NU Muhammadiyah Tidak Akan Mengelola Tambang


NU dan Muhammadiyah sudah memutuskan untuk masuk ke bisnis tambang.  Benarkah demikian? Jika tanpa memperhatikan aspek hukum jawabnya sangat mungkin benar. Tapi kalau memperhatikan aspek hukum, saya yakin NU dan Muhammadiyah tidak akan pernah menjadi pengelola tambang apapun sampai kapan pun. Kok bisa? Saya akan menuliskannya dalam bentuk poin-poin.

  1. Pasal 25A ayat 1 Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 76 tahun 2024 tertanggal 22 Juli 2024 menyatakan “Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, WIUPK yang berasal dari wilayah eks PKP2B dapat dilakukan penawaran secara prioritas kepada Badan Usaha yang dimiliki oleh Organisasi Kemasyarakatan keagamaan.”
  2. Jadi menurut perpres tersebut jika organisasi kemasyarakatan keagamaan memutuskan menerima penawaran tersebut pelaksanaannya harus melalui badan usaha
  3. Badan usaha ada dua jenis yaitu badan usaha berbadan hukum dan badan usaha tidak berbadan hukum. NU dan Muhammadiyah adalah merupakan badan hukum perkumpulan. Jika menerima penawaran tambang melalui badan usaha tidak berbadan hukum maka artinya NU dan Muhammadiyah sebagai badan hukum langsung menjalankan penawaran itu. Pelaksanaannya langsung oleh pengurus masing-masing badan hukum. NU oleh PBNU dan Muhammadiyah oleh PP Muhammadiyah. Jika opsi ini diambil maka KH Yahya Staquf dan Pak Haidar Nashir sendiri akan menandatangani dokumen-dokumen terkait tambang tersebut. Bertanggung jawab langsung terhadap segala risikonya.
  4. Mengingat kesibukan dan besarnya urusan baik PBNU maupun PP Muhammadiyah serta besarnya risiko maka saya yakin skema ini tidak akan diambil.
  5. Yang memungkinkan diambil adalah NU dan Muhammadiyah menggunakan badan usaha berbadan hukum untuk menerima penawaran tambang tersebut. Dengan pilihan ini artinya NU dan Muhammadiyah akan berkedudukan hukum sebagai pemegang saham dari sebuah PT pengelola tambang. Bisa mendirikan PT baru ataupun mengakuisisi PT pengelola tambang yang sudah ada.
  6. Sekali lagi, dengan skema ini NU dan Muhammadiyah sebagai badan hukum adalah pemegang saham dari PT pengelola tambang. Nah, jika skemanya seperti ini, ribut-ribut di media sosial, diskusi, rapat bahkan demo yang terkait dengan isu ini adalah hal yang tidak ada gunanya. Mengapa? Sejak jaman baheula pemegang saham PT bisa orang bisa badan hukum. Badan hukum di Indonesia ada 4: PT, Koperasi, Yayasan dan Perkumpulan. Tidak pernah ada larangan organisasi kemasyarakatan berbadan hukum perkumpulan seperti NU dan Muhammadiyah menjadi pemegang saham perusahaan apa pun. Baik menjadi pemegang saham PT yang sudah ada maupun mendirikan yang baru. Tidak ada larangan bagi NU dan Muhammadiyah untuk menjadi pemegang saham perusahaan tambang batu bara seperti PT Adaro Tbk., PT Bayan Resources Tbk., PT Bukit Asam Tbk., atau perusahaan tambang batu bara mana pun.
  7. Bahkan juga tidak ada larangan untuk memiliki tambang emas sepeti PT Merdeka Cooper and Gold Tbk., atau PT Amman Mineral Internasional Tbk. Tidak ada larangan juga menjadi pemegang saham tambang nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk. Atau tambang apa pun.
  8. Kalau misalnya NU dan Muhammadiyah mendirikan PT baru yang bergerak di bidang pertambangan dengan menjadi pemegang saham pengendali (di atas 50%), tidakkah bisa dikatakan bahwa NU dan Muhammadiyah mengelola tambang? Kembali ke bagian awal tulisan ini. Jika tanpa memperhatikan aspek entitas legal maka Anda boleh berkata begitu. Tapi  jika Anda memperhatikan aspek entitas legal maka Anda tidak bisa berkata begitu. Tanggung jawab hukum PT tetap ada pada direksi dan komisaris PT. Bahkan sesuai UUPT direksi dan komisaris bisa dituntut bertanggung jawab sampai harta pribadi. Pemegang saham tidak ada tanggung jawab kecuali melakukan intervensi otoritas direksi.

Pembaca yang baik, ini adalah jaman modern. Dalam terminologi Muhammadiyah, kita dituntut menjadi orang yang berkemajuan. Maka, membicarakan bisnis tambang tidak bisa tidak kita mesti memperhatikan sampai aspek badan hukum.  Sampai aspek entitas legalnya. Sampai aspek makhluk hukum. Anda sudah mendapatkan pelajaran?

Artikel ke-461 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 5 Agustus 2024

Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

PIK2: Uang Kecil IPO, Uang Besar Rights Issue


Sejarah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. berawal pada tahun 2000 dengan berdirinya PT Pratama Abadi Nusa Industri sebagai produsen kaleng. Tahun 2017 PT Pratama Abadi Nusa Industri mengakuisisi PT Windublambangan Sejati yang bergerak di produk udang dan gurita. Tahun 2018 PT Pratama Abadi Nusa Industri melakukan IPO dengan kode PANI dan mendapatkan dana Rp 16 miliar dengan menerbitkan 37% saham baru.

Tahun 2021 PT Multi Artha Pratama, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya mengakuisisi 80% saham PT Pratama Abadi Nusa Industri dan mengubah bisnisnya menjadi bidang properti. Masuknya ke bisnis properti dilakukan dengan mengakuisisi PT Bangun Kosambi Sukses dengan proyek PIK2. Nama perusahaan pun diubah menjadi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

Tahun 2022 perusahaan menerbitkan 13,12 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Saham tersebut dibeli investor dengan harga Rp 500. Dana Rp 6,5 triliun pun masuk perusahaan. Aksi korporasi ini meningkatkan posisi agio saham perusahaan sebesar Rp 5 triliun lebih.

Tahun 2023 PT PIKD kembali melakukan penerbitan 2,1 miliar lembar saham baru melalui rights issue. Saham yang secara nominal bernilai Rp 100  tersebut dibeli investor dengan harga Rp 5000. Perusahaan pun menerima dana segar sekitar Rp 10 triliun lebih. Angka agio saham pun tumbuh sebesar Rp 10,4 triliun.

