuah tempat yang beberapa hari sebelumnya menjadi topik diskusi saya dengan kawan yang sehari hari memimpin instansi yang bertanggung jawab merencanakan pembangunan kota Surabaya.  Kawan ini menginformasikan bahwa pemerintah kota Surabaya telah membangun fasilitas sangat bagus untuk menampung para pengolah dan pedagang ikan  yang ada di kawasan Bulak, Surabaya. Maka, perjalanan lari pagi itu juga sekaligus sebagai perjalanan observasi.  Saya berjanji untuk melanjutkan diskusi tentang fasilitas perdagangan yang sudah menghabiskan anggaran puluhan milyar itu.

Dalam kesegaran cucuran keringat, saya tiba di lokasi tujuan. Secara pribadi saya menikmati semangat kesegaran. Tetapi ini sangat kontras dengan suasana komplek perdagangan megah berlantai dua itu. Stan-stan kosong melompong. Hanya satu dua yang berisi. Itupun para pedaganya tampak tidak bersemangat. Hampir tidak ada pembeli yang datang. Dapur pembakaran ikan modern dengan cerobong asap menjulang tinggi pun tak berfungsi. Sama sekali tidak ada ikan dibakar pagi itu.

Mengapa sesepi itu? Tentu banyak penyebab. Tapi saya menangkap sebuah kondisi yang tidak sinkron. Sentra Ikan Bulak didesain sebagai sebuah fasilitas wisata belanja ikan. Arsitektural gedung sangat khas wisata belanja. Ada food court di terbuka di lantai 2 yang sangat luas. Di samping juga gedung ada taman yang jug luas. Memenuhi syarat untuk sebuah kawasan wisata belanja.

SNF korporasi

SNF Consulting untuk korporatisasi

Lalu, mengapa sepi? Sepanjang pengamatan, saya merasakan ketidaknyamanan terkait dengan aspek kebersihan. Pemandangan sepanjang jalan akses menuju lokasi jauh dari kata bersih. Kawasan sekitar lokasi pun demikian. Terkesan kumuh dan semrawut. Ini yang menurut saya tidak sinkron dengan konsep wisata belanja. Bagaimana mungkin orang mau berwisata ke tempat yang kotor dan semrawut.

&&&

Bicara kebersihan, ISS adalah jawara dunia. Sesuatu yang bersih, rapi dan indah disukai semua orang. Tetapi, tidak mudah untuk mengubah sesuatu yang asalnya kotor menjadi bersih dan rapi. Ada rahasia dan keahlian di dalamnya. Itulah makna dibalik “I know the ultimate secret of cleaning”. ISS mengetahui puncak rahasia mengubah sesuatu yang kotor menjadi bersih, indah dan rapi. Core competence yang kemudian dijual ke berbagai penjuru dunia. Bahkan negeri yang tingkat ekonominya masih sangat rendah seperti Indonesia pun membutuhkan bantuan dari perusahaan beromzet Rp 182T itu. Negeri yang PDB percapitanya 3400 (urutan no 118 dunia)  menjadikan negeri dengan PDB per capita USD 51 400 (tertinggi no 5 dunia) sebagai juru bersih-bersih. Tidak logis. Lalu, apakah sentra Ikan Bulak juga harus mendatangkan ISS untuk tampil bersih dan rapi? Kita impor petugas kebersihan Denmark sebagai korporasi. Pada saat yang sama kita ekspor tenaga kebersihan kita ke berbagai negara sebagai perorangan. Tentu keputusannya tidak di tangan saya. Tetapi, itulah ISS. Itulah core competence. Itulah yang dimiliki oleh Yooney Gulay!

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram SNF Consulting atau Gabung Grup WA SNF Consulting

Tulisan ini dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

Robohnya Toko Kami


Pada hari minggu ku turut ayah ke  kota. Naik delman istimewa ku duduk di muka. Duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja….”.  Bagi saya dan kawan- kawan kecil di desa-desa  sekitar kota  Caruban tahun 80-an, itu bukan lagu biasa. Itu adalah keindahan luar biasa. Diajak pergi ke pasar di kota pada hari minggu. Naik delman atau di desa disebut sebagai dokar.  Bersuka ria dan setiba dipasar menyantap menu super istimewa: rawon mbah Iran.

Sungguh keindahan tiada tara. Selalu merindukannya. Beberapa tahun lalu saya masih bisa mengulang nostalgia keindahan itu. Makan di warung mbah iran di pasar Caruban yang sudah dilanjutkan oleh salah satu anak nya.

Pasar Caruban Baru yang sepi

Tapi, kini saya sudah tidak bisa lagi mengulang kenikmatan itu. Dokarnya sudah tidak beroperasi karena pasar berpindah lokasi. Kepindahan pasar ke tempat yang agak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Madiun itu juga berdampak luar biasa: pasar jadi sepi.

Dua kali saya mencoba berbelanja di pasar baru. Gedungnya memang megah. Tapi suasananya sepi sekali. Tidak nampak gairah para pedagang sebagaimana yang dulu saya rasakan saat masa kanak-kanak. Tidak juga nampak kesibukan para pedangan yang masih saya rasakan saat bernostalgia makan rawon mbah iran beberapa tahun lalu. Kini pasar menjadi sepi.

Sebagai konsultan manajemen, saya terusik untuk mencari tahu. Mengapa pasar berlantai dua itu jadi sepi. Saat acara rutin pulang kampung, saya mencoba menelusuri informasi dari berbagai sumber. Ketemulah paling tidak dua sebab. Pertama, pemerintah membagi pedagang pasar lama menjadi dua kelompok. Pedagang barang-barang kering dipindah ke pasar yang sepi itu. Sementara itu, pedagang barang-barang basah dipindah ke pasar sayur yang letaknya relatif masih di pusat kota. Saat saya datangi pasar sayur, selepas subuh memang suasana pasar sangat ramai. Tidak beda dengan pasar yang dulu saya rasakan pada masa kanak-kanak. Tapi, gairah itu hanya muncul di pagi hari. Sekitar jam 10 pagi pasar sayur pun sudah sepi. Ketika pasar sayur dan pasar kering masih menjadi satu, keramaian pasar sayur di pagi hari terus berlanjut pada keramaian pasar kering siang harinya. Selesai belanja sayur, para pengunjung pasar berpindah ke pasar kering untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah lokomotif-tua.jpg

Kedua, munculnya toko-toko minimarket bagaikan jamur di musim penghujan di berbagai sudut kota tempat saya bersekolah hingga SMA itu. Di pusat kota sekitar bekas pasar lama yang kini berubah menjadi taman ada lebih dari lima outlet minimarket Alfamart dan Indomart. Di luar kawasan pasar lama  juga disana sini muncul minimarket serupa. Mereka mampu menangkap perubahan kultur belanja masyarakat dan nyaris mengambil semua pangsa pasar. Inilah yang menjadikan pasar jadi sepi. Toko-toko tradisional ditinggalkan pembeli. Jika dulu ada kisah tentang robohnya surau kami, kini ada  kisah tentang robohnya toko kami.

&&&

Pembaca yang baik, gambaran suasana yang saya tulis di atas nampaknya tidak hanya terjadi di Caruban, kota kelahiran saya. Tetapi juga terjadi di berbagai kota di negeri ini. Toko-toko kelontong tradisional milik masyarakat sepi dan kemudian tutup.  Pertanyaannya, haruskah fenomena itu dibiarkan? Adakah peluang untuk membanagkitkan kembali toko-toko dan pasar yang kini ditinggalkan konsumen itu?

Yang perlu dicatat, perubahan kultur belanja masyarakat adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Saya dan Anda para pembaca saat ini pasti lebih  nyaman belanja di toko swalayan berpendingin udara dari pada di toko kelontong atau pasar tradisional. Maka, membangkitkan kembali toko-toko masyarakat tidak bisa dilakukan dengan mengembalikan budaya belanja masyarakt yang telah berubah. Yang bisa dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Bagaimana caranya? Yang dilakukan pondok pesantren  Sidogiri Pasuruhan bisa menjadi contoh. Membangun jaringan toko swalayan modern di berbagai daerah. Kini ada sekitar 80 outlet minimarket besutan  KH Mahmud Zain tersebut. Inilah format yang sudah terbukti sukses dan bisa dijadikan sebagai pijakan untuk langkah selanjutnya. Tidak perlu bereksperimen lagi.

Karena secara manajemen sudah terbukti eksis, yang dibutuhkan selanjutnya adalah modal yang cukup untuk menambah outlet. Disinilah letak perjuangannya. Bagaimana mengumpulkan dana besar dari masyarakat untuk bersaing dan tidak kalah dengan jaringan toko modern nasional yang kini sudah menjamur dimana-mana.

Untuk mengimbangi ekspansi Alfamart dan Indomart yang tiap tahun masing-masing membangun seribu outlet lebih misalnya, diperlukan gerakan masyarakat untuk mengumpulkan modal yang mencukupi untuk menandinginya. Wadah yang paling cocok adalah koperasi seperti yang telah dilakukan Fonterra Cooperation dari New Zealand misalnya.  Dana itu kemudian dikerjasamakan dengan Sidogiri untuk dikelola secara modern dan profesional. Memberi kesempatan kepada team manajemennya untuk mendayagunakan keahlian yang terbukti mampu bersaing dengan Alfamart dan Indomaret. Agar kita tidak ada lagi ratapan tentang robohnya toko kami. Bisa kan?

Tulisan ini diterbitkan oleh Harian Duta, terbit di Surabaya, Jumat, 9 Oktober 2015 dengan beberapa bagian diedit oleh redaktur. Yang saat ini Anda baca adalah versi asli dari penulis tanpa diedit oleh redaktur.

Jumlah Anak: Low Vs. High Leveraged Family


Keluarga Anda merencanakan jumlah anak berapa? Satu? Dua? Lima? Atau berapa? Ini adalah sebuah pertanyaan menarik. Keluarga adalah institusi terpenting bagi setiap orang. Maka, merencanakan jumlah anak dalam keluarga juga merupakan hal yang sangat penting. Merencanakan adalah bagian penting dari sebuah manajemen. Termasuk manajemen keluarga.

Semakin besar jumlah anak, sebuah keluarga akan semakin high leveraged. Artinya, sebuah keluarga yang mampu mendidik dan membiayai anak kemudian beranak banyak, anak-anaknya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Sebaliknya, sebuah keluarga yang tidak mampu baik material maupun moral kemudian memiliki banyak anak,  mereka akan tumbuh menjadi beban yang besar bagi masyarakat.

Bersama istri dan 7 anak anak saya yang kini sudah pada gede-gede
Bersama istri dan 7 anak anak saya yang kini sudah pada gede-gede

Sebuah keluarga yang memiliki jumlah anak sedikit disebut sebagai low leveraged family. Kemampuan keluarga seperti ini dalam pendidikan anak akan tidak termanfaatkan secara penuh. Akan ada kapasitas belebih atau idle capacity. Sebaliknya, bila low leveraged family berkemampuan jelek dalam pendidikan anak, semakin sedikitlah beban masyarakat akibat gangguan-gangguan sosial dari anak-anak yang terdidik secara jelek. Dua anak yang tumbuh dari keluarga baik akan menjadi dua tokoh masyarakat. Dua anak yang tumbuh dari keluarga jelek akan menjadi dua preman dan bromocorah yang mengganggu masyarakat.

Misalkan ada dua buah keluarga, keluarga A dan keluarga B. keluarga A adalah keluarga yang sangat terdidik, hubungan keluarga sangat harmonis,  tinggal di sebuah komplek perumahan mewah, memiliki banyak perusahaan besar dengan ribuan karyawan, kemampuan ekonomi berlebih, sangat dermawan, dikenal memiliki moral yang tinggi, dan memiliki peran besar dalam bermasyarakat. Pendek kata, keluarga A adalah keluarga yang sangat ideal. Sebaliknya, keluarga B berpendidikan rendah, suami istri sering cek cok, kemampuan ekonomi sangat rendah, tinggal di rumah petak di daerah kumuh yang dikenal sarang penjahat, suami bekerja serabutan, dikenal tidak bermoral, dan tidak memiliki peran positif apapun di masyarakat. Pendek kata, keluarga B adalah keluarga yang sangat tidak ideal.

Apa yang terjadi bila keluarga A yang sangat ideal dan keluarga B yang sangat tidak ideal sama-sama memiliki dua anak? Pada keluarga A, kedua anaknya akan diasuh dengan pendidikan terbaik, fasilitas yang berlebih, suasana pendidikan harmonis, bahkan sekolah ke luar negeri sampai doktor pun bukan sebuah masalah. Akhirnya, kedua anak ini akan berperan besar dalam pembangunan masyarakat. Sementara, potensi bapak ibunya masih sangat besar. Sebaliknya, dua anak dalam asuhan keluarga B akan tumbuh menjadi anak yang brutal, berpendidikan rendah, kualitas moral rendah, dan akan menjadi beban bagi masyarakat.

Apa yang terjadi bila keluarga A dan keluarga B sama-sama memiliki sepuluh anak? Sepuluh anak dari keluarga A yang sangat ideal akan sangat berpeluang untuk tumbuh menjadi dokter sukses, insinyur sukses, doktor, profesor, pengusaha sukses, jendral dan sebagainya dengan moral yang sangat berkualitas. Sebaliknya, sepuluh anak dari keluarga B yang sangat tidak ideal akan sangat berpeluang menjadi pedagang kaki lima pengganggu ketertiban, gelandangan, anak jalanan, pencopet, preman, bromocorah dan sejenisnya.

High leveraged family akan semakin menguntungkan masyarakat bila keluarga itu berkemampuan baik material maupun non material untuk mendidik anaknya. High leveraged family akan sangat mengganggu masyarakat bila keluarga itu tidak mampu mendidik putra-putrinya baik secara moral maupun material.

Low leveraged family akan memiliki kemampuan yang tidak termanfaatkan dengan penuh bila memiliki kemampuan dalam mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya, low leveraged family akan tidak banyak mengganggu masyarakat bila tidak mampu mendidik anak-anaknya, baik moral maupun material.

Berapa anak dalam keluarga Anda? Anda dapat memilih punya anak sedikit atau banyak dan Anda tidak akan tahu pasti apakah si buah hati akan terdidik dengan baik. Yang sekarang dapat  dilakukan adalah menata mental Anda untuk optimis atau pesimis. Bila optimis, tidak ada salahnya Anda memilih high leveraged family. Tetapi, bila Anda tidak cukup optimis, pilihan terhadap low leveraged family bisa menjadi alternatif terbaik.

Bila dengan segala pertimbangan memilih high leveraged family, Anda harus mempersiapkan diri sebaik baiknya untuk si buah hati agar benar-benar menjadi generasi yang “berkualitas dan berkuantitas”.  Anda tidak boleh terkena apa yang oleh Agus Nggermanto disebut sebagai “Sindrom Ultra Sekolah”. Sebuah sindrom yang telah menggejala di  masyarakat bahwa satu-satunya cara belajar adalah lewat sekolah (atau yang sejenis) dan seseorang dianggap belajar bila tidak berada di sekolah atau bersekolah. Anda harus memprogram proses pembelajaran yang mampu mengantarkan putra putri Anda memiliki jati diri pembelajar di manapun mereka berada. Maksudnya, Anda harus menyiapkan landasan yang kokoh juga agar suatu saat ketika Anda dipanggil oleh Allah SWT mendahului putra putri Anda, mereka akan tetap berjalan pada rel pembelajaran untuk menjadi manusia-manusia yang berkualitas dan berkuantitas.  Juga, jangan menggantungkan pendidikan mereka sepenuhnya pada sekolah, walaupun Anda telah menyekolahkannya pada sekolah terfavorit di dunia!

Jadi, Anda merencanakan jumlah anak berapa? Ada satu lagi yang perlu diperhatikan. Anda dan suami/istri termasuk “bibit unggul” apa bukan? IQ tinggi, fisik sehat kuat, dan kualitas keagamaan tinggi adalah tanda bibit unggul. Jika anda yakin sebagai bibit unggul, sayang kalau jumlah anaknya sedikit. Anda dan keluarga berpotensi memiliki kontribusi besar bagi agama dan bangsa pada masa datang. Sayang kalau disia-siakan.  Melalui anak-anak, Anda berpotensi untuk memberi arah sejarah. ….cinta kita melukiskan sejarah….demikian penggalan lagu sound track film Habibie…. Bagaimana?

Tulisan ini sebagian besar disadur dari buku ke 4 saya, FSQ-Financial Spiritual Quotient.

Lailatul Gambling: Tidak THR, Tidak I’tikaf….


Lailatul Gambling

Iman Supriyono, direktur, konsultan dan penulis 10 buku manajemen pada PT SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Masih ingat materi probalitas pada mata pelajaran matematika SMA? Ayo kita pelajari kembali. Misalkan Anda sedang berada di sebuah toko tas langganan untuk keperluan si buah hati yang akan masuk sekolah. Kebetulan sedang ada program promo sebuah merek tas disana. Setiap pembelian sebuah tas merek tersebut akan mendapatkan sebuah nomor undian. Toko akan mengundi untu menentukan pemenangnya setelah seluruh persediaan tas merek tersebut yang berjumlah seribu biji habis terjual. Hadiahnya adalah sebuah mobil senilai Rp 100 juta.  Harga satu tas adalah Rp 50 ribu.

Santainya Pekerja Keras, Buku ke 9 saya tentang Itikaf akhir ramadhan. Ebook nya bisa didownload gratis, googling dengan keyword judul buku tersebut

Santainya Pekerja Keras, Buku ke 9 saya tentang Itikaf akhir ramadhan. Ebook nya bisa didownload gratis, googling dengan keyword judul buku tersebut

Coba kita hitung. Jika Anda membeli 1 tas maka peluang Anda untuk memanangkan hadiah adalah 1/000. Jika Anda membeli 2 tas maka peluang Anda adalah 1/1000+1/000 =2/1000.. Jika 3 tas maka peluangnya adalah 1/1000+1/1000+1/1000=3/1000. Dan seterusnya jika Anda membeli 1000 tas peluang menangnya adalah 1000/1000 alias 1 alias 100%. Probabilitas 100% artinya Anda pasti akan mendapatkan hadiah mobil.

Berapa harga 1000 tas? Tentu saja Rp 50 ribu dikalikan seribu yaitu Rp 50 juta. Maka, jika Anda mengeluarkan uang Rp 50 juta, Anda akan mendapatkan tas senilai Rp 50 juta plus sebuah mobil senilai Rp 100 juta. Total Rp 150 juta. Setelah itu Anda bisa beramal bagi-bagi tas kepada 999 anak yatim piatu. Satu tas untuk buah hati Anda. Jika Anda memiliki uang Rp 50 juta, maukah Anda membeli seluruh tas tersebut?

$$$

Saya menulis artikel ini pada saat menjelang sepuluh hari terakhir ramadhan. Ada sebuah malam yang oleh Qur’an dinilai lebih baik dari seribu bulan. Lailatul qodar alias malam qodar. Malam yang nilainya setara dengan  83,3 tahun alias 29 ribu hari lebih. Waktu untuk mencari lalatul qodar adalah 9 atau 10 hari. Anggap saja 10 hari.

Analogi dengan probabilitas hadiah di toko tas di atas. Jika Anda beri’tikaf satu hari, maka probabilitas Anda mendapatkan lalitul qodar adalah 1/10. Jika Anda beri’tikaf 2 hari maka probalitisanya naik menjadi 1/10+1/10= 2/10. Jika Anda beritikaf 10 hari penuh maka probalitas Anda adalah 10/10 alias 1 alias 100%. Dengan kata lain, jika Anda bei’tikaf selama 10 hari penuh Anda dipastikan akan memperoleh malam qodar. Malam yang ganjarannya adalah lebih dari beribadah 29 ribu hari lebih. Pertanyaannya, maukah Anda “memborong” seluruh hari seperti saat memborong seluruh tas untuk mendapatkan kepastian memperoleh “hadiah” yang sangat menggiurkan?

$$$

Pembaca yang baik, itulah mengapa Rasulullah dan para sahabat gaya beriktikafnya adalah gaya memborong. Mulai subuh 21 ramadhan rasulullah sepenunya tinggal di masjid dan tidak pulang sampai malam takbir. Malamnya sepenuhnya beribadah. Sama sekali tanpa tidur malam. Begadangan semalam suntuk dengan berdzikir, tilawah qur’an dan sholat. Istirahatnya diganti siang. Setelah adanya perintah puasa ramadhan rasulullah selalu melakukan itikaf full time seperti itu sampai akhir hayat. Kecuali sekali beliau tidak beritikaf akhir ramadhan. Itupun beliau menggantinya dengan beri’tikaf pada bulan syawal sepanjang 20 hari.

Jadi rasulullah dan para sahabat beri’tikaf tidak seperti yang dilakukan orang orang selama ini. Datang ke masjid selepas sholat tarawih dan pulang menjelang sahur. Itupun hanya kalau malam ganjil. Ini ibarat hanya membeli satu atau dua tas tapi berharap mendapat hadiah mobil. Jika beruntung memang bisa. Main tebak alias gambling.

$$$

Jelang lebaran, saya sering ditanyai tentang bagaimana manajemen uang THR. Bagaimana mengelola uang THR agar bisa bermanfaat maksimal? Jawabnya adalah analogi dengan I’tikaf cara Rasulullah. Apa itu? Banyak orang membicarakan THR tidak menyeluruh. Hanya memandang THR tanpa memandangnya sebagai sebuah proses pengelolaan keuangan dalam hidup secara menyeluruh. Ini mirip beritikaf beberapa jam tapi berharap malam qodar.

