Ekosistem Bisnis: Harimau Tidak Makan Rumput


Baru saja saya pulang dari sholat  subuh di masjid tidak jauh dari Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta. Terlihat beberapa tikus berbadan bontot berkeliaran di pinggir jalan. Jadilah saya ingin menulis artikel ini. Artikel tentang apa yang belakangan ini sering menjadi topik hangat di kalangan para entrepreneur. Di kalangan para pelaku bisnis.  Khususnya kalangan start up company. Mengapa tikus menjadi inspirasi tulisan ini? Tikus adalah problem masyarakat kota. Rumah mewah, rumah sederhana, toko, pasar, perkantoran, semua terganggu dengan keberadaan tikus.

Tikus meraja lela di kota. Mengapa? Karena manusia telah mengganggu ekosistem. Mengganggu  komponen rantai makanan. Tikus meraja lela karena binatang pemangsanya dihabisi di kota. Tikus adalah makanan ular. Ular tidak boleh hidup di kota. Tikus adalah makanan elang. Dan elang tidak bisa hidup di kota. Tikus adalah makanan kucing. Memang kucing masih hidup di kota. Tapi orang kota mendistorsi makanan kucing. Mestinya kucing makan tikus diajari makan Whiskas. Jadilah kucing tidak mau makan tikus. Menunggu Whiskas.

&&&

Membangun ekosistem bisnis. itulah jargon yang sering kita dengar dan diterapkan dengan salah kaprah. Contohnya adalah perusahaan yang sangat populer di negeri ini: Astra Internasional. Perusahaan ini paling tidak memiliki bisnis penjualan mobil, perakitan mobil,  bengkel mobil, pabrik suku cadang mobil, penjualan motor, pabrik perakitan motor, perkebunan sawit, pabrik sawit, jalan tol, perbankan, komputer, aplikasi dan lain-lain. Dalam konteks revenue and prifit driver (RPD) Astra disebut perusahaan mutltiple RPD.

Tulisan dan konten website ini dipersembahkan oleh SNF Consulting

Dengan bermain di berbagai sektor alias menjadi konglomerasi orang mengatakan bahwa Astra sedang membangun ekosistem. Benarkah? Banyak yang menganggapnya benar. Tapi sejatinya salah. Dalam istilah bahasa jawa disebut salah kaprah.  

Di hutan belantara, ekosistem itu bukan harimau yang memakan rusa dan rumput sekaligus. Ekosistem adalah harimau yang tetap konsisten memakan rusa. Rumput biarlah tetap menjadi makanan rusa. Jika ada rumput yang hijau segar, harimau tetap akan membiarkannya dinikmati rusa. Rusanya yang akan dimakan harimau setelah makan rumput. Itu pun harimau tidak mau makan rusa bayi. Rusa bayi tetap dibiarkan makan rumput sampai dewasa. Baru kemudian dimakan harimau.

&&&

Setiap gangguan ekosistem akan berakibat buruk. Merajalelanya tikus di kota adalah contohnya. Bagaimana di dunia bisnis? Perusahaan yang seperti Astra itu ibarat harimau yang memakan rusa sekaligus rumput. Akibatnya apa? Paling tidak ada dua. Pertama adalah pertumbuhannya yang lambat.

Pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang diukur dengan besaran compounded avarage growth rate (CAGR). Mari kita lihat CAGR nilai pasar (value, market value) Astra.  Hari ini nilai pasar per lembar saham Astra adalah Rp 6 200.  Data harga saham yang masih tersedia di grafik Google adalah per September 2005 alias 18 tahun lalu. Nilainya adalah Rp 975. CAGR nya adalah 10,8%. Artinya, jika Anda misalnya berinvestasi senilai Rp 100 miliar pada tahun 2005, setahun kemudian yaitu tahun 2006 nilainya akan naik 10,8% menjadi Rp 110,8 miliar. Tahun 2007 nilainya naik lagi 10,8% menjadi Rp 122,8. Tahun berikutnya naik lagi 10,8%. Demikian seterusnya tiap tahun akan naik 10,8% hingga hari ini menjadi Rp 571 miliar. Naik 5,7 kali lipat dalam 18 tahun.

Bandingkan dengan perusahaan yang bisnisnya satu bidang. Single RPD. Contohnya adalah Alfamart. Tahun 2009, saat IPO, nilai pasar per lembar saham perusahaan mini market ini adalah Rp 40. Hari ini alias 14 tahun kemudian nilainya adalah Rp 2960. CAGR nya adalah 40%. Artinya, jika Anda berinvestasi tahun 2009 dengan uang Rp 100 miliar, tahun 2010 akan naik 40% menjadi Rp 140 miliar. Tahun 2011 naik lagi 40% menjadi Rp 196 miliar. Dan seterusnya tiap tahun naik 40% hingga hari ini nilainya menjadi Rp 7937 miliar. Naik 79x lipat dalam 14 tahun. Perusahaan single RPD alias perusahaan yang setia pada perannya dalam ekosistem tumbuh jauh lebih pesat.

Kedua adalah biaya modal alias cost of capital yang mahal. Hari ini jika butuh uang katakan Rp 10 triliun untuk ekspansi usahanya maka Astra bisa melakukan penerbitan saham baru alias right issue. Dari data hari ini, investor Astra menuntut ROI 11,2%. ROI bagi investor adalah cost of capital bagi Astra. Jadi, cost of capital Astra hari ini adalah 11,2%. Maka jika Astra rights issue untuk menadapatkan Rp 10 triliun investornya menuntut hak laba sebesar Rp 1,12 triliun.

Bagaimana dengan Alfamart? Jika hari ini Alfamart membutuhkan Rp 10 triliun untuk ekspansi membangun gerai, investornya hanya menuntut ROI 2,61%. Cost of capital Alfamart adalah 2,61%. Artinya, investor hanya menuntut Rp 261 miliar. Jauh lebih murah dibanding Astra Internasional.

&&&

Pembaca yang baik, itulah perbandingan dua perusahaan yang sangat berbeda. Satu tidak setia pada perannya di ekosistem. Tidak membangun ekosistem. Satunya setia. Membangun ekosistem. Yang tidak setia pertumbuhannya lambat dan cost of capitalnya mahal. Yang setia pertumbuhannya pesat dan cost of capitalnya murah.

Pelajarannya, jangan lagi berparadigma salah kaprah. Jangan lagi memandang konsep membangun ekosistem bisnis secara salah. Membangun ekosistem bisnis bukan berarti mengerjakan segalanya. Bukan berarti “memakan segalanya”. Membangun ekosistem bisnis adalah tetap setia pada bidangnya. Setia pada satu bidang. Menjadi single RPD.

Selapar apapun harimau tidak akan makan rumput. Harimau adalah bagian dari ekosistem. Harimau sedang membangun ekosistem yang kokoh. Setia pada peran uniknya dalam ekosistem.

Alfamart butuh roti untuk dijual di lebih dari 18 ribu gerainya. Untuk ini ada Sari Roti. Alfamart tidak perlu khawatir Sari Roti akan akan mempermainkan jaringan ritel yang juga telah hadir di Filipina ini. Tidak perlu khawatir Sari Roti berbuat macam-macam. Mengapa? Karena bagi Sari Roti Alfamart begitu besar.

Bagi Alfamart Sari Roti adalah pemasok. Nilai pasokan Sari Roti kepada Alfamart tidak sampai 1% dari total kebutuhan pasokan jaringan ritel yang juga memiliki Alfamidi ini. Sementara bagi Sari Roti Alfamart adalah pasar. Alfamart berkontribusi sekitar 30% pasar Sari Roti. Dengan demikian Sari Roti akan mengikuti apapun kemauan Alfamart. Termasuk termin pembayaran yang panjang misalnya. Mengapa? Sari Roti akan kehilangan sekitar 30% omzet jika tidak mau mengikuti SOP Alfamart dalam termin pembayaran. Bagi Sari Roti, Alfamart berkontribusi begitu besar.

Alfamart telah setia pada posisinya di dalam ekosistem. Ibarat harimau Alamart tidak iri dengan rusa yang makan rumput. Jika perusahaan-perusahaan di negeri ini setia pada perannya di ekosistem bisnis seperti Alamart, maka pertumbuhan perusahaan-perusahaan kita akan pesat. Pertumbuhan ekonomi akan pesat. Cost of capital akan turun menjadi sekitar 2-3% per tahun. Bunga bank yang juga merupakan cost of capital bagi debiturnya juga akan turun. Tidak akan seperti saat ini yang di atas 10%. Itulah manfaat membangun ekosistem bisnis dengan setia pada peran masin-masing. Tidak iri peran perusahaan lain. Ingat, tikus meraja lela karena ekosistemnya taerganggu.  Ingat, seberapa pun laparnya, harimau tidak makan rumput. Perusahaan Anda bagaimana?

Artikel ke-424 karya Iman Supriyono ini ditulis selepas sholat subuh di kawasan Dukuh Atas, sekitar 5 menit jalan kaki ke kantor SNF Consulting di Menara BCA Jl. Thamrin Jakarta pada tanggal 27 September 2023.

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Crazy Rich Menyesatkan


Sudah terlalu umum dunia bisnis dipenuhi pembicaraan tentang orang. Menjadikan orang sebagai topik pembicaraan.  Menjadikan orang sebagai subyek dalam dunia bisnis. Sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan realita.