&&&

Pembaca yang baik, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. alias PIK2 masuk pada peringkat ke-2 dalam Korporatisasi 100 tahun 2024 ini. Korporatisasi 100 adalah daftar 100 besar perusahaan di Indonesia yang melakukan monetisasi intangible assetnya baik melalui IPO, rights  issue, atau private  placement. Tentu saja semua adalah perusahaan yang tercatat di lantai bursa.

Nara sumber dalam seminar peluncuran Korporatisasi 100, Grand Sahid Jaya Jakarta, 1 Agustus 2024

Yang dilakukan oleh PIK2 menarik sekali di tengah dunia bisnis negeri ini yang terjangkiti glorifikasi IPO. Seolah IPO dalah tujuan akhir sebuah perusahaan. Padahal mestinya IPO adalah sebuah milestone dari perjalanan panjang perusahaan. IPO bukan garis finis. Setelah iPO perusahaan mesti terus melakukan korporatisasi dengan terus menerus menerbitkan saham baru sampai menjadi korporasi sejati.

PIK2 melakukannya. Setelah IPO sudah dua kali menerbitkan saham baru melalui rights issue. Tahun 2023 menghasilkan dana Rp 10 triliun lebih melalui rights issue. Angkanya jauh lebih besar dari pada perolehan dana saat IPO.

Tentu saja yang dilakukan PIK 2 pada tahun 2023 bukan puncak prestasi. Masih harus diperhatikan bagaimana perusahaan menggunakan dana hasil monetisasi intangible asset tersebut.  Mampukah mempertahankan ROA? Tahun-tahun depan kita lihat kembali di Korporatisasi 100 yang direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan. Apakah PIK2 tepat dalam menggunakan dana? Apakah korporatisasi PIK2 berkelanjutan? Apakah PIK2 masih terus berproses menjadi korporasi sejati? Ikuti terus hasil riset dan tulisan dari SNF Consulting yang dimuat di laman ini.

Artikel ke-460 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2024 dalam rangka peluncuran Korporatisasi 100, yaitu peringkat 100 besar perushaan yang melakukan monetisasi intangible asset tahun 2024.

Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Amman: Sang Jawara Korporatisasi 100


Posisi tertinggi dalam Korporatisasi 100 tahun 2024 adalah  PT Amman Mineral Internasional Tbk. Korporatisasi 100 adalah daftar perusahaan-perusahaan terbesar dalam monetisasi intangible aset yang diterbitkan oleh SNF Consulting. Dasarnya adalah pertumbuhan nilai agio saham (tambahan modal di setor) sepanjang tahun 2023 yang bisa diperoleh saat perusahaan melakukan IPO, rights issue atau private placement.. Besaran ini dipiliah karena mencerminkan penghargaan investor terhadap intangible asset perusahaan.

Amman meraih posisi tertinggi karena pada tahun 2023 telah menerbitkan saham baru sebesar  6.328.208.800 melalui IPO.  Saham yang secara nominal seharga Rp 125 itu terjual di pasar pada harga yang jauh lebih tinggi yaitu Rp 1 695. Dengan demikian maka selisih harga sebesar Rp 1 570 menjadi agio saham.

Selain itu, pada tahun 2023 Amman juga menerbitkan saham baru melalui MSOP sebesar 496.927.200 dari yang ditawarkan 602.336.000 lembar saham dengan nominal sama yaitu Rp 125 rupiah per lembar. Harga pelaksanaannya adalah Rp Rp 2 120. Rp 1995 menjadi agio saham.

Suasana seminar peluncuran Korporatisasi 100 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl. Sudirman, Jakarta

Dari dua kali penerbitan saham baru sepanjang tahun 2023, perusahaan mencatatkan pertumbuhan agio saham sebesar Rp 11,56 triliun. Angka ini diperoleh dari selisih antara harga pasar dengan nilai nominal per lembar saham dikalikan jumlah saham yang diterbitkan dipotong biaya terkait pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut.

Berikut ini adalah daftar lengkap Korporatisasi 100.

Korporatisasi 100: ranking 1 -25. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 2 -50. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 51 -75. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 75 -100. Sumber: Riset SNF Consulting

&&&

Pembaca yang baik, bagi perusahaan mana pun tumbuh adalah sebuah keniscayaan. Pada sebuah perusahaan yang telah menemukan “mesin uang standar”  yaitu RPD, pertumbuhan diawali dengan pertumbuhan aset yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan  omzet dan laba.  Maka, perolehan dana Amman sebagaimana dijelaskan di atas bukan akhir dari proses. Masih harus dipastikan bahwa masuknya dana tersebut kemudian dikonversi menjadi aset yang produktif sesuai model bisnisnya untuk menghasilkan omzet dan laba. Kualitas konversinya diukur kemampuan perusahaan mempertahankan imbal hasil aset alias ROA. Bagaimana Amman dalam menggunakan uang besar hasil monetisasi intangible assetnya? Bagaimana 99 perusahaan lain? ikuti terus tulisan di korporatisasi.com.

Artikel ke-459 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 2 Agustus 2024

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Inovatif: Mandi


Bandara Soekarno Hatta selepas magrib awal Juli 2024. Penerbangan Citilink yang semula terjadwal jam 8 malam diundur menjadi jam 8.30. Artinya saya masih punya waktu cukup santai di ruang tunggu sehingga masih bisa mengerjakan tulisan ini. Sisi lain artinya saya akan sampai di rumah di Surabaya lebih malam. Paling tidak jam 11 lebih.

Dalam kondisi seperti ini, saya membayangkan seandainya ada layanan mandi di ruang tunggu. Seperti di Stasiun Gambir misalnya. Layanan mandi berbayar Rp 75 ribu dengan fasilitas sekelas kamar mandi hotel. Ada handuk, sabun, sikat gigi, air panas, dan sandal. Jika naik kereta api dari Gambir untuk perjalanan malam, saya biasa memanfaatkan fasilitas berbayar ini. Mandi di stasiun membuat perjalanan di kereta benar-benar segar dan ideal untuk istirahat. Tidur pun bisa pulas.