Mestinya, membicarakan THR haruslah dalam konteks manajemen keuangan secara menyeluruh. Kita bisa belajar dari orang Yahudi yang kini menguasai hampir seluruh sumber sumber ekononomi utama dunia. Mereka selalu disiplin ketat mengelola uang gaji atau pendapatannya dengan rumus 10-10-80. Setiap pendapatan berapapun, diambil 10% pertama untuk sosial keagamaan, 10% kedua untuk investasi yaitu membeli aset yang nilainya terus meningkat, dan sisanya 80% dicukupkan untuk kebutuhan sehari-hari. Lakukan itu secara disiplin sejak gaji pertama sampai kapanpun.

Bagaimana dengan THR? THR adalah bagian dari pendapatan tahunan Anda. Jika Anda setuju dengan pola pikir menyeluruh jangka panjang, jumlahkanlah seluruh pendapatan Anda tahun ini hinga penerimaan THR. Alokasikan  dengan rumus 10-10-80.

Untuk 10% yang kedua, berapa nilainya dari total gaji atau pendapatan Anda tahun ini?  Sisihkan 10% nya untuk investasi. Sekali lagi THR sebagai bagian dari pendapatan tahun ini. demikian juga investasinya. Hitung dari pendapatan setahun. Jangan hanya melihatnya sebagai THR. Bisa jadi seluruh THR Anda harus dialokaasikan untuk investasi karena sampai bulan ini Anda belum pernah berinvestasi.

Maka, kelola THR persis seperti prinsip itikaf nabi. Ambillah peluang secara menyeluruh. Jangan main tebak. Jangan gambling. Ingat, kita menginginkan lailatul qodar. Bukan lailatul gambling!

Tulisan ini dimuat di Harian Dura, terbit di Surabaya, 10 Juli 2015

Meg-Brian-Satya: Fokus & Bersinergi


Tangerang, 25 Maret 2006. Suatu pagi di kantor cabang Bank BRI. Pagi itu saya terkesima dengan sebuah foto yang terpampang di salah satu sudut kantor bank dengan corporate identity warna biru itu. Bukan foto artis populer. Juga bukan tokoh politik terkenal. Melainkan poto seorang lelaki paruh baya mengenakan setelan jawa lengkap dengan balangkon-nya. Raden Bei Aria Wiraatmadja. Itulah nama lelaki itu.

Lalu kenapa lelaki jawa itu dipajang di kantor cabang bank sebesar BRI? Tidak lain karena peran penting lelaki itu. Dialah perintis pendirian bank yang pada daftar 2000 perusahaan dunia majalah Forbes 2015 ini masuk pada urutan 457 bersama 5 perusahaan Indonesia yang lain: Bank Mandiri pada urutan 490, BCA  urutan 630, Telkom urutan  783, BNI urutan 927, PGN urutan 1542, dan Gudang Garam pada urutan 1679.

Dan yang lebih membuat saya terkesima adalah asal usul dana yang digunakan untuk merintis bank terbesar Indonesia itu: uang kas masjid. Ya, itulah informasi yang membuat saya terkesima. Informasi itu terkonfirmasi saat saya tanyakan kepada pak Mangapul Nasution, pimpinan cabang BRI Tangerang ketika itu.

Merujuk pada buku “Seratus Tahun Bank Rakyat 1895-1995”, penulis blog http://www.blogketinggalanzaman.blogspot.com bahkan lebih detail menggambarkan tentang asal usul bank yang terkenal beroperasi ke berbagai pelosok negeri itu. Bermula dari rasa iba   pada sorang guru yang terjerat hutang dengan bunga tinggi,  sang bangsawan menggunakan dana pribadinya untuk menolong. Menolong dengan cicilan ringan selama 20 bulan. Karena ternyata banyak orang orang membutuhkan pertolongan serupa, sang patih di Banyumas ini akhirnya menggunakan dana kas masjid. Tentu saja harus mengembalikannya sebagaimana apa yang dilakukan bank pada saat ini, dengan pembayaran yang ringan. Itulah yang kini menjadi bank beraset 700-an Trilyun dengan laba tahunan 20-an Trilyun itu.

&&&

Meg, Brian dan Satya. Ketiganya adalah CEO perusahaan raksasa global dibidangnya masing-masing. Meg Whitman adalah CEO HP, Brian Krzanich CEO Intell, dan Satya Nadella CEO Microsoft.  Saya sangat terkesima ketika ketiganya bertemu dalam sebuah acara CEO Panel yang dimoderatori oleh  kolumnis New York Times pemenang hadiah Pulitzer Thomas Friedman. Ada konten yang sangat menarik dalam acara yang bisa ditonton di Youtube itu: spesialisasi dan sinergi.

Mereka bertiga adalah ibarat tiga sahabat yang masing masing membawa kopi, gula dan  tremos air panas dan kemudian membuat sebuah minuman yang menyegarkan: kopi panas. Meg membuat komputer HP yang tahun lalu beromset sekitar Rp 1300 Trilyun sebagai “tremos air panas”. Brian menuang “kopi” dengan Intel nya yang tahun lalu beromset sekitar Rp 700 Trilyun. Satya menuang “gula” dengan Microsoft nya yang tahun lalu beromset skitar Rp 110 Trilyun. Ketiganya adalah perusahaan raksasa dunia pada bidangnya masing masing yang duduk pada peringkat 96, 25, dan 67 pada daftar 2000 perusahaan dunia 2015 berdasar omset, aset, laba dan kapitalisasi pasar. Ketiganya adalah perusahaan luar biasa yang saling bersinergi dengan keahiannya masing-masing. Ketiganya terus bergandengan tangan untuk menaklukkan dunia.

&&&

Spesialisasi adalah kata kunci. Enam perusahaan Indonesia yang tampil pada daftar 2000 perusahaan terbesar dunia semuanya adalah para spesialis. BRI, Mandiri, BCA dan BNI spesialis pada sektor finansial dan tidak mengerjakan apapun diluar itu. Telkom spesialis telekomunikasi dan meninggalkan apapun dilaur itu. PGN spesialis bebisnis gas saja. Gudang Garam jagonya rokok. Itulah pahlawan korporasi negeri ini. Menjadi pahlahwan dengan spesialisnya. Mengalahkan perusahaan perusahan konglomerasi seperti grup Lippo, grup Sinar Mas, Grup CT Corp dan sebagainya yang apa saja dikerjakan.

Untuk hasil yang lebih besar, spesialisasi harus didukung dengan sinergi alias kolaborasi. HP, Intel dan Microsoft menjadi juara bisnis dunia dengan mensinergikan spesialisasinya masing-masing. Walaupun HP tahu bahwa processor adalah otak tiap komputer atau gadged yang dijualnya, ia tidak tergoda untuk membuat perusahaan processor sendiri. HP juga tidak membuat software walau dia  tahu bahwa itu adalah salah satu komponen vital produknya. Sebaliknya, Intel dan Microsoft juga tidak tergoda untuk membut komputer atau gadged. Cukup mengisi komputer yang sudah dibuat oleh HP. Itulah konsistensi pada spesialisasi dan kemudian mengisi kekurangannya dengan  sinergi dengan para spesialis lain.  Spesialisasi dan sinergi adalah kata kunci yang menempatkan HP, Intel dan Microsoft pada ranking atas perusahaan-perusaan kelas dunia. Sekali lagi spesialisasi dan sinergi. Bukan konglomerasi.  Seperti Meg, Brian dan Satya. Bisa!

Tulisan Iman Supriyono ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Korporatisasi Pertanian: Edamame


Perjalanan kali ini membawa banyak inspirasi. Baru turun dari kabin ATR 72 Garuda itu, di luar pagar bandara tampak banyak anak-anak kecil antusias menyambut. Nampaknya mereka adalah anak-anak TK  yang datang berombongan-rombongan untuk menyaksikan dari dekat proses mendarat dan tinggal landasnya pesawat. Mungkin ada yang menganggapnya kampungan. Tapi bagi saya bapak ibu guru mereka sedang memberi wawasan dan visi kepada anak didiknya di dekat landas pacu bandara Notohadinegoro yang memang baru beroperasi dua bulan itu.

edamame edit

Edamame yang menggiurkan

Saya jadi ingat saat-saat remaja suka baca majalah berbahasa Inggris terbitan Jepang yang melambungkan visi saya untuk kuliah di luar negeri. Sampai saat ini memang saya belum pernah kuliah di luar negeri. Tetapi 3 dari 7 anak saya semua bersekolah di luar negeri sejak SMA. Insyaallah yang 4 menyusul.  Itulah kekuatan visi yang sedang ditanamkan oleh para guru TK yang pagi cerah ini mengantarkan anak didiknya melihat pesawat buatan perancis itu dari dekat.

Kebun edamame di Jember

Kebun edamame di Jember, bersama cak Muhammadi Nadjikh, CEO Kelola Mina Laut, salah satu pemegang saham perusahaan edamame dalam tulisan ini

Salah satu tujuan kedatangan saya di Jember kali ini adalah mengunjungi pabrik dan kebun edamame. Produsen makanan yang di berbagai supermarket dijual dengan harga sekitar Rp 20 ribu/kg siap makan itu memang di Jember. Ratusan bahkan ribuan hektar terhampar hijaunya biji tanaman yang jika dipetik dalam kondisi tua dan kering disebut kedelai ini. Pabriknya super sibuk menampung hasil panen setiap hari. Kebunnya, menampilkan kesegaran dan keindahan luar biasa. Memandangnya saja sudah menjadi nikmat tiada tara. Apalagi para petani yang memanen dan kemudian menerima uangnya. Tentu lebih nikmat lagi.

&&&

Ta’awanu ala al-birri wa at-taqwa. Tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa. Sebuah potongan ayat yang sangat populer. Bayangkan Anda sedang berkendara di jalan raya.  Di depan Anda ada nampak seorang nenek di pinggir jalan mau menyeberang.  Tampak sekali ia sedang mengalami kesulitan karena jalan begitu ramainya. Sejurus kemudian  Anda berhenti memarkir kendaraan lalu membantu menyebarkannya. Ini adalah salah satu bentuk pertolongan Anda kepada si nenek. Sebuah perbuatan mulia sebagai implementasi dari ayat ini.

Bahwa membantu menyeberangkan si nenek adalah perbuatan mulia tentu sudah tidak bisa dibantah. Tapi maukah Anda saya tunjukkan tentang sebuah perbuatan tolong menolong yang lebih berjangka panjang bahkan permanen? itulah rahasia dari sebuah konsep korporatisasi.

Tentang hal ini pengalaman sempurna pernah dicontohkan oleh Misionaris Samuel Marsden dan kawan-kawan yang datang sebagai pemukim di New Zealand pada tahun 1814. Mengetahui manfaat saling tolong menolong secara permanen, pada tahun 1871 mereka mendirikan koperasi. Pada masa awal, ada sekitar 400-an koperasi yang menjadi sarana sinergi bagi para peternak.

Korporatisasi terpaksa1

Korporatisasi terpaksa: jangan sampai melakukannya karena terpaksa

Apakah mereka berhenti? Tidak, mereka sadar bahwa makin besar ukuran koperasi, makin besar pula sinergi yang bisa dirasakan manfaatnya. Maka, satu demi satu koperasi itu bergabung dan melebur alias merger. Pada tahun 1960-an, tinggal ada 168 koperasi dalam ukuran yang lebih besar. Pada tahun 1996 merger terus berlanjut sehingga mereka berkumpul pada 12 koperasi. Akhir tahun 2000  tinggal ada 2 koperasi yang menguasai 95% pasar susu. Juli 2001, 84% dari peternak menyetujui merger raksasa yang menyisakan Fonterra Coop sebagai sebuah perusahaan kelas dunia berbadan hukum koperasi milik para peternak. Saat ini, Fonterra yang disini kita kenal dengan susu Anmum dan Anlene ini adalah perusahaan terbesar di New Zealand dengan omset tahunan sekitar Rp 200 Triliun dan memiliki anak perusahaan di berbagai negara di dunia. Termasuk di Indonesia melalui PT Fonterra Brand Indonesia. Itulah manfaat korporatisasi.

Logo SNF Consulting dengan tagline korporatisasi efek star

Korporatisasi? SNF Consulting

Nah, di Jember hal serupa terjadi pada industri edamame alias kedelai muda. Petani kedelai yang jika sendiri sendiri sangat lemah disatukan dan diorganisir dibawah manajemen korporasi PT Mitra Tani Dua Tujuh. Kebersamaan dan tolong-menolong mereka menjadi kekuatan manajemen, aset, pasar, produksi, teknologi dan efisiensi nyata. Korporatisasi menjadikan edamame sebagai produk berstandar internasional yang diekspor ke berbagai negara dalam bentuk masak beku siap makan. Anda pun bisa menikmatinya di supermarket-supermarket di berbagai daerah.

Bagaimana memunculkan semangat korporatisasi? Inilah kekuatan visi. Kekuatan cita-cita masa depan yang jauh melampaui batas-batas negeri adalah energi tiada habisnya dari  proses korporatisasi. Maka, apa yang dilakukan anak-anak TK di bandara Notohadinegoro adalah sesuatu yang sangat positif. Membangun visi tinggi. Anda para petani dan peternak atau pebisnis apapun perlu membangun visi tinggi dengan korporatisasi sebagai sarana tolong-menolong secara permanen. Menguatkan sektor pertanian. Mengatasi permasalahan impor berbagai produk pertanian bahkan kemudian mengekspornya ke berbagai negara. Seperti industri susu di New Zealand. Seperti Edamame di Jember. Bisa!

Baca juga: Korporatisasi peternakan untuk mengatasi impor

*)Artikel ini ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting,  dan pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

Titik Sinergi: Perumahan Muhammadiyah Babat


Titik Sinergi: Perumahan Muhammadiyah Babat

Oleh Iman Supriyono, konsultan dan penulis buku-buku manajemen pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Salatiga suatu siang. Saat itu saya berada dalam forum hangat dengan dua pihak. Satu pihak adalah manajemen sebuah perusahaan produsen papan asbes. Satunya lagi adalah manajemen sebuah perusahaan distributor bahan bangunan. Pertemuan sudah diawali dengan sikap saling tidak enak diantara keduanya.

