Sparring Partner Untuk CEO & Entrepreneur Hebat


Muhamamd Ali, Sugar Ray Leonard, José Nápoles, George Foreman, George Scott, Jimmy Ellis, Carmen Basilio, Luis Manuel Rodríguez, and Willie Pastrano. Benar mereka adalah deretan nama-nama petinju hebat sepanjang sejarah. Bahkan melegenda. Terutama Muhammad Ali. Saat saya kecil, jalanan akan sepi jika Muhammad Ali bermain tinju. Semua ngumpul di depan TV. Bahkan begitu terkenalnya, saya sampai mengira Muhammad Ali adalah orang Indonesia.

Entrepreneur pendiri perusahaan itu habat. CEO itu hebat. Mereka hanya butuh sparring partner!

Benar mereka adalah petinju hebat. Tapi ada apa dibalik kumpulan nama mereka dalam satu kalimat? Apa pengikatnya? Tidak lain adalah Angelo Dundee. Dialah pelatih alias coach bertangan dingin itu. Orang yang menemukan Cassius Marcellus Clay Jr kecil lalu membinanya menjadi petinju legendaris bernama Muhammad Ali.

Benar mereka adalah petinju hebat. Benar Angelo Dundee adalah coach hebat. Tetapi, apakah itu semua cukup untuk menjadikan petinju hebat? Tidak! Masih ada satu lagi yang wajib keberadaannya. Tanpanya tidak akan pernah ada nama Muhammad Ali atau sembilan petinju yang namanya saya tulis di depan itu. Dan yang menarik, yang satu ini namanya tidak pernah dipublikasikan. Tidak pernah dikenal orang. Siapa dia? Tidak lain adalah sparring partner. Lawan latih!

&&&

Ketiganya adalah pendiri sekaligus pengelola perusahaan. Dua orang di antaranya adalah direksi. Satu orang adalah komisaris. Pagi itu orang yang dalam tata kelola perusahaan USA disebut BOD ini berdiskusi dengan tim SNF Consulting.  Mereka sedang menggunakan layanan yang disebut sebagai management sparring partner. Tim konsultan SNF Consulting adalah sparring partner dalam membuat keputusan-keputusan stratejik perusahaan yang mereka dirikan dan mereka kelola. Seperti sparring partner Muhammad Ali yang namanya tidak pernah dipublikasikan.

Topik sparring partner pagi itu adalah adanya tawaran dari sebuah perusahaan multinasional asal Eropa untuk mengakuisisi perusahaan yang mereka bertiga dirikan dan kelola. Pertanyaan mereka adalah: berapa harga yang tepat untuk transaksi akuisisi itu?

Berbekal pertanyaan itu, sebagai tim SNF Consulting, saya pun menyampaikan data dan analisis yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka menyampaikan data dan laporan keuangan perusahaan. Saya sampaikan angka-angka benchmark yang cukup. Saya sampaikan harga yang pantas. Saya sampaikan juga bagaimana mereka bisa mengakuisisi dengan harga semahal itu dan tetap untung. Karena yang akan mengakuisisi adalah perusahaan publik, maka dengan mudah diketahui cost of capital mereka.

Mereka pun terus melakukan eksplorasi dengan pertanyaan-pertanyaan detail seputar tawaran akuisisi itu. Sampai benar-benar paham dan akhirnya dengan mantap mengambil keputusan. Dan… keputusannya adalah: mereka tidak mau diakuisisi. Justru mereka merasa melakukan sebaliknya. Melakukan akuisisi perusahaan sejenis di wilayah lain. Akhirnya…beberapa bulan kemudian mereka benar-benar melakukan akuisisi terhadap perusahaan sejenis yang berada di wilayah lain. Akuisisi untuk ekspansi dengan cara cepat. Cara anorganik.

&&&

Mereka bertiga adalah BOD. Salah satu di antaranya adalah CEO. Mereka adalah entrepreneur pendiri perusahaan hebat. Mereka orang hebat. Mereka hanya butuh sparring partner. Hasilnya adalah kemampuan melakukan akuisisi. Bukan diakuisisi. Itulah hasil ber-sparring partner dengan SNF Consulting.

Di era korporasi ini, entrepreneur sejati adalah mereka pada pendiri perusahaan. Dan pada perusahaan yang didirikan, mereka berperan sebagai BOD atau CEO. Tentu mereka adalah BOD dan CEO yang hebat. Dan, mereka butuh sparing partner untuk menjadikan kehebatan itu benar-benar menjadi kenyataan. Itulah peran SNF Consulting. Seperti peran sparring partner bagi Muhammad Ali.

Layanan Management Sparring Partner dari SNF Consulting

Para Entrepreneur pendiri perusahaan dan CEO hebat butuh  sparring partner. Membantu mereka membangun sebuah korporasi yang sebenar-benarnya.  Menjalani step by step corporate life cycle sampai pada step ke-8. Menjadi fully corporatized company. Menjadi perusahaan yang mampu tumbuh pesat secara anorganik dengan mengakuisisi perusahaan lain yang sejenis.  Menjadi perusahaan yang menjadi penanda sejarah. Siapa sparring partner perusahaan Anda?

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Baca juga:
Korporatisasi Langkah Demi Langkah
Corporate life cycle
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal
Merger sebagai salah satu strategi scale up
Mengapa konsultan manajemen asing?

*)Artikel ke-319 karya Iman Supriyono ini ditulis di kantor pusat SNF Consulting pada tanggal 31 Maret 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s