Mengapa saya ingin mandi di Bandara? Setelah seharian lelah agenda pekerjaan, waktu sejam lebih dalam penerbangan tentu sangat berharga untuk istirahat tidur. Nah, tidur dalam kondisi sudah mandi adalah ideal sekali. Apalagi jika mandinya air hangat. Sampai rumah hampir tengah malam lebih pun bisa langsung tidur. Tidak perlu lagi mandi di rumah. Apalagi saya juga siap dengan baju ganti di tas. Pas sudah.

Tapi itu semua hanya mimpi hehehe. Mengapa? Karena pengelola Bandara Soetta tidak sekreatif pengelola stasiun Gambir. Tidak menangkap pasar orang-orang seperti saya. Sesuatu yang ditangkap dengan baik di Stasiun Gambir. Setiap kali saya mandi di Stasiun Gambir, selalu saja ada orang lain yang mengantre mandi. Jadi memang pasarnya ada.

&&&

Laporan keuangan PT KAI tahun 2023 membukukan pendapatan Rp 35,1 triliun. Naik 37% dibanding penjualan tahun lalu yang sebesar Rp 25,6 triliun. Labanya Rp 1,8 triliun. Naik 11% dibanding Rp 1,7 triliun pada tahun sebelumnya. Sebuah catatan pertumbuhan pendapatan yang cukup mengesankan. Tentu ini tidak bisa dilepakan dari inovasi KAI dalam melayani penumpangnya.

Bahkan tidak hanya fasilitas mandi berbayar. Sebagai sesama perusahaan yang melayani orang dalam melakukan perjalanan, KAI juga lebih inovatif dibanding pengelola bandara dalam hal verifikasi penumpang untuk masuk ruang tunggu. Walaupun belum semua stasiun menyediakan, KAI sudah memberlakukan verifikasi dengan teknologi pengenalan wajah sejak beberapa tahun lalu. termasuk di Gambir. Masuk ruang tunggu melenggang tanpa verifikasi oleh manusia.  Cukup berhenti sejenak di depan layar berkamera. Perangkat lunak pun akan langsung mengenali wajah orang yang sedang lewat. Jika wajah bersangkutan sesuai dengan data penumpang keberangkatan kereta, yang bersangkutan langsung bisa masuk ruang tunggu untuk selanjutnya naik kereta.

Pihak pengelola bandara mungkin punya alasan keamanan sehingga tidak menerapkan teknologi ini. Tapi alasan ini tidak bisa diterima karena bandara lain ada yang sudah menerapkan pemeriksaan penumpang sepenuhnya oleh komputer. Bandara Changi misalnya.  Bahkan untuk penumpang yang tentu saja internasional bisa masuk ruang tunggu dan tentu saja termasuk pemeriksaan paspor sepenuhnya dengan perangkat komputer. Tidak perlu manusia sama sekali. Tidak butuh petugas imigrasi.

&&&

Pembaca yang baik, yang dilakukan KAI dalam pemeriksaan penumpang masuk ruang tunggu stasiun Gambir bahkan bisa menginspirasi perusahaan lain untuk memanfaatkan teknologi pengenalan wajah dalam mengenali pelanggan mereka dengan baik. Bahkan bisa menjadi alat bantu untuk mengelola data dalam membangun customer journey.  Agar upaya pemasaran dan biaya iklan bisa dikelola dengan tingkat kepastian lebih tinggi.

Dengan pengenalan wajah, perusahaan akan bisa menghitung dengan akurat berapa biaya iklan yang dibutuhkan untuk mencapai target omzet tertentu. Bisa menghitung secara akurat apakah masih dibutuhkan tambahan biaya iklan atau menghentikannya dengan alasan menjaga kualitas layanan. Dengan alasan agar omzet di suatu titik layanan tidak terlalu tinggi. Omzet terlalu tinggi berarti kehadiran pelanggan yang terlalu padat sehingga mengganggu kualitas layanan.

Pembaca yang baik, bagaimana perusahaan Anda? Sudah tumbuh mengesankan seperti pertumbuhan pendapatan KAI? Sudah berinovasi seperti yang dilakukan stasiun Gambir? Atau terinspirasi untuk menggunakan teknologi yang telah digunakan oleh Stasiun Gambir? Pastikan perusahaan Anda tidak kehabisan kreativitas untuk berinovasi menjadi lebih baik. Untuk tumbuh lebih pesat.

Artikel ke-458 karya Iman Supriyono ditulis dan diterbitkan untuk Majalah Matan, edisi Agustus 2024, terbit di Surabaya. Tulisan ini juga terkait dengan peluncuran Korporatisasi 100, yaitu daftar 100 perusahaan-perusahaan terbesar dalam memonetisasi intangible assetnya.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Korporatisasi 100: Bayar Pajak Cuan 10 Kali Lipat


Apa imbal balik jika sebuah perusahaan membayar pajak sesuai fakta bisnis? Jawaban yang bersifat umum adalah bahwa pajak merupakan bukti kontribusi untuk negeri. Pajak adalah sumber utama pendapatan negara untuk membiayai fasilitas umum seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, keamanan, tentara dan sebagainya.

Tapi bukan hanya itu. Ada imbalan lain yang sifatnya finansial langsung. Yaitu berupa uang yang lebih besar dari pada pajak yang dibayarkan. Bagaimana caranya? Saya akan menjelaskan dengan contoh PT Midi Utama Indonesia Tbk. Tahun 2023 perusahaan pengelola ritel Alfamidi ini membayar pajak (PPH) sebesar Rp 120 miliar.

Andai tidak dibayarkan, laba ini akan meningkatkan nilai laba ditahan. Akhir tahun 2023 laba ditahan adalah Rp 1,986 triliun. Jadi, andaikan tidak membayar PPH maka laba ditahan akan menjadi  2,106 triliun. Laba ditahan adalah sumber modal untuk ekspansi perusahaan. Bagi Alfamidi yang RPD-nya adalah gerai maka laba ditahan akan dipakai untuk menambah gerai.

Tapi sumber modal bukan hanya laba ditahan. Ada juga yang berasal dari tambahan modal disetor alias agio saham. Fungsinya sama persis dengan laba ditahan. Keduanya adalah komponen ekuitas alias modal sendiri bagi sebuah perusahaan.

Akhir tahun 2023 tambahan modal disetor Alfamidi adalah Rp 1,261 triliun. Naik Rp 1,187 triliun dari akhir tahun sebelumnya yang Rp 74 miliar. Angka ini muncul karena Alfamidi menerbitkan  4 611 764 800 lembar saham pada tahun 2023. Saham tersebut bernilai nominal (nilai sesuai akta) Rp 10 per lembar. Tapi saham dibeli oleh investor dengan harga Rp 270 per lembar. Selisihnya Rp 260  adalah agio saham yang merupakan cermin penghargaan para investor terhadap intangible asset perusahaan. Rp 1,867 triliun diperoleh dari perkalian antara agio saham per lembar saham dengan jumlah saham yang diterbitkan dikurangi biaya penerbitan saham sebesar Rp 12,314 miliar.

Mengapa agio saham dihubungkan dengan membayar pajak? Karena ketika perusahaan sudah menerbitkan saham laporan keuangan mesti diaudit. Auditor Alfamidi untuk laporan tahun 2023 adalah EY. EY tentu tidak akan mau ditipu. Auditor yang bisa ditipu tidak akan lagi dipercaya oleh investor dan akan pailit. Seperti pailitnya Arthur Andersen setelah ketahuan ditipu oleh direksi Enron pada tahun 2001. Sebuah peristiwa yang mengubah dunia autiding dari adanya big five (EY, KPMG, PWC, Deloitte dan Arthur Andersen) menjadi big for (EY, KPMG, PWC dan Deloitte)

Dengan demikian saat perusahaan menerbitkan saham baru, membuat laporan keuangan yang sesuai fakta adalah sebuah keharusan. Dengan demikian pajak pun dibayar sesuai laporan yang telah diaudit. Untuk tahun 2023 Alfamidi telah membayar pajak Rp 120 miliar. Dan kemudian mendapatkan imbalan berupa agio saham 1,187 triliun alias hampir 10 kali pembayaran pajak.

&&&

Pembaca yang baik, Alfamidi adalah perusaan peringkat ke-13 dalam Korporatisasi 100. Korporatisasi 100 adalah peringkat perusahaan-perusahaan Indonesia dalam monetisasi intangible assetnya. Korporatisasi 100 adalah hasil riset SNF Consulting yang dirancang untuk menjadi agenda tahunan. Tujuannya adalah dalam rangka mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui monetisasi intangible assetnya.

Lapooran keuangan Alfamidi 2023 memberikan pelajaran penting bagi para pelaku bisnis. Bahwa membayar pajak sesuai fakta adalah sesuatu yang sagnat bermanfaat bagi perusahaan yang ingin tumbuh eksponensial melalai monetisasi intangible assetnya. Ikuti selengkapnya data 100 perusahaan terbaik dalam monetisasi intangible assetnya melalui semunarnya pada tanggal 1 Agustus 2024 ini di Jakarta.

Artikel ke-457 karya Iman Supriyono ditulis di Kabin pesawat Airbus 320 dalam penerbangan Jakarta Denpasar pada tanggal 24 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar peluncuran Korporatisasi 100Korporatisasi 100 adalah seminar peluncuran hasil riset SNF Consulting tentang monetisasi intangible asset.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Sandi Versus Buffet: Entrepreneur Masuk Politik?


Dalam sebuah kesempatan, Sandiaga Uno mengakui bahwa Warren Buffet adalah gurunya dalam berinvestasi. Dengan ilmu dari Warren Buffet, alumni George Washington University itu mendirikan Saratoga pada tahun 1991 bersama Edwin Soeryadjaya. Kini Saratoga adalah perusahaan investasi terdepan di Indonesia.

Warren Buffet mulai membeli saham Berkshire Hathaway pada tahun 1962. Tahun 1965 mulai pegang kendali Berkshire Hathaway. Tahun 1970 mulai memegang posisi segai Chairman raksasa investasi tersebut. Saat ini, pebisnis  umur 93 tahun tersebut  masih menjadi chairman dan CEO Berkshire Hathaway.

Apakah Sandi benar-benar berguru kepada Buffet? Pendiri Saratoga tersebut mundur dari posisi direktur utama (di USA setara dengan CEO) pada tahun 2015. Saat itu aset Saratoga adalah Rp 16,7 triliun, nilai pasarnya Rp 11 Triliun. Ketika itu umur Sandi adalah 46 tahun.

Bagaimana Buffet? Saat ini Buffet berumur 93 tahun dan tetap menjadi CEO dan Chairman Berkshire Hathaway. Saat ini Berkshire Hathaway memiliki aset USD 1,07 triliun setara dengan Rp 17 354 triliun. Nilai pasarnya adalah USD 956,98 miliar alias Rp 15 521 triliun. Berkshire adalah perusahaan nomor 2 dalam daftar 2000 perusahaan terbesar dunia. Urutannya didasarkan pada omzet, laba, aset dan nilai pasar.

Apakah Sandi benar-benar berguru kepada Buffet? Iya di awal. Seperti yang diakuinya. Tapi sejak tahun 2015 dia sudah tidak mengikuti lagi ajaran gurunya. Buffet masih terus fokus membesarkan perusahaan investasi yang didirikannya sampai saat ini. Sampai umur 93 tahun. Sementara Sandi sudah meninggalkan perusahaan yang didirikannya pada umur 46 tahun.

Mengapa demikian? Tentu hanya Sandi yang tahu alasan persisnya. Tapi bagi bangsa ini, tahun 2015 itu kita kehilangan harapan agar negeri ini memiliki perusahaan investasi raksasa seperti Berkshire Hathaway. Mengapa? Tidak mudah untuk menjadi orang yang memiliki keahlian investasi seperti Sandi. Sandi pun bekerja keras 18 tahun sejak tahun 1997. Kerja keras itu berbuah aset Rp 16,7 triliun.

Sepertinya sandi sudah merasa cukup dengan pencapaian itu. Meninggalkan Saratoga untuk masuk dunia politik sampai saat ini. Mungkin Sandi mengharap bisa berkontribusi lebih banyak buat negeri ini melalui dunia politik. Masalahnya, siapa yang akan mengambil peran seperti Buffet dalam ekonomi Amerika Serikat? Membangun kekuatan investor yang powerfull untuk menjadikan negerinya adidaya.

Di balik kekuatan ekonomi USA yang sampai saat ini tetap nomor 1 di dunia adalah perusahaan-perusahaan investasi. Dari 20 perusahaan investasi dengan aset kelolaan terbesar dunia, 16 diantaranya berasal dari USA. Yang terbesar adalah Blackrock dengan aset kelolaan sekitar Rp 150 ribu triliun.

Blackrock didirikan oleh Larry Fink tahun 1988 di USA. Hanya selisih 9 tahun dengan Saratoga. Saat ini sang pendiri, Larry Fink tetap menjadi CEO saat usianya sudah 71 tahun. Setia membesarkan perusahaan yang didirikannya sampai kakek-kakek. Sama dengan Buffet yang bahkan sudah kakek-kakek banget. Tidak masuk politik.