Ketidakenakan ini sebenarnya adalah sesuatu yang baru. Sudah bertahun tahun mereka bergandeng tangan. Bahkan kerjasama itu telah mengantarkan mereka untuk terus tumbuh dalam bisnisnya masing-masing. Si produsen terus menerus menambah mesin dan kapasitas produksi. Produknya dijualkan oleh si distributor ke berbagai daerah dan juga menyumbang pertumbuhan omset yang signifikan.

Lalu kenapa muncul ketidakenakan? Masalahnya ada pada keputusan pihak distributor untuk berekspansi membangun pabrik papan asbes. Semula murni distributor, sekarang distributor sekaligus pabrikan juga. Kebijakan ini dirasakan oleh pihak produsen sebagai sebuah ancaman. Bahkan dipandang sebagai sebuah bentuk ketidaksetiaan.

 

Perumbahan Bukit Pucak Wangi besutan PCM Muhammadiyah Babat dan PT Riscon Realty

Lahan Perumahan Bukit Pucak Wangi besutan PCM Muhammadiyah Babat dan PT Riscon Realty 

Maka, peran saya siang itu adalah mengembalikan suasana persahabatan bisnis yang indah antara keduanya. Yang saya lakukan adalah mencari titik temu baru yang mungkin dilakukan oleh kedua pihak. Salah satu kemungkinan yang saya sampaikan adalah spin off . Pemisahan pabrik milik si distributor menjadi sebuah entitas bisnis baru dengan memasukkan si produsen sebagai bagian dari pemegang saham. Dengan skema ini kedua pihak bahkan meningkatkan status kerja samanya. Semula hanya bersifat perjanjian kerja sama antara dua entitas kemudian ditambah menjadi kersajama permanen sebagai sesama pemegang saham dalam ikatan akta perseroan terbatas. Tugas saya pun selesai. Kedua pihak kembali bersemangat untuk terus bersinergi. Komunikasipun menghangat kembali. Bahkan semakin hangat saat kemudian semua peserta pertemuan berpindah tempat menuju sebuah restoran untuk makan siang.

&&&

Sebagai orang majelis ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah –biasan disingkat PWM- Jatim, saya mencatat paling tidak ada tiga pekerjaan besar. Masing masing adalah: membesarkan badan usaha milik PWM Jatim, membantu mengembangkan badan usaha milik satuan organisasi persyarikatan –demikian warga Muhammadiyah biasa menyebut organisasi besutan KH Ahmad Dahlan ini- dibawah koordinasi PWM Jatim, dan membantu mengembangkan badan usaha (bisnis) milik warga persyarikatan se Jawa Timur.

Tiga pekerjaan itu juga terus menjadi pikiran saya saat sering wira wiri ke Babat-Lamongan dalam rangka rapat dengan klien SNF Consulting, kantor saya. Kebetulan salah satu pimpinan di perusahaan klien itu adalah pengurus di Pimpinan Cabang Muhammadiyah –biasa disebut PCM- Babat. Saya pun akhirnya memperoleh informasi bahwah PCM Babat memiliki tanah 5 hektar lebih yang cukup potensisal untuk dibangun sebuah perumahan. Dibutuhkkan partner yang tepat untuk mengembangkannya mengingat bisnis perumahan tentu saja membutuhkan keahlian yang memadai.

Saya pun menyampaikan tentang sebuah perusahaan developer properti berpusat di Jakarta, klien SNF Consulting juga. Perusahan ini memiliki visi untuk berkembang ke berbagai kota dan kabupaten se-Indonesia bahkan negeri-negeri tetangga. Maka, kemudian saya proaktif untuk mem-proloog keduanya. Dan hasilnya, kini seluruh proses sinergi telah dijalankan dengan baik. Saat saya menulis untuk kolom ini, perumahan bertitel “Bukit Puncak Wangi Islamic Residence” besutan PCM Babat dan PT. Riscon Realty Jakarta sedang proses membangun rumah contoh dan gapura. Saat seperti ini, lebih dari 30% rumah dari 300-an unit yang direncanakan sudah dibooking oleh konsumen. Pembeli rumah dengan kisaran harga sekitar Rp 100 juta itu sebagian besar adalah warga persyarikatan. Sebuah prestasi pemasaran yang cukup bagus. Kini… pihak bank pemberi KPR pun sedang dalam proses verifikasi terhadap konsumen yang telah mem-booking rumah itu.

&&&

Titik sinergi. Itulah yang terus menerus harus ditemukan untuk pertumbuhan dan kerja sama bisnis. Di Babat, tugas majelis ekonomi dalam menumbuhkembangkan bisnis satuan organisasi persyarikatan di wilayah PWM Jatim juga terlaksana dengan sebuah titik sinergi. Mekanisme revenue sharing yang telah dituangkan dalam perjanjian notariil menjadi pedoman kerja sama yang saling menguntungkan. Riscon yang ahli dalam men-develop komplek perumahan bertanggung jawab mengelola dan menyediakan modal dengan segenap risikonya kecuali lahan. PCM Babat menyediakan lahan dan akses pasar kepada warga dan pengurus persyarikatan. PCM Babat akan menerima sekian persen dari setiap uang yang masuk dari konsumen rumah. Itulah titik sinergi yang memacu pertumbuhan kedua belah pihak. Serupa dengan suasana titik sinergi material bangunan di Salatiga. Ya…titik sinergi!

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

Kita, Sejarah dan Pembebasan Al Aqsha yang Terjajah


Tulisan ini adalah materi Khutbah Idul Fitri 1435H di Komplek Perumahan Galaxi Bumi Permai Surabaya oleh  Iman Supriyono -imansupri@snfconsulting.com – yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Arrayan. Bagian bertuliskan huruf arab pada materi aslinya tidak ditampilkan pada web ini.

Jamaah rahimakumullah, kali ini kita sholat di tanah lapang di pagi yang cerah. Sebuah suasana yang kita semua selalu rindukan setahun dua kali. Pagi selepas subuh bersiap bersama seluruh anggota keluarga. Mentari pagi yang indah menemani keberangkatan penuh semangat. Kalimat takbir selalu menghias perjalanan. Di tanah lapang ini kita mengagungkan namanya. Dalam belaian udara pagi ruang terbuka yang cantik tiada tara. Dalam kehangatan mentari pagi yang menyegarkan. Semua tidak akan terjadi kecuali atas nikmat kasih sayang dari-Nya. Allahuakbar Allahuakbar Laailaahaillallah Allahuakbar walillahilhamdu

Al Aqsha yang kini terjajah

Al Aqsha yang kini terjajah

Jamaah yang berbahagia, dari tanah lapang ini, khotib mengajak Anda semuanya untuk merenenung tentang sebuah masjid. Bukan masji Arrayan yang pagi ini sejenak kita tinggalkan untuk menjemput sunnahnya di tanah lapang. Bukan masjid sembarang masjid. Pagi ini kita merenenung tentang sebuah masjid yang namanya terukir indah dalam Al Qur’an surat al Isra ayat pertama

Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suaatu malam dari Masjid Al Haram ke masjid Al Aqsho dan telahkami berkehi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadaanya se gian dari tanda tanga kebesaran kami. Sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha mengetahui

Juga sebuah masjid istimewa yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam berbagai versi haditsnya

Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Ayat dan hadits tersebut sudah menggambarkan betapa tingginya posisi Al Aqhso bagi umat Islam. Al Aqsho adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya turun ayat al Qura’n yang mengubah kiblat menjadi masjid Haram hingga saat ini. Selama nabi barada di Makkah sebelum akhirnya hijrah higga 16 bulan setelah hijrah di Madinah umat islam berkiblat ke Al Aqsho. Ini adalah tanda lain kistimewaan masjid bersejarah ini.

Jamaah rahimakumullah, Masjid Al Aqsha berada di kota Al Quds atau oleh orang Yahudi dan Barat disebut sebagai Yerusalem. Sebuah kota berusia ribuan tahun yang saat ini berpenduduk sekitar 801,000 orang dengan komposisi Yahudi 497,000 (62%), Muslim 281,000 (35%) Nasrani 14,000 (around 2%) dengan luas sekitar 650 km2. Secara geografis, kota ini berjarak sektiar 1000 ke arah utara dari Madinah.

Untuk bisa memandangnya secara leih baik, berikut ini adalah ringkasan sejarah Al Aqsha yang terletak di kota Al Quds:
• Byzantium (kekaisaran Kristen Ortodoks) menguasai Al Quds sampai dibebaskan oleh Persia tahun 614 M. Byzantium adalah pusat kekuatan Kristen Ortodoks yang juga super power dunia ketika itu. Kristen Ortotodoks tidak tunduk pada kepemimpinan Katolik yang berpusat di Vatikan yang juga sebagai super power dunia ketika itu. Byzantium ini kemudian diubah namanya menjadi Konstantinopel dan kemudian ketika ditaklukkan oleh Turki Utsmani diubah namanya menjadi Islambul dan kemudian diuah lagi menjadi Istambul (Oleh Attaturk) hingga kini
• Tahun 620 Al Aqsha dikunjungi oleh Nabi SAW melelui peristiwa isra mi’raj
• Tahun 624 kembali dikuasai Byzantium
• Tahun 637 Al Aqsha dibebaskan oleh umat Islam dibawah pimpinan Umar bin Khotob. Sebuah sumer menyebutkan bahwa Abu Ubaidah Al Jarrah mengepung Baitul Maqdis selama 6 bulan. Saat musim semi April tahun 637, umat Islam akhirnya dapat bersujud tenang di Al Aqsa yang suci. Untuk penyerahan kekuasaan, penjaga kunci kota Al Quds, Pendeta Sophronius mensyaratkan bahwa pimpinan tertinggi Ummat Islam yang harus datang ke Al Quds. Maka kemudian Abu Ubaidah berkirim surat pada Umar di Madinah. Tak lama, Umar bin Khattab berangkat dari Madinah hanya berdua dengan seorang pengawal yang bergantian menaiki keledai. Saat memasuki al-Quds, Umar yang sedang bergiliran menuntun keledai sementara sang pengawal naik keledai tersebut. Demi menyaksikan peristiwa langka itu, Sophronius tanpa ragu menyerahkan kunci kota al-Quds. Tanpa ragu pula ia menananda tangani kesepakatan dengan jaminan keamanan dan kebebasan beribadah. Perjanjian itu dikenal dengan al-‘uhdah al’umariyah dengan saksi Khalid bin Walid, Amr bin al-‘Ash dan Muawiyah bin Abi Sufyan.
• Sejak pembeasan Al Quds, umat Islam mengalami pergolakan yang luar biasa. Perebutan kekuasaan dan pengaruh antara kesultananan terjadi silih berganti. Demikian pula otoritas pengelola Al Quds juga berganti ganti antara beberapa kesultanan dan dinasti. Maka, keramahan dan perlindungan umat Islam kepada kaum Nasrani yang dilakukan oleh Umar Bin Khotob pun akhirnya berubah menjadi kebijakan represif terhadap kaum Nasrani. Inilah yang menjadi pemicu munculnya ide perang Salib yang dicetuskan oleh Paus Urbanus II (wafat 1095)
• Pada tahun 1099 melalui perang salib I al Quds dikuasai kembali Romawi (Byzantium)
• Pada 1187 (alias setelah 88 tahun dalam penguasaan Romawi) Salahuddin Al Ayubi membebaskan Al Quds. Salahuddin Al Ayyubi meneruskan pondasi kekuatan yang telah disusun oleh pendahulunya yaitu Nuruddin Zanki
• Kendali atas Al Quds sebagai tanda kokohnya kekuatan Islam masih berlanjut hingga tahun 1453 Bizantium dibebaskan oleh Turki Utsmani dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih Al Fatih terispirasi oleh hadits nabi berikut ini:

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad)

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel”.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” [HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuâman bin Basyir dari Hudzaifah]

• Awal abad 20 umat Islam dengan yang diwakili oleh kesultanan Turki Utsmani mengalami kelemahan di beragai bidang. Wilayah kekuasaannya pun satu demi satu jatuh ke tangan musuh.
• Tahun 1917 Al Quds jatuh ke tangan Inggris. Sejak saat itu terjadilah perpindahan besar besaran orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia melalu gerakan Zionisme yang menjadikan proporsi penduduk Yahudi makin dominan di Al Quds dan Palestina pada umumnya
• Tahun 1948 Israel berdiri dengan penyerahan kekuasaan dari Inggris. Al Quds Barat diklaim sebagai ibukota Israel, sedangkan Al Quds Timur (dimana masjid al Aqsha berada) masih dalam kekuasaan Yordania.
• Pada 1967 melalui sebuah pertempura sengit Israel merebut Al Quds Timur dariYordan
• Perpindahan Yahudi dari berbagi penjuru dunia ke Israel terus berjalan dan sedikit demi sedikit menggusur posisi muslim Palestina hingga kini akhirnya tersudut di di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang total luasnya kini hanya sekitar 10% total luasan palestina sebelum berdirinya Israel. Hingga saat ini umat Islam telah kehilangan kendali atas Al Qudz dan Palestina pada umumnya selama 97 tahun. Sudah lebih lama dari pada saat umat Islam kehilangan kendali Al Qudz kepada Byzantium dan kemudian dibebaskan oleh Salahuddin Al Ayuubi

Jamaah rahimakumullah, perjalanan sejarah Al Aqsho adalah cerminan perjalanan ummat Islam. Dulunya tidak ada…kemudian ada…kuat…dan kini berada dalam kondisi kelemahan yang tiada tara. Al Aqsha kini sedang terjajah.

Allahuabar Allahuakbar Laailaahailallahu Allahuakbar. Allahuakbar walillahilhamdu. Jamaah rahimakumullah, dalam suasana yang seperti ini mari kita kembali pada ajaran Nabi SAW. Rasulullah SAW telah meletakkan optimisme masa depan ummat sebagai bagian penting dari aqidah kita. Perhatikan kembali hadits tentang Konstantinopel, Roma dan kekhilafahan di atas. Perhatikan bahwa kelak Islam akan kembali berada di puncak jaya. Nabi menyatakan bahwa kita kelak akan membebaskan Roma. Kita akan kembali tampil sebagai pengayom dunia. Kita akan kembali menjadi pengayom Al Quds yang dihuni oleh ummat berbagai agama dengan tentram seperti pada jaman Ummar bin Khotob. Inilah pernyataan dan optimieme Nabi. Inilah yang harus kita kerjakan. Al Aqsha dan Palestina yang kini menderita dan berdarah oleh bombardir Israel adalah salah PR kita.

