Surat Terbuka Untuk Presiden Prabowo: Ajak 5  Perusahaan Ini Berinvestasi Rp 539 T di Berbagai Negara


Presiden Prabowo yang terhormat, selama ini jika presiden RI mengadakan lawatan ke luar negeri, yang dilakukan adalah mengajak perusahaan-perusahaan asing berinvestasi ke Indonesia. Demikian juga dengan lawatan Presiden Prabowo dua minggu ini. Presiden Prabowo disebut sukses mendapatkan komitmen investasi dari berbagai perusahaan di luar negeri senilai sekitar Rp 300 T. Banyak yang mengapresiasi capaian ini.

Pertanyaan saya, mengapa tidak sebaliknya? Mengapa Presiden RI tidak seperti presiden USA, presiden RRC, PM Jepang atau PM Singapura? Mereka kalau ke luar negeri bekerja keras mencari peluang perusahaan-perusahaan asal negerinya untuk berinvestasi ke berbagai negara. Berinvestasi di luar negeri pada dasarnya adalah menjual produk di luar negeri.

Banyak yang segera berfikir “Kita belum levelnya”. “Kita tidak punya uang untuk berinvestasi”. Saya khawatir Presiden Prabowo sendiri sebagai pemimpin tertinggi negeri merah putih ini juga berpikir seperti itu. Presiden Prabowo yang terhormat, saya akan tunjukkan bahwa cara berfikir pesimis tersebut  tidak berdasarkan data. Tidak berdasarkan fakta.

Maka, saya akan tuliskan detail 5 perusahaan-perusahaan di RI yang memiliki kemampuan dana dan kompetensi untuk berinvestasi di luar negeri. Semua berdasarkan data dan fakta valid dan terverifikasi.  Dan….ini kondisi saat ini lho. Bukan Bukan besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau lima tahun lagi. Dan…angkanya juga tidak kaleng-kaleng. Gabungan dari 5 perusahaan ini bisa berinvestasi lebih dari Rp 500 T di bidangnya masing-masingn di berbagai negara. Mereka bisa melakukannya sat ini untuk menjadikan mereka sebagai perusahaan multinasional yang kuat. Menjadikan RI sebagai bangsaa investor. Bukan sebaliknya.

Presiden Prabowo, tahukah bahwa beberapa tahun lalu Mount Elizabeth yang sangat terkenal di Orchard itu diakusisi oleh perusahaan rumah sakit IHH dari Kualaa Lumpur? Kalau negeri yang kini dipimpin sahabat Anda Dato Anwar Ibrahim itu mampu, RI sesungguhnya lebih mampu. Bagaimana caranya? Siapa saja perusahaan yang saat ini sudah memiliki kemampuan? Berikut ini saya tulskan satu satu lengkap dengan perhitungan kemampuan dana yang bisa dipakai tanpa mengganggu operasional perusahan saat ini. Tanpa menggaggu operasional perusahaan dalam melayani dan menggerakkan ekonomi RI saat ini.

Berikut ini 5 perusahaan itu.

  1. Bank BCA. Saat ini BCA bernilai pasar Rp 1202 triliun dengan jumlah lembar saham yang telah diterbitkan sebesar 123 miliar lembar. Jika melakukan right issue dengan menerbitkan 18,45 miliar lembar (15% dari lembar saham saat ini) dengan harga Rp 9 850 maka perusahaan akan mendapatkan dana segar Rp 182 Triliun. Perusanaan ini bisa berinvestasi misalnya di negeri jiran dengan mengakusisisi 100% saham Hong Leong Bank yang saat ini nilai pasarnya Rp 157 triliun
  2. Indofood CBP. Ini adalah salah satu raja consumer good di Indonesia. Saat ini nilai pasar perusahaan ini adalah Rp 140 triliun. Jumlah lembar saham yang telah diterbitkan adalah 11,7 miliar lembar saham. Jika menerbitkan 23,4 miliar lembar saham (setara dengan 20% saham saat ini) melalui righsts issue pada harga Rp 12 ribu (harga pasar hari ini), perusahaa akan mendapatkan dana segar Rp 28 triliun.  Angka ini akan menambah ekuitas yang saat ini Rp 68 triliun menjadi Rp 96 triliun. Karena saat ini utang perusahaan Rp 56 triliun maka masih ada ruang utang aman sebesar Rp 40 triliun melalui penerbitan obligasi. Dengan demikian maka todal dana segar dari penerbitan saham dan dari penerbitan obligasi adalah Rp 68 trillun. Uang ini misalnya bisa digunakan untuk mengakuisisi perusahaan consumer consumer good Masan dari Vietnam yang saat ini nilai pasarnya sekitar Rp 63 triliun
  3. Amman mineral.  Perusahaan pertambangan emas saat ini memiliki nilai pasar Rp 691 triliun. Saat ini jumlah saham yang telah diterbitkan adalah 73 miliar lembar. Jika perusaan ini menerbitkan 7,3 miliar lembar (setara dengan 10% saham saat ini) dengan harga sesuai pasar Rp 9 525 per lembar, diperoleh dana segar Rp 70 triliun. Angka ini akan menambahkan ekuitas saat ini yang Rp 81 triliun menjadi Rp 151 triliun. Karena utangnya saat ini Rp 83 triliun maka masih ada peluang perusahaan menerbitkan obligasi senilai Rp 68 triliun dengan rasio utang yang masih aman. Dengan demikian maka  potensi perolehan dana segar dari penerbitan saham dan obligasi adalah Rp 149 triliun. Dana ini misalnya bisa dipakai untuk mengakusisii B2Gold Canada yang saat ini nilai pasarnya sekitar Rp 90 triiun
  4. Telkom. Perusahaan telekomunikasi terbesar memiliki nilai pasar Rp 272 triliun. Jika memerbitkan saham 20% dari jumlah lembar saham saat ini perusahaan akan mendapatkan dana Rp 54 triliun. Angka ini akan menambahkan ekuitas perusahaan yang semula 154 triliun menjadi Rp 208 triliun. Karena utang saat ini Rp 131 trilin maka perusahaan berkesempatan menerbitkan obligasi senilai Rp 73 triiun dengan aman karena rasio utang masih pada angka aman yaitu 1. Dengan demikian Telkom bisa mendapatkan dana segar total Rp 127 triiiun dari penerbitas saham dan obligasi. Jika ini dilakukan maka Tekom bisa mengakuisis perusahaan telekomunikasi Thailand DTAC yang nilai pasarnya sekitar Rp  57 triliun atau perusahaan lain yang setara dengan itu.
  5. Siloam Hospital. Perusahaan rumah sakit ini memiliki nilai pasar Rp 40 trilun dan merupakan yang terbesar dibanding rumah sakit lain. Jika menerbitkan 20% saham maka akan diperoleh dana sekitar Rp 4 triliun. Angka ini akan menambah ekuitas perusahaan yang saat ini Rp 8 trilliun menjadi Rp 12 triliun. Dengan posisi utang saat ini Rp 3 triliun maka perusahaan bisa menerbitkan obligasi Rp 9 triliun dengan rasio utang yang masih aman. Dengan demikian potensi perolehan dana dari penerbitan saham dan obligasi adalah Rp 13 triliun. Uang ini bisa dipakai untuk mengakuisisi puluhan rumah sakit di Malaysia, Thailand, Vietnam ataju manapun seperti yang telah biasa dilakukannya di tanah air.

Total dana yang bisa diperoleh dari lantai bursa baik melalui penerbitan saham baru (Righst issue) maupun penerbitan obligasi dari 5 perusahaan tersebut adalah Rp 539 triliun. Angkanya sudah hampir dua kali lipat komitmen investasi dari perusahaan-perusahaan di luar negeri hasil road show Presiden Prabowo selama 2 minggu di berbagai negara. Pahal itu baru 5. Di negeri ini ada puluhan perusahaan yang memiliki potensi seperti di atas. Lima perusahaan di atas hanya sekedar contoh.

Jadi kesimpulannya, kita bisa menjadi bangsa investor. Hanya perlu mengubah cara pdandan dan paradigma. Mengubah mindset. Berubah dari paradigma bangsa inferior di diunia bisnis global menjadi superior. Dari bangsa yang terus mencari investor luar negeri menjadi bangsa maju yang terus berinvestasi di berbagai negara. Ingat bahwa berinvestasi di luar negeri artinya adalah manguasai pasar di negara itu.