Tidak sesuai realita? Ya. Bisnis adalah tentang produksi barang dan jasa kebutuhan umat manusia. Sebagai gambaran, Product domestik bruto (PDB) semua negara di dunia tahun 2022 menurut Bank Dunia adalah USD 100,56 triliun. PDB sederhananya adalah omzet seluruh pelaku ekonomi baik orang maupun perusahaan. Jadi sepanjang tahun 2022 omzet seluruh pelaku ekonomi di muka bumi ini adalah sebesar USD 100,56 triliun.

Bagaimana peran perusahaan? Ini tergambar misalnya saja dari daftar 500 perusahaan dengan omzet terbeser dunia menurut Fortune tahun yang sama.  Total omzetnya adalah USD 41 triliun. Dengan demikian, 500 perusahaan tersebut berkontribusi sekitar  41% dari PDB dunia. Gambaran lain adalah daftar 2000 perusahaan terbesar dunia Forbes yang diperingkat berdasarkan laba, omzet, aset dan nilai pasa.  Pada tahun 2022 omzet gabungan omzet dari 2000 perusahaan dalam daftar tersebut adalah USD 50,8 triliun. Dengan demikian maka kontribusinya terhadap PDB dunia adalah sekitar 50%.

Itu baru dari 500 dan 2000 perusahaan. Padahal di dunia ada berkali lipat jumlah perusahaan. Tentu saja omzetnya akan jauh lebih besar dari pada itu. Kontribusinya terhadap PDB juga jauh di atas 50%. Sebuah fakta bahwa membicarakan ekonomi semestinya adalah membicarakan perusahaan. Subyek dalam ekonomi adalah perusahaan. Itulah mengapa saya tidak suka menulis tentang orang dalam membicarakan dunia bisnis.

Tapi kali ini saya mentoleransi diri untuk menulis tentang orang. Tentang crazy rich. Sebuah istilah yang belakangan banyak disebut dalam pembicaraan tentang bisnis. Saya menuliskannya sebagai antitesis pembicaraan umum tentang istilah ini.

Saat saya menuliskan kata kunci “crazy rich” di mesin pencari Google, yang muncul di baris pertama adalah tulisan dari CNBC Indonesia yang diunggah tanggal 4 september 2023. Judulnya adalah “Crazy Rich Kalsel Pesta Nikah 14 Hari Ini Sumber Hartanya” Digambarkan dalam tulisan itu bahwa sederet artis-artis beken tampil. Tidak kurang dari Slank, Elvi Sukaesih dan Iwan Fals. Sebuah pesta yang mengulang pesta serupa tahun 2018 oleh orang yang sama.

Pemilik hajatan adalah Haji Ciut atau Muhammad Hatta. CNBC menuliskan bahwa Ciut adalah pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama PT Binuang Mitra Bersama. Lebih lanjut CNBC menuliskan bahwa, bersama dengan kakaknya, Ciut dikenal sebagai pengusaha batu bara paling jaya seantero Kalimantan Selatan. Kekayaannya yang fantastis, menurut takaran masyarakat sekitar, membuat Haji Ciut juga dijuluki sebagai Raja Tambang. PT Binuang memiliki tambang seluas 300 hektar dengan lebih dari 1000 karyawan.

&&&

Pembaca yang baik, tulisan tentang crazy rich dari CNBC itu mengandung kesalahan yang bisa menyesatkan. Dituliskan bahwa  Haji Ciut adalah  “pemilik Izin Usaha Pertambangan atas nama PT Binuang Mitra Bersama”. Apa kesalahannya? Pada tulisan itu CNBC tidak membedakan antara aset Haji Ciut dengan aset PT Binuang Mitra Bersama. Mestinya beda. Aset Haji Ciut bukan berupa tambang seluas 300 hektar. Aset Haji Ciut mestinya adalah sekian lembar saham PT Binuang Mitra Bersama. Adapun tambang seluas 300 hektar adalah aset milik PT Binuang Mitra Bersama.

Ketika Haji Ciut menyelenggarakan pesta megah 14 hari, sumber pembiayaannya bukan dari aset PT Binuang Mitra Bersama. Melainkan dari dividen yang diterima oleh Haji Ciut. Nilainya adalah sekian persen dari laba PT Binuang Mitra Bersama. CNBC tidak menyebut angka persentasenya. CNBC juga tidak menyebut berapa total lembar saham yang dimiliki haji Ciut. Bahkan CNBC juta tidak menyebut berapa lembar saham yang telah diterbitkan PT Binuang Mitra Bersama. Apalagi juga tidak ada data tentang laba PT Binuang Mitra Bersama. Jadi sebenarnya tulisan tentang crazy rich tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan dengan baik tentang apa yang disebut sebagai crazy rich.

Masih tentang crazy rich.  Tahun lalu viral berita tentan crazy rich Indra Kenz dan Dony Salmanan. Beritanya santer sekali tentang kemewahan gaya hidup mereka. Berita juga santer saat keduanya kemudian divonis penjara oleh pengadilan.

Apa pelajarannya? Jangan silau dengan berita crazy rich. Lebih baik kita bicara tentang perusahaan. Baca laporan keuangannya. Cermati omzet, aset, laba dan nilai pasarnya. Cermati dividennya. Pelajari cara bisnisnya. Lalu ambil pelajaran untuk diterapkan pada bisnis kita. Itu jauh lebih sebagai upaya  untuk maju. Seperti perusahaan-perusahaan Fortune 500. Seperti perusahaan-perusahaan Forbes 2000. Membangun korporasi sejati. Jangan silau dengan pemberitaan crazy rich. Banyak yang menyesatkan!

Artikel ke-423 karya Iman Supriyono ini ditulis untuk dan diterbitkan oleh Majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi Oktober 2023

Baca Juga: Triliuner Peringkat Dunia Asetnya Berupa Apa?

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Nasionalisme: Membela Lion Air Yang Terlambat.


Bandara Juanda, 24 September 2023. Pesawat Lion air penerbangan 920 yang akan saya tumpangi terjadwal berangkat pada pukul 16.25 waktu setempat. Saya sudah persiapkan dengan baik untuk penerbangan ini. Berangkat dari rumah pukul 14.30. Naik taksi online turun di sebuah masjid di jalan Arief Rahman Hakim untuk mengikuti sholat ashar berjamaah dan masih sempat sholat sunah sebelum iqomah dimulai. Selepas sholat naik taksi yang sama menuju bandara. Sekitar jam 15.30 saya sudah duduk manis di coworking space dekat pintu 9 ruang tunggu. Siap terbang.

Jam 15.55 saat mestinya terjadwal sudah harus masuk pesawat diumumkan bahwa penerbangan tertunda karena alasan operasional. Rencana akan diterbangkan pada pukul 17.25. Pas waktu magrib. Oleh karena itu saya niatkan untuk sholat magrib secara jamak takhir sesampai di Ngurah Rai.

Sekitar jam 17.30  saat pesawat mestinya terbang diumumkan kembali bahwa penerbangan tertunda lagi. Diperkirakan pesawat akan terbang jam 19.55. Dalam menunggu saya meninggalkan coworking space untuk sholat magrib di mushola. Alhamdulillah masih ada jamaah yang bisa saya ikuti. Singkat cerita, saya menunggu kembali dan pesawat kemudian terbang sekitar pukul 8 malam lebih sekian.

Saya masuk pesawat di antrian nyaris paling belakang. Saat berada di tempat duduk yang posisinya di gang, di bangku dekat jendela dan bangku tengah telah duduk dua orang laki-laki perempuan bule. Saya menyangka mereka suami istri. Saya pun menyapa mereka. Senang sekali ternyata sejoli ini ramah sekali. Pembicaraan pun berlangsung gayeng. Sampai pada pembicaraan tentang keterlambatan pesawat. Keterlambatan ini menjadikan mereka sedikit repot karena ini adalah penerbangan transit. Besok pagi mereka akan melanjutkan penerbangan untuk menuju destinasi pulau Komodo.

Malu juga kalau maskapai dengan  armada terbanyak di tanah air ini sampai mencitrakan budaya terlambat. Saya pun mencari cara untuk meyakinkan mereka bahwa ini bukan kebiasaan Lion Air. Untung saya pernah membaca data tingkat ketepatan waktu maskapai berlogo singa terbang ini. Seingat saya angkanya sekitar 85%. Tidak jauh berbeda dengan Garuda. Tapi saya tidak terlalu yakin dengan data itu. Maka saya tinggalkan tempat duduk. Saya menuju ruang kru di ekor pesawat. Ada seorang pramugari. Saya tanyakan data itu. Tapi saya tidak beruntung. Pramugari tidak tahu data itu. Saya sampaikan kepadanya bahwa pilot pasti tahu. Tapi dia tidak merasa perlu untuk menanyakannya ke pilot. Padahal saya sudah sampaikan saya butuh data itu untuk menetralisir perasaan ketidaknyamanan penumpang bule di samping saya.

Akhirnya saya andalkan memori saya. Saya sampaikan kepada si bule Jerman itu bahwa angkanya adalah sekitar 85%. Dan mereka tampak lega. Lega bahwa ini memang kejadian yang tidak biasa.

Begitu pesawat mendarat, saya pun segera membuka telepon seluler. Googling data ketepatan waktu maskapai ini. Saya buka data OAG yang diterbitkan Januari 2023. Data adalah untuk sepanjang penerbangan tahun 2022. Lembaga berbasis di UK yang telah mempublikasikan data maskapai sejak tahun 1929 itu menyebut 20 top maskapai dengan tingkat ketepatan waktu (on time performance, OTP). Data yang mempertimbangkan aspek coverage maskapai itu menyebut bahwa ranking 1 nya adalah Garuda Indonesia dengan angka ketepatan waktu 95,63%. Di peringkat ke 20 adalah Emirates dengan OTP 81,13%.

Lion Air: Walaupun banyak yang menganggapnya suka terlambat, tapi statistik kinerja ketepatan waktunya lumayan.

OAG juga memeringkat 20  low cost carrier airline dengan OTP tertinggi. Ranking teratasnya adalah Eurowing dengan OTP 95,26%. Ranking ke 20 adalah  Virgin Australia Internasional dengan 64,54%.

Dimana posisi Lion Air?  Lion Air masuk top 10 maskapai Asia Pacific berdasar OTP. Ranking pertamanya adalah Garuda dengan skor seperti di atas. Ranking buncit adalah AirDo dengan 85,65%. Thai Lion Air berada pada peringkat ke 9 daftar itu dengan 86,75%.

Bagaimana lion Air Indonesia? Saya googling sumber data lain. Laman resmi Lion air menyebut angka ketepatan waktu 85,97% untuk periode Januari-Maret 2019. Saya belum mendapatkan data tahun 2022 untuk seluruh maskapai Indonesia.

&&&

Pembaca yang baik, dalam pergaulan antar bangsa, seseorang pasti akan bangga jika negeri tumpah darahnya mencatatkan prestasi positif. Dan begitu juga sebaliknya akan tidak enak hati jika negeri tumpah darahnya memiliki aspek negatif. Itulah nasionalisme alamiah. Dan di era ekonomi modern ini prestasi sebuah negara dengan mudah dilihat dari prestasi korporasinya. Mengapa? Karena nyaris semua barang dan jasa yang digunakan oleh masyarakat dunia merupakan produk korporasi. Nasionalisme era modern menempatkan kebanggaan korporasi menjadi pilar utama.

Maka malam itu di depan kawan duduk Jerman itu secara alami nasionalisme saya muncul. Untung saya ingat data terkait maskapai yang saya tumpangi itu. Tidak akurat betul karena murni hanya mengandalkan ingatan. Tapi paling tidak saya sudah melakukannya. Sayang pramugari tidak menyadari pentingnya hal ini. Moga ini bisa menjadi masukan untuk Lion air dan maskapai lain negeri ini. Penting untuk mengedukasi kru kabin tentang kinerja ketepatan waktu. Agar mereka juga terus menyadari untuk terus meningkatkan dan mengevaluasi kinerjanya. Agar kita bisa bangga dengan korporasi Indonesia. Seperti orang Korea yang bangga dengan Hyundai. Orang Jepang yang bangga dengan Toyota. Orang Amerika yang bangga dengan Boeing. Dan sebagainya. Kita bisa!

Artikel ke-422 karya Iman Supriyono ini ditulis di Denpasar pada tanggal 25 September 2023.

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Ditangkap KPK:  Karen Agustiawan Merugikan Negara?


Karen Agustiawan, dirut Pertamina periode 2009-2014, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan LNG oleh KPK. Berbagai sumber menyebut bahwa menurut KPK Karen telah merugikan negara dalam transaksi senilai USD 140 juta alias  Rp 2,1 triliun. Benarkah Karen telah merugikan negara? Tidak bahayakah penangkapan Karen? Keduanya adalah pertanyaan menarik ditinjau dari keberadaan Pertamina sebagai sebuah entitas legal alias makhluk hukum. Juga sangat menarik ditinjau dari kaca mata tata kelola perusahaan. Saya akan menjawabnya dalam bentuk poin-poin

  1. Paling tidak ada tiga isu yang harus dibahas untuk menjawab dengan terang-benderang dua pertanyaan tersebut. Isu pertama adalah tentang keberadaan Pertamina sebagai sebuah makhluk hukum.
  2. Mari kita dalami. Sebagai makhluk  hukum, PT Pertamina (Persero) lahir pada tanggal 17 September tahun 2003. Dasarnya adalah akta notaris Lenny Janis Ishak, S.H  No. 20 tahun 2003.  
  3. Pendirian sebuah perusahaan pada dasarnya adalah transaksi jual beli. Barang yang diperjual belikan adalah lembaran-lembaran saham. Penjualnya adalah perusahaan yang didirikan. Pembelinya adalah para pemegang saham. Pada sebuah transaksi jual beli, barang berpindah dari penjual kepada pembeli. Uang berpindah dari pembeli kepada penjual. Logika ini ini hanya bisa dipahami oleh mereka yang berparadigma korporasi, bukan paradigma business owner.
  4. Demikian juga pada saat pendirian Pertamina. Sesuai akta, yang diperjual belikan adalah 100 juta lembar saham dengan nilai nominal (par value) Rp 1 juta. Penjualnya adalah Pertamina sebagai sebuah makhluk hukum. Pembelinya adalah pemerintah Republik Indonesia. Nilai transaksinya adalah Rp 100 triliun (100 juta lembar saham dengan harga per lembar Rp 1 juta)
  5. Sebagaimana layaknya sebuah transaksi jual beli, begitu transaksi itu terjadi, pembeli dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia tidak lagi memiliki uang Rp 100 triliun tersebut. Asetnya berubah menjadi lembaran-lembaran saham sejumlah 100 juta lembar.
  6. Nah, di sini letak isu mendasarnya. KPK mengakui sahnya Akta Notaris Lenny Janis Ishak, S.H   No.20 tahun 2003 atau tidak? Jika mengakui maka yang dimaksud kekayaan negara adalah lembaran-lembaran saham Pertamina sejumlah 100 juta lembar. Jika tidak mengakui maka yang dimaksud kekayaan negara tetap berupa uang senilai Rp 100 triliun yang kemudian terus menerus ditransaksikan sampai terjadinya transaksi senilai USD 140 juta tersebut.
  7. Isu kedua adalah tentang pengertian merugikan negara. Definisinya tergantung pada isu pertama. Jika KPK mengakui keabsahan akta notaris tersebut dan dengan demikian maka aset negara adalah berupa 100 juta lembar saham, maka negara akan disebut rugi jika terjadi satu dari dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah jumlah lembar saham yang dimiliki negara berkurang. Kemungkinan kedua adalah nilai per lembar saham menurun.
  8. Jika yang terjadi adalah kemungkinan pertama, yang bertanggung jawab bukan Karen sebagai dirut Pertamina. Mengapa? Karen tidak memiliki otoritas untuk memindah tangankan lembaran-lembaran saham tersebut. Otoritasnya ada pada menteri. Maka, jika kemungkinan pertama ini terjadi maka yang harus bertanggung jawab adalah menteri.
  9. Yang bisa menjadi tanggung jawab Karen adalah kemungkinan kedua yaitu menurunnya nilai per lembar saham. Mari kita dalami. Ada 3 nilai pada lembaran saham perusahaan yaitu nilai nominal (par value), nilai buku (book value) dan nilai pasar (market value)
  10. Nilai nominal adalah nilai sesuai dokumen legal. Nilai nominal lembaran saham pertamina sejak didirikan sampai pada laporan teraudit tahun 2012 tetap Rp 1 juta. Jadi tidak ada masalah di nilai nominal.
  11. Untuk nilai buku, mari kita lihat laporan keuangan teraudit Pertamina tahun 2012. Nilai buku perusahaan pada akhir 2011 adalah USD  13 282 610 000. Dengan jumlah lembar saham sebesar 82 569 779 lembar maka nilai buku per lembar adalah USD 160,9. Nilai buku akhir 2012 adalah USD 15 192 781 000. Dengan jumlah lembar saham sebesar 83 090 697 lembar maka nilai buku per lembar saham adalah USD 182,8. Perhatikan kembali, nilai buku per lembar saham Pertamina sepanjang dikelola Karen tahun 2012 naik 13,6% dari USD 160,9 menjadi USD 182,8.
  12. Bagaimana nilai pasarnya? Nilai pasar adalah nilai transaksi terakhir atas saham sebuah perusahan. Adakah transaksi terhadap saham pertamina sepanjang tahun 2012? Pertamina bukan perusahaan tercatat di lantai bursa sehingga pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan data lantai bursa. Saya sudah coba telusuri melalui Google. Tidak ada informasi penjualan saham Pertamina oleh pemerintah pada tahun 2012. Dengan demikian maka tidak ada perubahan nilai pasar saham Pertamina sepanjang tahun 2012
  13. Jadi, dari uraian di atas, jika KPK mengakui keabsahan akta Notaris tersebut, Karen harus dibebaskan karena tidak ada penurunan nilai aset negara berupa lembaran-lembaran saham Pertamina. Tidak ada penurunan nilai nominal, nilai buku, maupun nilai pasar. Bahkan nilai bukunya meningkat.
  14. Bagaimana definisi rugi jika KPK tidak mengakui keabsahan akta Notaris Lenny tersebut? Rugi harus ditelusuri pada setiap transaksi satu demi satu. Termasuk transaksi senilai USD 140 juta tersebut. Juga harus ditelusuri transaksi terkait dengan transaksi tersebut.
  15. Saya tidak memiliki data untuk bisa menganalisis apakah transaksi USD 140 juta itu rugi atau tidak. Tetapi jika KPK tidak mengakui keabsahan akta Notaris Lenny, maka pengangkatan Karen sebagai dirut Pertamina jadi tidak sah. Dan demikian kesalahan mesti dibebankan pada pihak yang telah memberi otoritas Karen untuk memegang aset Pertamina. Konsekuensinya terlalu berat jika KPK memilih opsi ini. Harus ditelusuri satu demi satu setiap transaksi Pertamina sejak berdiri sampai transaksi senilai USD 140 juta itu.
  16. Isu ketiga adalah otoritas direksi. Jika KPK mengakui keabsahan akta Notaris Lenny, maka artinya KPK mengakui juga bahwa sesuai Undang-undang PT bahwa direktur bisa bertransaksi mengalihkan (melakukan jual beli) atau menjaminkan aset perusahaan tanpa minta persetujuan siapa pun sampai nilai maksimum 50% aset bersih alias nilai buku perusahaan. Transaksi USD 140 juta itu hanya merupakan 1% dari aset bersih Pertamina awal tahun 2012. Jadi sepenuhnya masih dalam otoritas Karen sebagai direktur utama. Jauh dari batas melebihi 50% aset bersih yang mengharuskan Karen minta persetujuan RUPS sebagaimana diatur dalam Undang-undang PT.
  17. Bahkan andai pun Karen melakukan transaksi di luar kewenangannya sesuai Undang-undang PT, direksi bersifat kolektif kolegial. Tindakan hukum salah satu direktur harus ditanggung oleh seluruh direksi. Jadi semua direksi harus ditangkap. Bahkan sesuai UUPT, komisaris juga bertanggung jawab bisa sampai harta pribadi jika tidak menjalankan tugas pengawasan yang dibebankannya. Semua komisaris harus ditangkap jika tidak bisa membuktikan telah melakukan pengawasan yang cukup terhadap transaksi Rp 140 juta tersebut. Tapi ini semua tidak perlu dibahas karena transaksi yang dilakukan Karen masih dalam wilayah otoritasnya.