Lalu apa langkah praktis yang kini bisa kita lakukan untuk Al Aqsha masjid suci itu? Apa yang bisa kita lakukan dari tempat kita berada negeri tercinta Indonesia ini? paling tidak ada dua hal penting.

1. Perkuat keimanan dan ikatan kita dengan jamaah umat Islam. Pastikan kita selalu dekat dan terkoordinasi dalam simpul-simpul jamaah umat Islam seperti masjid-masjid atau organisasi-organisasi dakwah keagamaan. Doakan saudara-saudara di Al Aqsho, Palestina, Gaza dan sekitarnya
2. Persiapkan generasi yang akan datang dengan pendidikan agama yang baik, pendidikan lifeskill yang mantap, dan pendidikan ekonomi yang kuat. Ekonomi adalah salah satu aspek yang penting pelaksanaan surat al Anfaal ayat 60 ini:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dekuatan apa saja ang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang yang dengan persiapan itu kamu menenggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahui sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkankan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya”

Ibnu Katsir menukil sebuah hadits dalam tafsirnya: allaa innal quwwata arromyu. Sungguh yang disebut kekuatan adalah melempar jauh. Melempar jauh pada jaman saat ini adalah kekuatan rudal antar benua yang membutuhkan kekuatan ekonomi yang besar.

Ekonomi yang kuat artinya adalah penguasaan terhadap sumber-sumber produksi barang dan jasa. Inilah saat ini titik kelemahan kita. Perusahaan perusahaan di berbagai sektor kini tidak berada pada penguasaan umat Islam.

Sektor perunggasan di negeri ini misalnya, jika tahun 80-an masyarakat swasembada ayam dan telor dengan tiap keluarga memelihara ayam, kini berubah. Kita tergantung pada korporasi besar untuk kebutuhan daging dan telor ayam. Dan penguasa nomor satu perunggasan adalah Charoen Pokphand dengan omset tahun lalu Rp 25 trilyun. Penguasa pasar perunggasan ini dimiliki dan dikendalikan oleh keeluarga Jaravanon, sebuah keluarga imigran dari Shantou-RRC yang bermukim di Bangkok.

Sektor ritel pun demikian. Jika yang dulu adalah toko kelontong tradisional milik masyarakat di gang-gang kampug kini berpindah ke jarignan minimarket dan hipermarket modern. Demikian pula yang terjadi pada nyaris semua sektor ekonomi.

Siapkanlah anak-anak kita dengan pendidikan agama yang baik. Al Fatih pembebas Konstantinopel yang hafal Qur’an dan berpegang pada Hadits adalah teladan pendidikan agama yang baik. Beri wawasan internasional dengan penguasaan berbagai bahasa seperti Al Fatih yang menguasai 6 bahasa. Didik dan bantu ekonominya untuk kelak bisa menjadi pengendali perusahaan-perusahaan produsen barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Pengendali yang dimaksud dalah sebagai pemegang saham pengendali pada perusahaan-perusahaan di beragai sektor ekonomi. Allahuakbar walillahilhamd.

Jamaah rahimakumullah, jika anak anak itu telah berkeluarga sedangkan Anda masih produktif, bantu mereka untuk memupuk aset berupa kepemilikan saham perusahaan-perusahaan utama di masyarakat di beragai sektor. Tetaplah Anda terus produktif dan berkarya hingga akhir hayat untuk memantu anak anak kita dan generasi penerus pada umumnya.

Allahuakbar allahuakbar laaillahailallahu allahuakbar allahuakbar walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah, sikapilah kepemilikan saham sebagaimana yang sampaikan di atas seperti menanam pohon jati. Nilai seluruh saham Alfmart misalnya saat ini berdasarkan data dan perhitungan saya misalnya adalah sekitar Rp 30 Trilyun.

Jamaah rahimakumullah, nilai Rp 30 Trilyun memang besar untuk ukuran sebagian besar masyarakat. Tapi mari kita bayangkan tentang pohon jati. Sebatang pohon jati yang kini berharga puluhan juga, 40 tahun lalu adalah sebuah biji jati yang nilainya tidak seberapa atau bahkan tidak bernilai sama sekali. Ada dua kesempatan emas untuk menanam pohon jati. Ingat, hanya ada dua kesempatan dan tidak akan ada kesempatan lain. Maka….Jangan sia-siakan dua kesempatan emas ini: 40 tahun lalu dan hari ini. Jika 40 tahun lalu Anda telah memanam jati, kini saatnya panen puluhan juta perbatang. Tapi jika belum jangan kuatir. Masih ada kesempatan terbaik kedua: hari ini. Ingat, tidak akan akan ada ksempatan ketiga.

Jika “pohon jati” saham Alfamart misalnya kendalinya sudah ada ditangan Anda, kita tidak perlu berteriak teriak di jalanan atau media sosial untuk menghentikan penjualan miras di outlet outletnya. Cukup bikinlah RUPS dan putuskan untuk tidak menjual miras. Maka 8500 outletnya akan berhenti menjual miras saat itu juga. Itulah hakekat kekuatan ekonomi sebagai implementasi surat al Anfaal 60.

Bantulah putra putri kita untuk mulai saat ini sedikit demi sedikit “menanam pohon jati” kepemilikan saham pada berbagai perusahaan. Targetnya, nanti akan adan ada saat panen dimana anak anak akan menjadi pemegang saham pengendali pada berbagai perusahaan berbagai bidang kehidupan. Ritel, perunggasan dan apapun juga. Itulah bekal kontribusi kita untuk Al Aqsha di masa yang akan datang.

Kekuatan pengendalian ekonomi bisa menjadi dimanfaatkan untuk membantu persenjataan bagi saudara saudara di Palestina dan sekitarnya untuk membebaskan Al Aqsha. Kekuatan ekonomi di berbagai bidang kehidupan juga akan menjadi kekuatan posisi tawar dalam diplomasi internasional dalam rangka pembebasan Al Aqsha yang kini terjajah. Maka…mari kita dan anak anak kita terus menerus meningkatkan kontribusi untuk pembebasan al Aqsha. Allahu akbar!

Jamaah rahimakumullah, di akhir khutbah ini, mari kita berazam dan berdoa untuk menjadi Salahuddin Al Ayubi, Nurudin Zanki dan Muhammadi Al Fatih modern. Memupuk kekuatan untuk menolong Al Aqsha yang kini dikuasai Israel. Untuk Al Quds yang ramah terhadap setiap pemeluk agama apapun sesuai dengan hakikat Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Umar bin Khotob di Al Quds lebih dari semilenium yang lalu. Lebih dari itu…. mari ktia memohon kekuatan dan bimbingan-Nya agar kita atau anak cucu kita bisa menjadi pembukti Hadits Nabi tentang kota Roma melalui bidang kita masing-masing. Allahu akbar…Allahuakbar….Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walillahilhamd.