Perusahaan-perusahaan investasi itulah yang menjadi pendukung ekspansi perusahaan-perusahaan USA dalam melakukan korporatisasi. Ada 616 dari 2000 perusahaan terbesar dunia dalam hal omzet laba aset dan nilai pasar berasal dari USA. Padahal 2000 perusahaan itu berkontribusi 50% PDB dunia. Berkontribusi separuh terhadap produksi barang dan jasa dunia. Indonesia hanya menempatkan 9 perusahaan di daftar itu.

Sobat entrepreneur pendiri perusahaan, siapa guru Anda? Sebagai pendiri, Anda mau seperti Sandi atau Buffet? Mau berkontribusi untuk kekuatan ekonomi RI menjadi kelas dunia seperti Buffet dan Larry Fink berkontribusi terhadap kekuatan ekonomi USA? Atau seperti Sandi yang meninggalkan perusahaan yang didirikannya untuk masuk kontestasi politik? Meninggalkan dunia bisnis dengan harapan “berkontribusi lebih” di dunia politik? Membiarkan negeri ini kalah dalam kekuatan bisnis dengan Singapura yang menempatkan 10 perusahaan di Forbes 2000? Membiarkan negeri ini kalah dengan Israel yang menempatkan 12 perusahaan di 2000 perusahaan terbesar dunia? Tidak!

Artikel ke-456 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 23 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar peluncuran Korporatisasi 100. Korporatisasi 100 adalah seminar peluncuran hasil riset SNF Consulting tentang monetisasi intangible asset.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Korporatisasi 100: Forbes 2000 dari Indonesia


Tanggal 1 Agustus 2024, bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta digelar peluncuran Korporatitasi 100. Hajatan SNF Consulting ini direncanakan untuk digelar secara rutin tiap tahun. Apa itu Korporatisasi 100? Mengapa harus ada Korporatisasi 100?  Mengapa tidak cukup dengan Forbes 2000? Mengapa tidak cukup dengan Fortune 500? Apa nilai strategisnya bagi dunia bisnis negeri ini? Apa nilai strategisnya untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini? Tulisan ini akan mengupasnya dalam format poin-poin. Silakan menyimak.

  1. Forbes 2000 adalah ranking 2000 teratas perusahaan-perusahaan terbuka global berdasarkan omzet, laba, aset dan nilai pasar.  Fortune 500 adalah ranking 500 teratas omzet perusahaan-perusahaan dunia, baik yang tercatat atau tidak. Nah, keduanya bersifat hasil akhir.
  2. Bagi negara-negara maju, perusahaan-perusahaan dari negeri mereka yang masuk dalam daftar baik Forbes maupun Fortune adalah sebuah etalase prestasi. Hasil akhir dari proses panjang korporasi perusahaan-perusahaan tersebut dalam melakukan proses korporatisasi. Rajanya adalah USA. Lebih dari 616 dari 2000 perusahaan dalam daftar Forbes berasal dari USA. Itulah hasil akhir dari proses panjang perusahaan-perusahaan USA dalam melakukan proses korporatisasi paling tidak dua abad terakhir.
  3. Bagaimana untuk negara sedang berkembang atau sedang tumbuh seperti Indonesia? Melihat hasil akhir bisa membuat kita putus asa. Jauh sekali untuk mengejar USA. Bahkan Korea Selatan pun.  Putus asa membuat kita tidak menghargai arti proses panjang.
  4. Mari kita melihat daftarnya. BRI, Bank Mandiri, BCA, Telkom, BNI, Bayan Resources, Chandra Asri Petrochemical, Amman Mineral Internasional, dan Adaro Energi Indonesia adalah 9 perusahan Indonesia yang masuk daftar Forbes 2024.  Pemeringkatan diambil dari laporan keuangan 2023. Jadi RI berkontribusi 9 dari 2000 perusahaan terbesar dunia. Berkontribusi 0,49% dari daftar itu.
  5. Mari kita bandingkan dengan negeri lain. Singapura berkontribusi 10 perusahaan. Malaysia 9 perusahaan. Israel  12 perusahaan. Korea Selatan dengan 61 perusahaan. Jangan hanya membaca jumlah perusahaan. Kaitkan dengan jumlah penduduknya. Indonesia 281 juta penduduk, Singapura 6 juta, Malaysia 34 juta, dan Israel 10 juta, Korea Selatan 61 juta. Mengapa harus dibandingkan dengan jumlah penduduk? Karena perusahaan adalah hasil karya penduduk di sebuah negara. Jelas sekali bahwa kita kalah jauh dibanding negara-negara tersebut
  6. Bagaimana mengejar kekalahan tersebut? Tentu saja harus ada percepatan. Apa ukuran percepatan? Korporatisasi 100 adalah jawabnya. Ini adalah daftar perusahaan yang dibuat oleh SNF Consulting, consulting firm tempat saya berkarya, instagram @snfconsulting. Dasarnya adalah pertumbuhan agio saham alias tambahan modal disetor (aditional paid in capital, APIC) perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menurut laporan keuangan tahun 2023.
  7. Mengapa agio saham? Paling tidak ada empat alasan. Pertama, agio saham adalah pemicu pertumbuhan eksponensial sebuah perusahaan. Secara akuntansi, agio saham adalah pemicu pertumbuhan ekuitas yang paling cepat. Modal disetor dan laba ditahan sebagai komponen ekuitas lain membutuhkan upaya panjang untuk menumbuhkannya. Tapi agio saham sifatnya langsung. Agio saham langsung  tumbuh begitu perusahaan menerbitkan saham baru baik melalui private placement sebelum IPO, IPO, maupun rights issue setelah IPO. Pertumbuhan eksponensial akan terjadi karena pertumbuhan langsung ini.
  8. Modal disetor tumbuh lambat karena sifatnya adalah angka sesuai dokumen legal dalam hal ini adalah akta perusahaan. Pertumbuhan laba ditahan juga lambat karena merupakan hasil kerja sepanjang waktu. Pertumbuhan laba ditahan dalam setahun adalah hasil kerja hari demi hari selama 365 hari. Butuh waktu panjang bagi modal disetor dan laba ditahan untuk menumbuhkan perusahaan.
  9. Tumbuh agio saham berarti tumbuh ekuitas. Tumbuh ekuitas berarti tumbuh aset. Pada perusahaan yang sehat, tumbuh aset berarti tumbuh omzet. Omzet perusahaan adalah komponen paling penting PDB sebuah negara. Total omzet 2000 perusahaan yang masuk Forbes 2000 misalnya berkontribusi sekitar 50% PDB dunia. Dengan demikian pertumbuhan langsung agio saham akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan PDB sebuah negara. Jadi Korporatisasi 100 dirancang sebagai kontribusi SNF Consulting untuk dunia bisnis negeri ini. Untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini. Kelak jangkauan data Korporatisasi 100 didesain untuk dikembangkan secara global agar menjadi seperti Forbes 2000 maupun Fortune 500.
  10. Kedua, agio saham bersifat lebih bisa dikontrol oleh manajemen. Menerbitkan saham baru adalah keputusan internal perusahaan. Diputuskan oleh RUPS atas proposal direksi. Sementara laba adalah hasil proses upaya pemasaran untuk mendapatkan respons konsumen atau pelanggan. Diputuskan oleh direksi dengan hasil menunggu respons pasar yang bersifat eksternal. Dengan demikian pertumbuhan perusahaan akibat pertumbuhan agio saham tingkat kepastian hasilnya lebih tinggi dari pada keputusan pemasaran.
  11. Ketiga, agio saham mencerminkan monetisasi intangible asset perusahaan. Merek yang terkenal, manajemen yang kuat, hubungan dengan pemasok, dan loyalitas konsumen adalah beberapa unsur intangible asset. Bertambahnya agio saham saat penerbitan saham baru adalah cermin dari monetisasi intangible asset tersebut. mengonversi intangible asset menjadi tangible asset berupa uang yang kemudian dimanfaatkan untuk belanja modal ekspansi perusahaan. Pada perusahaan yang telah menemukan revenue and profit driver (RPD), pertumbuhan aset adalah seiring dengan pertumbuhan omzet dan laba. Aset, omzet dan laba tumbuh secara bersama. Jika asetnya tumbuh eksponensial maka omzet dan laba juga demikian
  12. Keempat, agio saham adalah ukuran akan menyadarkan mereka yang menjadikan IPO sekedar sebagai keren-kerenan. Penyadaran terhadap fenomena glorifikasi IPO. IPO sekedar sebagai lipstik. Sesuatu yang sangat merugikan para investor di lantai bursa.
  13. Nah, berdasarkan empat alasan itulah maka SNF Consulting menjadikan pertumbuhan agio saham sebagai dasar pemeringkatan perusahaan dalam Korporatisasi 100. Sesuatu yang jauh lebih stratejik bagi pertumbuhan dunia bisnis dan pertumbuhan ekonomi negeri ini. Sesuatu yang seharusnya dijadikan indikator oleh para pelaku bisnis. Sesuatu yang mestinya menjadi indikator krusial bagi otoritas lantai bursa maupun otoritas pengambil kebijakan ekonomi negeri ini.

Jadi Korporatisasi 100 yang merupakan ranking 100 perusahaan teratas dalam monetisasi intangible assetnya. Dengan demikian juga perusahaan kontributor pertumbuhan ekonomi terdepan negeri ini untuk tahun ini. Sampai jumpa pada peluncuran Korporatisasi 100 tahun depan.

Berikut ini adalah daftar lengkap perusahaan Korporatisasi 100 tahun 2024…

Korporatisasi 100: ranking 1 -25. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 2 -50. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 51 -75. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 75 -100. Sumber: Riset SNF Consulting

.Artikel ke-455 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 17 Juli 2024 dalam rangka persiapan semina peluncuran Korporatisasi 100

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi


 [IS1]

Nikmatnya Kopi Pahit


Perkenalan saya dengan kopi pahit pertama kali adalah melalui sebuah acara yang disebut coffee seminar belasan tahun lalu.  Saya bersama beberapa kawan diundang menghadiri acara itu dalam rangka promosi gerai baru jaringan gerai kopi modern asal negeri Paman Sam.

Dalam acara itu yang dihidangkan pertama kali adalah segelas kecil kopi pahit.  Ya, kopi yang diseduh dalam air tanpa tambahan apapun. Nah, pembicara menjelaskan bahwa untuk menikmati kopi pahit ini ada caranya. Pertama, sebagaimana dijelaskan oleh tuan rumah, saya mengangkat gelas dan lalu mendekatkannya ke hidung. Uap panas dari kopi persis mengenai hidung. Lalu uap panas itu pun saya hirup dalam-dalam. Kesegaran aroma kopi pun terasa melalui hirupan demi hirupan. Sebagaimana penjelasan pembicara, kopi panas hanya untuk dihirup. Setelah itu saya pun kembali meletakkan kopi panas di meja. Tanpa meminumnya seteguk pun.

Sesuai instruksi pembicara, saya mengulang ritual menghirup aroma kopi itu beberapa kali sambil terus mendengarkan pembicara yang berbagai pengetahuan tentang kopi. Pengetahuan dasar tentang kopi dan hirupan aroma kopi benar-benar merupakan paduan yang menyegarkan. Ritual minum kopi seperti ini tidak pernah saya lakukan sebelumnya.

Ritual berikutnya adalah meminum kopi. Sesuai dengan yang disampaikan pembicara, saya hanya menyeruput kopi dan menahannya di sekitar ujung lidah untuk beberapa saat. Tidak menelannya. Karena saya tidak biasa minum kopi pahit tentu saja ritual itu terasa pahit melekat di lidah. Apalagi kopinya dipanggang sampai benar-benar hitam alias over roasted. Lidah pun dipenuhi oleh pahitnya kopi untuk beberapa saat sebelum akhirnya saya menelannya sesuai instruksi pembicara.

Selanjutnya pembicara mempersilakan saya dan kawan-kawan untuk mengambil kue manis yang tersedia di meja. Saya pun menggigit sedikit ujung kue lalu mengunyahnya. Nah, melalui ritual ini lidah yang sebelumnya diliputi dengan rasa pahit kopi  terobati dengan manisnya kue. Saat inilah kenikmatan kopi benar-benar terasa.

&&&

Beberapa waktu setelah diajari menikmati kopi pahit dalam coffee seminar di atas, kantor tempat saya berkarya, SNF Consulting, menjadi konsultan manajemen untuk sebuah perusahaan gerai kopi modern. Sebagaimana layanan management sparring partner degan klien-klian lain, saya secara rutin menghadiri rapat direksi bulanan perusahaan gerai kopi modern itu.