Ekspansi melalui akusisi adalah hal biasa bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk menguasai pasar luar negeri.  Persis seperti yang dilakukana Danone ketika berinvestasi di negeri ini dengan mengakuisisi Aqua. Seperti Maybank yang berinvestasi di negeri ini dengan mengakuisisi Bank BII. Seperti yang dilakukan oleh CIMB di negeri ini dengan mengakuisisi Bank Niaga. Seperti Bank OCBC ketika berinvestasi di negeri ini dengan mengakuisisi bank NISP. Seperti Nutricia dari Negeri Belanda yang berinvestasi di negeri ini dengan mengakuisisi Sarihusada. Seperti Philips Moris yang berinvestasi di negeri ini dengan mengakusisi PT HM Sampoerna. Seperti perusahaan building material Etex dari Belgia ketika mengakusisi Kalsiboard di Gresik. Seperti Jardine dari Hongkong ketika mengakusisi Astra Internasional. 

Presiden Prabowo yang terhormat, memperhatikan kemampuan luar biasa Anda dalam berkomunikasi dengan berbagai kalangat top di luar negeri, baik kalangan pemerintahan maupun kalangan bisnis, ada kesempatan emas untuk membalik posisi bangsa ini di percaturan bisnis global. Dampak ekonominya akan luar biasa. Perusahaan-perusahaan RI akan terus menerima setoran dividen dari berbagai perusahaan di berbagai negara. Kita akan meminta mereka menyetor dividen dalam mata uang Rupiah. Rupiah pun akan perkasa seperti USD.

Belum lagi dampak harga diri bangsa. Bangsa besar yang selama ini banyak dikenal sebagai pemasok TKI kelas pekerja rumah tangga ke berbagai negara akan berubah menjadi bangsa pemasok dana investasi ke berbagai bangsa. Pemasok top manager pada perusahaan-perusahaan yang diakuisisi itu. Menjadi bangsa yang yang korporasinya dikenal memiliki anak perusahaan di berbagai bangsa. Bangsa kelas atas. Untuk kepentingan nasionalisme modern seperti ini, SNF Consulting, kantor konsultan manajemen di mana saya berkarya, siap full support menysusn strategi detailnya. Kita bisa!

Tulisan ini adalah karya Iman Supriyono ke 466 dari kabin pesawat Boeing 737 900 pada tanggal 24 November 2024 dalam penerbangan Palembang – Surabaya.

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau ikuti KELAS KORPORATISAS
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca juga
Akuisisi Sebagai Transaksi Revenue & Profit Driver
Korporasi Nasionalis Pancasilais
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi
Korporasi Pejuang Rupiah
Korporasi Raket Yonex

Sejarah Heinekken Hadir di Indonesia
Sejarah Revlon dan Kepailitannya
Sejarah Korporasi
Sejarah Lions Club
Sejarah Hyundai versus Astra
Korporatisasi: Asal Muasal
Sejarah Danone Dari Turki Usmani Hadir ke Indonesia

4 responses to “Surat Terbuka Untuk Presiden Prabowo: Ajak 5  Perusahaan Ini Berinvestasi Rp 539 T di Berbagai Negara

  1. pola pikir mindset adalah kunci keberhasilan saya sepakat kita tidak harus selalu mencari untuk didatangkan tapi juga harus berpikir memberi untuk mendapatkan keberkahan waktunya kita go go go go go pergi mengembangkan diri ekspansi dengan potensi diri yang sudah teruji… negeri kita terlanjur kaya maka harus kita gunakan kekayaan untuk kemakmuran rakyat bangsa dan negaranya

  2. ijin bertanya: empat dari perusahaan yang dicontohkan adalah perusahaan swasta (dimana pemerintah tidak punya kendali langsung); menurut tata kelola perusahaan, instrumen apa yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk mempengaruhi (mendorong) agar strategi ekspansi ke LN tsb bisa diwujudkan?

  3. semoga mindset yang benar segera terbentuk, terima kasij SNF team dan Pak Imam tidak jemu menyuarakan hal ini, tetap semangat

Tinggalkan komentar