Pembaca yang baik, itulah tiga isu krusial terkait penangkapan Karen oleh KPK. Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Karen. Jadi saya tidak berkepentingan terhadap nasib Karen secara pribadi. Tapi saya adalah warga negara yang berkepentingan agar perusahaan-perusahaan negeri ini menjadi berkelas dunia sebagaimana visi Pertamina. Saya ingin Pertamina menjadi seperti BP yang nilai bukunya USD 120 miliar pada akhir tahun 2012. Nilainya 8x Pertamina. BP adalah BUMN Inggris yang telah melakukan proses korporatisasi sehingga menjadi besar seperti itu. Saat ini BP adalah perusahaan terbesar ke-28 dunia dalam hal laba, omzet, aset dan nilai pasar.

Kasus penangkapan mantan dirut Pertamina Karen Agustiawan semoga menjadi pembelajaran korporasi bagi negeri ini

Saya tidak berkepentingan terhadap nasib pribadi Karen. Tapi sebagai warga negara saya berkepentingan untuk ekonomi negeri ini berkembang. Tulang punggungnya adalah korporasi. Kita harus ingat bahwa 2000 perusahaan terbesar dunia berkontribusi sebesar 50% PDB dunia. Dan kita tidak akan bisa menghasilkan korporasi seperti itu tanpa penguatan posisi perusahaan sebagai makhluk hukum. Penangkapan Karen oleh KPK adalah pelemahan cara pandang perusahaan sebagai makhluk hukum. Masak iya KPK sebagai institusi penegak hukum justru melakukan hal seperti itu? Semoga segalanya akan kembali pada pengakuan Pertamina sebagai makhluk hukum. Semoga korporasi-korporasi negeri ini menguat. Prestasi negeri ini dalam menghadirkan korporasi kuat masih sangat parah dan memalukan. Baca tulisan saya pada link tersebut.

Pembaca yang baik, bagaimana kesimpulan Anda? Benarkah Karen telah merugikan negara? Tidak bahayakah penangkapan Karen?

Baca Juga: Karen Agustiawan Bebas Dari Vonis Penjara Kasus Terdahulu

Artikel ke-421 karya Iman Supriyono ini ditulis pada tanggal 23 September 2023 di SNF House of Management, Surabaya

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Hiruk Pikuk Rempang: Mampukah Xinyi Glass?


Pecahnya kasus investasi di Pula Rempang mencuatkan nama Xinyi Glass. Siapa dia? Logiskah nilai investasi yang disebut sebut senilai Rp 175 triliun itu? Mari kita cermati dari data yang valid.

Untuk mengawali, berikut ini saya terjemahkan jati diri perusahaan berkantor pusat di Hongkong itu langsung dari situs web resminya.

“Xinyi Glass Holdings Limited, didirikan pada tahun 1988 dan berkantor pusat di Hong Kong, Tiongkok, terdaftar di papan utama Bursa Efek Hong Kong pada bulan Februari 2005 (Kode Saham: 00868.HK). Sebagai salah satu produsen kaca terintegrasi terkemuka di dunia, Xinyi Glass berkomitmen pada produksi kaca float, kaca mobil, dan kaca arsitektur hemat energi berkualitas tinggi, serta memiliki jaringan penjualan yang mencakup lebih dari 130 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Setelah lebih dari 35 tahun pengembangan, Xinyi Glass telah mendirikan dua belas basis manufaktur domestik di zona ekonomi paling aktif di Tiongkok: Pearl River Delta, Delta Sungai Yangtze, Lingkar Ekonomi Bohai, Zona Ekonomi Chengdu-Chongqing, dan Zona Ekonomi Teluk Beibu. Xinyi Glass secara aktif mempromosikan globalisasi bisnisnya dan terus meningkatkan tata letak strategis global, serta telah mendirikan basis manufaktur luar negeri di Malaka, Malaysia.

Xinyi Glass, dengan kapitalisasi pasar lebih dari HK$ 51,6 miliar, kini memiliki total kawasan industri seluas lebih dari 9,15 juta meter persegi dan lebih dari 15.000 karyawan serta omzet lebih dari HK$12,6 miliar pada paruh pertama tahun 2023”.

Bagaimana kekuatannya? Aset perusahaan per akhir 2022 sesuai laporan teraudit adalah HKD 52,2 miliar alias IDR 102 triliun. Ekuitas alias book valuenya adalah HKD 32,1 miliar alias IDR 63 triliun.  Dengan  nilai buku tersebut nilai pasar hari ini adalah HKD 45 miliar alias IDR 88 triliun. Omzetnya pada tahun tersebut adalah HKD 25,7 miliar alias IDR 50 triliun. Laba tahun berjalan adalah HKD 5,1 miliar alias IDR 10 triliun.

Besarkah perusahaan itu? Besar kecil itu relatif. Mari kita lihat perbandingannya.  Terdapat 44 perusahaan Hongkong yang masuk dalam daftar 2000 perusahaan dunia  dalam hal laba, omzet, aset, dan nilai pasar dalam catatan Majalah Forbes. Yang nomor buncit dari 44 perusahaan itu adalah Galaxy Entertainment. Angka laba omzet aset dan nilai pasarnya berturut turut adalah USD 438,5 Juta, USD 1,07 miliar, USD 10,37 miliar, dan USD 29,97 miliar. Dengan kurs hari ini nilainya setara dengan berturut-turut IDR 6,7 triliun, IDR 16,4 triliun, IDR 159 triliun dan IDR 460 triliun.  Perusahaan ini berada pada peringkat nomor 1769 Forbes.

Di mana posisi Xinyi? Perusahaan pabrikan kaca itu tidak masuk daftar tersebut. Jadi di Hongkong Xinyi tidak termasuk perusahaan 44 besar. Dengan demikian juga tidak masuk pada 2000 perusahaan terbesar dunia.

Bagaimana dibandingkan dengan perusahaan di Indonesia? Indonesia menempatkan 8 perusahaan pada daftar Forbes 2000 tahun 2023. Nomor buncitnya adalah Garuda Indonesia. Tetapi masuknya Garuda ini karena banyak laba besar yang diperoleh dari pembebasan utang. Jadi besarnya hanya di atas kertas. Lebih baik kita ambil satu peringkat di atasnya yaitu Adaro Energi. Dalam catatan Forbes laba, omzet, aset dan nilai pasarnya masing-masing adalah USD 2,5 miliar, USD 8,13 miliar, USD 10,78 miliar, dan USD 5,93 miliar. Adaro berada pada peringkat 1393 dari daftar Forbes. Dengan demikian ukuran Xinyi jauh di bawah Adaro.

Mampukah Xinyi berinvestasi IDR 175 triliun di Indonesia. Mari kita cermati. Posisi kas dan setara kas akhir 2022 adalah HKD 3,2 miliar alias IDR 6,3 triliun. Kas itu jauh dari angka IDR 175 triliun. Dan tentu saja kas itu tidak bisa diambil semuanya karena dibutuhkan untuk menjaga aliran kas operasional perusahaan. Dengan total biaya sekitar IDR 45 triliun (setahun), nilai kas setara kas itu hanya senilai kurang lebih 1,5 bulan total biaya perusahaan. Tentu tidak mungkin untuk diambil untuk berinvestasi di Rempang.

Bagaimana potensi sumber pendanaan lain? Perusahaan ini sudah pada langkah tertinggi alias langkah ke-8 dalam siklus hidup perusahaan alias corporate life cycle (CLC) dalam hal pemegang saham. Perusahaan ini sudah tidak ada lagi pemegang saham pengendali. Pemegang saham terbesarnya adalah Yin Yee Lee dengan kepemilikan 21,66%. Artinya, perusahaan ini sudah melampaui titik kritis korporatisasi. Dus, sudah tidak ada kendala lagi perusahaan ini untuk mencari uang dengan melakukan rights issue di lantai bursa.

Ada 3 sumber dana yang bisa digali oleh perusahaan yaitu laba ditahan, penerbitan saham baru (rights issue) dan menambah utang. Mari kita lihat ketiganya. Kita hitung angka maksijmunya. Sumber pertama, laba ditahan bisa kita perkirakan dengan dasar laba tahun 2022 yaitu IDR 10 triliun. Inilah nilai sumber dana dari laba ditahan maksimum perusahaan.

Sumber kedua adalah penerbitan saham baru alias rights issue. Dengan nilai pasar IDR 88 triliun, andai perusahaan ini melakukan rights issue sebesar 20 % saham, akan menerima uang sebesar sekitar IDR 17 triliun. Catatannya, angka rights issue 20% ini sudah terlalu boros dilusi. Jadi ini sudah angka ekstrim tinggi. Mestinya lebih tepat di angka 10% atau bahkan kurang.

Sumber ketiga adalah utang. Supaya rasio utang tetap aman yaitu pada angka sekitar 1 maka setelah rights issue dan ada laba ditahan perusahaan dapat menambah utang dengan menerbitkan obligasi. Nilai ekuitas setelah rights issue dan laba ditahan adalah IDR 90 triliun (diperoleh dari ekuitas saat ini IDR 63 triliun plus hasil rights issue plus laba ditahan). Posisi utangnya per akhir tahun 2022 adalah HKD 20,1 miliar alias IDR 39 triliun. Dengan demikian perusahaan masih bisa menambah utang IDR 61 triliun.

Dengan demikian, dari ketiga sumber nilai maksimum kemampuan Xinyi untuk mendanai ekspansi adalah IDR 88 triliun. Jadi jika dipaksakan ekspansi Rp 175 triliun itu adalah langkah sangat berisiko bagi Xinyi. Tidak mungkin dilakukan jika perusahaan berpikir jangka panjang. Dan membaca sejarah panjangnya, tidak mungkin perusahaan ini akan mengambil langkah sangat berisiko seperti itu. Setelah membaca angka-angka di atas, bagaimana pendapat Anda saat membaca berita tentang hiruk pikuk Rempang? Masih bisa berharap pada investasi Rp 175 triliun Xinyi ke pulau Rempang?

Artikel ke-420 karya Iman Supriyono ini ditulis pada tanggal 20 September 2023 di SNF House of Management, Surabaya

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Ajal Sang Pendiri: Kutukan Generasi Ketiga


Samuel Moore Walton lahir tanggal 29 Maret 1918dari pasangan petani Thomas Gibson Walton dan Nancy Lee di Kingfisher, Oklahoma, USA.   Tahun 1940 ia lulus sebagai sarjana ekonomi dari Universitas Misouri. Sepanjang kuliah Sam aktif di berbagai kegiatan. Termasuk kegiatan berbisnis mencari uang.

Tiga hari setelah lulus Sam bekerja di JC Penny sebagai management trainee dengan gaji USD 75 per bulan. Ia bertahan di perusahaan ritel ini selama 18 bulan sebelum akhirnya masuk dinas militer dalam perang dunia kedua.  Tahun 1945 Sam mundur dari militer dan mulai bisnis toko ritel pertamanya dengan cara membeli toko serba ada Ben Franklin di Newport, Arkansas . Toko tersebut merupakan waralaba dari jaringan Butler Brothers. Modal USD 20 ribu diperoleh dari pinjaman mertuanya plus USD 5 ribu dari uang yang dikumpulkannya selama dinas militer.

Perjalanan bisnis tidak mulus. Toko pertama ini akhirnya tidak bisa dilanjutkan. Pemilik gedung tidak mau memperpanjang sewa toko. Sam harus meninggalkan toko ini. Tapi pemilik gedung mau membeli inventaris dan hak waralaba toko dengan harga USD 50 ribu. Uang ini cukup menjadi modal Sam untuk mendirikan toko pengganti. Singkat cerita, Sam terus bergerak hingga akhirnya menjadi Walmart seperti yang kita kenal saat ini.

April 1992 Sam meninggal. Tahun itu omzet Walmart adalah USD 43,9 miliar alias IDR 675 triliun dengan kurs hari ini. Labanya USD 1,6 miliar alias IDR 24,6 triliun. Hasil itu diperoleh dari 1720 gerai. Sepeninggal Sam tahun berikutnya omzet naik 26% menjadi USD 55,5 miliar alias IDR. Laba naik 25% menjadi USD 2 miliar alias IDR 30,8 triliun. Jumlah gerai naik 9% dari 1720 menjadi 1880. Nilai pasar naik 12%  USD 36,7 miliar menjadi USD 41,04 alias IDR 631 trlliun.

Saat ini Walmart adalah perusahaan peringkat ke-23 dunia dalam hal laba, omzet, aset dan nilai pasar. Labanya USD 11,68 alias IDR 180 triliun. Omzetnya USD 611,3  miliar alias IDR 9 403 triliun. Asetnya USD 243,2 miliar alias IDR 3 741 triliun. Nilai pasarnya adalah USD 439,86 miliar alias IDR 6 766 triliun. Jumlah gerainya adalah lebih dari 10 500 di  20 negara.

&&&

Pembaca yang baik, ajal pasti datang. Waktunya tidak ada yang tahu. Demikian juga ajal pendiri perusahaan. Seperti juga ajal bagi Sam Walton pendiri Walmart. Data di atas menunjukkan bahwa kematian pendiri tidak berpengaruh apapun bagi Walmart. Walmart tetap tumbuh dalam omzet, laba, aset dan nilai pasar. Dan bahkan terus tumbuh sampai hari ini. Menebar manfaat kepada umat manusia tanpa dibatasi suku, bangsa dan agama.

Bagaimana bisa seperti Walmart? Bagaimana perusahaan tidak mengalami penurunan kinerja ketika meninggalnya sang pendiri? Syarat utamanya adalah terbentuknya sistem manajemen. Ciri utama sistem manajemen adalah jumlah level jabatan yang cukup sedemikian hingga perbedaan kemampuan antar level menjadi kecil.

Dengan 1720 gerai saat pendiri meninggal, level jabatan dari CEO sampai kasir di toko tentu sudah cukup. Hitungan secara simulasi begini. Untuk sebuah gerai sekelas hipermarket, paling tidak ada kepala gerai, asisten kepala gerai, dan pelaksana. Jadi di tiap gerai ada 3 level. Karena ada 1720 gerai tentu ada 1720 kepala gerai. Jika tiap 10 gerai dikontrol oleh seorang supervisor maka akan ada 172 supervisor. Jika setiap 10 supervisor dikontrol oleh seorang manajer area maka akan ada 17 manajer area. Manajer area dibagi 3 kelompok dan masing-masing dipimpin oleh seorang general manager. General manager melapor kepada direktur. Para direktur dipimpin oleh seorang CEO. Dengan demikian total secara simulasi level jabatannya dari paling atas adalah: CEO, direktur, general manager, area manager, supervisor, kepala gerai, asisten kepala gerai, dan pelaksana. Total ada 9 level.

Memang belum sejumlah level jabatan pada sistem manajemen ideal. Tapi jumlah yang cukup untuk membuat perbedaan keahlian antar level menjadi kecil. Dengan demikian ketika ada manajer level mana pun meninggal, mati atau pensiun manajer level persis di bawahnya bisa naik menggantikan tanpa ada penurunan kinerja. Dan ini terkonfirmasi dengan tidak adanya penurunan kinerja Walmart setelah meninggalnya sang pendiri.

Pastikan bekerja keras melakukan korporatisasi agar sistem manajemen perusahaan terbentuk kokoh saat mendinggalnya sang pendiri. Hindari kutukan generasi ketiga.

Pembaca yang baik, pada perusahaan mana pun terjadi adu cepat antara terbentuknya sistem manajemen dengan ajal sang pendiri. Jika sang pendiri meninggal saat sistem manajemen sudah cukup kuat seperti Walmart, perusahaan akan tetap tumbuh dan unggul dari generasi ke generasi. Jika sebaliknya maka perusahaan akan terganggu kinerjanya bahkan hancur. Muncul fenomena kutukan generasi ketiga. Generasi pertama mendirikan. Generasi kedua menikmati. Generasi ketiga menghancurkan.

Bagaimana mempercepat menguatnya sistem manajemen agar tidak kalah dengan datangnya ajal sang pendiri? Tidak ada lain kecuali dengan melakukan korporatisasi. Intinya adalah scale up setelah perusahan menemukan revenue and profit driver alias RPD. Bagaimana perusahaan tempat Anda berkarya?

Artikel ke-419 karya Iman Supriyono ini ditulis pada tanggal 20 September 2023 di SNF House of Manaagement, Surabaya

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Perusahaan Adalah Makhluk Hukum


“Pembicara kunci kita hari ini adalah pak CT, owner Bank Mega”, “Kita sambut pembicara sesi berikutnya, pak Hermanto Tanoko, owner cat Avian”, “Pak Prabowo memiliki 250 ribu hektar tanah di Aceh”, “90% tanah di negeri ini dimiliki oleh 1% penduduk”. Ini adalah beberapa pernyataan yang sering sekali muncul dalam pembicaraan terkait bisnis. Banyak yang menganggapnya benar. Padahal salah fatal.

Kesalahannya sangat mendasar dan akibatnya fatal. Mendasar karena kesalahannya bersifat paradigma. Kesalahan cara pandang. Akibatnya menjadi sangat panjang. Kesalahan ini akan terbawa dalam setiap sikap keputusan bisnis atau investasi atau yang terkait keduanya. Dan ketika yang melakukan kesalahan itu banyak orang bahkan selevel presiden, akibatnya adalah prestasi bisnis negeri ini juga payah. Korporasi-korporasi negeri ini tidak tumbuh secara eksponensial sebagaimana semestinya.

&&&

“Pak Iman, kalau kita punya properti berupa tanah dan bangunan sebaiknya diatasnamakan siapa? Perusahaan atau pribadi?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang muncul pada sebuah grup WA. Saya tidak langsung menjawabnya. Tetapi justru saya tanya balik. Begini kurang lebih dialog selengkapnya.

T: Pak Iman, kalau kita punya properti berupa tanah dan bangunan, sebaiknya diatasnamakan siapa? Perusahaan atau pribadi?

J: Sebentar, siapa yang dimaksud “kita” pada pertanyaan tersebut? Pendiri? Komisaris? Direksi? Pemegang saham? Atau perusahaan? Prinsip dasarnya, aset harus berupa tanah dan bangunan harus diatasnamakan pemiliknya. Jangan diatasnamakan pihak lain. Jika milik direktur pastikan dinamakan si direktur. Demikian juga jika milik si komisaris, pendiri, atau pemegang saham. Jika milik perusahaan mesti diatasnamakan perusahaan.

T: Asetnya milik pendiri tapi dipakai perusahaan.

J: Kalau memang milik pendiri ya harus atas nama pendiri. Jika dipakai perusahaan maka statusnya mestinya ada transaksi sewa-menyewa antara pendiri dan perusahaan. Tapi jika mau lebih baik mestinya tanah tersebut diimbrengkan ke perusahaan. Maksudnya, tanah dijadikan sebagai setoran modal si pendiri ke perusahaan. Secara legal, prosedurnya detailnya bisa ditanyakan kepada notaris setempat. Memang ada biaya sekitar 7% dari nilai tanah yang diakui sebagai modal setor. Tapi ini akan menjadi dasar untuk proses korporatisasi lebih lanjut. Menjadi dasar bagi perusahaan untuk menapaki 8 langkah siklus hidup perusahaan (corporate life cycle, CLC) sampai menjadi korporasi sejati.

T: Bagaimana jika tanah dibeli dari laba perusahaan?

J: Uang dari laba perusahaan adalah sepenuhnya milik perusahaan. Maka jika uang tersebut dibelikan properti berupa tanah dan bangunan, mestilah diatasnamakan perusahaan. Dalam jual beli uang berpindah dari tangan pembeli kepada penjual. Sebaliknya barang yang diperjualbelikan berpindah dari tangan penjual kepada pembeli. Karena uangnya milik perusahaan (sebagai pembeli) maka tanah harus menjadi milik perusahaan. Jika ternyata diatasnamakan pihak lain baik itu direktur, komisaris, pendiri atau pemegang saham, berarti telah terjadi pelanggaran hak perusahaan. Telah terjadi pelanggaran hukum. Bisa masuk sebagai kasus penggelapan dan bisa berujung penjara. Mengapa? Karena perusahaan adalah sebuah makhluk hukum (legal entity) yang memiliki hak dan kewajiban setara dengan orang. Di mata hukum, perusahaan berbadan hukum PT sebagai legal entity memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan pendiri, direktur, komisaris dan pemegang saham. Ingat, pintu masuknya uang laba perusahaan kepada pemegang saham adalah melalui dividen. Pintu masuknya uang dari pendiri atau pemegang saham kepada perusahaan adalah setoran modal. Dan mesti dipahami bahwa pendiri perusahaan itu sifatnya historis belaka. Tidak memiliki posisi fungsional dalam perusahaan. Tidak memiliki hak dan kewajiban dalam sebuah perusahaan.

&&&

Pembaca yang baik, kesalahan pencampuradukan antara aset perusahaan dengan aset pendiri, direktur, komisaris atau pemegang saham itu berakibat baruk. Berikut ini paling tidak tiga akibat buruk itu. Akibat pertama, perusahaan akan sulit mendatangkan investor melalui proses korporatisasi. Perusahaan sulit menerbitkan saham sebagai sarana scale up. Perusahaan tidak bisa melaju dengan pertumbuhan aset lebih dari 5x laba sebagai langkah ke-6 dalam CLC. Mengapa? Tentu saja investor akan takut memasukkan aset pada perusahaan yang asetnya sulit dipertanggungjawabkan.

Anak adalah makhuk hukum. Maka anak tidak bisa disebut sebagai milik orang tuanya. Makluk hukum tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Demikian juga perusahaan.

Akibat kedua, perusahaan akan sulit mendapatkan opini wajar tanpa perkecualian (WTP) saat diaudit oleh akuntan publik. Padahal WTP adalah tuntutan investor untuk mengamankan aset yang telah digelontorkannya pada sebuah perusahaan. Kantor akuntan publik (KAP)-nya pun tidak bisa sembarangan. KAP hauslah yang memiliki kredibilitas cukup di mata para investor. Itulah mengapa KAP yang dipercaya dunia bisnis adalah apa yang disebut big four. Ini terjadi karena bisa dikatakan bahwa daftar pemegang saham perusahaan besar mana pun pasti selalu ada nama investor dari negeri Paman Sam. Empat belas dari 20 perusahaan investasi dengan aset terbesar dunia adalah dari USA. Semua big four adalah dari USA.

Akibat ketiga adalah pembodohan kepada masyarakat. Pernyataan bahwa 90% tanah di negeri ini dikuasai oleh 1% penduduk adalah pembodohan. Pernyataan bahwa Pak Prabowo memiliki 250 ribu hektar tanah di Aceh dan 150 ribu hektar di Kalimantan timur pada debat capres 2019 dan diangkat kembali pada debat capres 2023 dengan angka 340 ribu hektar bahkan mendekati 500 ribu hektar adalah pembodohan. Pernyataan itu muncul karena yang mengatakan tidak bisa membedakan antara orang dan PT. Sesuai undang-undang beserta peraturan yang ada, orang pribadi tidak memungkinkan memiliki lahan seluas itu. Yang bisa memiliki lahan dengan luasan ratusan ribu hektar bahkan tanpa batas adalah PT.  Mustahil Pak Prabowo memiliki tanah seluas itu. Baru mungkin jika yang dimaksud adalah perusahaan yang didirikan atau sahamnya dimiliki pak Prabowo. Artinya, orang yang mengatakan demikian pastilah tidak paham Undang-undang PT. Tidak paham kedudukan PT sebagai makhluk hukum. Tidak paham Undang-undang Agraria.

Pembodohan masyarakat berakibat kesalahan berjamaah dalam mengambil keputusan hukum terkait aset. Akibat berikutnya adalah lambatnya perkembangan dunia bisnis Indonesia. Indonesia yang sudah merdeka 78 tahun dengan lebih dari 200 juta penduduk baru bisa memunculkan 8 perusahaan terbesar dunia berdasarkan urutan laba, omzet, aset dan nilai pasar. Kalah jauh dengan Singapura yang baru merdeka tahun 1965 dengan sekitar 5 juta penduduk. Singapura memasukan 14 perusahaan dalam daftar tersebut. Baca tulisan selengkapnya pada Forbes 2000 tahun 2023.

Pembodohan tersebut juga berakibat regulasi di negeri ini tidak pro pertumbuhan korporasi (perusahaan). Padahal korporasi adalah ujung tombak dalam persaingan ekonomi antar bangsa. Korporasi adalah pilar utama penguatan mata uang suatu negara Pertumbuhan korporasi melalui proses korporatisasi adalah syarat mutlak turunnya tingkat bunga kredit menjadi sekitar 3% seperti pada negara-negara maju.

Bagaimana? Anda sudah paham? Maka sejak saat ini hindarkan diri dari pernyataan-pernyataan seperti yang saya tulis pada alinea pertama tulisan ini. Hindari mengatakan, “Pembicara kunci kita hari ini adalah pak CT, owner Bank Mega”, “Kita sambut pembicara sesi berikutnya, pak Hermanto Tanoko, owner cat Avian”, “Pak Prabowo memiliki 250 ribu hektar tanah di Aceh”, “90% tanah di negeri ini dimiliki oleh 1% penduduk” Hindari jauh-jauh jauh. Ingat, kata-kata menunjukkan isi kepala. Kata-kata menunjukkan paradigma. Kata-kata menunjukkan visi. Kata-kata adalah afirmasi. Ayo berubah!

Artikel ke-418 karya Iman Supriyono ini ditulis pada tanggal 11 September 2023 di kabin pesawat Airbus 320 dalam penerbangan dari bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju bandara Kuala Namu Medan.

Diskusi lebih lanjut sekaligus berjejaring dengan para pelaku bisnis dan investassi? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Tidak Ada Bisnis 100% Aman


“Ini koperku kondisi terkunci dan aku lupa nomor kuncinya. Tolong bereskan ya. Kamu kan calon insinyur mesin”. Begitu kurang lebih yang disampaikan Pak Rohim pada tahun 90-an saat saya menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITS. Saya sanggupi tantangan beliau. Saya pun membawa koper itu ke rumah kontrakan.

Yang menarik, itu adalah kesempatan saya pertama memegang koper. Di kampung halaman saya tidak ada orang punya koper. Kalaupun bepergian yang digunakan untuk mengemasi barang bawaan bukan koper. Mereka memakai tas seadanya.  Koper terlalu mewah bagi warga kampung halaman saya ketika itu.

Di rumah kontrakan saya pelajari kunci koper itu. ketika itu tidak ada internet. Jadi saya hanya mempelajarinya berdasarkan ilmu mekanik dasar dari kampus plus naluri teknik yang memang saya punya sejak di kampung halaman. Misalnya saja saya pernah merancang sebuah alat untuk keperluan produksi makanan tradional brem Madiun.  Alat itu pernah saya demonstrasikan di lomba dan mengantarkan saya menjadi pelajar teladan tingkat kabupaten Madiun.

Modal utamanya satu: yakin bisa. Saya mulai mencoba memutar satu demi satu roda angka pengunci koper. Saya dengarkan suaranya. Saya rasakan gerakannya. Terus saya pelajari dengan mencoba ini dan itu. Dan akhirnya, koper itu pun berhasil dibuka tanpa merusakkan kuncinya. Saya bisa menemukan nomor sandinya. Dengan hati berbunga-bunga saya kembalikan koper ke Pak Rohim, kini sudah almarhum, allahummarhamhu. Berbunga-bunga karena berhasil menyelesaikan tantangan bagi seorang calon insinyur mesin.

&&&

Itu adalah pengalaman pertama menemukan nomor sandi kunci yang terlupa. Setelah itu tidak sekali dua kali saya dimintai tolong kasus serupa. Juga bukan hanya nomor sandi kunci koper. Tetapi juga kunci-kunci lain seperti kunci sepeda berbentuk rantai yang juga menggunakan pengaman sandi angka. Dan, saya senang sekali karena sampai saat ini belum pernah gagal ketika dimintai tolong keluarga, kawan atau siapa pun yang lupa kunci bersandi angkanya. Termasuk kunci sepeda bapak ibu mertua beberapa hari lalu yang menginspirasi saya menulis artikel ini. Modal utamanya satu: keyakinan bahwa tidak ada alat pengaman yang sempurna. Selalu ada celah. Tantangannya adalah bagaimana menemukan celah itu.

&&&

Ada dua pelajaran penting dari pengalaman saya menemukan nomor sandi kunci koper yang terlupa. Pelajaran pertama adalah tentang mitigasi risiko. Di dunia bisnis, keamanan terhadap risiko adalah faktor krusial. Setiap perusahaan menghadapi banyak risiko. Dan setiap risiko perlu dimitigasi. Perlu diamankan. Dan setiap pengamanan selalu mengandung celah. Ketika sebuah celah telah ditemukan lalu diantisipasi dengan pengamanan yang lebih baik, maka akan muncul celah berikutnya. Tidak pernah ada pengamanan yang sempurna. Itulah mengapa perusahaan ternama sekelas Revlon misalnya pun masuk dalam putusan kepailitan oleh pengadilan.

Tidak ada kunci pemgaman yang bebas dari kelemahan

Tugas manajemen sebuah perusahaan adalah terus mengidentifikasi risiko dan kemudian memitigasi risiko itu dengan baik. Membuat pengamanan yang cukup. Menyiapkan diri jika sewaktu-waktu risiko itu terjadi. Contoh risiko yang belakangan ini sering menjadi isu penting adalah disrupsi. Sebuah perusahaan bisa dihabisi di pasar karena munculnya teknologi atau inovasi baru yang disruptif.  Contohnya adalah munculnya teknologi e-mail yang menghabisi bisnis telegram dari Western Union. Dengan kesiapan yang bagus kini Western Union bertransformasi menjadi perusahaan remitansi terbesar dunia. Memanfaatkan jaringan telegram yang telah kokoh di lebih dari 200 negara. Jaringan inilah rahasia sukses Western Union menghadapi disrupsi.

Contoh lain adalah Fuji film yang menghadapi disrupsi karena munculnya teknologi fotografi digital. Fuji image plaza yang dulu menjamur kemudian semua lenyap.  Tapi Fuji kini tetap jaya. Kini nilai pasarnya JPY 3.57 triliun alias Rp 372 triliun. Kuncinya adalah menggunakan core competence di bidang imaging untuk masuk ke bisnis fotografi medis.

Pelajaran kedua adalah tentang saat Anda terkunci dalam sebuah masalah yang luar biasa pelik. Jangan menyerah, kunci sepelik apapun pasti ada kelemahannya. Yakini. Hadapi dengan tenang. Pelajari segala sesuatunya sampai Anda menemukan “nomor sandi”-nya. Persis seperti pengalaman saya dimintai bantuan kawan dan keluarga untuk membuka kunci yang lupa nomor sandinya. Selalu ada kelemahan di setiap kunci apapun.

Artikel ke-417 karya Iman Supriyono ini ditulis pada tanggal 31 Agustus 2023 di dalam kabin pesawat Boeing 737 ER dalam penerbangan Surabaya Jakarta,

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Triliuner Dunia: Berupa Apa Asetnya?


Tiap tahun Forbes meluncurkan daftar orang terkaya dunia. Untuk tahun ini, peringkat pertama adalah Bernard Arnault dan keluarganya dengan kekayaan USD 211 miliar. Dengan kurs hari ini nilainya adalah Rp 3 250 triliun. Peringkat terakhir alias peringkat ke-2540 diduduki oleh Inigo Zobel dengan kekayaan USD 1 miliar alias Rp 15 triliun.

Dari mana mereka memperoleh kekayaan? Forbes menjelaskan terdapat 10 industri yang menduduki posisi terbesar sebagai sumber kekayaan para triliuner. Industri pertama adalah keuangan dan investasi.  Terdapat  372 orang alias 14% dari 2540 orang terkaya berasal dari industri ini. Yang nomor satu adalah Warren Buffet, CEO dan pendiri Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi. Asetnya adalah USD 106 miliar alias Rp 1 626 triliun.

Berupa apa aset Buffet sebesar itu? Orang yang dijuluki the oracle of Omaha ini memiliki 14% saham seri A Berkshire Hathaway. Saat Forbes mempublikasikan peringkat itu, nilai pasar Berkshire Hathaway adalah USD 707 miliar. Kekayaan Buffet kurang lebih adalah sebesar 14% dari nilai Berkshire Hathaway.

Industri kedua adalah manufaktur. Industri ini mendudukkan 324 orang alias 12% dari orang terkaya tahun ini.  Reinhold Wuerth dan keluarga dengan kekayaan USD $29.7 miliar adalah yang tertinggi di industri ini. Kekayaan Wuerth berasal dari  Wuerth Group, sebuah perusahaan produsen skrup dan fastener dari Jerman.

Posisi ketiga adalah industri teknologi yang mendudukkan 313 orang alias 12% dari daftar orang terkaya tahun ini. Posisi puncak industri ini diduduki oleh Jeff Bezos pendiri Amazon. Kekayaannya adalah sebesar USD 114 miliar.  Kekayaannya berupa  saham Amazon. Saat Forbes meluncurkan daftar itu, nilai pasar Amazon adalah USD 1,08 triliun.

Indusrti ketiga sampai kesepuluh berturut-turut adalah fashion & retail, food & beverage, healthcare, real estate, diversified, energy, dan yang terakhir adalah media & entertaintment. Presentasi kontribusi masing-masing industri secara berturut-turut adalah 266 orang alias 10%, 212 orang alias 8%, 201 orang alias 8%, 193 orang alias 7%, 187 orang alias 7%, 100 orang alias 4%, dan 91 orang alias 3%.

&&&

Paling tidak ada empat pelajaran penting dari daftar itu. Pelajaran pertama, bahwa aset para triliuner adalah berupa lembaran-lembaran saham perusahaan. Bukan tabungan atau deposito. Bukan juga berupa kepemilikan pada properti berupa tanah atau bangunan. Tabungan atau deposito itu termakan inflasi. Properti juga sangat terbatas. Tidak ada properti yang nilainya triliunan. Hanya saham yang memungkinkannya. Jadi, orang tidak bisa menjadi triliuner sepanjang asetnya masih berupa tabungan, deposito, atau properti.

Pelajaran kedua, yang menjadi triliuner kelas dunia adalah para pendiri perusahaan atau ahli warisnya. Mengapa? Para pendiri perusahaan tentu memegang 100% saham saat perusahaan berdiri. Persentase itu hanya merupakan cara penyebutan. Aset yang sebenarnya bukanlah persentase itu. Melainkan sekian lembar saham. Sekian lembar saham itu tidak pernah dijual. Tapi perusahaan terus ditumbuhkan dengan terus-menerus menerbitkan saham baru yang disebut sebagai proses korporatisasi. Saham itu dibeli oleh investor dengan harga makin mahal dari waktu ke waktu.  Uangnya masuk ke perusahaan untuk modal ekspansi. Perusahaan pun membesar. Harga saham yang makin mahal inilah yang digunakan untuk menilai sekian lembar saham yang dimiliki oleh pendiri. Itulah yang membuat nilainya makin tinggi dan menjadi triliuner.

Berupa apa kekayaan mereka? Yang jelas bukan properti

Sebagai contoh adalah Djoko Susanto. Pendiri Alfamart itu berada di urutan No. 659 Forbes dengan kekayaan USD 4,2 miliar alias sekitar Rp 64 triliun. Angka itu diperoleh dari sekitar 21 miliar lembar saham Alfamart yang saat pengumuman Forbes itu harganya sekitar Rp 3000 per lembar. Nilai saham telah naik sekitar 300 kali dibanding saat Djoko Susanto mendirikan Alfamart. Ketika itu ia hanya menyetor Rp 10 per lembar saham.

Ketiga, angka aset besar itu tidak bisa langsung dinikmati dengan menjual saham. Pendiri menjual saham adalah sebuah insider trading. Insider trading akan mengacaukan lantai bursa. Itulah mengapa banyak negara melarangnya. Para pendiri menikmati sebagian laba yang dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen. Tahun lalu Djoko Susanto misalnya menerima dividen sekitar Rp 300 miliar. Nikmat kan?

Keempat, para triliuner didominasi oleh mereka yang fokus pada satu bisnis. Bukan orang yang berbisnis macam-macam alias konglomerat. Hanya 7% dari para triliuner yang konglomerat alias diversified business. Selebihnya yaitu 93% adalah mereka yang fokus pada satu bisnis dan membesarkannya melalui proses korporatisasi.  Demikianlah 4 pelajaran pentingnya. Anda pendiri perusahaan? Anda mau jadi triliuner? Ambil 4 pelajaran tersebut.

Artikel ke-416 karya Iman Supriyono ini ditulis untuk dan diterbitkan oleh majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi September 2023

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

ZATA, Mengapa Gocap?


PT Bersama Zatta Jaya Tbk. berdiri tahun 2012 sebagai perusahaan yang bergerak di industri busana muslim. Pada tahun 2022 perusahaan yang merek busana muslimnya cukup ternama ini melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) kepada masyarakat. Seminggu setelah IPO, harga saham emiten berkode ZATA ini  mencapai puncaknya yaitu Rp264. Namun demikian perlahan harga saham ZATA turun sampai Rp 50 pada hari ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah sedang terjadi IPO Trap? Berikut saya akan menuliskannya dalam poin-poin.

  1. Setelah IPO, persentase saham pendiri ZATA adalah 4.59%, artinya ZATA telah melewati titik kritis korporatisasi. Titik di mana pendiri sudah tidak bisa lagi mengendalikan perusahaan karena sahamnya kurang dari 51%. Disebut titik kritis karena pendiri yang mestinya paling tahu dan paling menguasai bisnis perusahaan sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk mengarahkan, mengendalikan dan menentukan arah perusahaan.
  2. Titik kritis korporatisasi adalah sebuah keniscayaan untuk menjadi sebuah korporasi sejati. Hanya saja perlu digaris bawahi tebal-tebal bahwa saat melalui titik kritis korporatisasinya, perusahaan harus memiliki sistem manajemen yang kokoh. Tandanya jumlah level jabatan yang tersusun dalam bentuk piramida struktur organisasi sudah lebih dari 20. Dengan kondisi ini, ketika pendiri yang menjabat direktur utama (CEO), direktur, atau siapa pun pada level jabatan mana pun pensiun atau berhenti bekerja, bawahan langsungnya siap menggantinya tanpa guncangan kinerja apa pun. Hal ini bisa dilakukan karena skill gap antar jabatan tidak begitu jauh.
  3. Bagaimana ZATA? Laporan tahunan terbaru menyampaikan bahwa perusahaan  memiliki 4 level jabatan dalam hierarki manajemennya. Dirut, direktur, kepala divisi dan staf.  Padahal persentase saham pendiri sudah terdilusi hingga hanya tersisa 4.59%. Ini bahaya. Saat dirut atau direktur pensiun atau berhenti, perusahaan akan mengalami guncangan karena anak buah langsungnya belum memiliki keahlian yang mampu langsung menggantikannya. Pendiri yang sahamnya tidak lebih dari 50% tidak memiliki kekuatan untuk mengontrol perusahaan. Ini adalah indikasi adanya IPO Trap.
  4. Berdasarkan riset SNF Consuting, kantor konsultan tempat saya berkarya, stabilitas harga saham sebuah perusahaan di lantai bursa RI akan tercapai jika nilai pasar (market cap) mencapai paling tidak 10 triliun. Harga saham yang nilai pasarnya kurang dari Rp 10 triliun akan mudah terombang ambing seperti sampan yang berlayar di samudera Atlantik. Tidak mampu menanggulangi ombak yang ada.
  5. Saat ini market cap ZATA memiliki Adalah Rp424 M. Jauh dari angka ideal Rp 10 triliun. Saham ZATA pun menjadi rentan untuk digoreng oleh  para trader dan gambler  di lantai bursa.  Baca tulisan di web ini  tentang perampok budiman untuk memahami bagaimana permainannya.
  6. Mari kita lihat ke belakang. Tanggal 9 november 2022  ZATA IPO dengan menerbitkan 1.7 M lembar saham dengan harga Rp 100 per lembar. Trader dan gambler bisa memborong saham itu. Target IPO adalah 170 M. Di hari pertama saham diperdagangkan di lantai bursa, harga saham naik 35% dan mencapai harga puncaknya di Rp 264 seminggu setelah IPO. Namun, 2 minggu kemudian, harga saham langsung anjlok ke Rp 140 dan secara konstan mengalami penurunan sampai Rp 50 di 2 bulan berikutnya. Harga Rp 50 pun bertahan sampai saat ini.
  7. Pada saat harga  Rp 264, para pemain yang memborong saham saat IPO seharga Rp 100  bisa melepas sahamnya sampai habis. Uang yang dipakai untuk memborong saham IPO seharga Rp 100 telah naik 2,64 kalinya. Uang Rp 170 miliar telah menjadi Rp 449 miliar. Para investor ritel yang membelinya pada harga Rp 264 kini menguap 81% tinggal Rp 50. Jika Anda misalnya ketika itu membeli senilai Rp 1 juta maka saat ini hanya laku Rp 190 ribu. Persis yang ada dalam tulisan perampok budiman.
  8. Itulah sekilas apa yang disebut IPO Trap. Alih-alih perusahaan scale up berkelanjutan, yang ada justru pertumbuhannya akan dipaksa berhenti. Mengapa demikian? Jika telah menemukan revenue and profit driver (RPD)nya, Mestinya ZATA terus menerus melakukan scale up dengan rights issue secara terus menerus dengan harga yang lebih tinggi dari pada harga IP0. Ini yang akan menyebabkan perusahaan bisa tumbuh secara eksponensial dan aman. Tapi ini terhambat karena harga saham berhenti pada angka gocap. Tidak akan ada investor yang mau membeli saham rights issue pada harga di atas harga IPO karena harga saham di pasar terkunci pada angka Rp 50. Perusahaan pun dipaksa berhenti tumbuh.
Perusahaan dengan ukuran terlalu kecil yang masuk lantai bursa adalah ibarat perahu sampan yang berlayar di samudera Atlantik dengan ombak setinggi 10 meter.

Demikianlah tentang saham gocap ZATA. Perusahaan seperti ZATA mestinya belum layak masuk lantai bursa.  Harusnya  tumbuh di luar lantai bursa terlebih dahulu.  Penerbitan saham di luar lantai bursa secara terus menerus akan secara alami menguatkan sistem manajemen.  Kelak ketika market value nya sudah mencapai sekitar Rp 10 triliun baru masuk lantai bursa. Setelah IPO dilakukan rights issue terus-menerus sampai mencapai posisi sebagai korporasi sejati. Anda para entrepreneur, direksi, komisaris, manajer, karyawan dan investor, sudahkah mendapat pelajaran dari ZATA?

Ditulis di Surabaya pada tanggal 25 Agustus 2023 oleh Reno Adrian, konsultan pada SNF Consulting

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca Juga:
BAHAYA IPO UKM
MENGAPA CROWDFUNDING BERMASALAH?
GLORIFIKASI IPO