Nah, karena ini adalah perusahaan kopi, maka saya pun terus berinteraksi dengan orang-orang kopi. Salah satu pelajaran pentingnya adalah saya menjadi terbiasa menikmati kopi pahit. Kopi yang dihidangkan hanya dengan air. Baik diseduh dengan air panas maupun dengan air dingin (cold brew). Hasilnya, saya pun menjadi penikmat kopi sejati. Maksudnya, menikmati seduhan kopi tanpa dibantu oleh gula atau apapun.  Kultur minum kopi yang sehat tanpa membebani tubuh untuk memproses gula. Bersyukur saat penyakit gula banyak menjadi penyebab kematian masyarakat.

&&&

Ketika melakukan perjalanan berkendaraan, gerai minimarket menjadi tempat istirahat yang nyaman. Setelah ke toilet, rutinitasnya adalah membuka lemari pendingin untuk menjajakan aneka minuman dalam botol. Susu, coklat, yogurt, sari buah, teh, dan macam-macam.  Nah, setelah tidak kurang dari 10 tahun terbiasa minum kopi pahit, maka hampir semua minuman yang ada di kulkas minimarket terasa kemanisan. Bahkan membuat eneg karena manisnya.

Menariknya, sampai saat ini saya belum pernah menemukan minuman dalam botol di kulkas minimarket yang berupa kopi pahit.  Jika minimarket menyediakan mesin kopi, kebutuhan kopi pahit penyegar perjalanan bisa terpenuhi. Tapi jika tidak ada, terpaksa harus mengambil kopi di rak berpendingin. Daaan…. semua kopi jadi terasa terlalu manis. Nyaris semua minuman juga terasa terlalu manis. Perkecualiannya hanya susu UHT full cream yang tersedia tanpa tambahan pemanis.

Ini sebenarnya adalah peluang bagi perusahaan fast moving consumer good (FMCG). Di jajaran perusahaan nasional ada Mayora, Grup Orang Tua, Garuda Food, Wings Food, Indofood, Kopi Kapal Api dan sebagainya. Saya bertanya-tanya, mengapa mereka tidak ada satu pun yang peduli dengan kebutuhan konsumen kopi pahit ya? Padahal belakangan kecenderungan orang untuk minum kopi tanpa gula terus meningkat seiring dengan makin banyaknya penderita penyakit gula darah.

 Peluang yang belum digarap. Semoga Mayora misalnya tertarik agar pertumbuhan omzet yang tahun 2023 hanya 2,7% bisa ditingkatkan.  Atau Garuda Food yang tahun 2023 omzetnya hanya tumbuh 4%. Atau siapa saja deh. Agar di perjalanan saya dan kawan-kawan penggemar kopi pahit tetap bisa terpenuhi kebutuhannya.

Artikel ke-454 karya Iman Supriyono ditulis di ruang tunggu Bandara Juanda pada tanggal 14 Juli 2024.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Rokok: Kreatif Walau Dikekang


Untuk urusan kreativitas, perusahaan rokok bisa menjadi contoh. Bagaimana tidak. Rokok adalah barang konsumsi sehari hari. Fast moving consumer good. Produk yang secara tipikal sangat tergantung pada iklan. Lihatlah iklan-iklan di televisi misalnya. Hampir seluruh isinya adalah iklan FMCG.

Apa istimewa rokok sebagai FMCG? Iklannya sangat dibatasi. Sebagaimana Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, promosi rokok dengan memeragakan wujudnya adalah dilarang.  Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2005, iklan rokok di lembaga penyiaran radio dan televisi hanya dapat disiarkan pada jam 21.30-05.00 waktu setempat. Bahkan di setiap kemasan rokok harus ditampilkan gambar peringatan bahaya rokok sebesar 40% dari total luasan kemasan rokok.

Ketat sekali. Lalu, matikah industri rokok? Mari kita lihat angkanya. Dalam sepuluh tahun terakhir, omzet PT HM Sampoerna tumbuh rata-rata majemuk (CAGR) sebesar 4,45% dari Rp 75,03 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 115,98 triliun pada tahun 2023. Gudang garam pun demikian. Omzet perusahaan berbasis di Kediri ini tumbuh dengan CAGR 7,93% dari Rp 55,44 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 118,95 triliun pada tahun 2023.

Apa yang dilakukan kedua raksasa rokok negeri ini dalam iklan yang sangat dibatasi? Kata kuncinya adalah kreativitas. Sampoerna misalnya dikenal dengan iklan-iklannya yang sangat kreatif. Sama sekali tidak menunjukkan rokok atau sesuatu tentang merokok, tapi audiens tahu bahwa itu adalah iklan rokok. “How low can you go?”, “Other can only follow”, “Kita gak enakan dia seenaknya”. Ini adalah beberapa contoh iklan Sampoerna yang susah dilupakan dari memori.

Bagaimana dengan Gudang Garam? Dengan versi lain, pabrikan rokok ini juga mampu berkreasi dalam berbagai keterbatasannya. Yang terakhir adalah membangun bandara internasional di Kediri. Melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), Gudang Garam mendapatkan konsesi selama 50 tahun dari Bandara Dhoho Kediri. Tanpa banyak kata, pembangunan Bandara ini disambut positif sekali oleh masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan juga secara nasional. Sambutan positif ini tentu saja tidak bisa dilepaskan terhadap penerimaan produk perusahaan di pasar. Memang ada arus penolakan produk rokok. Tapi penolakan itu sedikit banyak akan ternetralkan dengan peran Gudang Garam menyediakan fasilitas bandara yang mewah dan megah.

&&&

Pembaca yang baik, jangan pernah berharap kebebasan penuh dalam berkreasi. Selalu ada aturan di sana. Bahkan sering kali pembatasnya bukan aturan pemerintah. Bukan aturan eksternal. Melainkan strategi perusahaan yang sebenarnya merupakan keputusan internal.

Contohnya adalah eksekusi konsep RPD (revenue and profit driver). Jika Anda memahami siklus hidup perusahaan dan ingin tumbuh eksponensial menjadi korporasi sejati, setia pada RPD adalah keharusan. Narasinya, perusahaan gerai kopi tidak boleh membangun perkebunan kopi walaupun tiap tahun membeli ribuan ton kopi. Perusahaan ritel tidak boleh membeli ruko walaupun gerainya membutuhkan puluhan ribu unit ruko. Perusahaan kosmetik tidak boleh membuka lahan sawit walaupun butuh ribuan ton minyak sawit tiap tahun.

