Palugada atau Fokus: Hyundai Vs. Astra


Mana yang bagus, fokus pada satu bisnis (single RPD, revenue and profit driver) atau hulu hilir palugada (multiple RPD)? Mari kita belajar dengan perbandingan sejarah dan kinerja dua perusahaan yang mewakili dua kubu di atas. Di kubu single RPD ada Hyundai Motor Company. Di kubu konglomerasi alias palugada alias multiple RPD ada Astra Internasional.

Perusahaan seusia: Hyundai yang fokus versus Astra yang palugada, siapa pemenangnya? Foto: Hyundai Cortina dan Kijang Kotak. Dua model mobil yang hadir ke pasar pada saat yang hampir bersamaan.

Untuk memahami Hyundai, berikut ini saya tuliskan sejarah Hyundai yang saya terjemahkan langsung dari website resmi perusahaan. Editing seperlunya saya lakukan tanpa mengubah maknanya.

  • Hyundai Motor Company berdiri tahun 1967. Tahun berikutnya, pabrik perakitan mobil di Ulsan dibangun. Tahun 1968 Cortina adalah mobil yang pertama kali dirakit di pabrik Ulsan bekerja sama dengan Ford Motor Company. Bagi Ford, Hyundai tercatat sebagai pabrik perakitan dengan masa konstruksi hingga beroperasi tercepat di dunia. Hanya butuh waktu 6 bulan dari ground breaking sampai beroperasi penuh.
  • Menyusul kesuksesan awal Cortina dan akhirnya mendominasi pasar Eropa, Hyundai memutuskan untuk mengembangkan mobilnya sendiri. Perusahaan mempekerjakan George Turnbull, mantan Managing Director Austin Morris di British Leyland pada Februari 1974. Dia segera mempekerjakan enam kepala insinyur Eropa untuk membantunya, termasuk seorang perancang bodi, dua perancang sasis, dua insinyur produksi, dan seorang insinyur uji.
  • Bersama-sama mereka menciptakan Pony, yang dipresentasikan di Turin Motor Show pada Oktober 1974, sebelum kemudian diperkenalkan ke pasar pada Desember 1975. Mobil itu dijuluki ‘kukmincha’, yang berarti ‘mobil untuk rakyat’. Menampilkan gaya oleh Giorgetto Giugiaro, mobil penggerak roda belakang kompak ini adalah mobil Korea Selatan pertama yang diproduksi secara massal. Itu menjadi kendaraan andalan Hyundai selama bertahun-tahun.
  • Hyundai mulai mengekspor Pony ke Chili, Argentina, Kolombia dan Mesir pada tahun 1976. Ekspor Eropa ke Belgia dan Belanda dimulai pada tahun 1978, dengan Yunani ditambahkan tak lama kemudian.
  • Tahun 1980-an adalah masa ekspansi internasional yang cepat bagi Hyundai karena perusahaan tersebut menjadi pengikut yang cepat sambil bersaing dengan pembuat mobil yang lebih mapan. Pada tahun 1982, perusahaan memasuki pasar Inggris untuk pertama kalinya. Penjualan Pony dimulai di Inggris pada bulan Februari tahun itu, menjadikannya mobil Korea pertama yang dijual di sana
  • Pada tahun 1984, Hyundai mulai mengekspor Pony ke Kanada, di mana penjualannya jauh melebihi ekspektasi. Pada satu titik, itu adalah mobil terlaris di pasar Kanada. Tahun berikutnya, generasi pertama Hyundai Sonata diperkenalkan, dan mobil ke satu-juta diproduksi.
  • Pada 1986, Pony Excel menjadi model Hyundai pertama yang dijual di Amerika Serikat. Itu adalah mobil penggerak roda depan pertama yang diproduksi oleh perusahaan dan, seperti Pony asli, dirancang oleh Giorgetto Giugiaro. Itu terjual 168.000 unit pada tahun pertama penjualannya di AS, membuat rekor sepanjang masa yang masih bertahan hingga hari ini. Majalah Fortune menominasikan mobil tersebut sebagai ‘Produk Terbaik #10’, sebagian berkat harganya yang terjangkau.
  • Pada musim semi tahun 1990, produksi agregat mobil Hyundai mencapai angka empat juta. Kemudian, pada tahun 1991, perusahaan mencapai tonggak sejarah lain, karena mengembangkan mesin bensin eksklusif pertamanya, Alpha empat silinder, serta transmisinya sendiri. Ini membuka jalan bagi kemandirian teknologi. Mesin Alpha memulai debutnya di Hyundai Scoupe 1992.
  • Selama dekade ini, Hyundai terus berkembang dan mengkonsolidasikan posisinya sebagai produsen mobil internasional terkemuka. Hyundai memperkenalkan banyak model populer pada periode ini, termasuk Accent, Dynasty dan Tiburon.
  • Pada tahun 1994, perusahaan mulai mengoperasikan pusat R&D yang baru didirikan di Jerman. Ini bertanggung jawab untuk memantau perkembangan teknologi di Eropa, serta merancang dan merekayasa mobil baru untuk pasar Eropa. Pada bulan September 1997, Hyundai membuka pabrik pertamanya di benua itu di Izmit, Turki. Ini adalah fasilitas produksi luar negeri terlama milik Hyundai.
  • Tahun 1990-an Hyundai bereksperimen dengan sejumlah kendaraan listrik dan hibrida. Mobil listrik murni pertama perusahaan adalah prototipe Sonata Electric Vehicle pada tahun 1991. Setelah melakukan percobaan pertama dengan sistem propulsi hybrid pada tahun 1994, FGV-1 hybrid-listrik diresmikan di Seoul Motor Show 1995. Mobil ini menampilkan teknologi sepenuhnya penggerak listrik. Kendaraan berbahan bakar fleksibel sedang dikembangkan pada tahun 1998, sementara aktivitas kendaraan listrik sel bahan bakar perusahaan juga dimulai pada akhir 1990-an.
  • Pada tahun 1999, Mong-Koo Chung dilantik sebagai chairman  dan memutuskan untuk menekankan pada kualitas produk yang membuka jalan bagi perusahaan untuk memposisikan dirinya sebagai pemain global yang serius.
  • Pada pergantian milenium, Hyundai mulai merombak citranya untuk memantapkan dirinya sebagai merek kelas dunia. Hyundai banyak berinvestasi dalam kualitas, desain, manufaktur, dan penelitian jangka panjang kendaraannya, terutama di Eropa. Pusat Desain Eropa Hyundai didirikan pada tahun 2001, dan diikuti pada tahun 2003 dengan Pusat Teknis Hyundai Motor Eropa dan Pusat Desain Namyang.
  • Hyundai meluncurkan SUV pertamanya, Santa Fe, pada tahun 2000. Dinamai berdasarkan kota di New Mexico, itu terbukti menjadi hit dengan pembeli Amerika dan dengan cepat menjadi mobil terlaris perusahaan. Ini diikuti pada tahun 2004 dengan peluncuran SUV lain, Tucson.
  • Pada tahun 2007, i30 diperkenalkan. Dirancang, dikembangkan, dan diproduksi di Eropa, ini adalah mobil DNA Hyundai Motor di benua itu. Tahun berikutnya, Hyundai Motor Manufacturing Czech (HMMC) didirikan. HMMC adalah pabrik produksi paling modern di Eropa, dengan 500 robot berteknologi tinggi yang memproduksi 1.500 mobil Hyundai setiap hari.
  • Sonata hibrida, yang menampilkan teknologi baterai polimer lithium, memulai debutnya di Los Angeles International Auto Show 2008, sebelum mulai dijual di AS pada 2011.
  • Sepanjang tahun 2010, Hyundai semakin mengalihkan perhatiannya ke kendaraan dan teknologi ramah lingkungan. Ke depan, perusahaan bertujuan untuk memimpin era mobilitas bebas polusi dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mencari kemungkinan energi baru.
  • Pada awal dekade, Hyundai meluncurkan BlueOn, mobil listrik produksi pertamanya, di Seoul pada September 2010. Dijual di Korea Selatan, BlueOn didasarkan pada Hyundai i10 dan dilengkapi dengan paket baterai lithium polymer 16,4 kWh dengan enam- jam waktu pengisian.
  • Pada tahun 2013 Hyundai merayakan tonggak penting dalam eko-mobilitas, karena ix35 Fuel Cell menjadi kendaraan sel bahan bakar hidrogen pertama yang diproduksi secara komersial di dunia. Waktu pengisian bahan bakar yang cepat dan jarak tempuh kendaraan yang jauh, dikombinasikan dengan pelestarian lingkungan, memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua.
  • Pada tahun yang sama, perusahaan juga unjuk gigi balap mobil, dengan peluncuran tim Kejuaraan Reli Dunia Hyundai Motorsport. Pada tahun 2015, Hyundai mengumumkan sub-merek Hyundai N berperforma tinggi, yang telah menghasilkan pengembangan selanjutnya dari mobil produksi pemenang penghargaan termasuk i30 N dan i30 Fastback N pada tahun 2017 dan 2018.
  • Pada tahun 2016, Hyundai memperkenalkan IONIQ, mobil pertama di dunia yang menawarkan tiga powertrain listrik – hybrid, plug-in hybrid, dan full electric. Namanya berasal dari kata ‘ion’ dan ‘unik’. Ini diikuti pada tahun 2018 dengan peluncuran Kona Electric, SUV subkompak listrik pertama di Eropa, dan NEXO, kendaraan sel bahan bakar generasi kedua Hyundai.
  • Sejauh ini, tahun 2010-an telah melihat Hyundai memantapkan dirinya sebagai pemimpin dalam industri otomotif dalam hal mobilitas masa depan. Ini dapat dilihat dalam kampanye komunikasi “Progress” yang menunjukkan bagaimana warisan 50 tahun Hyundai membentuk semangat progresif yang memungkinkannya untuk terus berinovasi hari ini dan memenuhi tantangan masa depan, di bawah tagline “Next Awaits”.
  • Pada Januari 2019, Vice Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung ditunjuk sebagai ketua bersama Dewan Hidrogen, kemitraan yang dipimpin CEO perusahaan dari berbagai sektor industri dan energi yang berfokus pada percepatan pengembangan dan penyebaran teknologi hidrogen di seluruh dunia. Dia sejak itu menyerukan peningkatan kerja sama internasional untuk membantu mengatasi tantangan iklim global. Melihat ke masa depan, Hyundai Motor Group berupaya memanfaatkan teknologi sel bahan bakarnya melalui ‘FCEV Vision 2030’. Ini termasuk rencana untuk secara drastis meningkatkan kapasitas produksi sistem sel bahan bakar tahunan menjadi 700.000 unit pada tahun 2030 dan menjajaki peluang bisnis baru untuk memasoknya ke sektor transportasi, pembangkit listrik, dan sistem penyimpanan lainnya.

Selanjutnya saya ambilkan juga sejarah Astra Internasional, juga dari sumber website resminya. Sama, saya lakukan editing seperlunya tanpa mengubah maknanya. Sejarahnya panjang. Anda bisa membaca sebagiannya saja. Lalu melompat ke bagian perbandingan sejarah dan hasil akhir proses sejarah tersebut di bagian akhir tulisan ini.

  • Astra berdiri tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan.
  • Debutnya di dunia otomotif  dengan menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia dimulai pada tahun 1969. Tahun 1970 Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia. Tahun yang sama juga ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin perkantoran Xerox di Indonesia.
  • Tahun 1971 Astra mendirikan PT Federal Motor, agen tunggal sepeda motor Honda. Tahun yang sama juga mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal Toyota. Tahun itu juga Astra melakukan peluncuran produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc).
  • Tahun 1972 Astra mendirikan PT United Tractors (UT) yang mengelola bidang usaha alat berat.  Tahun 1973 Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal untuk Daihatsu. Tahun yang sama Astra mengatur PT Multi Agro Corporation untuk mengambil alih divisi agribisnis Astra.
  • Tahun 1978 Mendirikan PT Daihatsu Indonesia.
  • Tahun 1980 Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membantu perusahaan kecil dan menengah
  • Tahun 1982 Astra mendirikan PT Raharja Sedaya, sebuah perusahaan kredit konsumen
  • Tahun 1983 Astra mendirikan PT Astra Agro Niaga, cikal bakal PT Astra Agro Lestari
  • Tahun 1988 menerbitkan obligasi berjangka waktu 5 tahun senilai Rp 60 miliar dan tercatat di Bursa Efek Surabaya
  • Tahun 1989 Mendirikan Astra Executive Training Centre (AETC) yang kemudian menjadi Astra Management Development Institute (AMDI) di tahun 1993
  • Tahun 1990 Menerbitkan 30 juta lembar saham dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya dan mendirikan Koperasi Astra International untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan
  • Tahun 1991 Mendirikan PT Astra Dian Lestari yang mengelola bidang usaha komponen. Tahun yang sama mendirikan PT Pantja Motor meluncurkan Isuzu Panther. Juga mendirikan Astra Mitra Ventura yang menyediakan fasilitas pinjaman modal bagi UKM
  • Tahun 1995 mendirikan Politeknik Manufaktur Astra yang menyediakan pendidikan formal tingkat diploma di bidang manufaktur
  • Tahun 1999 Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama. Tahun yang sama Astra Daihatsu Motor meluncurkan Daihatsu Taruna
  • Tahun 2000 Merestrukturisasi bisnis sepeda motor dan merestrukturisasi bisnis BMW
  • Tahun 2002 Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua
  • Merestrukturisasi bisnis Daihatsu. Tahun tersebut juga Astra juga menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas sebanyak 1,4 miliar lembar saham. Masih di tahun yang sama  Astra mendivestasi perusahaan infrastruktur telekomunikasi Astra, PT Pramindo Ikat Nusantara dan juga mendivestasi bisnis perkayuan yang dikelola oleh PT Sumalindo Lestari Jaya
  • Tahun 2003 Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas II, merestrukturisasi bisnis Toyota. Tahun yang sama Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang merupakan produk bersama
  • Tahun 2004 Astra melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang Astra dan mengambil alih 31,5% saham PT Bank Permata Tbk
  • Tahun 2005 Astra memasuki bisnis jalan tol dengan mengakuisisi 34 % saham PT Marga Mandala Sakti
  • Tahun 2006 Mendirikan Toyota Astra Financial Services yang menawarkan fasilitas pembiayaan mobil Toyota. Tahun yang sama Astra Honda Motor meluncurkan Vario, produk skuter otomatis. Tahun yang sama Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Rush dan Daihatsu Terios
  • Tahun 2008    PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memulai ekspor kendaraan komersil jenis Gran Max ke Jepang dalam bentuk CBU. Tahun yang sama PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Isuzu Motors Limited melakukan reorganisasi atas PT Pantja Motor menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia. Tahun tersebut Astra mencanangkan program ’Go Green With Astra: Satu Karyawan Satu Pohon’ untuk menanam 116.867 pohon sepanjang tahun. Tahun yang sama museum dan Perpustakaan Astra dibuka secara resmi
  • Tahun 2009 Astra Group luncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia yang menjadi payung program seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa. Tahun tersebut PT Astra Honda Motor memproduksi sepeda motor yang ke-25 juta. Tahun yang sama PT Toyofuji Serasi Indonesia — anak perusahaan PT Serasi Autoraya — luncurkan kapal yang ketiga, MV SERASI III. Tahun yang sama PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, operasikan PT Patria Maritime Lines.
  • Tahun 2010 : Toyota perkenalkan 5 varian baru Toyota Dyna; Penerbitan obligasi PT Astra Sedaya Finance XI; Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk; PT United Tractors Tbk luncurkan ekskavator dengan teknologi KOMTRAX; PT Astra Agro Lestari Tbk bangun pabrik baru di Kalimantan Timur; Penerbitan obligasi PT Federal International Finance X; PT Isuzu Astra Motor Indonesia luncurkan Isuzu Bison; Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) secara resmi merubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D.Ruslim; PT Astra Honda Motor perkenalkan Skutik Retro Modern Honda Scoopy; PT Astra Graphia Tbk luncurkan mesin cetak multifungsi yang ramah lingkungan Fuji Xerox Color; UT selesaikan akuisisi atas PT Agung Bara Prima; PT Astra Honda Motor (AHM) umumkan `One Heart` sebagai slogan barunya; Satu Indonesia Jelajahi Dunia Astra pecahkan rekor MURI; Astra Daihatsu Motor capai produksi dua juta unit mobil; Saham Astra di Astra Sedaya Finance (ASF) meningkat menjadi 100%;  Peresmian kapal MV Serasi V milik TFSI; PermataBank selesaikan akuisisinya yang pertama di Indonesia; Astra tingkatkan kepemilikan saham di PALYJA menjadi 49%
  • Tahun 2011: AHM Catat Produksi Motor ke — 30 Juta; Astra Daihatsu Motor membangun pabrik baru di Kerawang; PT Pamapersada Nusantara Akuisisi Tambang Asmin Bara; Astra Otoparts membentuk usaha patungan baru dengan Visteon; PT United Tractors Tbk menyelesaikan Right Issue IV; PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya, PT Tuah Turangga Agung Akuisisi Tambang Duta Sejahtera; Peresmian PT Universal Tekno Reksajaya (UTR); PT Astra Graphia Tbk mendirikan usaha patungan dengan Monitise Asia Pacific; PT Astratel Nusantara Akuisisi 95% Saham Perusahaan Jalan Tol Kertosono — Mojokerto; Peluncuran Toyota All New Avanza dan Daihatsu All New Xenia; Peresmian Astra Biz-Center di Bandung
  • Tahun 2012: HUT ke-55 Astra “Berbagi Bersama Bangsa“; Astra Otoparts dan Pirelli sepakat membangun usaha patungan 60% Pirelli, 40%Astra Otoparts) untuk memproduksi ban sepeda motor konvensional di Indonesia; Program Astra Tanam 550.000 Pohon di Bogor Eco Edu Forest; Winteq Ekspor Perdana Mesin ke Thailand; PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya PT TuahTurangga Agung (TTA) Akuisisi Tambang Piranti Jaya Utama; Astra Toyota AGYA & Astra Daihatsu AYLA, Kebanggaan untuk Indonesia, Kolaborasi Astra International — Toyota — Daihatsu; Peluncuran Buku Inspirasi Astra Untuk Bangsa; Astra Serahkan SDN Percontohan Meulaboh; Permatabank menyelesaikan proses Rights Issue V
  • Tahun 2013: Astra, melalui Astratel, mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, perusahaan yang mengelola Pelabuhan Eastkal di Penajam, Kalimantan Timur; AOP akuisisi 51% saham PT Pakoakuina, produsen wheel rim (velg) untuk kendaraan roda dua dan empat; AHM memulai pembangunan pabrik keempat di Karawang, Jawa Barat, berkapasitas 1,1 juta unit per tahun; AAL, anak perusahaan Astra, mendirikan usaha patungan Astra-KLK Pte Ltd, bekerja sama dengan KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd untuk memasarkan produk olahan minyak kelapa sawit dan menyediakan jasa logistik; PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai membangun pabrik baru berkapasitas 52.000 kendaraan komersial di Karawang; Peletakan batu pertama Menara Astra, proyek properti gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta dengan grade A dan standar Green Building peringkat platinum
  • Tahun 2014: Astra International dan Aviva menandatangani kesepakatan pembentukan joint venture bernama Astra Aviva Life, dengan kepemilikan 50:50; PermataBank menyelesaikan proses Right Issue VI dan memperoleh dana sebesar Rp 1,5 triliun; PermataBank melakukan penyertaan 25% saham ASF dengan nominal Rp 2,2 triliun; Astragraphia melepas 51% kepemilikan sahamnya di AGIT Monitise Indonesia; PAMA dan TTA melaksanakan restrukturisasi saham atas konsesi batu bara yang tergabung dalam grup UT; UT menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan dua pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), yaitu PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia, sehubungan dengan rencana pengambilalihan ACST, melalui anak perusahaan UT, PT Karya Supra Perkasa
  • Tahun 2015: UT mengakuisisi 50,1% saham PT Acset Indonusa Tbk, perusahaan konstruksi umum; AAL mengakuisisi 50% saham of PT Kreasijaya Adhikarya, perusahaan operator refinery di Dumai, Propinsi Riau, dengan kapasitas produksi per hari mencapai 2.000 ton CPO, dengan harga pembelian sebesar Rp 75 miliar; UT melalui Pamapersada Nusantara mengakuisisi 75,5% saham PT Sumbawa Jutaraya, perusahaan tambang emas, dengan harga pembelian 7,4 juta Dolar AS; AHM mulai mengekspor produk All New Honda BeAt eSP ke Filipina untuk memperluas pasar; Astra Intenational dan Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat untuk melaksanakan sejumlah inisiatif bersama, untuk memperkuat peranan Toyota Astra Motor (TAM). Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jaringan penjualan dan distribusi yang lebih efisien dan kompetitif, termasuk perluasan peranan distribusi TAM, peningkatan operasional logistik melalui manajemen yang terpusat, serta manajemen persediaan dan inventori yang lebih baik; AOP menambah jumlah sahamnya sebanyak 25,8% di SKF Indonesia, produsen bearing, sehingga jumlah total kepemilikannya menjadi 40%, dengan harga pembelian sebesar Rp 67 miliar; Astratel mengumumkan pengakuisisian 25% saham jalan tol Semarang – Solo sepanjang 73 km; AOP dan Bridgestone Indonesia menandatangani perjanjian untuk mendirikan ventura bersama, Bridgestone Astra Indonesia, dengan struktur kepemilikan: Bridgestone 51% dan AOP 49%; AHM mengoperasikan pabrik kelimanya di Karawang dengan tambahan kapasitas produksi sejumlah 500 ribu unit per tahun untuk tipe sport, sehingga meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 5,8 juta unit per tahun; United Tractors, bersama dengan Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co, Inc, telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN untuk pengembangan ekspansi proyek Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batu Bara unit 5 & 6, masing-masing memiliki kapasitas 1.000 MW, yang berlokasi di Jawa Tengah
  • Tahun 2016:  Astratel memiliki 25% saham PT Trans Bumi Serbaraja, BUJT ruas tol Serpong-Balaraja sepanjang 30km;  Bank Permata menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh dana sebesar Rp5,5 triliun untuk memperkuat permodalannya; Acset, perusahaan kontraktor umum, anak perusahaan UT dengan kepemilikian 50,1%, menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh Rp600 miliar untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya; AAL menyelesaikan Rights Issue sebesar Rp4,0 triliun untuk memperkuat posisi keuangannya; Toyota dan Daihatsu secara resmi meluncurkan mobil murah ramah lingkungan berkapasitas 7 orang, yaitu Astra Toyota Calya dan Astra Daihatsu Sigra, yang diterima oleh pasar dengan baik;  AOP melalui Bridgestone Astra Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi komponen anti vibrasi untuk kendaraan roda empat di Purwakarta, Jawa Barat. Pada bulan yang sama, AOP melalui Aisin Indonesia Automotive dan Advics Manufacturing Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi body part, engine part dan brake system di Kawasan KIIC Karawang, Jawa Barat; PT Astra Land Indonesia, yang dimiliki masing-masing 50% oleh PT Menara Astra dan Hongkong Land, menandatangani sebuah perjanjian dengan anak usaha PT Modernland Realty Tbk untuk mengembangkan area seluas 67 hektar di Cakung, Jakarta Timur;  UT, melalui TTA, menandatangani Conditional Shares and Purchases Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi perusahaan batu bara (coking coal) di Kalimantan Tengah, PT Suprabari Mapanindo Mineral; AAL dan anak perusahaannya, PT Eka Dura Perdana, mengakuisisi PT Mitra Barito Gemilang, perusahaan perkebunan karet, sehingga luas perkebunan AAL menjadi 1.700 hektar
  • Tahun 2017: Astra Tol melaksanakan akuisisi awal 40% saham PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), yang memegang kepemilikan 45% operator jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh, serta menyetujui secara bersyarat akuisisi terhadap sisa 60% saham; Topping off Menara Astra & Anandamaya Residences, proyek properti perdana milik Astra; UT melalui PT Unitra Persada Energia memiliki 25% PT Bhumi Jati Power, yang akan mengembangkan dan mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga uap sebesar 1.000 MW di Jawa Tengah. Proyek build, operate and transfer ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021. PT Bhumi Jati Power adalah perusahaan patungan dengan Sumitomo Power Corporation dan Kansai Electric Power; Bank Permata melaksanakan rights issue senilai Rp3,0 triliun, dimana seluruh pemegang saham telah mengambil hak mereka secara penuh; AOP melakukan ekspor Wintor, alat angkut multiguna khusus untuk perkebunan buatan lokal dengan kandungan komponen lokal 86%, untuk pertama kalinya dengan tujuan Malaysia; PT Astra Land Indonesia (ALI) menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kepemilikan saham PT Astra Modern Land dari 50% menjadi 67%; UT melalui anak perusahaannya TTA melakukan akuisisi 80,1% saham PT Suprabari Mapanindo Mineral, perusahaan coking coal di Kalimantan Teng; Astra Tol mengakuisisi sisa 60% saham BUS yang memiliki 45% saham jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh. Total biaya akuisisi kepemilikan Grup Astra atas Baskhara Utama Sedaya sekitar Rp5 triliun; Astra Tol meningkatkan kepemilikan saham di jalan tol Semarang – Solo dari 25% menjadi 40%; Astra Tol melepas 49% sahamnya di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), usaha konsesi air dengan sisa waktu operasional selama 5 tahun
  • Tahun 2018: Perseroan melakukan investasi sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2 triliun untuk mengambil bagian saham baru yang diterbitkan oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK), sebuah perusahaan teknologi multi-platform Indonesia, yang menyediakan layanan yang bervariasi dari transportasi dan pembayaran hingga jasa untuk pengantaran makanan, logistik dan layanan on demand lainnya; ALI membeli lahan seluas 3 hektar di kawasan bisnis Jakarta untuk pembangunan residensial dan komersial; Bank Permata mendivestasikan 25% kepemilikan sahamnya di ASF kepada Perusahaan, untuk memperkuat posisi permodalannya dan memaksimalkan alokasi modal untuk pinjaman; Anak perusahaan UT, Danusa Tambang Nusantara (DTN), menandatangani Conditional Share Sale Agreement untuk mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, perusahaan yang mengoperasikan tambang emas di Sumatera Utara; Astra (melalui anak usahanya, SMI) dan WeLab, perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok termasuk Hong Kong yang bergerak pada bidang pembiayaan konsumen, mengumumkan pembentukan perusahaan pada bidang fintech, PT Astra WeLab Digital Arta, yang 60% dimiliki oleh SMI yang menawarkan produk pinjaman mobile kepada konsumen ritel dan menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi; UT, melalui DTN, telah menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan saham PT Agincourt Resources. Setelah penyelesaian transaksi ini, 95% saham PT Agincourt Resources dimiliki oleh DTN, dan 5% sisanya dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung, perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah lokal.
  • Tahun 2019: Sebagai bentuk dari kolaborasi antara Grup dan Gojek, sebuah perusahaan patungan didirikan dalam menyediakan armada untuk sistem transportasi online GoCar di Indonesia. Kolaborasi strategis ini dilaksanakan menyusul penambahan investasi ekuitas USD100 juta oleh Astra di Gojek pada Januari 2019, yang menjadikan total investasi Astra di Gojek menjadi USD250 juta; Astra Tol Nusantara mengakuisisi 44,5% saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, pemegang konsesi jalan tol Surabaya – Mojokerto; Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) melaksanakan groundbreaking pembangunan Kampus Polman Astra Delta Silicon yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon II Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai wujud komitmen Astra untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia; Perseroan dan Gojek berkolaborasi untuk menginisiasi proyek percontohan penggunaan motor listrik atau electric vehicle (EV) dengan produk Honda PCX Electric di Indonesia melalui aplikasi Gojek.
  • Tahun 2020: Grup Astra menyelesaikan penjualan 44,56% sahamnya di Bank Permata, dengan nilai transaksi bersih Rp16,8 triliun; Acset memperoleh dana sebesar Rp1,5 triliun dari rights issue untuk mengurangi pinjaman dan memperkuat struktur permodalannya. Sesudah rights issue, kepemilikan UT di Acset meningkat dari 50,1% menjadi 64,8%; ASTRA Infra berinvestasi di ruas tol JORR I W2N melalui penyelesaian proses akuisisi 100% saham di PT Jakarta Marga Jaya (JMJ), yang dimiliki 51% oleh PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dan 49% saham milik PT Jaya Sarana Pratama (JSP). Dengan akuisisi ini, ASTRA Infra memiliki 35% saham PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Ruas Tol JORR I W2N, serta berkontribusi dalam mendukung kemajuan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia; Astra melalui PT Sedaya Multi Investama (SMI) mengakuisisi 49,99% saham di PT Astra Aviva Life (yang kemudian disebut PT Asuransi Jiwa Astra) yang dikenal sebagai Astra Life dari Aviva International Holdings Limited (Aviva). Melalui transaksi ini, Astra Life dimiliki 99,99% oleh Astra secara langsung maupun tidak langsung; Bersama Volvo Holding Sverige AB, Astra mendirikan PT UD Astra Motor Indonesia dengan masingmasing kepemilikan sebesar 50% yang menjadi agen tunggal untuk produk UD Trucks; Astra Tol Nusantara (melalui PT Bhaskara Utama Sedaya) menyelesaikan proses akuisisi atas tambahan saham sebesar 10% di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 117km, sehingga menyebabkan kepemilikannya menjadi 55%; Standard Chartered PLC (Standard Chartered) dan Perseroan menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat untuk menjual saham mereka, masing-masing sebesar 44,56% di PermataBank kepada Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank).

Apa beda sejarah dan prestasi kedua perusahaan? Paling tidak ada tiga pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, sejak berdiri tahun 1967 Hyundai  fokus pada satu bidang. Yang dilakukan Hyundai sejak berdisi sampai saat ini adalah membuat model mobil lalu memasarkannya ke seluruh dunia. Model pertamanya adalah Cortina bekerja sama dengan Ford. Model kedua adalah Phoni. Lalu terus membuat model. Lalu masuk mobil listrik sejak tahun 90-an. Dan tetap membuat model mobil sampai saat ini. Laba dari model pertama untuk membiayai riset model kedua. Laba dari model pertama dan kedua digunakan untuk modal membuat model ketiga dan seterusnya.

Astra beda. Berdiri pada tahun 1957, 10 tahun lebih tua dari Hyundai, Astra berbisnis apa saja. Mulai perdagangan, mobil, jalan tol, sawit, hardware teknologi informasi, motor, bank, asuransi, dan macam-macam.

Dalam hal mobil Astra masuk hampir bersamaan dengan cara yang hampir sama pula. Hyundai masuk tahun 1968 bekerja sama dengan Ford menjual Ford Cortina. Tahun 1974 meluncurkan Hyundai Pony sebagai model karya sendiri. Astra masuk tahun 1969 bekerja sama dengan Toyota. Tahun 1977 meluncurkan Toyota Kijang yang khas Indonesia tetap bekerja sama dengan Toyota. Hasil dari bisnis mobil digunakan untuk berbisnis apa saja. Termasuk yang terakhir masuk sebagai pemegang saham perusahaan aplikasi ojek online Gojek/Goto.

Kedua, Hundai melalui dengan persis 8 step dalam corporate life cycle (CLC) yang terdiri 8 langkah. Kuncinya adalah langkah ke 5 menemukan RPD (revenue and profit driver) lalu dilanjutkan dengan langkah ke 7 yaitu scale up. RPD Hyundai adalah model mobil dan scale up dilakukan dengan membuat model baru terus menerus dengan investasi jauh lebih besar dari pada laba. Sebaliknya, Astra tidak. Selalu belajar bisnis baru (step pertama sampai step ke 4 dalam CLC. Setelah mencapai laba (yaitu step ke-4 CLC) uangnya digunakan untuk belajar bisnis lain. Memulai lagi pada step pertama pada bisnis baru. Berbisnis apa saja. Apa lu mau gua ada alias palugada alias hulu hilir alias konglomerasi.

Ketiga, dengan gaya yang berbeda, hasilnya bumi langit. Tahun 2021 aset Hyundai Rp 462 triliun rupiah. Aset Astra Rp 367 triliun. Omzet Hyundai Rp 414 triliun dengan Rp 238 diantaranya berasal dari penjualan luar negeri. Laba Hyundai Rp 59 triliun. Astra Rp 27 triliun. Nilai pasar Hundai (hari ini) Rp 540 triliun, Astra Rp 278 triliun.

Hyundai menjadi pabrikan mobil nomor 9 terbesar dunia. Menjual produknya pada hampir semua negara di dunia. Mengalirkan uang dari hampir semua negeri ke Korea Selatan. Astra masih menjual produk atau merek perusahaan lain yang umumnya perusahaan asing seperti Toyota. Mengalirkan royalti dan laba ke luar negeri. Astra menguasai bisnis jalan tol, sawit, tambang dan sejenisnya yang sangat bergantung pada kebijakan pemerintah.

Pelajari ilmu korporasi melalui kelas korporatisasi. Daftar http://www.klikwa.net/snfconsulting

Hundai masuk pada 2000 perusahaan terbesar dunia urutan 147 berdasarkan omzet, laba, aset dan nilai pasar.  Hyndai mengalahkan Tata Motor yang berada pada ranking 729 Astra tidak masuk. Mengalahkan Nissan Motor yang berada pada ranking 407. Mengalahkan Tesla yang ranking 151. Membanggakan bangsanya. Menjadi korporasi sejati. Bagaimana Astra? Tidak masuk pada daftar itu. Bahkan Astra telah diakausisi oleh Jardine.

Jadi, apa kesimpulan Anda? Pilih fokus menjalani CLC atau palugada? Keputusan di tangan Anda.

Artikel ke-378 karya Iman Supriyono ini ditulis di SNF Consulting House of Management pada tanggal 16 Agustus 2022

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca Juga
Simalakama Garuda, Pailit atau Korporatisasi
Waskita Beton Digugat Pailit
Kepailitan Start Up
Pelajaran Kepailitan DAJK
Tauhid Kepailitan Batavia

4 responses to “Palugada atau Fokus: Hyundai Vs. Astra

  1. Ping-balik: Sejarah Yonex: Rudi Hartono dan Ekspor Sepatu | Korporatisasi

  2. Ping-balik: Sejarah Bata: Kalibata Bataville Batanagar | Korporatisasi

  3. Ping-balik: Merger & Akuisisi: Transaksi RPD | Korporatisasi

  4. Ping-balik: Chiquita: Sejarah Korporasi Pisang | Korporatisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s