Category Archives: Uncategorized

Southwest dan Ramadhan Produktif


Hari-hari menjelang ramadhan tahun ini dunia penerbangan diwarnai sedikit goncangan. Penyebabnya tidak lain adalah naiknya harga tiket pesawat. Tiket Surabaya Jakarta atau sebaliknya yang biasanya bisa dibeli dengan harga sekitar 500 ribu naik menjadi sekitar Rp 1 juta. Semua maskapai penerbangan nasional yang terdiri dua grup, Lion dan Garuda, sepakat naik. Air Asia tidak naik tetapi didepak dari aplikasi travel online. Tetapi masyarakat tetap saja dengan mudah bisa menginstall aplikasi Air Asia untuk tetap bisa menikmati tiket murah. Itu juga yang saya lakukan sebagai konsumen yang banyak butuh tiket pesawat.

Pada industri masakapai penerbangan dikenal ada dua konsep, full service dan low cost carrier. Di Indonesia contoh maskapai full service adalah Garuda Indonesia atau Batik Air di kelompok Lion. Dengan maskapai seperti ini para penumpang akan disuguhi makanan saat dalam penerbangan.  Contoh maskapai berbiaya murah adalah Lion Air dan Citilink. Para penumpang maskapai jenis ini tidak menerima hidangan makanan selama penerbangan.

Hasil gambar untuk southwest airlines

Tampilan pesawat Southwest Airlines. gambar dari http://www.upgradedpoints.com

Dahulu  semua maskapai penerbangan berkonsep full service. Perubahan datang pada tahun 1971 ketika Southwest Airlines hadir di dunia bisnis penerbangan tepatnya di  Amerika Serikat. Perusahaan yang terbang perdana dengan 3 pesawat Boeing 737 ini ini hadir dengan konsep keunggulan biaya alias cost leadership.

Harga satu unit pesawat Boeing 737 atau pesaingnya, Airbus 320, versi terbaru adalah sekitar Rp 1,5T.  Bila sebuah maskapai penerbangan akan memakai pesawat ini selama 10 tahun maka biaya penyusutannya sehari adalah sekitar Rp 410 juta. Nilai itulah yang akan menguap tiap hari sejak pesawat dimiliki. Nah, Southwest Airlines mengutak-atik angka ini. Membuat konsep bagaimana supaya angka tersebut bisa diserap dengan optimal sehingga biaya yang harus ditanggung setiap penumpang jari murah.

Tahun 1973 misalnya maskapai yang kini mengoperasikan lebih dari 700 pesawat ini mampu mengangkut terbang  10 619 penerbangan dengan 3 pesawat.  Jika setahun pesawat terbang 365 hari maka bisa dihitung bahwa rata-rata tiap pesawat terbang  9,7 kali alias bisa dibulatkan menjadi 10 kali dalam sehari.

Untuk bisa membayangkan degan mudah, mari kita hitung kemampuan operasioanl Southwest itu dengan harga pesawat hari ini.  Dengan  harga  dan angka operasional sebagaimana diatas  maka rata-rata biaya penyusutan yang ditanggung dalam sekali terbang adalah Rp 41 Juta. Jika sekali terbang bisa mengangkut 150 penumpang maka biaya penyusuatan yang harus ditanggung oleh seorang penumpang adalah Rp 273 ribu. Maka, jika tiket dijual dengan harga Rp 500 ribu maka masih ada ruang untuk memperoleh laba setelah diperhitungkan biaya bahan bakar, kru penerbangan dan sebagainya.

&&&

Perang Badar, salah satu tonggak sejarah Islam terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah.  Perintah puasa Ramadhan juga turun pada tahun ke-2 Hijriah. Artinya, umat Islam menghadapi perang besar bersamaan dengan pertama kali menjalankan puasa wajib sebulan penuh. Artinya, lapar dan haus dalam menjalani ibadah pasa ramadhan bukan halangan bagi umat islam untuk produktif. Bahkan justru semakin produktif.
ikan kecil ikan besar korporatisasi1

Suksesnya perang badar di bulan Ramadhan bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk juga sukses dengan sesuatu yang besar pada bulan Ramadhan. Tentu semuanya bertumpu pada kesuksesan ibadah puasa yang ikhlas dan semata-mata mengharap ridho Allah. Ibadah puasanya sendiri mesti sukses. Selanjutnya kita tambahkan daftar kesuksesan lain seperti sukes perang Badar itu. Kesukesan produktifitas yang tinggi di bulan ramadhan.

Akan tetapi, sukses produktivitas bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Butuh konsep besar. butuh kreatifitas dan inovasi. Dalam konteks inilah apa yang dilakukan oleh Southwest Airlines menjadi sangat menginspirasi. Sehari sebuah pesawat terbang sampai 10 kali. Padahal maskapai-maskapai yang berkonsep full service terbang rata-rata jauh di bawah angka itu. Penyediaan makanan di udara menajdi salah satu penyita waktu.
anti riba bonsai1

Adanya makanan menyebabkan tiap mendarat pesawat harus membersihkan sisa-sisa makanan dan memuat makanan baru untuk penerbangan berikutnya. Aktivitas ini menjadi salah satu pemicu lamanya rentang waktu antara pesawat mendarat hingga terbang lagi.  Efeknya adalah menurunkan jumlah penerbangan yang bisa dilakukan dalam sehari. Tentu saja ini juga berefek terhadap tingginya biaya pilot, kopilot, dan kru udara. Pula terhadap biaya parkir di bandara. Belum lagi harga makanan itu sendiri. Maka, pemangkasan hidangan makanan di udara bermakna penghematan besar.  Dan itulah yang meyebabkan sebuah maskapai LCC bisa menjual tiket dengan murah.
Syirkah korporatisasi1

Bagaimana ramadhan kita tahun ini? Tetap jaga puasa yang imanan wahtisaban. Dengan keimanan dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Lalu, dalam kondisi seperti itu, renungkan bagaimana meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan atau profesi kita masing-masing.  Belajar dari Southwest yang kini adalah maskapai penerbangan terbesar dunia beromzet sekitar Rp 300 T dengan nilai sekitar Rp 430T. Menginspirasi Lion Air, Citilink, Air Asia dan maskapai-maskapai berbiaya murah lain. Dinikmati masyarakat sedunia dengan tiket murahnya.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

***Tulisan ini juga dimuat di Majalah Al-Falah, terbit di Surabaya, Mei 2019

Uzbekistan: Agar Rupiah Diterima di Mana-Mana


Setelah selesai check in di konter Uzbekistan Airways  bandara International Tashkent, Uzbekistan, saya segera memeriksa  isi dompet. Masih tersisa uang   UZS 80 ribu lebih. Uang yang jika pesawat sudah terbang dan mendarat di Jakarta tidak akan bisa dipakai. Maka, saya pun segera mencari konter penukaran uang. Saya tanyakan apakah mereka punya mata uang Rupiah. Jawabnya sudah bisa saya tebak, “tidak ada!”. Jadilah saya tukarkan uang sisa itu dengan USD 9. Nilainya memang tidak terlalu besar. Tetapi lumayan karena saya masih punya uang USD lainnya. Lumayan daripada dibiarkan berupa UZS dan tidak akan ada penukaran uang yang mau menerimanya di Indonesia. Dengan membawa pulang berupa USD mudah sekali untuk merupiahkannya kembali jika telah tiba di tanah air. Atau membiarkannya untuk dipakai bepergian ke negara manapun pada kesempatan lain.

100 000 SUM REVERS.png

UZS Pecahan 100 ribu

USD dengan mudah diterima negeri antah berantah itu. Saya sebut antah-berantah karena di negeri yang menokohkan Amir Timur ini saya benar-benar merasa sebagai orang asing. Sama sekali tidak bisa memahami bahasa mereka. Sama sekali tidak bisa membaca tulisan mereka. Penerbangan dari Jakarta  harus ditempuh sepanjang lebih dari 10 jam. Jauh sekali. Satu-satunya yang membuat saya masih merasa nyaman adalah karena Uzbekistan membebaskan visa bagi setiap pemegang paspor Republik Indonesia.

MRT Tazkent

MRT Tashkent yang sudah hadir melayani masyarakat ibu kota Uzbekistan tersebut sejak 1977

Pertanyaannya, mengapa USD bisa dengan mudah diterima di negeri antah berantah itu? Tentu ada berbagai macam penjelasan dan alasan. Tetapi dari sekian macam alasan, ada satu alasan yang saya kira sangat penting dalam konteks bisnis, bidan kerja saya. Alasan itu adalah banyaknya produk, merek dan perusahaan USA yang hadir di negeri yang tidak punya laut itu.
minang busana

Saat saya jalan kaki dari stasiun MRT bawah tanah menuju masjid Minor, salah satu masjid utama di kota itu, di kiri jalan saya jumpai sebuah gedung perkantoran berhalaman luas. Di bagian depan terpampang logo besar “British American Tobacco”, sebuah perusahaan USA.  Di etalase-etalase minuman berbagai toko dengan mudah bisa dijumpai merek-merek  Coca Cola, Fanta dan Pepsi. Pesawat Uzbekistan Airways yang saya naiki dari Bishkek Kyrgyzstan dan mendarat di Tashkent adalah Boeing 757. Di jalan-jalan kota yang tidak mengenal sepeda motor itu isinya didominasi mobil-mobil berlogo Chevrolet yang USA punya. Tentu masih banyak perusahaan dan merek USA lain yang hadir di kota yang bersih dan rapi ini. Semua perusahaan-perusahaan itu tentu membayar harga produk, royalti dan atau dividen kepada induknya di USA. Dan tentu saja mereka membayarnya dalam bentuk USD. Dan karena mereka menerima uangnya dari penjualan produk dan jasa dari pembeli lokal  berupa UZS maka tentu saja uang itu harus ditukar dengan USD. Dan karena itulah maka USD menjadi mata uang yang dibutuhkan sehingga diterima luas di negeri antah berantah itu.

taman kota tashkent

Tashkent: Taman luas nan indah di tengah kota Tashkent, Uzbekistan. Tampak patung Timur Lenk dan Hotel Uzbekistan, hotel terbesar di kota itu

Kondisi di Kyrgyzstan juga kurang lebih serupa. Saat saya membutuhkan uang untuk kebutuhan biaya hidup di Bishkek, ibu kotanya, kartu ATM saya yang diterbitkan bank di Indonesia bisa dipakai dengan mudah karena menggunakan jaringan Master atau Visa. Keduanya adalah jaringan pembayaran dari USA. Bahkan di ATM pun ada opsi menarik uang dalam bentuk USD atau KGC, mata uang setempat.