Tetap selalu Kreatif walau sangat dikekang.

Lalu di mana kreativitas harus diarahkan? Cara berpikirnya adalah seperti perusahaan rokok di atas. perusahaan gerai kopi misalnya silakan menuangkan ide kreatifnya untuk tumbuh secara eksponensial melalui gerai kopinya.  Kreatiflah dalam beriklan. Kreatiflah dalam menjaring pelanggan baru. Kreatiflah dalam mempertahankan pelanggan yang ada. Kreatiflah membuat program promosi saat omset menurun.  Kreatiflah dalam efisiensi operasional gerai. Kreatiflah dalam mengelola sumber daya manusia. Tapi tetap pada industri gerai kopi. Tetap pada membangun gerai kopi baru di mana-mana. Bukan membangun pabrik kopi. Bukan membuka perkebunan kopi. Bukan membangun pabrik kemasan kopi. Itulah kekangannya. Dan… mari belajar dari pabrikan rokok.  Dikekang tapi tetap selalu kreatif dan sukses. Bisa!

Artikel ke-453 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 7 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar “Top 100 Intangible Asset Monetizing Company 2024 list”. Sebuah seminar yang membahas efek ide kreatif yang dituangkan dalam corporate marketing yang menghasilkan intangible asset untuk dimonetisasi.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Lemahnya Kreativitas Korporat Pakuwon


Surabaya 11 November 1993. Ini adalah hari pertama saya bersama istri yang baru menikah 3 hari sebelumnya menempati sebuah rumah kontrakan di jalan Kejawan Putih Tambak nomor 107. Sebuah jalan kecil yang jika ada mobil berpapasan maka keduanya harus mepet ke tepi jalan. Jika tidak maka akan bertabrakan.

Untuk menuju rumah kontrakan, dari jantung kota saya harus melalui jalan Kertajaya, jalan Manyar, dan selanjutnya jalan Kertajaya Indah Timur. Ketiganya adalah jalan kembar arah barat timur sampai di bundaran ITS. Di bundaran ITS saya kemudian belok ke kiri melalui jalan Raya ITS yang berakhir pada sebuah pertigaan. Dari pertigaan jika lurus akan masuk jalan Kejawan Putih Tambak.  Jika belok kiri ke masuk jalan Mulyosari. Lokasi rumah kontrakan saya adalah sekitar 800 meter dari pertigaan di sebelah kanan jalan.

Tahun 1994 ada perkembangan menarik. Seberang jalan rumah kontrakan saya yang semula adalah lahan tambak diubah menjadi sebuah perumahan bernama Laguna View. Untuk masuk kompleks perumahan Laguna View, dari jalan raya ITS  sampai depan rumah kontrakan orang masih harus berjalan terus sejauh sekitar 200 meter sebelum akhirnya belok kiri di pintu gerbang perumahan kelas atas itu.

Beberapa tahun keberadaan perumahan Laguna View relatif tidak mengubah kondisi. Jalan Kejawan Putih Tambak  masih tetap sepi. Mobil lewat masih satu dua. Jumlah rumah yang dibangun di komplek perumahan besutan PT Pakuwon City Tbk. tumbuh lambn. Perumahan Laguna View tidak mendapatkan sambutan yang baik di pasar.

Titik balik terjadi tahun 2004 saat PT Pakuwon Jati bekerja sama dengan ITS. Jalan Raya ITS dilebarkan menjadi jalan kembar.  Pakuwon juga melebarkan jalan Kejawan Putih Tambak dari pertigaan Raya ITS Mulyosari sampai depan rumah kontrakan saya. Lalu posisi pintu gerbang perumahan Laguna View juga digeser sehingga jalan utama perumahan tersambung lurus dengan jalan Kejawan Putih tambak yang telah diperlebar. Sejak saat itu maka akses Laguna View dari jantung kota melalui Kertajaya, Manyar, Kertajaya Indah Timur, Raya ITS, dan Kejwan Putih Tambak sepenuhnya berupa jalan kembar lebar. Seiring dengan itu nama perumahan yang semula Laguna View diubah menjadi Pakuwon City.

Kreatifitas marketing Pakuwon City

Pakuwon City pun akhirnya sangat diterima pasar. Rumahnya laris manis. Mall yang dulu sepi kini ramai. Pakuwon City Mall tahap II bersama menara apartemen di atasnya pun diluncurkan bahkan saat pandemi.  Area parkir pun terus diperluas. Kini Pakuwon City Mall tahap ketiga sedang dalam proses penyelesaian juga bersama menara apartemen di atasnya. Jalan kembar Kejawan Putih Tambak tiap pagi dan sore saat orang berangkat dan pulang kerja jadi padat bahkan macet oleh mobil penghuni perumahan.

&&&

Pembaca yang baik, yang dilakukan PT Pakuwon Jati Tbk. sebagaimana saya tuliskan di atas adalah upaya marketing. Obyeknya adalah produk perusahaan. Ukuran akhirnya adalah pencapaian omzet alias penjualan. Ide kreatif dengan sedikit membelokkan jalan akses perumahan telah terbukti sukses membawa perumahan Pakuwon City menjadi seperti saat ini.

Cukupkah dengan kreativitas marketing? Tidak. Omzet hanya satu dari 4 ukuran utama perusahaan. Tiga yang lain adalah aset, laba dan nilai pasar alias market value. Perusahaan yang sukses akan tumbuh pesat secara simultan dalam keseluruhan dari 4 variabel di tersebut.

Nilai pasar Pakuwon Jati saat ini adalah Rp 18,01 triliun. Sementara nilai bukunya per 31 Maret 2024 adalah Rp 23,18 triliun. Nilai intangible assetnya minus Rp 5,17 triliun. Inilah hasil upaya corporate marketing Pakuwon Jati. Artinya, memang Pakuwon Jati sukses dengan kreativitas marketingnya. Tapi ternyata kreativitas serupa tidak terjadi pada corporate marketing. Dibutuhkan kreativitas dalam memainkan variabel-variabel corporate marketing berupa character, culture, communication, conceptualization, covenant dan constituencies yang disebut 6C. Itulah kreativitas korporat.

Artikel ke-452 karya Iman Supriyono ditulis di SNF Consulting house of management, Surabaya, pada tanggal 4 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar “Top 100 Intangible Asset Monetizing Company 2024 list”

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

BAGIKAN INI: