Ini adalah tentang motor legenda. Siapa lagi kalau bukan Harley Davidson.
Tapi bisnis tetap bisnis. Di era perubahan dunia besar-besaran tiga dekade terakhir, apakah prinsipal motor petualangan nomor satu ini terdisrupsi? Atau masih bisa bertahan? Mari kita lihat angkatnya.
Omzet tahun 2025 adalah USD 4,47 miliar alias IDR 81 triliun dengan kurs hari ini. Omzet 30 tahun yang sebelumnya yaitu 1994 adalah USD 1,58 alias IDR 28 triliun. Rata-rata pertumbuhan majemuk alias CAGR dalam rentang waktu tersebut adalah 3,53%. Bandingkan dengan rata-rata inflasi USD dalam periode tersebut adalah sekitar 2,5% per tahun. Jadi Harley masih tumbuh dalam tiga dekade terakhir.
Bagaimana menurut para investor? Harga saham akhir tahun 1994 adalah USD 6,21. Harga per akhir 2025 adalah USD 24,71. Rata-rata pertumbuhan majemuk dalam kurun waktu tersebut adalah 4,71%. Ini bisa dibaca bahwa optimisme investor lebih tinggi dari pada pertumbuhan riil perusahaan. Saat ini, andai perusahaan ini butuh dana untuk ekspansi, investor bersedia diberi ROI 6,6% (per tahun). Itu pun tidak semua menjadi dividen. Dividen hanya sekitar separuh dari itu. Tahun ini hanya 3% dari nilai saham.
Pemegang sahamnya pun bukan anak kemarin sore. Lihat daftarnya. Terbesarnya adalah Donald Smith & Co., Inc. Perusahaan ini memegang 9,5% saham perusahaan yang IPO tahun 1986 ini. Ini adalah sebuah perusahaan pengelola aset yang sudah hadir di dunia investasi sejak 1980. Aset kelolaan saat ini adalah sekitar USD 5,6 miliar alias IDR 100 triliun.

Terbesar kedua adalah BlackRock Advisors LLC. Perusahaan investasi terbesar dunia dengan aset lebih dari USD 11,5 triliun lebih ini pegang 9,4% saham prinsipal motor yang harganya lebih mahal dari pada mobil ini.
Berikut ini urutan ke-7 sampai ke-10: Vanguard Portfolio Management LLC (5,4%), DFA Australia Ltd. (5,4%), Vanguard Portfolio Management LLC (5,0%), LSV Asset Management (4,9%), Vanguard Capital Management LLC (4,8%), American Century Cos., Inc. (4,5%), State Street Corporation (3,6%), Bestinver Gestión SA SGIIC (3%). Semuanya adalah perusahaan-perusahaan investasi pengelola aset top dunia. Bukan investor kaleng-kaleng.
Melihat daftar pemegang sahamnya, Harley adalah sebuah korporasi sejati. Tidak ada pemegang saham pengendali. Artinya, segala keputusan di perusahaan murni berbasis pertimbangan bisnis. Murni berbasis sistem manajemen. Tidak ada pihak luar mana pun yang bisa mengatur-atur.
Apa rahasianya? Anda sudah tahu. Perusahaan yang berdiri tahun 1903 ini bukan sekedar menjual sepeda motor. Tapi menjual legenda. Dan legenda ini terjaga. Oleh manajemen. Oleh para pemakai motornya. Oleh berbagai komunitas petualangan motor di berbagai penjuru dunia. Bahkan orang yang tidak pernah memiliki Harley pun memahami dan merasakannya.
Artikel Karya ke 531 Iman Supriyono ini ditulis di kota pahlawan pada tanggal 3 Agustus 2026
Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi