Ramadhan Eksekusi


Ketika ditanya tentang pekerjaan, secara agak berkelakar saya jawab begini: 50% rapat. Lalu yang 50% sisanya apa? Persiapan rapat….hehehehe.  Jadi kalau suatu saat saya sedang tidur-tiduran di teras sebuah masjid setelah selesai salat misalnya. Lalu ada yang protes terkait jawaban saya tersebut.  Saya akan menjelaskan bahwa tidur- tiduran itu adalah bagian dari persiapan rapat. Persiapan energi untuk rapat yang sudah terjadwal berikutnya heheheheh.

Selain kelakaran, jawaban tersebut juga mengandung sisi agak serius. Tidak lain berupa pertanyaan lanjutan. Jika kerjanya rapat melulu, lalu kapan eksekusinya? Nah ini menarik. Kerja seorang konsultan manajemen seperti saya ini memang dari satu meja rapat ke meja rapat lain. Jadi murni rapat. Lalu bagaimana eksekusinya? Eksekusi bukan tugas seorang konsultan. Eksekusi adalah tugasnya para direksi perusahaan.

Memang peserta dari rapat ke rapat umumnya adalah para direksi. Para direksi perusahaan klien kantor saya, SNF Consulting. Nah, direksi itu kalo di tata kelola korporasi USA disebut executive director. Pimpinan para executive director ini disebut chef executive officer alias CEO.  Pimpinanya para eksekutif. Sesuai namanya, tentu saja tugasnya adalah melakukan eksekusi. Eksekusi terhadap keputusan perusahaan.

&&&

Pembaca yang baik, eksekusi adalah masalah yang sangat krusial dalam kinerja sebuah perusahaan. Diibaratkan sorang yang sedang berjalan, eksekusi adalah langkah salah satu kaki. Kaki lainya adalah keputusan yang baik. Jadi, keputusan yang baik dengan eksekusi yang baik adalah ibarat sepasang kaki yang bisa membuat sesorang bisa berjalan dengan laju. Bisa berlari kencang.

Eksekusi dan keputusan: ibarat kaki kiri dan kanan

Keputusan yang baik dibuat di meja rapat perusahaan. Di situlah peran konsultan dibutuhkan. Konsultan manajemen memastikan keputusan terbaik baik dengan data dan benchmark berbagai perusahaan. Inilah bekal seorang konsultan. Inilah fungsi ruang rapat perusahaan dimana para konsultan bekerja.

Sedemikian pentingnya arti sebuah eksekusi, sampai banyak sekali buku ditulis tentang topik ini. Salah satunya adalah tulisan Larry Bossidi bersama Ram Charan. Keduanya adalah konsultan manajemen ternama di kalangan para direksi perusahaan-perusahaan penguasa utama berbagai negara. Judulnya adalah “Execution the Discipline of Gettng Things Done”. Pada buku yang populer di kalangan bisnis tersebut disebut bahwa perilaku pemimpin adalah building block pertama sebuah eksekusi yang baik. Pemimpin mestilah memiliki karakter yang kuat.

&&&

Karakter yang kuat. Nah….inilah yang mestinya diperoleh dari apa yang telah kita tempuh selama sebulan menjalankan puasa Ramadhan. Menegakkan salat tarawih pada saat mestinya kita sedang waktunya beristirahat nyaman. Makan sahur pada saat mestinya sedang lelap-lelapnya tidur. Tidak makan tidak minum dari terbit fajar sampai tenggelam matahari tanpa pengawasan siapa pun selain Allah. Itulah ritual sehari hari Ramadhan yang jika dijalani penuh kesadaran akan menjadi sarana penguatan karakter.

Maka, jika Anda sorang pelaku bisnis di perusahaan mana pun, Ramadhan yang kita jalani adalah bekal untuk perbaikan karakter. Sukses dan tidaknya puasa Ramadhan bisa kita lihat dari sejauh mana karakter setahun ke depan menjadi lebih baik. Bagi Anda para pelaku bisnis, batu ujinya sederhana. Sejauh mana eksekusi dari keputusan-keputusan perusahaan selama ini. jika eksekusinya baik maka itu adalah penanda bahwa karakter Anda sebagai pemimpin bisnis sudah memenuhi syarat. Jika ternyata eksekusi keputusan tidak baik, itu adalah penanda sebaliknya. Bahwa eksekusi pada perusahaan Anda sangat buruk. Memang bisa saja eksekusi yang buruk diakibatkan oleh keputusan yang buruk. Itu bisa saja terjadi. Tetapi, mari berintrospeksi. Sukseskah Ramadhan tahun ini?

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Artikel ke-364 karya Iman Supriyono ini ditulis untuk dan diterbitkan oleh Majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi Mei 2022

Baca juga:

Peredam Risiko Investasi Wakaf
Wakaf Modern Untuk Keabadian Amal dan Kemerdekaan Ekonomi
Konversi Kotak Infaq ke Kotak Wakaf
Kesalahan Wakaf Saham Dan Perbaikannya
Wakaf Untuk Beasiswa: Fulbright Dari Timur
Wakaf Moncer dengan Puasa Infaq
Wakaf Para Alumni untuk Adik Kelasnya
Wakaf Agar Rp 10 Triliun Tidak Melayang Tiap Tahun
Wakaf Uang
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal
Garuda, pailit atau korporatisasi?
Krakatau Steel: Tercekik Utang

Raja Utang: Mengapa Bunga Bank Selangit?
Garuda: Utang Melebihi Aset

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s