Bandara tashkent

Tashkent International Airport yang berseri dengan bunga warna warni

Bagaimana dengan Rupiah?  Yang jelas Rupiah tidak bisa dijumpai di konter penukaran uang Bandara Internasional Tashkent. Ini menunjukkan bahwa Rupiah tidak dikenal. Mengapa? Karena sepanjang penelusuran di pusat-pusat bisnis kota Tashkent maupun Bishkek saya belum menemukan produk, merek atau perusahaan Indonesia yang  hadir disana. Itulah jika ke luar negeri dan membutuhkan persediaan uang lebih aman jika yang dibawa adalah USD.

Maka, jika kita mau Rupiah menjadi seperti USD diterima di Kyrgyzstan, Uzbekistan atau negara manapun, yang harus kita lakukan adalah bekerja keras agar perusahaan-perusahaan, merek-merek dan produk-produk asal Indonesia beroperasi dan dikonsumsi disana. Dengan demikian, ketika mereka membayar harga produk, dividen dan atau royalti maka mereka akan butuh Rupiah. Dan karena Rupiah dibutuhkan, maka mata uang kebanggaan RI ini akan dengan mudah diterima di masyarakat setempat.

sungai tengah kota tashkent dekat masjid minor

Sungai indah dan bersih di samping Masjid Minor, tengah kota Tashkent, Uzbekistan

Perjalanan saya ke Kyrgyzstan dan Uzbekistan kali ini adalah dalam rangka itu. Nyales untuk produk yang kemana mana saya bawa untuk dijual. Tidak lain adalah layanan dan merek SNF Consulting sebagai sebuah consulting firm. Tentu bersama produk dan layanan klien-klien SNF Consulting. SNF Consulting punya tim konsultan yang berkedudukan dan berkewarganegaraan Kyrgyzstan. Semoga ini menjadi awalan yang kelak akan berbuah berupa diterimanya Rupiah di Bishkek maupun Tashkent. Dan peluangnya sangat besar ke belasan negara-negara eks Uni Soviet. Besar karena mereka semua menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Rusia. Mereka memiliki kultur yang sangat diwarnai oleh Rusia. Tata kotanya juga sangat Rusia banget. Dan masih banyak lagi yang sangat terwarnai oleh Rusia. Perlu ditekankan bahwa tentulah ini tidak mudah. Tetapi saya sangat suka  dengan sesuatu yang tidak mudah. Sangat tertantang.  Sebagai mantan aktivis masjid kampus bahkan sangat exited karena mereka adalah negeri-negeri mayoritas muslim. Hidup di luar negeri tapi masih bisa menjaga sholat jamaah di masjid itu serasa berada di Mulyorejo, rumah saya di Surabaya. Senang sekali bisa jika berbisnis sembari berkontribusi untuk kebaikan masyarakat luas disana. Sebagai negara-negara baru, perusahaan-perusahaan mereka butuh bantuan untuk melakukan korporatisasi. Kelak Rupiah akan diterima dimana-mana. Semoga. Aamin.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting, di Tashkent International Airport, 2 Mei 2019.

Sumber Duit Politisi Berintegritas


Saya bukan politisi. Sesuai kode etik di SNF Consulting, kantor tempat saya berkarya, saya tidak boleh menjadi politisi atau pejabat publik di level manapun di negara manapun. Dan saya secara sadar memegang teguh kode etik itu. Tulisan ini bukan dalam rangka berpolitik. Tetapi dalam rangka kontribusi saya  sebagai seorang yang sehari-hari selalu bergelut dengan manajemen dan keuangan. Kontribusi untuk dunia politik yang lebih baik. Kontribusi agar negara ini dikelola dengan lebih baik.

pegang uang

Pemicu tulisan ini adalah fenomena-fenomena yang selama ini banyak dijumpai di dunia politik  seperti politik uang, kecurangan dalam pemilu, politisi yang tertangkap tangan KPK, politisi yang dipenjara karena korupsi, kebocoran uang negara sejak tahap anggaran, pungutan liar,  laporan keuangan dengan dokumen transaksi palsu, korupsi di dunia pendidikan, dan sebagainya. Bagaimana memperbaikinya? Siapa yang harus memperbaikinya? Mulainya dari mana, ayam dulu apa telur dulu? Saya akan menuliskannya dalam bentuk poin-poin.

  1. Jujur dan tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan hak adalah dua prinsip dasarnya. Prinsip integritas. Para orang tua yang ingin negeri ini lebih baik wajib menanamkannya tanpa kompromi kepada anak-anak sejak dalam kandungan. Jangan memberi makanan dan nafkah untuk anak-anak kecuali dengan sumber yang sesuai dengan prinsip dasar itu. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa seseorang beriman itu bisa jadi pengecut atau kikir, tapi tidak mungkin jadi penipu. Keimanan dan bohong tidak bisa berkumpul di satu orang. Prinsip integritas adalah bagian utama dari keimanan.
  2. Dalam rangka ini saya pernah memberi contoh kecil kepada anak-anak. Menempuh perjalanan sekitar 150 km demi membayar harga sebiji pisang goreng di sebuah warung yang belum terbayar karena lupa saat menghitung. Kejadian itu diingat dan terpatri kuat di jiwa mereka.
  3. Setelah beres dalam urusan integritas, seiring dengan kedewasaannya anak-anak akan memilih bidang karir. Pilihan bisa macam-macam. Dokter, entrepreneur, tentara, polisi, pegawai negeri, pegawai perusahaan, direktur, manajer, artis, dosen, peneliti, dan sebagainya. Dari berbagai pilihan karir, sebagai masyarakat haruslah ada sebagian dari anak-anak yang menjadi politisi.
  4. Dalam konteks dunia modern dengan era korporatisasinya, untuk sukses setiap pilihan karir apapun harus dijalani dengan sepenuh waktu, sepenuh keahlian, sepenuh integritas, dan sepenuh jiwa. Tujuannya adalah agar unggul dalam persaingan di bidangnya. Menjadi pribadi cemerlang yang berprestasi maksimal di bidangnya masing-masing. Termasuk yang memilih karir di dunia politik. Mereka harus menjadi politisi full time. Politisi sepenuh waktu yang mendedikasikan seluruh hidupnya melalui dunia politik. Menjadi politisi yang bermanfaat maksimal bagi bangsa, negara dan masyarakat yang lebih luas lagi
  5. Gambaran dari berprestasi maksimal di bidangnya misalnya yang memilih berkarir di militer mencapai pangkat jenderal, di akademik menjadi guru besar produktif menghasilkan ilmu, di perusahaan menjadi CEO, di bidang keagamaan menjadi ulama produktif dalam karya sekelas HAMKA, di bidang politik jadi presiden seperti Bung Karno
  6. Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh pejuang semasanya adalah inspirasi utama bagi para politisi. Mereka adalah para pejuang di bidang politik yang bekerja secara full time. Soekarno dan Hatta tidak memiliki pekerjaan lain di luar bidang politik. Beliau adalah politis full time. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan uang untuk sumber nafkah bagi diri dan keluarganya? Jawaban pertanyaan ini sangat krusial untuk memperbaiki karut marut dunia politik di negeri ini. Untuk membebaskan negeri ini dari korupsi dan politik uang.
  7. Dari mana sumber nafkahnya? Logisnya pasti ada orang atau pihak lain yang mendukung kebutuhan finansial mereka. Bisa ayah ibunya, keluarganya, kawan-kawan terdekatnya, atau masyarakat yang tergerak untuk mendukung misi perjuangannya.
  8. Jadi modelnya adalah para politisi berintegritas bekerja full time sejak muda (sejak bangku kuliah) sampai puncak karir dengan dukungan finansial dari pihak lain baik untuk nafkah hidup pribadi beserta keluarganya maupun dana perjuangan. Target puncak karirnya adalah menjadi presiden yang akan mengelola negeri ini dengan integritas. Negeri yang terbebas dari korupsi, nepotisme, mark up, politik uang, kecurangan, penipuan dan segala keburukan lainnya. Para politisi yang mempertaruhkan seluruh kehidupan dunia akhiratnya di bidang politik dengan integritas penuh. Dengan niat yang ikhlas,  Jika meninggal dalam perjuangan, mereka tercatat sebagai syuhada oleh-Nya dan pahlawan bagi negeri ini
  9. Pertanyaannya, siapa yang saat ini harus berkontribusi untuk nafkah pribadi beserta keluarga serta dana perjuangan para politisi full time berintegritas dunia akhirat tersebut? Tidak lain adalah Anda profesional di luar bidang politik yang menginginkan perbaikan negeri ini. Yang menginginkan negeri ini maju dalam naungan rahmat Allah Yang Maha kuasa sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 45.
  10. Jika Anda setuju dan siap menjadi penyandang dana pertanyaan berikutnya adalah siapa politisi yang akan didukung? Pada tahap awal silahkan Anda mencari sendiri anak-anak muda berintegritas di sekitar Anda yang sudah menunjukkan ketertarikan dan potensi di bidang politik. Dekati dan biayai mereka dengan uang hasil kerja Anda sebagai profesional  atau pengusaha. Niatkan untuk dana perbaikan masyarakat dan bangsa ini.
  11. Selanjutnya, suatu saat hubungan antara politisi full time berintegritas dengan penyandang dananya sudah dilakukan oleh banyak orang dan makin berkembang. Ketika itu, kita butuh badan-badan hukum legal formal yang bekerja mengelola dana seperti ini. Sebagai alternatif, legalitasnya bisa bernaung dibawah Undang Undang Wakaf sebagai nazir. Tugasnya adalah mengelola mengedukasi masyarakat untuk menyumbang dana abadi melalui skema wakaf untuk dirupakan aset-aset produktif sesuai portofolio investasi. Harvard Management Company yang aset kelolaan nya sekitar Rp 400 T bisa menjadi benchmark pengelolaan.
  12. Sebagai inspirasi tambahan apa yang selama ini telah berjalan di desa-desa bisa dicontoh. Di desa kelahiran saya, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Kepala desa beserta seluruh perangkat desa mendapatkan kompensasi finansial dari tanah milik desa yang dalam istilah setempat disebut bengkok. Kepala desa misalnya mendapatkan jatah tanah bengkok seluas 7 hektar.  Total tanah milik desa untuk keperluan ini adalah 30 Hektar. Pemanf tanah menjadi hak kepala desa beserta perangkatnya selama masa jabatannya. Jika disewakan nilainya adalah sekitar Rp 20 juta per hektar per tahun. Dengan demikian seorang kepala desa bisa bekerja penuh melayani masyarakat desa dengan kompensasi senilai Rp 140 juta per tahun atau sekitar Rp 11,6 juta per bulan. Cukup untuk hidup wajar di desa.
  13. Permasalahan sudah begitu banyak dan krusial. Lalu, mana yang harus diselesaikan dulu? Ayam atau telur dulu? Tidak usah dipilih. Ikuti aja cara McD. Telur dan ayam dijadikan satu piring pada menu scrambled egg. Makan aja keduanya bersama-sama jadi lebih nikmat heheheh.

Bagaimana? Anda sudah menangkap konsepnya? Ingin negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur? Ingin negeri ini gemah ripah loh jinawi? Ingin negeri ini maju, modern, adil, makmur dan jaya melindungi segenap bangsa dan terdepan dalam percaturan masyarakat antar bangsa? Ayo berkontribusi. Mulai sekarang!

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

**Ditulis di kota pahlawan pada tanggal 18 April 2019  oleh Iman Supriyono, konsultan senior dan CEO SNF Consulting

Baca juga….
Biaya poltik mahal tidak masalah
Hipokrasi pengusaha berpolitik
Pengusaha jangan masuk politik
Korporasi nasionalis pancasilais
Prestasi bisnis 78 tahun merdeka
Tazkent: Agar rupiah diterima dimana-mana
Bank pengibar merah putih di 18 negara
Pejuang kini pejuang dahulu

Investing, Operating & “Banci” Company


“Sandiaga Uno itu kerjanya membeli perusahaan bobrok kemudian diperbaiki dan dijual”. Pernyataan ini menjadi opini banyak orang yang dianggap benar. Tetapi sejatinya ini adalah opini yang mengandung kesalahan besar.  Tugas saya sebagai konsultan di SNF Consulting untuk menjelaskannya. Apa kesalahannya? Mestinya bagaimana? Pelajaran apa yang bisa diambil? Berikut ini penjelasannya.

tarik tambang

Operating company dan investing company memiliki sifat yang saling berlawanan

  1. Kesalahan pertama adalah menyebut “Sandiaga Uno” sebagai subyek. Menyebut orang pribadi sebagai subjek bisnis modern adalah sebuah kesalahan. Tetapi ini adalah kesalahan jamak di negeri ini.  Orang jawa menyebutnya salah kaprah. Kesalahan yang tidak bisa membedakan antara orang pribadi dengan korporasi. Perorangan dengan perusahaan. Kesalahan yang akan berakibat kesalahan dalam memahami percaturan bisnis.
  2. Sekedar gambaran, kesalahan sejenis pernah terjadi saat debat calon presiden beberapa waktu lalu. Saat itu salah satu kandidat presiden menyampaikan bahwa rivalnya memiliki lahan ratusan ribu hektar. Si rival pun mengiyakan pernyataan itu dan menyatakan bahwa dirinya siap mengembalikan lahan tersebut  kepada negara jika diperlukan. Kedua kandidat telah menunjukkan kesalahan berupa tidak membedakan antara orang pribadi dengan perusahaan.
  3. Yang benar, tidak ada seorang pun di negeri ini yang memiliki lahan ratusan ribu hektar karena memang yang demikian tidak diijinkan oleh regulasi. Yang boleh memiliki lahan ratusan ribu hektar hanya badan hukum yang dalam hal ini adalah perseroan terbatas alias PT. Dan dalam Undang Undang PT, kepemilikan perusahaan sama sekali dipisahkan dari kepemilikan pemegang saham atau pendirinya. Bahkan perpindahan aset dari perusahaan kepada pemegang saham perorangan melalui dividen dipajaki final 10%. Andai sang rival faham, dia bisa menjawab begini “silakan Bapak periksa laporan aset saya di KPK, di direktorat jenderal pajak, atau boleh juga diaudit ulang sekarang juga. Saya sama sekali tidak memiliki aset dimaksud”.
  4. Kembali ke judul, yang dimaksud “Sandiaga Uno” itu semestinya adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., selanjutnya disebut Saratoga. Saratoga adalah sebuah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia.  di Saratoga,  Sandiaga Uno adalah pendiri, pemegang sekitar 25% saham, dan sekaligus sebagai direktur utama sebelum akhirnya mengundurkan diri ketika masuk ke dunia politik
  5. Di dunia bisnis dikenal ada dua jenis perusahaan. jenis pertama adalah operating company alias perusahaan operasional, selanjutnya disebut OC. Jenis kedua adalah investing company alias perusahaan investasi alias holding company, selanjutnya disebut IC. OC versus IC. Ciri utama OC adalah memiliki pendapatan operasional yaitu dari penjualan barang dan jasa. Sebaliknya, ciri utama IC adalah tidak memiliki pendapatan operasional. Pendapatannya murni dari dividen dan capital gain saat saham yang dimilikinya dijual. Capital gain adalah selisih antara harga jual dengan harga beli sebuah aset, termasuk saham.
  6. Di dunia bisnis global ada banyak IC seperti Berkshire Hathaway, Blackrock, Fidelity, State Street, dan lain-lain. Silakan baca tulisan saya khusus tentang ini disini.  Blackrock misalnya adalah IC listed yang berdiri tahun 1988 di USA dengan aset kelolaan  saat ini sekitar IDR 84 ribu Triliun.
  7. Saratoga adalah sebuah IC. Berikut ini gambarannya. Pada laporan tahunan terbarunya saat saya menulis artikel ini, laporan tahunan 2017, sebagai IC Saratoga menempatkan asetnya sebagai saham pada 22 perusahaan lain. Dari jumlah tersebut, 11 diantaranya adalah perusahaan tercatat di lantai bursa. Perusahaan tempat IC menempatkan asetnya disebut investee. Total nilai aset Saratoga yang sebagian besar berupa saham pada 22 investee tersebut adalah IDR 26,630T. Sepanjang 2017 Saratoga memperoleh pendapatan berupa dividen sebesar  IDR 882 Milyar.
  8. Sebagai IC, Prinsip kerja Saratoga adalah “jangan taruh telurmu pada satu keranjang” alias menyebar aset pada banyak perusahaan berbagai sektor. Kontras dengan OC yang fokus pada sebuah bidang core competence.  Pada PT Adaro Energy Tbk. misalnya sebagai salah satu investee, Saratoga hanya memiliki 15,18% saham. Inilah konsekuensi menyebar aset. Tidak mungkin masuk sebagai pemegang saham porsi besar pada sebuah investee.  Pada PT Merdeka Gold and Copper Tbk. dengan tambang emasnya di Tumpang Pitu Banyuwangi misalnya, Saratoga hanya memiliki 18,94% saham. Inilah karakter utama IC, tidak mau dan tidak mungkin menjadi pemegang saham pengendali. Dengan demikian, status Adaro maupun Merdeka adalah investee, bukan anak perusahaan. Si IC sendiri disebut sebagai investor. Jadi hubungannya adalah investee dan investor.
  9. Sebaliknya, jika membeli saham sebuah perusahaan, sebuah OC akan masuk dengan 100% (tepatnya mendekati 100% karena sebuah PT minimal memiliki dua pemegang saham, tidak bisa 100% dimiliki oleh satu pemegang saham). Sebagai gambaran adalah apa yang dilakukan oleh Danone (asal Prancis), saat membeli Aqua (asal Indonesia)  atau IHH (asal Malaysia) saat membeli Mount Elizabeth Hospital (asal Singapura). Baik Aqua maupun Mount Elizabeth sebelumnya adalah perusahaan tercatat di lantai bursa. Dengan demikian maka pemegang sahamnya banyak. Ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan. Begitu melakukan akuisisi, baik Danone maupun IHH langsung melakukan tender offer yaitu menawarkan harga mahal untuk pembelian saham milik pemegang saham lain. Setelah semua saham terbeli, Aqua dan Mount Elizabeth ditarik dari lantai bursa alias delisted.   Menjadi perusahaan non listed. Tujuannya adalah agar IHH atau Danone bisa 100% memegang kendali. Bisa memperlakukan perusahaan yang sahamnya dibeli menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dalam kontrol. Hubungannya menjadi anak perusahaan (subsidiary)-induk perusahaan (parent company). Danone adalah parent company bagi Aqua sebagaimana IHH adalah parent company bagi Mount Elizabeth Hospital. Dengan kata lain, Aqua adalah anak perusahaan (subsidiary) bagi Danone sebagaimana Mount Elizabeth Hospital adalah anak perusahaan (subsidiary) bagi IHH. Danone adalah OC dalam bidang consumer good. IHH adalah OC di bidang rumah sakit.
  10. Karena perbedaan yang 180 derajat, transaksi pembelian saham oleh OC diberi sebutan yang berbeda dengan transaksi pembelian saham oleh IC. Transaksi pembelian Aqua oleh Danone atau Mount Elizabeth oleh IHH disebut akuisisi. Berbeda dengan transaksi pembelian saham Adaro oleh Saratoga yang disebut sebagai investasi. Akuisisi versus investasi.
  11. Mungkinkah sebuah IC membeli perusahaan bobrok untuk diperbaiki dan selanjutnya dijual? Tidak mungkin. Bagaimana bisa memperbaiki jika tidak mengendalikan? Dengan saham kecil hanya belasan persen atau bahkan kurang, Saratoga tidak bisa mengambil keputusan yang bersifat memaksa kepada investee. Tidak bisa mengendalikan. Ide apapun tentang perusahaan investee sifatnya hanya usulan. Keputusannya tergantung hasil voting oleh seluruh pemegang saham di RUPS.
  12. Sebagai gambaran akan peran IC yang seperti ini adalah apa yang dilakukan Saratoga pada tahun 2015-2017. Pada masa tiga tahun Saratoga menemukan 327 perusahaan yang berpeluang menjadi investee. Dari angka tersebut hanya 145 yang masuk tahap berikutnya yaitu tahap penilaian awal (preliminary assessment). Selanjutnya dari 145 hanya 97 yang ditindaklanjuti dengan tahap desktop diligence. Kemudian hanya terpilih 14 yang masuk pada tahap term sheet. Dari 14 hanya 5 yang benar-benar menjadi investee. Ringkasnya, hanya 1,5% dari peluang yang akhirnya benar-benar menjadi investee. Yang  98,5% dibuang. Sangat amat selektif. Tujuannya adalah dalam rangka menurunkan risiko mengingat sebagai investor sebuah IC relatif “tidak bisa berbuat apapun” kepada investee kecuali mempercayakan duitnya pada manajemen si investee.
  13. Membeli perusahaan bobrok dan memperbaikinya hanya mungkin dilakukan oleh OC yang memang 100% mengendalikan penuh subsidiary-nya. Mengganti direktur atau mengubah strategi si subsidiary  tidak perlu rapat macam-macam. Cukup tanda tangan direktur si parent. Nasib Aqua saat ini sepenuhnya ada pada kendali Danone. Nasib Mount Elizabeth saat ini sepenuhnya ada pada kendali IHH. Jika butuh tambahan modal, Mount Elizabeth atau Aqua tinggal minta kepada induknya. Tidak perlu repot-repot ke lantai bursa. Si Induk saja yang menerbitkan saham baru di lantai bursa di negara asalnya.
  14. Dengan memegang saham 100%, apakah sebuah parent company dijamin sukses dalam memperbaiki perusahaan bobrok yang diakuisisinya? Tidak. Sekedar contoh, Southwest Airlines gagal ketika mengakuisisi Muse Air. Southwest adalah sebuah maskapai penerbangan pelopor konsep low cost carrier (LCC). Saat ini adalah  maskapai penerbangan terbesar di dunia dalam hal omzet, laba, aset dan kapitalisasi pasar menurut Forbes.  Southwest adalah OC. Muse Air adalah sebuah maskapai LCC yang merugi.  Pada tahun 1985 Southwest mengakuisisi Muse air. Untuk perbaikan tahun 1986 Southwest melakukan rebranding Muse Air menjadi TranStar. Tahun 1987 Southwest menyerah dan melikuidasi TranStar.
  15. Gambaran lain, Unilever, sebuah OC juga, sepanjang sejarahnya yang lintas abad sangat rajin mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain. Rajin mengakuisisi merek yang telah ada di pasar disamping juga terus mengembangkan produk dan merek baru sendiri. Sampai akhir tahun 2000 dari hasil akuisisi plus merek yang dibuatnya sendiri Unilever memiliki sekitar 1600 merek consumer good. Namun demikian, pada tahun 2001 kampium fast moving consumer good asal Belanda tersebut “menyerah”dengan menjual sekitar 700 mereknya dan tinggal memegang sekitar 900 merek. Ini adalah dalam rangka penataan portofolio merek Unilever. Hasilnya, tahun 2012 Unilever memiliki 14 merek utama yang masing-masing menghasilkan omzet lebih dari EUR 1 Milyar per tahun.
  16. Dalam dikotomi IC versus OC, ada perusahaan yang “banci”. Perusahaan seperti ini tidak memiliki karakter yang jelas. Disebut OC bukan, disebut IC juga bukan. Contohnya di Indonesia adalah PT Astra International Tbk. Perusahaan ini mendirikan dan membeli saham berbagai perusahaan dalam persentase saham yang besar diatas 51%. Sekedar contoh, Astra International memiliki saham Astra Otopart Tbk sebesar 80%. Secara saham posisinya mengendalikan sehingga hubungannya adalah subsidiary-parent. Tapi Astra Autopart adalah listed company sehingga Astra International tidak bisa 100% mengendalikan.  Yang demikian ini bisa dikatakan terjadi pada semua anak perusahaan Astra.
  17. Astra International masuk berbagai sektor seolah berprinsip “jangan taruh telur pada satu keranjang” ala IC. Tapi ternyata tidak juga karena kepemilikan sahamnya dalam persentase besar-besar. Posisinya jadi tidak jelas antara mengendalikan dengan tidak. Tidak jelas antara “menyebar telur”dengan tidak.
  18. Ketidakjelasan ini berakibat kinerjanya tidak optimal. Sebagai gambaran bisa dibandingkan antara Astra International dengan Hyundai Motor. Astra berdiri tahun 1957. Hyundai Motor berdiri tahun 1967. Keduanya dalam waktu masuk sektor otomotif dengan memproduksi dan menjual mobil milik perusahaan lain. Astra dengan Toyota Kijang kotaknya. Hyundai dengan Ford Cortina. Bedanya, karena Hyundai tegas sebagai OC bidang otomotif kini telah menjadi perusahaan prinsipal mobil global. Perusahaan otomotif terbesar keempat dunia yang hanya kalah oleh GM, VW dan Toyota. Perusahaan terbesar ke 147 dunia dalam hal omzet, laba, aset dan kapitalisasi pasar dalam daftar 2000 perusahaan terbesar dunia Forbes. Astra tidak masuk Forbes 2000.
  19. Dengan ketidakjelasan antara IC dan OC tersebut, posisi Astra adalah perusahaan konglomerasi. Perusahaan yang berbisnis di bermacam-macam sektor. Perusahaan seperti ini akan sangat sulit memiliki merek sendiri. Sulit menjadi perusahaan prinsipal. Kecenderungannya hanya akan menjualkan merek perusahaan lain seperti Astra hingga saat ini.
  20. Jika mau, Astra bisa mengkoreksi strateginya secara bertahap bertransformasi menjadi IC. Anak-anak perusahaan saat ini di korporatisasi. Didorong untuk terus-menerus menerbitkan saham baru untuk tumbuh pesat menjadi perusahaan prinsipal pemilik merek. Saham Astra sebagai induk akan terus terdilusi tetapi nilainya meningkat berlipat. Suatu saat Astra tinggal menjadi pemegang saham proporsi kecil-kecil khas IC.
  21. Transformasi seperti ini secara sukses dilakukan oleh Tata dari India dan Samsung dari Korea Selatan. Perusahaan-perusahaan yang kini menyandang nama Tata atau  Samsung di berbagai bidang posisinya bukan  lagi sebagai anak perusahaan. Telah menjalani proses korporatisasi membesar sehingga kini tidak ada lagi pesaham pengendali alias menjadi fully public company yang merek-mereknya menguasai pasar berbagai negara.
  22. Bagaimana, Anda sudah bisa membedakan antara perorangan, korporasi, IC dan OC? Anda pelaku bisnis? Segera perbaiki arah strategi perusahaan Anda untuk tumbuh membesar hadir di berbagai negara. Yang OC akan menjadi prinsipal fully public company raksasa tanpa pesaham pengendali yang mereknya diterima pasar di berbagai negara. Yang IC akan memiliki pundi-pundi puluhan ribu triliun seperti Blackrock yang aset kelolaannya lebih dari IDR 84 ribu Triliun dengan investee ribuan perusahaan OC terbaik yang hadir di berbagai negara. Semoga.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

**Ditulis oleh Iman Supriyono, konsultan senior dan direktur SNF Consulting, pada tanggal 16 April 2019 di SNF Consulting House of Management,  Surabaya.

Max: Jangan Sandarkan Bisnis Pada Kekuasaan


Rabu, 13 Maret 2019 waktu Washington. Presiden Trump mengumumkan larangan terbang seluruh pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9, selanjutnya saya sebut Max, di wilayah USA. Sebuah keputusan penting setelah datangnya tekanan dari dalam maupun luar negeri pasca jatuhnya pesawat laris itu di Ethiopia menyusul kecelakaan serupa di Indonesia beberapa bulan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Boeing adalah pabrikan pesawat terbesar dunia. Dan seri 737 adalah sumber utama pendapatannya. Sejauh ini lebih dari 10 ribu seri 737 telah diproduksi. Pertama kali pencapaian volume produksi 5 digit sepanjang sejarah umat manusia. Saat si Max telah mengantongi lebih order sebesar dari 5000 unit. Lebih dari 300 pesawat Max telah beroperasi di berbagai negara. Harga satu unit Max adalah sekitar USD 100 Juta alias sekitar Rp 1,4 Trilyun. Dengan demikian, pengumuman larangan terbang oleh Presiden Trump berakibat Boeing berpotensi kehilangan order senilai sekitar Rp 7000 Trilyun lebih.

Boeing Max Lions

Boeing 737 MAX yang dioperasikan oleh Lion Air

Tahun 2018 Boeing mencatatkan penjualan senilai USD 101,1 Milyar alias sekitar Rp 1 415 Trilyun. Angka tersebut adalah naik 8% dari tahun sebelumnya. Dengan omzet tersebut perusahaan yang didirikan oleh William Boeing itu mencatatkan laba USD 10,5 Milyar alias Rp 147 T. Laba tersebut naik 24% dari tahun sebelumnya. Yang tidak kalah menarik lagi adalah arus kas hasil operasi sebesar USD 15,3 Milyar alias Rp 214 T yaitu naik 15% dari periode sebelumnya. Angka Boeing benar-benar raksasa dalam skala bisnis global. Boeing adalah perusahaan terbesar ke-52 dunia.

@@@

Pebisnis harus masuk kekuasaan untuk mengamankan pundi-pundi uangnya. Pebisnis harus masuk politik untuk mengamankan sumber rupiahnya. Ini adalah pernyataan-pernyataan seputar hubungan bisnis dan kekuasaan. Seputar hubungan antara bisnis dengan politik. Pernyataan-pernyataan itu sedemikian sering muncul baik secara verbal maupun secara tulisan. Begitu seringnya sampai-sampai dianggap seolah-olah sebagai kebenaran. Apa memang demikian? Kasus larangan terbang Boeing 737 Max memberikan pembuktian sebaliknya.

Sampai dengan saat ini USA adalah negara adidaya. Secara ekonomi, PDB USA masih jauh diatas RRC si nomor 2. Secara bisnis kekuatan juga tercermin dari peran perusahaan-perusahaan asal negeri Paman Sam di percaturan bisnis global. Sekitar 30% dari 2000 perusahaan terbesar dunia (berdasarkan omzet, laba, aset dan kapitalisasi pasar) dalam daftar Forbes berasal dari USA. Tidak hanya itu, 7 dari 10 perusahaan investasi dengan aset kelolaan terbesar dunia adalah dari USA. Secara politik USA juga terasa sekali keadidgayaannya. Ini misalnya tercermin dari pemindahan Kedubes USA dari Tel Aviv ke Yerusalem beberapa waktu lalu. Tidak ada yang mampu menghalangi keputusan ini yang diprotes banyak kalangan ini.

Nah, kasus Max menunjukkan bahwa supremasi USA di ekonomi, politik, militer, maupun supremasi secara umum tidak mampu melindungi kepentingan Boeing. Padahal Boeing adalah simbol supremasi USA di industri penerbangan. Dan keputusan pemerintah USA untuk melarang si Max terbang akan sangat melemahkan Boeing melawan Airbus si pesaing utamanya. Bahkan pelarangan USA setelah sebelumnya berbagai negara juga sudah melarangnya berpotensi berakibat batalnya order lebih dari 5000 pesawat seperti yang disebut di atas.

Posisi USA sebagai negara super power saja ternyata tidak mampu melindungi perusahaan andalan negerinya. Apalagi pemerintah yang lemah dan mudah ditekan oleh luar negeri. Inilah bantahan telak terhadap pernyataan bahwa kekuasan dan politik dibutuhkan untuk melindungi bisnis.

Pembaca yang baik, kasus Max memberi pelajaran kepada kita tentang pentingnya nilai untuk pelanggan. Pentingnya value. Nilai di mata pelanggan jauh lebih penting dari kekuatan negara. Presiden Trump yang selama ini dikenal sering membuat kebijakan yang melindungi kepentingan negaranya tanpa peduli kepentingan negara lain pun tidak berdaya. Maka, Anda para pebisnis jangan tergoda masuk politik. Jangan tergoda merebut kekuasaan. Fokuslah pada penciptaan nilai untuk pelanggan.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Tulisan ini juga dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

Bisnis Asing: Analogi Sepak Bola


Tarian 10 jemari saya di atas keyboard laptop kali ini dipicu oleh komentar seorang kawan terhadap posting saya di Facebook tentang tetangga kantor SNF Consulting. Setelah kemarin saya poting tentang Regus, pagi ini Vivo. Komentar yang saya maksud adalah terhadap perusahaan asal RRC ini.  Saya posting logo Vivo dengan caption bahwa karena berkantor persis di depan kantor SNF Consulting, maka jangan heran akan banyak orang bercakap menggunakan bahasa Mandarin di lorong depan kantor hingga lift menuju lobi gedung. Mereka adalah staf kantor pusat Vivo. Kawan ini berkomentar “Semoga yang menyaksikan mereka hilir-mudik itu tidak ada yang mbatin “Bangsa kita dikuasai aseng””.  Maka saya menuliskan isu menarik ini dalam poin-poin berikut ini

sepak bola1

persaingan era modern itu seperti permainan sepak bola

  1. Bahwa sudah sejak sekitar 150 tahun lalu perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia menyadari bahwa masuk dan melayani pasar berbagai negara adalah keharusan untuk memenuhi skala ekonomi. Meningkatkan volume produksi sehingga barang dan jasa bisa dijual kepada masyarakat luas seluruh dunia dengan harga yang terjangkau. Unilever misalnya, agar biaya riset untuk menghasilkan produk baru bisa dibebankan pada setiap unit produk dengan harga murah maka dalam setahun dua tahun setelah diluncurkan, produk tersebut harus terjual ke pasar lebih dari 20  Itulah mengapa hanya perusahaan sekelas Unilever yang mampu membiayai riset secara berkelanjutan untuk menghasilkan temuan baru di bidang bisnisnya
  2. Untuk memenuhi kebutuhan ekspansi ke berbagai negara tersebut, perusahaan membutuhkan modal dalam jumlah besar dengan biaya modal (cost of capital) murah. Ini tidak bisa dipenuhi kecuali perusahaan melakukan korporatisasi secara terus-menerus. Itulah mengapa penguasa pasar dunia dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan fully public company yang tidak ada pemengang saham pengendali hasil dari proses korporatisasi secara terus-menerus

    Logo SNF Consulting dengan tagline korporatisasi efek star

    Korporatisasi adalah strategi tepat ala “permainan sepak bola” di dunia bisnis

  3. Kini adalah era dimana komunikasi melalui internet, transportasi dan akomodasi antar negara menjadi sangat murah sehingga bepergian ke luar negeri makin terjangkau oleh makin banyak orang. Akibatnya, dunia cenderung seragam. Merek yang dikenal di sebuah negara dengan mudah juga akan dikenal di negara-negara lain di seluruh dunia. Batas-batas negara bagi anak-anak milenial hanyalah sekedar masalah paspor. Saya merasakan betul melalui anak-anak saya yang sejak SMA sudah belajar dan tinggal di negara-negara lain.
  4. Dalam kondisi makin pudarnya batas-batas antar negara, pemenang persaingan bukanlah negara yang sama sekali tidak dimasuki produk atau perusahaan dari luar negeri. Analoginya jadi seperti pertandingan sepak bola. Dalam permainan bola, pemenenangnya bukanlah kesebelasan yang gawangnya sama sekali tidak dibobol lawan. Pemenangnya adalah kesebelasan yang membobol gawang lawan lebih banyak dari pada gawangnya dibobol lawan. Kesebelasan yang menghabiskan energi agar gawangya tidak dibobol lawan justru tidak mungkin menang karena kehilangan daya untuk menyerang
  5. Di dunia bisnis, pemenang persaingan bukanlah negara yang sama sekali tidak dimasuki produk atau perusahaan asing. Pemenang adalah negara yang produk dan perusahaannya masuk ke pasar asing lebih banyak dari pada perusahaan atau produk asing masuk ke negerinya. Ini adalah hukum bisnis baru era milenial yang tidak bisa dihindari
  6. Maka, kita tidak akan memang jika menghabiskan energi untuk menahan masuknya produk atau perusahaan asing karena akan kehilangan daya serang. Sadarlah bahwa masuknya produk atau perusahaan asing sudah terjadi sejak pra kemerdekaan dan tidak mungkin dihindari. Sepatu Bata misalnya sudah masuk ke tanah air jauh sebelum kemerdekaan sedemikian rupa hingga merek dari Republik Cheko ini sering dianggap sebagai merek lokal
  7. Sekedar ilustrasi tambahan, kita sering mendengar protes mengapa bank-bank kita tidak bisa masuk pasar Malaysia dan Singapura sementara bank mereka masuk ke pasar RI sampai ke kota-kota kecil. Ini adalah kesalahan kita sendiri. Selama ini kita berpikir bahwa masuk ke pasar Malaysia atau Singapura adalah dengan membuka kantor cabang Bank Mandiri atau bank lokal lain di negeri jiran tersebut. Ini adalah pemikiran salah dalam bisnis. Masuk ke pasar luar negeri adalah melalui akuisisi perusahaan setempat. Maybank menyiapkan diri secara internal melalui korporatisasi sehingga mampu mengakuisisi bank BII yang kemudian diubah menajadi Maybank. Bank OCBC Singapura masuk melalui akuisisi bank NISP yang kemudian diubah menjadi bank OCBC NISP. Mereka masuk ke pasar RI melalui strategi logis akuisisi. Sementara Bank Mandiri dkk. tidak bisa melakukannya karena cost of capital tinggi akibat proses korporatisaasinya berhenti

    Ekonomi ibarat sepak bola1

    Bisnis ibarat sepak bola. Apa peran perusahaaan Anda dalam “sepak bola” ekonomi dunia?

  8. Tentang masuknya perusahaan perusahaan RRC ke RI itu adalah konsekuensi logis dari kekuatan ekonomi dunia. Dulu ketika negara dengan kekuatan ekonomi nomor dua dunia adalah Jepang, maka negeri Matahari Terbit inilah yang paling rajin masuk ke pasar RI setelah si nomor satu USA. Kini karena RRC sudah menggeser Jepang dan menjadi kekuatan ekonomi nomor dua maka wajar jika perusahaan-perusahaan RRC menyusul USA menguasai pasar negeri ini. Mereka masuk dengan mengandalkan cost of capital yang murah untuk mendukung strategi harga produk murahnya. Sebuah alternatif untuk strategi akuisisi. Inilah juga yang dilakukan oleh Vivo yang berkantor di depan kantor SNF Consulting
  9. Jika masuknya perusahaan-perusahaan USA dibarengi dengan masuknya personel-personel mereka yang berbahasa Inggris, wajar jika masuknya Vivo juga diikuti dengan masuknya personel-personel mereka yang berbahasa Mandarin
  10. Maka, fokuslah pada penguatan perusahaan-perusahaan RI untuk bisa masuk ke pasar dunia dengan cost of capial rendah yang hanya mungkin dilakukan melalui korpooratisasi. Pelajari, pahami dan lakukan korporatisasi secara terus-menerus pada perusahaan-perusahaan RI agar berkemampuan membobol gawang lawan. Beberapa sudah mulai seperti Alfamart yang masuk Filipina atau Ciputra yang masuk Vietnam. Perusahaan-perusahaan lain harus segera menyusul. Ituah peran Anda para pengelola perusahaan
  11. Bagaimana peran individu? Korporatisasi perusahaan membutuhkan dana besar dari para investor. Munculnya dana besar hanya bisa terjadi pada masyarakat berbudaya investasi. Peran individu adalah menjadikan diri sendiri berbudaya investasi. Teknisnya adalah menyisihkan pendapatan bulanan paling tidak 10% untuk berinvestasi menjadi pemegang saham berbagai perusahaan baik perusahaan listed di lantai bursa maupun perusahaan yang belum listed. Anda harus melakukannya sejak gaji pertama. Jika terlanjur, hitunglah seluruh gaji Anda sejak gaji pertama dan segera sisihkan 10% dari seluruh gaji tersebut sebagai investasi dengan memiliki saham berbagai perusahaan. Logikanya mirip qodho dalam puasa. Jika karena sebuah alasan Anda tidak bisa puasa ramadhan, Anda wajib membayarnya di kemudian hari. Wajib puasa qodho. Terapkan logika ini pada investasi dari gaji.
  12. Orang yang melakukan investasi suatu saat pendapatan dividennya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat inilah Anda disebut bebas finansial. Jadi, budaya investasi mengandung manfaat bagi kekuatan ekonomi negara sekaligus manfaat bagi keuangan pribadi. Jangan hanya marah dengan menyalahkan asing dan aseng. Bertindaklah secara pribadi dengan menjadi investor. Bertindaklah sebagai pengelola perusahaan dengan melakukan korporatisasi. Jelas son? Hehehe… Ayo segera cetak gool….

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup WA atau Telegram SNF Consulting

Ditulis di SNF Consulting,  21 Maret 2019. SNF Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen untuk korporatisasi perusahaan.

Jual Beli Saham, Halal atau Haram?


Pertanyaan ini sering  muncul di berbagai kesempatan. Saya harus menjawabnya tetapi saya bukan ahli fiqh. Maka, jawaban itu sebenarnya kembali kepada Anda para pembaca. Tulisan ini akan mempermudah Anda mengambil kesimpulan:

anak makan

Sebagai hamba-Nya, kita wajib memastikan bahwa apa yang kita makan bersama keluarga adalah 100% halal

  1. Saham adalah satuan kepemilikan badan hukum perseroan terbatas (PT). Mengharamkan saham berarti mengharamkan keberadaan PT. Saya belum pernah membaca fatwa ulama fiqh yang mengharamkan badan hukum PT.
  2. Karena saham adalah aset yang halal maka memilikinya dengan cara yang halal (melalui jual beli, hibah atau wakaf) juga halal.
  3. Orang yang sepenuhnya memiliki aset halal bisa menjualnya sewaktu-waktu kepada siapapun dengan harga berapapun dengan alasan apapun. Misalnya Anda baru saja membeli aset berupa laptop dan laptop tersebut sudah sepenuhnya Anda miliki. Terhadap laptop itu Anda bisa menjualnya kapan saja kepada siapa saja dengan harga berapa saja dengan alasan apapun sesaat setelah Anda memilikinya. Tidak ada batas waktu minimum kepemilikan untuk bisa menjualnya kembali.
  4. Apa yang berlaku untuk aset berupa laptop di atas juga berlaku untuk saham. Syarat yang paling penting adalah bahwa saham tersebut sudah benar-benar Anda miliki sepenuhnya.
  5. Apa tanda kepemilikan saham? untuk perusahaan yang tercatat di lantai bursa ada tandanya adalah nama Anda tercatat dalam daftar pemegang saham di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Nama Anda akan tercatat jika Anda membelinya melalui rekening dana investasi atau rekening dana nasabah (RDI/RDN). RDI/RDN adalah rekening di bank yang khusus dipergunakan untuk bertransaksi saham yang bisa dibuat/dibuka melalui perusahaan sekuritas resmi.
  6. Tanda kepemilikan saham untuk perusahaan yang belum tercatat di lantai bursa adalah nama Anda tercatat di akta perusahaan sesuai dengan jumlah lembar saham yang Anda miliki.
  7. Jika telah benar-benar memiliki saham sebuah perusahaan, maka Anda akan diundang saat RUPS dan menerima transferan dana saat perusahaan memperoleh laba dan membagikan dividen. Transferan dana dividen akan dilakukan ke RDI/RDN untuk perusahaan yang tercatat di lantai bursa. Perusahaan akan membagi sekian persen dari laba tahunan sebagai dividen sesuai dengan keputusan RUPS yang diambil berdasarkan voting proporsional kepemilikan saham. Penentuan persentase ini dilakukan berdasarkan program kerja investasi direksi yang telah disetujui oleh RUPS.
  8. Di negara modern yang perusahaan-perusahaannya melakukan proses korporatisasi secara berkelanjutan, perusahaan akan terus-menerus membesar. Terus-menerus membesar karena terus menggelontorkan dan investasi untuk ekspansi yang jauh lebih besar dari laba perusahaan. Sumber dananya dari terus-menerus menerbitkan saham baru yang dibeli oleh para investor. Pada masyarakat seperti itu, setiap orang adalah pekerja dan setiap pekerja adalah investor. Seorang pekerja disebut bebas finansial jika pendapatan dividen dari saham yang dimilikinya sudah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.
    Korporatisasi

    Korporatisasi membutuhkan para investor sebagai pemegang saham

  9. Lalu mengapa sering terdengar pendapat bahwa saham itu haram? Ini terjadi karena banyak orang tidak bisa membedakan antara transaksi jual beli saham sebagaimana penjelasan pada poin-poin diatas versus berjudi menggunakan patokan harga saham. Perjudian  bisa dilakukan dengan patokan skor bola, kemenangan pemilihan kepala desa, pemilihan presiden, suara tokek, dan masih banyak lagi. Fluktuasi harga saham bisa menjadi salah satunya.
  10. Ciri yang paling mudah untuk mengenali perjudian saham adalah bahwa si “pembeli” maupun “penjual” tidak benar-benar memiliki saham. Sekedar contoh, Anda sepakat untuk membeli saham Alfamart kepada saya sebanyak seribu lembar dengan harga Rp 900,- sesuai harga pasar saham saat transaksi sehingga total adalah Rp 900 000,-. Transaksi tersebut disertai kesepakatan antara Anda dan saya bahwa Anda bisa menjual kembali saham tersebut kepada saya sewaktu-waktu yang Anda maui dengan harga sesuai pasar. Saya menerima uang itu tanpa memberikan saham Alfamart kepada Anda. Kenapa? Karena saya memang tidak memiliki saham itu. Transaksi hanya mencatat bahwa Anda punya 1000 lembar saham Alfamart. Nama Anda tidak ada di daftar pemegang saham Alfmart di KSEI. Anda juga tidak pernah akan diundang RUPS Alfamart. Suatu saat harga saham Alfamart naik. Katakan menjadi Rp 1000 perlembar. Ketika itu Anda menyampaikan kepada saya mau menjual dan sesuai kesepakatan saya harus membeli kembali saham itu dengan harga pasar maka Anda akan menerima Rp 1 juta dari saya.  Anda untung Rp 100 ribu. Inilah transaksi perjudian saham yang saya yakini keharamannya. Dalam permisalan ini saya berperan sebagai bandar.
    solusi utang dengan korporatisasi1
  11. Saham bisa dibeli di dua jenis pasar, primary market atau secondary market. Primary market artinya investor membeli saham yang baru diterbitkan oleh perusahaan sebagai proses korporatisasi. Uangnya masuk ke perusahaan untuk ekspansi. Perusahaan akan tumbuh dalam pendapatan dan laba. Secondary market artinya investor membeli saham yang telah dipegang oleh investor lain. Dananya masuk kepada investor yang menjual sahamnya.
  12. Saham, baik primary market maupun secondary market dapat dibeli di lantai bursa maupun di luar lantai bursa. Keduanya memiliki karakter berbeda. Keduanya dibutuhkan dalam pengembangan perusahaan. 
  13. Bagaimana, sudah jelas? Mari tegakkan budaya investasi. Anggarkan minimal 10% gaji bulanan Anda untuk berinvestasi saham berbagai perusahaan. Lakukan terus menerus sampai kapanpun. Suatu saat pendapatan dividen Anda akan cukup untuk biaya hidup. Anda telah bebas finansial. Nanti ketika Anda meninggal, sesuai undang-undang saham yang Anda miliki dengan mudah akan jatuh ke tangan ahli waris. Jika Anda telah bebas finansial, ahli waris Anda pun akan bebas finansial pada usia yang jauh lebih muda. Inilah manfaat pribadi disamping manfaat penguatan ekonomi bangsa. Budaya investasi akan membuat perusahaan mudah melakukan korporatisasi dan menjadi perusahaan prinsipal besar-besar menguasai pasar dunia pada bidangnya masing-masing. Alfamart mampu berekspansi ke Filipina dengan dana para investor saham. Ini yang perlu terus-menerus digalakkan agar makin banyak perusahaan-perusahaan di negeri ini yang menguasai pasar dunia dan memompakan kesejahteraan dari berbagai belahan dunia. Menguatkan ekonomi dan menguatkan rupiah. Anda mau berperan?

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Ditulis di SNF Consulting, 12  Maret 2019.

Investment Company on Waiting: Muhammadiyah Management Company


Muhammadiyah Management Company alias MMC. Judul tulisan ini sengaja saya miripkan dengan nama sebuah perusahaan investasi milik Harvard University. Harvard Management Company alias HMC. Mengapa? Karena menurut pendapat saya berdasarkan data, sejarah dan benchmark berbagai perusahaan berbagai bidang di berbagai negara, HMC adalah model yang paling tepat bagi Muhammadiyah. Tepat untuk membangun pilar ketiga setelah pendidikan dan kesehatan.

Hasil gambar untuk muhammadiyah

Muhammadiyah punya potensi besar untuk hadirnya investment company sekelas Temasek. Syaratnya: tidak terus menunggu.

Pilar ketiga adalah tentang next step bagi  Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi. Pilar pendidikan manfaatnya sudah sangat rirarakan oleh negeri ini. Bahkan di luar negeri. Saya pernah mengunjungi sekolah Muhammadiyah di Singapura. Negeri maju ini pun merasakan manfaat dari keberadaan Muhammadiyah.

Tentang pilar kesehatan juga sudah dirasakan oleh negeri ini. Kehadiran rumah sakit maupun poliklinik Muhammadiyah sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tidak hanya di kota-kota besar. Tetapi juga hingga ke kampung-kampung. Pilar ini sudah mapan. Walaupun untuk saat ini pertumbuhannya kalah kencang dibanding Siloam yang menggunakan metode korporatisasi. Mendirikan rumah sakit dengan dana dari investor yang rela menerima dividen hanya sekitar 2% per tahun tanpa minta uangnya kembali.

Mengapa HMC paling tepat? Paling tidak ada dua kesamaan. Pertama, karena baik Muhammadiyah maupun Harvard University keduanya adalah sama-sama organisasi nirlaba. Organisasi yang didirikan sepenuhnya untuk misi sosial. Misi  membantu masyarakat. Pendirian HMC bagi Harvard University bukan untuk maksud menumpuk kekayaan. Bukan untuk maksud agar perguruan tinggi ternama dunia itu memperoleh laba. Tetapi untuk maksud mengokohkan Harvard University dalam menjalankan misi pendidikannya.
telur dalam sangkar

Kedua, Muhammadiyah dan Harvard merupakan institusi perintis dan terdepan dalam dunia pendidikan di negerinya masing-masing. Harvard University adalah perguruan tinggi tertua di USA. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah juga merupakan institusi pendidikan perintis dan terdepan di bumi pertiwi.

Lalu bagaimana agar Muhammadiyah memiliki sebuah perusahaan investasi dengan aset sekitar Rp 400 T seperti HMC?  Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuhnya. Pertama tentu saja mendirikan badan hukum perseroan terbatas yang bergerak sebagai perusahaan investasi. Misalkan sebagaimana judul tulisan ini perusahaan tersebut diberi nama MMC. Sebagaimana HMC, 100% saham MMC harus dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan demikian, Muhammadiyah  harus benar-benar memasukkan uang sebagai  modal disetor kepada MMC.

solusi utang dengan korporatisasi1

Wakaf adalah salah satu sumber dana pengganti utang dan riba melalui proses  korporatisasi

Secara teknis legal angkanya adalah 99,9999%. Sampai kapanpun, saham MMC tetap dipertahankan 100% milik Muhammadiyah sebagaimana Temasek dan Khazanah, sesama perusahaan investasi yang 100% sahamnya masing-masing tetap 100%  dimiliki oleh pemerintah Singapura dan Malaysia.

Kedua, modal disetor untuk tahap pertama adalah senilai aset investasi yang hasilnya cukup untuk biaya operasional MMC. Contoh aset yang paling aman adalah properti di kawasan bisnis. Misalnya berupa tanah atau gedung di kawasan bisnis yang bisa disewakan dengan harga sekitar Rp 500 juta per tahun. Rp 500 juta bisa digunakan untuk menggaji seorang staf legal merangkap administrasi dan biaya perjalanan direktur selama setahun. Gedung atau properti seperti ini nilainya adalah sekitar Rp 10 M. Inilah modal disetor pendirian MMC yang harus disediakan oleh Muhammadiyah.

Ketiga, secara paralel, Muhammadiyah harus mengurus sertifikat sebagai nadzir wakaf. Nadzir ini selanjutnya akan bekerja mengumpulkan dana warga persyarikatan secara terus menerus melalui program wakaf untuk amal jariyah. Persis seperti Harvard University yang juga menerima dana endowment fund terus menerus. Sebagai aset, endowment fund berkarakter sama dengan wakaf. Uang ini selanjutnya dimasukkan sebagai modal setor untuk MMC. Dividen MMC akan digunakan oleh Muhammadiyah untuk membiayai kegiatan sosial dan dakwah sebagai mauquf ilaihi alias penerima manfaat wakaf.

Logo SNF Consulting dengan tagline korporatisasi efek star

Korporatisasi adalah syarat agar dana wakaf mendapatkan peran besar dalam produksi barang dan jasa

Keempat, dana yang terus menerus ditambah dan meningkatkan modal sator MMC akan dikelola sebagai investasi dengan konsep portofolio. Tidak menaruh telor dalam satu keranjang. Sebagaimana HMC, MMC mesti menginvestasikan dananya sekitar 50% berupa saham di berbagai perusahaan, listed maupun non listed company. Sekitar 15% untuk aset properti yang disewakan. Dan selebihnya sekitar 35% untuk sukuk (obligasi syariah) dan lain-lain. Khusus tentang portofolio ini bisa dipelajari secara lebih detail melalui apa-apa yang telah dilakukan oleh HMC, Temasek dan Khazanah.

Jika empat langkah ini terus-menerus dilakukan, MMC bisa lebih cepat tumbuh daripada HMC. Mengapa? Karena MMC memiliki basis jamaah yang jauh lebih banyak daripada HMC. Jika HMC memiliki aset sekitar Rp 400 T dengan imbal hasil (return tahunan) sekitar Rp 40T saat usianya 45 tahun, Muhammadiyah saya kira bisa mencapainya dalam 30 tahun saja. Yang penting harus segera dimulai. Tidak terus-menerus menunggu. Semoga.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

Jual Saham Miras Pemprov DKI Jakarta!


Kepemilikan saham perusahaan minuman keras PT Delta Djakarta Tbk. oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menjadi polemik. Pemprov Jakarta bermaksud untuk menjualnya di tengah suara DPRD Jakarta ingin mempertahankannya. Tulisan ini akan membahas bagaimana seharusnya keputusan terbaiknya berdasarkan pertimbangan bisnis berbasis data dan benchmark yang tepat. Data-data yang disampaikan adalah yang tersedia pada bank data korporasi SNF Consulting, kantor tempat saya berkarya.

Hasil gambar untuk anker bir

Anker Bir: Bisnis barang haram yang mendatangkan dividen besar untuk Pemerintah Provinsi Jakarta

  1. PT Delta Djakarta Tbk. didirikan tahun 1932 sebagai perusahaan bir Jerman bernama Archipel Brouwerij NV. Perusahaan ini kemudian dibeli oleh sekelompok usaha Belanda dan diubah namanya menjadi NV De Oranje Brouwerij. Nama Delta Djakarta dipakai sejak 1970. Delta Djakarta mencatatkan diri di lantai bursa tahun 1984 dengan kode DLTA. Tahun 1990-an penanaman modal asing mengalir deras ke Indonesia. Saat itulah perusahaan bir San Miguel Corporaatioan dari Philipina menjadi pemegang saham pengendali. San miguel menjadi induk perusahaan (parent company) dan Delta menjadi anak perusahaan (subsidiary).
  2. Saham perusahaan yang dikenal dengan merek Anker Bir ini saat ini dimiliki oleh San Miguel sebesar 58,33%, Pemprov Jakarta sebesar 23,34% dan BP IPM Jaya (perusahaan yang dikendalikan oleh Pemprov Jakarta) sebesar 2,91%. Dengan demikian total Pemprov Jakarta memegang 26,25% saham DLTA. Sisanya dipegang oleh publik sebesar 15,42%.
  3. DLTA adalah anak perusahaan San Miguel. San Miguel adalah perusahaan publik di Philiphina dengan kapitalisasi pasar sebesar PHP 421 Milyar (Rp 114T). Secara manajemen, sebuah perusahaan induk akan cenderung menguasai saham perusahaan anak mendekati 100%. Tujuannya agar anak perusahaan benar-benar bisa dikontrol sepenuhnya sesuai dengan strategi si induk. Bahkan jika mengakuisisi sebuah perusahaan yang semula publik, induk akan melakukan tender offer untuk membeli seluruh saham dengan harga Akhirnya si anak pun akan ditarik dari lantai bursa alias delisted. Inilah yang misalnya dilakukan Danone terhadap Aqua dari lantai bursa Indonesia atau IHH Malaysia yang menarik Month Elizabeth Hospital dari lantai bursa Singapura.
  4. Saat ini nilai pasar seluruh saham DLTA adalah Rp 5,26 T dengan dividend yield 3,95%. Dengan angka ini saat ini nilai pasar seluruh saham Pemprov Jakarta adalah sekitar Rp 1,38T dan menerima sekitar Rp 54 M pada pembagian dividen terakhir.  Prosentase kepemilikan Pemprov Jakarta menunjukkan fungsinya sebagai murni investor institusi. Rumus logis investor adalah penyebaran portofolio investasi dengan doktrin “jangan taruh telormu pada satu keranjang”. Dengan doktrin ini, adalah sebuah kesalahan jika aset senilai Rp 1,38T hanya ditaruh di “keranjang” Anker Bir. Ini mengacu pada apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan investasi (investment company, IC) seperti Berkshire Hathaway, Fidelity, Black Rock, Vanguard dalam skala global, atau Saratoga di Indonesia.
  5. Tata kelola ekonomi modern menuntut adanya regulator alias wasit yang kuat. Tuntutan akan regulator yang kuat ini tidak mungkin dipenuhi jika regulator juga ikut menjadi pemain dalam dunia bisnis. Prediksi saya, peran negara dalam bisnis  kedepan akan makin mengikuti pola seperti yang dilakukan oleh Malaysia melalui Khazanah Holding atau Singapura melalui Temasek Holding. Peran negara di dunia bisnis dilakukan melalui IC seperti Khazanah atau Temasek. Ini cocok karena IC tidak mengendalikan perusahaan yang sahamnya dipegang. Hanya mau memegang saham dalam prosentase kecil. Kehadiranya dalam dunia bisnis murni sebagai investor. Jika antara dua perusahaan atau lebih yang bergerak pada bidang yang sama selalu bersaing adu kepala, tidak demikian dengan sesama IC. Sesama IC akan selalu bergandeng tangan dalam berinvetasi agar bisa masuk dalam prosentase kecil-kecil. Semua perusahaan-perusaan global selalu dimiliki oleh nyaris semua IC di dunia. IC tidak mau menaruh telor pada satu keranjang. Dengan demikian, peran negara di sektor bisnis melalui IC tidak mengganggu perannya sebagai regulator. Sebagai wasit yang tidak merangkap pemain.
  6. Tiga hal diatas – induk perusahaan yang maunya menguasai 100%, Pemprov jakarta yang selama ini berperan layaknya sebuah IC di DLTA dan benchmark terhadap Khazanah dan Temasek- menjadikan keputusan menjual saham Pemkot di DLTA adalah sebuah keniscayaan dalam struktur bisnis modern. Tidak ada alternatif lain.
  7. Pemprov DKI butuh bantuan pihak yang menguasai proses korporatisasi untuk menjual sahamnya di DLTA kepada San Miguel. San miguel pasti sangat menyukai karena dana untuk membeli DLTA bisa diperoleh denga mudah dan murah melalui lantai bursa Philipina. Rumus penjualan saham berbeda dengan menjual barang. Jika menjual barang volume besar justru mendapatkan diskon, maka menjual saham volume besar seperti saham DLTA yang dimiliki Pemprof Jakarta justru akan ada premium. Harganya jauh diatas harga pasar. Pemprov bisa mendapatkan dana Rp 2 T lebih untuk saham yang harga pasarnya saat ini Rp 1,38T. Untuk memmperoleh Rp 2T San Miguel cukup menerbitkan saham baru sebesar tidak lebih dari 2%.
  8. Sesuai benchmark Khazanah dan Temasek, uang hasil penjualan tersebut harus langsung dipakai sebagai modal setor pendirian sebuah IC. IC tesebut 100% dimiliki oleh Pemprov Jakarta. Persis seperti Temasek dan Khazanah yang juga dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Singapura dan Malaysia.
  9. Selanjutnya, IC milik pemprov Jakarta ini sepenuhnya berstrategi persis seperti IC pada umumnya. Seperti Temasek, Khazahan, Saratoga,  Berkshire Hathaway, State Street, Fidelity dll. Pendapatan IC adalah dari dividen perusahaan-perusahaan yang sahamnya dipegang plus capital gain saat saham tersebut dijual. Total returnya akan jauh dari prosentase dividen yang saat ini diperoleh Pemkot Jakarta. Disinilah letak stratejik penjualan saham DLTA milik Pemprov Jakarta. Bonusnya, dengan berperan sebagai IC, dana tersebut akan efektif untuk mendorong pertumbuhan berbagai perusahaan nasional melalui proses korporatisasi. IC adalah bagian utama dari proses korporatisasi membesarnya berbagai perusahaan menajdi perusahaan prinsipal yang menguasai pasar dunia.
  10. Salah satu kepentingan IC adalah menginestasikan sekitar 0,1 – 0,3% dari dana kelolaanya pada start up. Dengan demikian, penjualan saham Anker Bir lalu menjadikannya sebagai dana pendirian IC akan membuka pintu peran IC lokal masuk ke saham-saham unicorn lokal yang selama ini dikuasai asing. Tidak ada cara lain kecuali cara ini.
  11. Inilah konsep bisnisnya. Tugas pemprov dalam hal ini dipimpin oleh Gubernur adalah menjalankan proses politik untuk eksekusinya. Eksekusi menuju RI kuat secara ekonomi. Jika langkah ini sukses, saya yakin akan menjadi model bagi Pemprov dan Pemkab/Pemkot lain. Bahkan pemerintah pusat. Seluruh saham pemeritntah di BUMN dan BUMD disatukan dalam sebuah IC. Jika ini dilakukan, kita RI bisa memiliki IC lebih besar dari pada Khazanah dan Temasek. Bahkan bisa lebih besar daripada Berkshire Hathaway-nya si Warren Buffet.  Membuang dividen haram sekaligus menguatkan ekonomi.  Semoga.

Ditulis oleh Iman Supriyono di SNF Consulting, 8 Maret 2019

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Baca juga:
Heinekken si raja miras RI sejak jaman Belanda
Korporatisasi Langkah Demi Langkah
Perusahaan Nasionalis Pancasilais
Perusahaan Yang Mengibarkan Merah Putih di Berbagai Negara
Perusahaan Dakwah
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal
Wakaf Sebagai Penguat Korporasi

Entrepreneur, Jangan Mau Disebut Owner!


Banyak entrepreneur yang bangga menyebut diri sebagai owner.  Menjadi owner dari bisnis yang dirintis dan ditekuninya. Banyak juga yang bangga saat disebut sebagai owner oleh orang lain. Fotonya dipajang besar-besar dimana-mana. Ditampilkan dalam publikasi seminar atau sejenisnya sebagai owner.  Apa salahnya menjadi owner? Mengapa tidak boleh dilakukan? Berikut ini penjelasannya:

  1. Menyebut diri atau disebut sebagai owner menunjukkan bahwa bisnis yang Anda tekuni masih bersifat perorangan alias belum korporat.  Sebagai contoh, warung sate di di sebuah kampung yang dimiliki oleh si Anu. Maka, si Anu disebut sebagai pemilik alias owner warung sate tersebut. Dan tentunya warung sate tersebut masih menjadi satu dengan si Anu. Sama sekali tidak terpisah
  2. Apa salahnya dengan bisnis perorangan? Tidak ada yang salah. Hanya saja jika nanti ternyata bisnis perorangan dibabat oleh pesaingnya yang korporat yang jangan marah.  Seperti dibabatnya toko kelontong perorangan oleh toko kelontong korporat seperti Indomaret dan Alfamart.

    Logo SNF Consulting dengan tagline korporatisasi efek star

    Korporatisasi adalah transformasi dari perusahaan perseorangan menjadi korporasi dengan tata kelola dan manajemen modern

  3. sebenarnya, tidak masalah bisnis perorangan sebagai langkah awal. Yang masalah adalah apabila bisnis perorangan menjadi mindset atau visi.  Mempertahankan selama-lamanya bisnis perorangan. Stagnan. Jika orang seindonesia mindset dan visi bisnisnya perorangan, maka sektor-sektor ekonomi yang memproduksi barang dan jasa kebutuhan orang banyak akan dikuasai asing. Mengapa? Karena nyaris semua sektor ekonomi utama tidak mungkin dilakukan oleh perorangan.   Jangan harapkan ada merek mobil nasional,  sekedar sebagai contoh,  selama mindset dan aktivitas pebisnis kita masih perorangan. Butuh aset sekitar Rp 2 240 T untuk menjadi perusahaan prinsipal mobil seperti Hyundai. Tidak mungkin perorangan memiliki aset sebesar itu.
  4. Dalam perusahaan atau korporasi, Perseroan Terbatas adalah format badan hukum yang mendominasi dunia bisnis global. Di berbagai negara sebutannya berbeda-beda. Di Malaysia disebut Sendirian Berhad (Sdn Bhd), di Inggris disebut Ltd,  GmbH di Jerman, Pte Ltd di Singapura dan sebagainya. Maka, gunakan sebutan yang sesuai dengan format PT.
  5. Sebuah badan hukum PT dilahirkan oleh para pendiri atau founder. Merekalah yang memiliki inisiatif untuk kehadiran sebuah PT di dunia bisnis. PT dikelola oleh direktur atau direksi (bila direkturnya lebih dari satu orang dan salah satunya disebut sebagai direktur utama). Dalam menjalankan tugasnya direktur atau direksi diawasi oleh komisaris atau dewan komisaris jika komisarisnya lebih dari satu orang. Dewan komisaris dipimpin oleh seorang komisaris utama. Pada sistem hukum PT satu tier seperti di USA direksi dan komisaris dilebur jadi satu dan disebut sebagai board of director (BOD). BOD terdiri dari direktur dengan tugas eksekutif (executive director) dan direktur tanpa tugas eksekutif (non executive director). Para direktur eksekutif dipimpin oleh seorang chief executive officer (CEO). BOD dipimpin oleh seorang president. Gunakan istilah-istilah itu dalam kosa kata keseharian bisnis Anda. Direktur, direktur utama (agar keren disebut CEO hehehe…. Hanya beda bahasa), pendiri (founder) atau pemegang saham. Dalam konteks bisnis yang berperan paling stratejik adalah CEO. Pendiri hanya bersifat historis.  Maka jika Anda merangkap beberapa posisi, pilih direktur direktur atau direktur utama atau CEO sebagai sebutan.

    Korporatisasi terpaksa1

    Lakukan korporatisasi secara terencana dan jangka panjang sebelum kondisi memaksanya

  6. Mungkin Anda akan ada yang berdalih, “lho, faktanya usaha saya kan masih perorangan?”  Okey… Fakta boleh perorangan. Tetapi mindset, paradigma  dan visi tidak boleh perorangan. Menggunakan sebutan-sebutan PT  akan membangun visi dan mindset yang positif.  Visi dan mindset adalah modal awal lahirnya sebuah perusahaan besar yang menguasai pasar berbagai bangsa melalui proses korporatisasi berkelanjutan. Korporatisasi adalah proses transformasi bisnis dari personal (perorangan) menjadi korporat untuk pertumbuhan perusahaan yang akhirnya melampaui sekat-sekat negara.

    Larry page google edit

    Larry Page, pendiri Google. Tidak disebut sebagai owner Google.

Bagaimana? Masih sudah siap disebut sebagai direktur atau direktur utama atau CEO? Mari kita mulai langkah strategis untuk menumbuhkan perusahaan melampaui sekat-sekat negara. Mengibarkan tinggi-tinggi sang Merah Putih di berbagai negara. memompakan kesejahteraan untuk masyarakat negeri ini dari berbagai negara. Menguatkan Rupiah dengan kiriman kekuatan dari berbagai mata uang dunia dimana perusahaan kita beroperasi. Bisa!

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

Ditulis di SNF House of Management, 24 Februari 2019