Kita, Sejarah dan Pembebasan Al Aqsha yang Terjajah


Tulisan ini adalah materi Khutbah Idul Fitri 1435H di Komplek Perumahan Galaxi Bumi Permai Surabaya oleh  Iman Supriyono -imansupri@snfconsulting.com – yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Arrayan. Bagian bertuliskan huruf arab pada materi aslinya tidak ditampilkan pada web ini.

Jamaah rahimakumullah, kali ini kita sholat di tanah lapang di pagi yang cerah. Sebuah suasana yang kita semua selalu rindukan setahun dua kali. Pagi selepas subuh bersiap bersama seluruh anggota keluarga. Mentari pagi yang indah menemani keberangkatan penuh semangat. Kalimat takbir selalu menghias perjalanan. Di tanah lapang ini kita mengagungkan namanya. Dalam belaian udara pagi ruang terbuka yang cantik tiada tara. Dalam kehangatan mentari pagi yang menyegarkan. Semua tidak akan terjadi kecuali atas nikmat kasih sayang dari-Nya. Allahuakbar Allahuakbar Laailaahaillallah Allahuakbar walillahilhamdu

Al Aqsha yang kini terjajah

Al Aqsha yang kini terjajah

Jamaah yang berbahagia, dari tanah lapang ini, khotib mengajak Anda semuanya untuk merenenung tentang sebuah masjid. Bukan masji Arrayan yang pagi ini sejenak kita tinggalkan untuk menjemput sunnahnya di tanah lapang. Bukan masjid sembarang masjid. Pagi ini kita merenenung tentang sebuah masjid yang namanya terukir indah dalam Al Qur’an surat al Isra ayat pertama

Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suaatu malam dari Masjid Al Haram ke masjid Al Aqsho dan telahkami berkehi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadaanya se gian dari tanda tanga kebesaran kami. Sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha mengetahui

Juga sebuah masjid istimewa yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam berbagai versi haditsnya

Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Ayat dan hadits tersebut sudah menggambarkan betapa tingginya posisi Al Aqhso bagi umat Islam. Al Aqsho adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya turun ayat al Qura’n yang mengubah kiblat menjadi masjid Haram hingga saat ini. Selama nabi barada di Makkah sebelum akhirnya hijrah higga 16 bulan setelah hijrah di Madinah umat islam berkiblat ke Al Aqsho. Ini adalah tanda lain kistimewaan masjid bersejarah ini.

Jamaah rahimakumullah, Masjid Al Aqsha berada di kota Al Quds atau oleh orang Yahudi dan Barat disebut sebagai Yerusalem. Sebuah kota berusia ribuan tahun yang saat ini berpenduduk sekitar 801,000 orang dengan komposisi Yahudi 497,000 (62%), Muslim 281,000 (35%) Nasrani 14,000 (around 2%) dengan luas sekitar 650 km2. Secara geografis, kota ini berjarak sektiar 1000 ke arah utara dari Madinah.

Untuk bisa memandangnya secara leih baik, berikut ini adalah ringkasan sejarah Al Aqsha yang terletak di kota Al Quds:
• Byzantium (kekaisaran Kristen Ortodoks) menguasai Al Quds sampai dibebaskan oleh Persia tahun 614 M. Byzantium adalah pusat kekuatan Kristen Ortodoks yang juga super power dunia ketika itu. Kristen Ortotodoks tidak tunduk pada kepemimpinan Katolik yang berpusat di Vatikan yang juga sebagai super power dunia ketika itu. Byzantium ini kemudian diubah namanya menjadi Konstantinopel dan kemudian ketika ditaklukkan oleh Turki Utsmani diubah namanya menjadi Islambul dan kemudian diuah lagi menjadi Istambul (Oleh Attaturk) hingga kini
• Tahun 620 Al Aqsha dikunjungi oleh Nabi SAW melelui peristiwa isra mi’raj
• Tahun 624 kembali dikuasai Byzantium
• Tahun 637 Al Aqsha dibebaskan oleh umat Islam dibawah pimpinan Umar bin Khotob. Sebuah sumer menyebutkan bahwa Abu Ubaidah Al Jarrah mengepung Baitul Maqdis selama 6 bulan. Saat musim semi April tahun 637, umat Islam akhirnya dapat bersujud tenang di Al Aqsa yang suci. Untuk penyerahan kekuasaan, penjaga kunci kota Al Quds, Pendeta Sophronius mensyaratkan bahwa pimpinan tertinggi Ummat Islam yang harus datang ke Al Quds. Maka kemudian Abu Ubaidah berkirim surat pada Umar di Madinah. Tak lama, Umar bin Khattab berangkat dari Madinah hanya berdua dengan seorang pengawal yang bergantian menaiki keledai. Saat memasuki al-Quds, Umar yang sedang bergiliran menuntun keledai sementara sang pengawal naik keledai tersebut. Demi menyaksikan peristiwa langka itu, Sophronius tanpa ragu menyerahkan kunci kota al-Quds. Tanpa ragu pula ia menananda tangani kesepakatan dengan jaminan keamanan dan kebebasan beribadah. Perjanjian itu dikenal dengan al-‘uhdah al’umariyah dengan saksi Khalid bin Walid, Amr bin al-‘Ash dan Muawiyah bin Abi Sufyan.
• Sejak pembeasan Al Quds, umat Islam mengalami pergolakan yang luar biasa. Perebutan kekuasaan dan pengaruh antara kesultananan terjadi silih berganti. Demikian pula otoritas pengelola Al Quds juga berganti ganti antara beberapa kesultanan dan dinasti. Maka, keramahan dan perlindungan umat Islam kepada kaum Nasrani yang dilakukan oleh Umar Bin Khotob pun akhirnya berubah menjadi kebijakan represif terhadap kaum Nasrani. Inilah yang menjadi pemicu munculnya ide perang Salib yang dicetuskan oleh Paus Urbanus II (wafat 1095)
• Pada tahun 1099 melalui perang salib I al Quds dikuasai kembali Romawi (Byzantium)
• Pada 1187 (alias setelah 88 tahun dalam penguasaan Romawi) Salahuddin Al Ayubi membebaskan Al Quds. Salahuddin Al Ayyubi meneruskan pondasi kekuatan yang telah disusun oleh pendahulunya yaitu Nuruddin Zanki
• Kendali atas Al Quds sebagai tanda kokohnya kekuatan Islam masih berlanjut hingga tahun 1453 Bizantium dibebaskan oleh Turki Utsmani dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih Al Fatih terispirasi oleh hadits nabi berikut ini:

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad)

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel”.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” [HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuâman bin Basyir dari Hudzaifah]

• Awal abad 20 umat Islam dengan yang diwakili oleh kesultanan Turki Utsmani mengalami kelemahan di beragai bidang. Wilayah kekuasaannya pun satu demi satu jatuh ke tangan musuh.
• Tahun 1917 Al Quds jatuh ke tangan Inggris. Sejak saat itu terjadilah perpindahan besar besaran orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia melalu gerakan Zionisme yang menjadikan proporsi penduduk Yahudi makin dominan di Al Quds dan Palestina pada umumnya
• Tahun 1948 Israel berdiri dengan penyerahan kekuasaan dari Inggris. Al Quds Barat diklaim sebagai ibukota Israel, sedangkan Al Quds Timur (dimana masjid al Aqsha berada) masih dalam kekuasaan Yordania.
• Pada 1967 melalui sebuah pertempura sengit Israel merebut Al Quds Timur dariYordan
• Perpindahan Yahudi dari berbagi penjuru dunia ke Israel terus berjalan dan sedikit demi sedikit menggusur posisi muslim Palestina hingga kini akhirnya tersudut di di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang total luasnya kini hanya sekitar 10% total luasan palestina sebelum berdirinya Israel. Hingga saat ini umat Islam telah kehilangan kendali atas Al Qudz dan Palestina pada umumnya selama 97 tahun. Sudah lebih lama dari pada saat umat Islam kehilangan kendali Al Qudz kepada Byzantium dan kemudian dibebaskan oleh Salahuddin Al Ayuubi

Jamaah rahimakumullah, perjalanan sejarah Al Aqsho adalah cerminan perjalanan ummat Islam. Dulunya tidak ada…kemudian ada…kuat…dan kini berada dalam kondisi kelemahan yang tiada tara. Al Aqsha kini sedang terjajah.

Allahuabar Allahuakbar Laailaahailallahu Allahuakbar. Allahuakbar walillahilhamdu. Jamaah rahimakumullah, dalam suasana yang seperti ini mari kita kembali pada ajaran Nabi SAW. Rasulullah SAW telah meletakkan optimisme masa depan ummat sebagai bagian penting dari aqidah kita. Perhatikan kembali hadits tentang Konstantinopel, Roma dan kekhilafahan di atas. Perhatikan bahwa kelak Islam akan kembali berada di puncak jaya. Nabi menyatakan bahwa kita kelak akan membebaskan Roma. Kita akan kembali tampil sebagai pengayom dunia. Kita akan kembali menjadi pengayom Al Quds yang dihuni oleh ummat berbagai agama dengan tentram seperti pada jaman Ummar bin Khotob. Inilah pernyataan dan optimieme Nabi. Inilah yang harus kita kerjakan. Al Aqsha dan Palestina yang kini menderita dan berdarah oleh bombardir Israel adalah salah PR kita.

Lalu apa langkah praktis yang kini bisa kita lakukan untuk Al Aqsha masjid suci itu? Apa yang bisa kita lakukan dari tempat kita berada negeri tercinta Indonesia ini? paling tidak ada dua hal penting.

1. Perkuat keimanan dan ikatan kita dengan jamaah umat Islam. Pastikan kita selalu dekat dan terkoordinasi dalam simpul-simpul jamaah umat Islam seperti masjid-masjid atau organisasi-organisasi dakwah keagamaan. Doakan saudara-saudara di Al Aqsho, Palestina, Gaza dan sekitarnya
2. Persiapkan generasi yang akan datang dengan pendidikan agama yang baik, pendidikan lifeskill yang mantap, dan pendidikan ekonomi yang kuat. Ekonomi adalah salah satu aspek yang penting pelaksanaan surat al Anfaal ayat 60 ini:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dekuatan apa saja ang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang yang dengan persiapan itu kamu menenggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahui sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkankan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya”

Ibnu Katsir menukil sebuah hadits dalam tafsirnya: allaa innal quwwata arromyu. Sungguh yang disebut kekuatan adalah melempar jauh. Melempar jauh pada jaman saat ini adalah kekuatan rudal antar benua yang membutuhkan kekuatan ekonomi yang besar.

Ekonomi yang kuat artinya adalah penguasaan terhadap sumber-sumber produksi barang dan jasa. Inilah saat ini titik kelemahan kita. Perusahaan perusahaan di berbagai sektor kini tidak berada pada penguasaan umat Islam.

Sektor perunggasan di negeri ini misalnya, jika tahun 80-an masyarakat swasembada ayam dan telor dengan tiap keluarga memelihara ayam, kini berubah. Kita tergantung pada korporasi besar untuk kebutuhan daging dan telor ayam. Dan penguasa nomor satu perunggasan adalah Charoen Pokphand dengan omset tahun lalu Rp 25 trilyun. Penguasa pasar perunggasan ini dimiliki dan dikendalikan oleh keeluarga Jaravanon, sebuah keluarga imigran dari Shantou-RRC yang bermukim di Bangkok.

Sektor ritel pun demikian. Jika yang dulu adalah toko kelontong tradisional milik masyarakat di gang-gang kampug kini berpindah ke jarignan minimarket dan hipermarket modern. Demikian pula yang terjadi pada nyaris semua sektor ekonomi.

Siapkanlah anak-anak kita dengan pendidikan agama yang baik. Al Fatih pembebas Konstantinopel yang hafal Qur’an dan berpegang pada Hadits adalah teladan pendidikan agama yang baik. Beri wawasan internasional dengan penguasaan berbagai bahasa seperti Al Fatih yang menguasai 6 bahasa. Didik dan bantu ekonominya untuk kelak bisa menjadi pengendali perusahaan-perusahaan produsen barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Pengendali yang dimaksud dalah sebagai pemegang saham pengendali pada perusahaan-perusahaan di beragai sektor ekonomi. Allahuakbar walillahilhamd.

Jamaah rahimakumullah, jika anak anak itu telah berkeluarga sedangkan Anda masih produktif, bantu mereka untuk memupuk aset berupa kepemilikan saham perusahaan-perusahaan utama di masyarakat di beragai sektor. Tetaplah Anda terus produktif dan berkarya hingga akhir hayat untuk memantu anak anak kita dan generasi penerus pada umumnya.

Allahuakbar allahuakbar laaillahailallahu allahuakbar allahuakbar walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah, sikapilah kepemilikan saham sebagaimana yang sampaikan di atas seperti menanam pohon jati. Nilai seluruh saham Alfmart misalnya saat ini berdasarkan data dan perhitungan saya misalnya adalah sekitar Rp 30 Trilyun.

Jamaah rahimakumullah, nilai Rp 30 Trilyun memang besar untuk ukuran sebagian besar masyarakat. Tapi mari kita bayangkan tentang pohon jati. Sebatang pohon jati yang kini berharga puluhan juga, 40 tahun lalu adalah sebuah biji jati yang nilainya tidak seberapa atau bahkan tidak bernilai sama sekali. Ada dua kesempatan emas untuk menanam pohon jati. Ingat, hanya ada dua kesempatan dan tidak akan ada kesempatan lain. Maka….Jangan sia-siakan dua kesempatan emas ini: 40 tahun lalu dan hari ini. Jika 40 tahun lalu Anda telah memanam jati, kini saatnya panen puluhan juta perbatang. Tapi jika belum jangan kuatir. Masih ada kesempatan terbaik kedua: hari ini. Ingat, tidak akan akan ada ksempatan ketiga.

Jika “pohon jati” saham Alfamart misalnya kendalinya sudah ada ditangan Anda, kita tidak perlu berteriak teriak di jalanan atau media sosial untuk menghentikan penjualan miras di outlet outletnya. Cukup bikinlah RUPS dan putuskan untuk tidak menjual miras. Maka 8500 outletnya akan berhenti menjual miras saat itu juga. Itulah hakekat kekuatan ekonomi sebagai implementasi surat al Anfaal 60.

Bantulah putra putri kita untuk mulai saat ini sedikit demi sedikit “menanam pohon jati” kepemilikan saham pada berbagai perusahaan. Targetnya, nanti akan adan ada saat panen dimana anak anak akan menjadi pemegang saham pengendali pada berbagai perusahaan berbagai bidang kehidupan. Ritel, perunggasan dan apapun juga. Itulah bekal kontribusi kita untuk Al Aqsha di masa yang akan datang.

Kekuatan pengendalian ekonomi bisa menjadi dimanfaatkan untuk membantu persenjataan bagi saudara saudara di Palestina dan sekitarnya untuk membebaskan Al Aqsha. Kekuatan ekonomi di berbagai bidang kehidupan juga akan menjadi kekuatan posisi tawar dalam diplomasi internasional dalam rangka pembebasan Al Aqsha yang kini terjajah. Maka…mari kita dan anak anak kita terus menerus meningkatkan kontribusi untuk pembebasan al Aqsha. Allahu akbar!

Jamaah rahimakumullah, di akhir khutbah ini, mari kita berazam dan berdoa untuk menjadi Salahuddin Al Ayubi, Nurudin Zanki dan Muhammadi Al Fatih modern. Memupuk kekuatan untuk menolong Al Aqsha yang kini dikuasai Israel. Untuk Al Quds yang ramah terhadap setiap pemeluk agama apapun sesuai dengan hakikat Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Umar bin Khotob di Al Quds lebih dari semilenium yang lalu. Lebih dari itu…. mari ktia memohon kekuatan dan bimbingan-Nya agar kita atau anak cucu kita bisa menjadi pembukti Hadits Nabi tentang kota Roma melalui bidang kita masing-masing. Allahu akbar…Allahuakbar….Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Swasembada Ayam: si Blirik Klawu & Bendan


Ini adalah cerita masa kecil di pedesaan wilayah Caruban, Madiun. Bagi saya sekeluarga dan tetangga pada umumnya, ayam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keseharian. Ayam tidak dipelihara di kandang khusus. Jika siang unggas ini dilepaskan dan dibiarkan pergi kemana saja mencari makan sendiri. Jika malam binatang bersayap ini akan dimasukkan ke bagian rumah yang biasanya juga difungsikan sebagai dapur. Dikumpulkan dalam kurungan-kurungan dari anyaman bambu. Atau dibiarkan hinggap di pangkringan yaitu batang bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan disandarkan di dinding rumah.

Ayam bukan sekedar binatang ternak. Maka setiap ekor ayam dewasa biasanya diberi panggilan sesuai dengan warnanya. Blirik, klawu, bendan dan sejenisnya adalah nama-nama yang akrab di telinga warga desa. Binatang yang pejantannya sering di adu sabung ini selalu lulut. Jinak dan bersahabat dengan pemiliknya.

ayam n anak

Ayam kampung yang dulu menjadi sumber swasembada daging dan telur ayam di rumah-rumah masyarakat kini menghilang

Salah satu fungsi ayam adalah menjadi sumber nutrisi bagi warga desa. Sehari hari memang masyarakat memang lebih akrab dengan botok lamtoro, botok ontong, tempe goreng, tahu goreng, peyek kedelai, dan lauk pauk nabati lainnya. Sesuatu yang murah dan mudah diperoleh di desa. Kebutuhan akan protein hewani hanya sesekali dipenuhi dengan telur ayam untuk  didadar atau dijadikan botok. Sesekali juga ayam akan disembelih dan dinikmati dagingnya saat ada kenduri atau hajatan lain.

$$$

Lain dulu lain sekarang. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan akan telur dan daging ayam masyarakat pada umumnya sudah mengandalkan perusahaan-perusahaan peternakan besar. Tidak umum lagi orang memelihara ayam untuk keperluan sendiri seperti cerita saya saat kecil. Bahkan di desa saya pun budaya itu sudah sedikit demi sedikit terkikis dan nyaris habis. Jika menginginkan daging atau telur ayam masyarakat tinggal pergi ke toko atau pasar dan membeli dengan mudah sesuai kebutuhannya. Ayam telah menjadi komoditas.

Kondisi modern seperti ini tetaplah menjadi lahan subur untuk perusahaan-perusahaan besar dalam sektor ayam atau perunggasan pada umumnya. Salah satu pemain besarnya adalah PT.Charoen Pokphand Indonesia, Tbk.  Di negeri kita, perusahaan besutan keluarga Jiaravanon ini adalah yang terbesar pada sektor ini.

Pada tahun 2013 lalu, melalui laporan terauditnya, perusahaan besutan keluarga dari Bangkok ini melaporkan omset penjualan sebesar Rp 25,6 Triliun. Omset itu tumbuh 20% dari tahun sebelumnya yang Rp 21,3 T. Dengan manajemen yang solid, perusahaan milik pengusaha global yang nenek moyangnya berasal dari Shantou RRC ini mampu meraup laba bersih sebesar Rp 2,5 Triliun.

Benar-benar besarkan perusahaan ini? Coba bandingkan dengan ini: seorang kawan pebisnis ayam petelur di Blitar memiliki sekitar 500 ribu ekor ayam. Angka ini sudah sangat besar menurut ukuran masyarakat pada umumnya. Tapi bagaimana dibandingkan dengan  Charoen Pokphand? Mari coba kita hitung kasaran. Anggap dari 500 ribu ekor tiap hari ada 75% nya yang bertelur. Jadi tiap hari ada 375 ribu butir telur. Jika setiap 15 butir telur memiliki berat 1 kg maka tiap hari akan ada  25 ton telor. Jika harga telur Rp 15 ribu/kg maka akan ada omset Rp 375 juta perhari alias Rp 136 Miliar per tahun. Angka ini dibanding omset Charoen Pokphand hanya berada di kisaran setengah persen atau tepatnya 0,53%. Dengan kata lain omset Charoen adalah sekitar 180 kali dari ayam kawan Blitar tadi. Jika disetarakan dengan ayam petelur bisnis Charoen setara dengan memelihara 94 juta ekor ayam.

Besar kan? Tentu besar sekali. Yang menarik, masyarakat yang sebelumnya swasembada ayam kini menjadi tergantung kepada perusahaan-perusahaan besar. Charoen yang sahamnya 55% dikuasai keluarga Jiaravanon melalui Crown Pacific Investment Pte Ltd Singapura adalah si nomor satu. Maka, saya sangat bersemangat untuk ngomporin kawan-kawan pebisnis ayam di Blitar untuk mengejar Jiaravanon.  Supaya masyarakat merasakan swasembada ayam kembali seperti saat saya di desa memiliki si blirik, klawu dan bendan. Tentu dengan manajemen perusahaan modern.

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting atau ikuti KELAS KORPORATISASI

*)Ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting

Baca Juga
Korporasi Beras dari Negeri Gandum
Korporasi Pisang dari Negeri Tanpa Pisang
Durian Terbaik Dunia: Ngapal
Kedelai: Detempeisasi Detahuisasi
Korporatisasi Pertanian Edamame
Kawin Tak Syar’i dan Impor Sapi
Negeri Bahari Impor Hasil Laut
Garam: Kuat dengan Ekonomi Berjamaah

Ilmu, Membaca, Ilmuwan dan Praktisi


Tulisan ini adalah hasil renungan panjang tentang ilmu dan interaksi kita dengannya. Munculnya dipicu oleh beberapa hal. Salah satunya adalah pertanyaan dari kawan-kawan yang cukup menggelitik kepada saya. “Mas Iman,  Anda itu apa sudah pernah memimpin atau memiliki perusahaan besar kok berani-beraninya membikin perusahaan konsultan dan menjadi konsultan manajemen perusahaan-perusahaan besar?”
membaca

Ini adalah pertanyaan yang kelihatannya mengandung unsur menyangsikan kepada saya dan apa yang saya lakukan di SNF Consulting. Sebuah pertanyaan yang kalau ditangkap dengan jiwa sensi akan terasa menghina. Jika ditangkap dengan jiwa negatif akan terasa merendahkan. Tapi sejatinya ini adalah pertanyaan bagus sekali seagai bekal renungan dan pembelajaran. Salah satu hasilnya adalah tulisan ini.  Tulisan ini akan saya lanjutkan dengan format poin-poin. Semoga menjawab dengan baik pertanyaan itu dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar ilmu, membaca, ilmuwan dan praktisi.

    • Terkait dengan ilmu, manusia dibagi menjadi dua kelompok: ilmuwan dan praktisi.
    • Ilmuwan dan praktisi mempunyai kewajiban membaca dalam arti sempit maupun dalam arti luas, sebagai pelaksanaan perintah “Iqra” dalam Al Qur’an ayat yang pertama kali turun
    • Membaca dalam arti sempit adalah membaca tulisan berupa buku, koran, majalah, blog, jurnal atau sejenisnya
    • Membaca dalam arti luas adalah menangkap fenomena alam dan sumber pengetahuan lain baik melalui manusia maupun makhluk/benda lain
    • Dalam konteks membaca, tugas ilmuwan berbeda dengan tugas praktisi
    • Para praktisi membaca untuk dipraktekkan dalam bidang profesi dan kehidupannya secara umum
    • Seorang petani praktisi wajib terus membaca buku, jurnal, majalah atau apapun yang terkait dengan pertanian dan kemudian mempraktekkan ilmu yang telah dibacanya pada sawah dan ladang tempatnya berkarya agar produktivitas dan luas lahan kelolaannya selalu meningkat sampai akhir hayat
    • Seorang nelayan praktisi wajib membaca buku, jurnal, majalah atau apapun yang terkait dengan penangkapan ikan untuk kemudian mempraktekkannya dalam penangkapan ikan agar produktifitas dan armada kapal penangkap ikan kelolaannya terus meningkat sepanjang hayat
    • Seorang manajer praktisi wajib terus membaca buku, jurnal, majalah dan sebagainya tentang manajemen dan kemudian mempraktekkannya dalam mengelola perusahaan/organisasi yang dikelola nya agar produktifitas dan ukuran perusahaan/organisasinya terus meningkat hingga akhir hayat
    • Seorang polisi praktisi wajib terus membaca buku, jurnal, majalah dan sebagainya tentang kepolisian agar kapasitasnya dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian terus meningkat hingga akhir hayat
    • Itulah contoh beberapa praktisi dalam beberapa bidang. Jika diteruskan contoh itu akan mencakup seluruh bidang kehidupan.
    • Seorang praktisi pertanian, perikanan, manajemen, polisi dan sebagainya juga harus membaca ilmu tentang kehidupan keseharian mereka seperti ilmu tentang sholat, tentang makanan, tentang uang dan sebagainya karena mereka tetap sebagai manusia biasa yang harus sholat, makan, mengelola uang dan sebagainya
    • Muncul pertanyaan: jika para praktisi diharuskan terus menerus membaca, lalu siapa yang menyediakan bahan bacaan secara terus menerus dan sentiasa up to date sampai akhir hayat? Itulah tugas ilmuwan
    • Ilmuwan wajib terus membaca fenomena alam baik langsung di alam maupun melalui laboratorium untuk kemudian menuliskannya dalam buku, jurnal, majalah atau apapun. Ilmuwan juga wajib membaca tulisan hasil penelitian sesama ilmuwan di bidangnya untuk mempertajam kemampuannya menangkap fenomena alam dan memperkaya khasanahnya
    • Ilmuwan manajemen wajib terus membaca fenomena manajemen di berbagai organisasi, perusahaan maupun masyarakat pada umumnya untuk kemudian dituliskannya menjadi ilmu manajemen up to date dalam bentuk buku, jurnal, majalah dan sebagainya
    • Ilmuwan pertanian wajib terus membaca fenomena alam di bidang pertanian untuk menghasilkan varietas tanaman baru, metode penanaman baru, pupuk baru, teknologi baru dan sebagainya lalu menuliskannya dalam bentuk buku, jurnal, majalah, blog dan sebagainya
    • Ilmuwan fiqih harus terus menerus membaca fenomena masyarakat dalam kehidupan dan literatur karya ilmuwan terdahulu, dan tentu juga Al Qur’an dan Hadits untuk merumuskan kaidah fiqh pada masalah masalah up to date di masyarakat seperti tentang e money, transaksi melalui vending machine, transaksi melalui internet, pay pall, sholat di antariksa, dan sebagainya lalu menuliskannya dalam bentuk buku, jurnal, majalah, blog dan sebagainya
    • Demikian sekedar menyebut  beberapa contoh bidang keilmuan. Jika diteruskan contoh tersebut akan sangat panjang menyangkut seluruh bidang keilmuan yang selaras dengan pertumbuhan bidang praktisi dalam kehidupan
    • Ilmuwan dan praktisi harus terus bekerja sama untuk terus menerus membangun kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat dan tentu makin menuju kehidupan yang diridhoi-Nya
    • Di bidang manajemen misalnya, kerjasama praktisi dan ilmuwan itu diwadahi dalam sebuah perusahaan konsultan (consulting firm) seperti SNF Consulting, www.snfconsulting.com, perusahaan tempat saya berkarya
    • Ilmu dapat dibagi menjadi dua kelompok. Ilmu dasar dan ilmu spesialis. Ilmu dasar adalah ilmu yang menyangkut pengamalan kehidupan keseharian setiap orang dengan profesi bidang apapun, tidak pandang bulu apakah dia ilmuwan atau praktisi.
    • Contoh ilmu dasar adalah ilmu tentang sholat, zakat, ilmu tentang keuangan keseharian, ilmu tentang rumah tangga, dan sebagainya. Siapapun wajib belajar ilmu dasar tersebut untuk bisa beramal keseharian dengan baik. Amal tanpa ilmu adalah sesuatu sia sia dan sering kali berbahaya. Maka saya yang telah memilih peran sebagai ilmuwan manajemen tetap harus membaca ilmu tentang shalat misalnya agar sholat yang saya lakukan sehari-hari tidak sia sia bahkan berbahaya bagi kehidupan akhirat saya
Image

buku tulisan ke 8 ku sebagai hasil kerja orang yang telah memilih profesi sebagai ilmuwan manajemen

  • Ilmu spesialis adalah ilmu yang menyangkut praktek profesional masyarakat. Contoh ilmu spesialis adalah ilmu tentang pertanian, ilmu manajemen, ilmu kepolisian, ilmu kelautan dan sebagainya. Tidak semua orang butuh ilmu spesialis. Ilmu spesialis hanya dibutuhkan oleh mereka yang berprofesi di bidang itu. Sebagai contoh, saya tidak membutuhkan ilmu pertanian secara mendalam karena saya adalah ilmuwan di bidang manajemen. Kalaupun membaca buku pertanian saya hanya menjadikannya sebagai wacana dan wawasan agar ketika meneliti dan menulis tentang perusahaan/organisasi yang bergerak di sektor pertanian bisa lebih komprehensif
  • Bagaimana kita menuntut ilmu? Sebelum menuntut ilmu kita harus memahami diri agar bisa memilih dengan tepat apakah kita akan menjadi ilmuwan atau menjadi praktisi pada bidang yang kita sukai.
  • Di negara negara yang sistem pendidikannya bagus seperti Swiss misalnya, yang boleh belajar menjadi ilmuwan hanya sekitar 20% dari masyarakat. Proses belajar menjadi ilmuwan adalah melalui latihan penelitian yang puncaknya dilakukan dengan menulis skripsi, tesis atau disertasi pada jenjang pendidikan masing2 S1 (undergraduate), S2 (master) atau S3 (doktor, PhD)
  • Jadi skripsi, tesis atau disertasi adalah latihan penelitian. Disebut latihan karena mahasiswa melakukannya dengan bimbingan dan supervisi para dosen yang bertindak sebagai pelatih/supervisor/pembimbing
  • Maka, orang yang yang telah mengambil S1/S2/S3 yang selanjutnya tidak pernah melakukan penelitian dan menuliskannya dalam bentuk buku/jurnal/majalah/blog dan sebagainya berarti skripsi, tesis dan disertasi nya adalah sia sia
  • Agar tidak terjadi kesia-siaan maka di negara maju setiap lulusan murid sudah dipetakan betul dan diseleksi ketat apakah mereka berpotensi menjadi ilmuwan atau tidak. Yang berpotensi dipersilahkan masuk S1/S2/S3 dengan biaya publik (pemerintah) sesuai bidang yang disukainya
  • Yang menyukai bidang pendidikan misalnya dipersilakan menempuh pendidikan ilmuwan pendidikan sampai s3 untuk kemudian selalu menghasilkan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan untuk selanjutnya dibaca para dan dipraktekkan oleh para praktisi pendidikan
  • Yang menyukai bidang medis misalnya dipersilakan masuk pendidikan ilmuwan kesehatan sampai doktor untuk selalu melakukan penelitian dan menuliskan ilmu baru di bidang medis yang selanjutnya dibaca dan dipraktekkan oleh para praktisi ilmu medis, termasuk oleh para dokter spesialis di berbagai bidang
  • Bagi mereka yang tidak berpotensi untuk menjadi ilmuwan dipersilakan masuk pendidikan praktisi sesuai bidang yang disukainya baik melalui SMK maupun melalui college/politeknik
  • Yang menyukai bidang pendidikan misalnya masuk pendidikan guru untuk kemudian menjadi praktisi pendidikan di berbagai jenjang pendidikan dan berbagai bidang
  • Yang menyukai bidang medis misalnya dipersilakan masuk pendidikan profesi dokter/dokter spesialis/perawat/perawat spesialis dan sebagainya untuk kemudian nantinya bertugas di berbagai rumah sakit/klinik/puskesmas
  • Dan sebagainya jika diperpanjang akan menyangkut seluruh bidang praktisi
  • Di negara yang pendidikannya maju, jenjang SMA cukup dua tahun. Yang akan mengikuti pendidikan profesi bisa langsung masuk politeknik/college. Yang akan mengikuti pendidikan ilmuwan (S1/s2/s3) harus mengikuti pendidikan pre university setahun atau dua tahun
    Logo SNF Consulting dengan tag line studi kelayakan
  • Masih ada peluang mereka yang telah masuk college/politeknik tetapi ternyata memiliki potensi ilmuwan untuk selanjutnya alih jalur masuk s1/s2/s3
  • Lalu apa fungsi gelar sarjana/master/doktor/profesor? Dimata administrasi keilmuwan (kampus) tentu hal itu pending dalam konteks penataan manajemen ilmu dan sumber daya manusia di berbagai bidang keilmuan. Tetapi, dimata Allah SWT yang dilihat bukan gelarnya, tetapi kemanfaatan ilmu yang telah dihasilkannya. Seorang ilmuwan diukur kinerjanya dengan hasil tertulis dari penelitiannya baik di laboratorium maupun di alam semesta. Bukan sekedar hasil tertulis, tetapi lebih pada seberapa banyak ilmu yang telah ditulis tersebut dipraktekkan oleh para praktisi dan berhasil meningkatkan produktivitas, efektifitas dan efisiensinya. Jadi biar bergelar sampai doktor dan profesor, jika tidak pernah bisa menghasilkan ilmu tertulis yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para praktisi, maka proses belajarnya melalui skripsi/tesis dan disertasi adalah sia sia. Kesia-siaan adalah kawannya setan. Innal mubadzirina kaanu ikhwana syayatin, demikian ayat Al Qur’an. Tentu saja diperkecualikan bagi mereka yang sebelumnya telah belajar meneliti melalui skripsi/tesis/dan disertasi tanpa tahu apa maksud skripsi/tesis/dan disertasi
  • Demikian hasil renungan panjang saya, wallahu a’lam. Moga bermanfaat.  Insyaallah akan terus dikembangkan untuk menjadi buku

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

*)Ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting

Kalsiboard : Belgia…..


Suatu saat plafon rumah saya jebol. Pak tukang pun dipanggil untuk memperbaikinya. Tentu dibutuhkan material untuk menggantinya. Saat itu lah pak tukang bertanya tentang papan apa yang akan dibeli untuk menggantikan nya. Karena awam di bidang material bangunan saya justru balik bertanya. Papan apa yang disarankan untuk keperluan ini. Dan… pak tukang pun menyebut sebuah nama: Kalsiboard.

Dijelaskan bahwa Kalsiboard berfungsi persis seperti tripleks. Sebuah papan datar setebal berapa milimeter. Pak tukang menyatakan kalsiboard dan bukan tripleks adalah karena alasan spesifikasinya. Disamping tahan air, kalsiboard juga lebih cepat pengerjaannya karena permukaannya yang lebih halus dari pada tripleks. Pori-porinya juga lebih kecil dari pada tripleks. Spesifikasi ini memudahkan proses pengecatan maupun pelapisannya dengan plamir sebelum dicat.

papan pengganti tripleks kian dibutuhkan seiring dengan makin habisnya pohon yang bisa ditebang untuk bahan baku tripleks

papan pengganti tripleks kian dibutuhkan seiring dengan makin habisnya pohon yang bisa ditebang untuk bahan baku tripleks

Sebagai orang awam tentang material bangunan, saya pun menurut saran pak tukang. Pekerjaan pun dimulai. Mudah sekali. Kalsiboard dapat dibeli di toko bangunan yang terjangkau jalan kaki dari rumah. Barangnya pun bisa dikirim sampai rumah. Urusan plafon jebol pun keluar dengan cepat. Pak tukang pun sigap mengerjakannya dengan cepat.

$$$

Pembaca yang baik, papan untuk material bangunan adalah salah satu kebutuhan pokok. Dulu hampir semua kebutuhan papan dipenuhi dengan bahan baku kayu. Dan tentu saja akhirnya hutan yang menjadi sasaran. Sampai saat dimana persediaan kayu di hutan menipis dan akhirnya habis. Dalam kondisi ini akhirnya mau tidak mau manusia harus mencari bahan baku lain.

Papan seperti kalsiboard adalah salah satu bentuk solusinya. Maka jika Anda datang ke toko-toko bangunan baik yang tradisional maupun yang modern, papan seperti kalsiboard akan menjadi salah satu dagangan utama. Papan berbahan baku utama semen ini bahkan menjadi penyumbang omset terbesar ketiga bagi toko-toko bangunan setelah produk semen dan besi baja. Jadi papan seperti kalsiboard bisa disebut sebagai tulang punggung omset pada umumnya toko bangunan. Tentu ini ada putaran uang besar disana.

Pertanyaannya: siapa pemain utamanya? Setelah saya telusuri di berbagai sumber, Kalsiboard adalah salah satu pemain utama itu. Bahkan di beberapa tempat merek ini sudah menjadi nama generik seperti Aqua untuk air minum dalam kemasan. Disamping produknya berkualitas dan dijual dengan harga premium, Kalsiboard yang diproduksi oleh PT Eternit Gresik ini nampaknya juga pemegang pangsa pasar besar untuk kategori produk ini.

tukang plafon

Semua rumah butuh plafon

Saya pun tertarik untuk menelusuri lebih lanjut. Di Samping karena ingin tahu, kebetulan SNF Consulting, kantor tempat saya berkarya, juga sedang ada klien pabrikan papan sejenis Kalsiboard ini. Ternyata, PT Eternit Gresik adalah bagian dari Etex Group.

Saya Pun lebih lanjut menelusuri tentang Etex Group. Dari web perusahaan yang beromset (tahunan) lebih dari Rp 45 Triliun ini, PT Eternit Gresik memang disebut sebagai salah satu anak perusahaannya. Hingga kini, perusahaan yang beroperasi hampir di seluruh negara di dunia ini tetap berfokus pada bisnis material bangunan. Fokus sejak didirikan sebagai pabrik board pada tahun 1905 oleh Alphonse Emsens di Belgia.

Tentu kita bisa mengambil pelajaran luar biasa dari informasi ini. Betapa untuk produk yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat ini ternyata pemain utamanya adalah perusahaan Belgia. Tentu akan bagus sekali jika kita juga bisa berperan di sektor ini. Menjadi pemain di negeri sendiri.

Jika tidak, setiap ada Kalsiboard terpasang seperti yang saya alami dalam deskripsi awal tulisan ini, akan ada sekian rupiah yang harus kita kirim ke Belgia baik melalui royalti merek maupun dividen atas laba yang diperolehnya. Ini “melengkapi” nyaris semua produk yang selama ini negeri kita sangat tergantung kepada asing: beras, ketan, kacang, gula, pesawat, komputer, sabun dan masih panjang lagi daftarnya.

Bagaimana berperan? Ya tentu saja harus membangun tiga hal: pabrik yang mampu menghasilkan produk standar, jaringan distribusi dengan jaringan luas…..dan tentu merek yang kuat dan dipercaya masyarakat. Dan itu semua tidak mungkin dilakukan tanpa proses korporatisasi. Seperti kalsiboard. Monggo…..

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting atau melalui KELAS KORPORATISASI

Baca juga:

Sejarah Bata dan Kalibata Batavile Batanagar
Sejarah Raket Yonex
Sejarah Heinekken Hadir di Indonesia
Sejarah Revlon dan Kepailitannya
Sejarah Korporasi
Sejarah Lions Club
Sejarah Hyundai versus Astra
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal
Sejarah Danone Dari Turki Usmani Hadir ke Indonesia

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

Koperasi Kelas Seratus Trilyun: Monggo Kyai Said, Monggo Pak Dien…


Koperasi Kelas Seratus Trilyun: Monggo Kyai Said, Monggo Pak Dien….

oleh Iman Supriyono, konsultan manejemen pada SNF Consulting

Bung Hatta. Bahwa beliau adalah proklamator negeri ini tentu sudah tidak perlu dibahas lagi. Bahwa beliau adalah pendiri UII yang melahirkan Mahud MD dan Busro Muqoddas tentu juga sudah tidak asing lagi. Bahwa UII adalah salah satu dari delapan perguruan tinggi negeri ini yang mendapatkan akreditasi A juga sudah banyak yang tahu. Bahwa perguruan tinggi lain yang mendapatkan akreditasi A adalah UI, UGM, ITB, IPB, Unhas, Unmuh Malang, dan Unmuh Jogja tentu Anda juga sudah tidak perlu diberitahu lagi.

Ace Hardware: Koperasi kelas dunia dari Amerika

Ada satu yang sering luput dari perhatian. Bahwa Bung Hatta adalah bapak koperasi. Founding father yang menggariskan bahwa koperasi didesain sebagai saka guru ekonomi negeri ini. Saka guru secara kamus artinya adalah tiang utama bangunan rumah. Saka guru ekonomi artinya adalah tiang utama penyangga bangunan ekonomi negeri ini.

Bagaimana faktanya? Jauh sekali. Tidak ada satupun koperasi yang menjadi produsen barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas: sabun, beras, minyak goreng, bahan bakar, mobil, televisi, telepon seluler, komputer, perbankan, dan sebagainya. Yang menghasilkannya justru perseroan terbatas. Maka….saka guru ekonomi riil saat ini adalah Pt. Bukan koperasi.

Di beberapa kesempatan saya pernah menulis tentang koperasi kelas dunia. Ada Fonterra yang kita kenal melaluii susu Anlene dan Anmum. Ada Friesland Campina yang disini kita kenal melalui susu bendera dan es krim campina. Ada Coöperatieve Centrale Raiffeisen-Boerenleenbank B.A dari negeri Belanda yang disini kita kenal sebagai Rabo Bank. Sebuah bank beraset sekitar Rp 8 ribu Trilyun. Mereka adalah koperasi koperasi raksasa dengan jaringan bisnis nyaris di semua negara di dunia. Bahkan Fonterra adalah perusahaan terbesar di New Zealand dengan aset hampir Rp 200 tilyun. Maka…konsep bahwa koperasi adalah saka guru ekonomi sebenarnya bukan sesuatu yang salah.

Ada perbedaan mendasar dari koperasi dan perseroan terbatas. Pada perseorang terbatas, suara dalam pengembilan keputusan ditentukan berdasarkan proporsi modal. PT adalah kumpulan modal. Ini yang membedakan dengan koperasi. Pengambilan suara dalam koperasi menganut prinsip satu kepala satu suara. Berapapun modal yang disetorkannnya. Maka, dalam hal ini koperasi dipandang lebih menghargai manusia. Bukan menghargai uangnya.

Namun demikian, prinsip pengambilan suara koperasi yang menghargai manusia ini secara teknis jusru sering dipandang menjadi penghambatnya untuk menajdi besar. Keputusan bisnis yang membutuhkan kecepatan justru terhambat dengan one man one vote ini. Apalagi jika anggota koperasi sangat banyak. Anggota koperasi fonterra misalnya lebih dari 10 ribu orang.

Maka Fonterra dan koperasi koperasi raksasasa menyiasatinya dengan menjadikan kopersi murni sebagai holding company. Seluruh operator bisnis dikerjakan oleh anak usaha yang berbadan hukum PT. Maka, keputusan bisnis di lapangan cukup diambil oleh direksi dan komisaris PT. Bisnis akan tergerakkan dengan lincah. Rapat anggota koperasi hanya mengambil keputusan stratejik sebagai sebuah holding company: investasi dan divestasi. Mana perusahaan yang akan dibeli, didirikan, atau diperkuat modalnya dan mana perusahaan yang akan dijual. Itu saja.

&&&

Saya jadi teringat dulu Muhammadiyah pernah mendirikan jaringan minimarket Markaz dan kemudian buyar. Saya yakin semangat Markaz pasti masih terus membara. Nah, saya melihat peluangnya justru ada pada koperasi. Jumlah anggota Ormas keagamaan terbesar nomor 2 yang menurut wikipedia sebesar 35 juta menjadi sumber kekuatannya. Jika tiap orang bisa berkontribusi setoran pokok Rp 1 juta maka akan berdiri sebuah koperasi bermodal awal Rp 35 Trilyun. Dengan dana sebesar ini, tidak perlu lagi membangkitkan kembali Markaz yang sudah terkubur. Sangat tidak efektif dan berisiko tinggi. Disamping juga mungkin telah menjadi trauma sejarah.

Terus bagaimana? Cukup menjadikan koperasi sebagai holding company dan kemudian membeli perusahan yang sudah jalan bagus. Alfamart misalnya. Perusahaan mapan yang pada laporan keuangan terakhir mencatatkan laba tahunan hampir Rp 500 milyar kini tercatat memiliki ekuitas sekitar Rp 3 tilyun. Dengan harga saham sekitar Rp 450 perlembar berarti jaringan minimarket dengan lebih dari 7000 outlet ini memiliki rasio harga saham berhadap laba sebesar sekitar 35 kali. Artinya, nilai pasar seluruh saham Alfamart adalah sekitar Rp 17,5 Trilyun. Maka modal awal koperasi sudah lebih dari cukup untuk membeli Alfamart.

Bakan masih ada sisa yang isa kita belikan Indomart misalnya. Belum lagi warga Muhammadiya bisa membeli sertifikat modal koperasi (SMK, semacam saham dalam PT) yang nilainya bisa jauh lebih besar dari pada setoran pokok. Muhammadiyah cukup kredibel untuk ini. NU yang merupakan organisasi keagmaan terbesar tentu potensinya lebih besar. Potensi NU dan Muhammadiyah menurut hitungan di atas tidak akan kurang dari Rp 100 Trilyun. Inilah cara mewujudkan cita-cita Bung Hatta untuk menjadikan koperasi sebagai saka guru ekonomi. Seperti Koperasi Fonterra New Zealand yang menjadi perusahaan terbesar di negeri dekat kutub selatan ini dengan aset hampir Rp 200 Trilyun. Monggo Kyai Said…..Monggo Pak Dien……

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

McKinsey KW


Selasa selepas magrib 2013. Malam itu saya bertandang ke kantor seorang kawan yang sudah hampir 20 tahun terpisah. Pertemuan terakhir adalah saat kami sama-sama masih kuliah di kota pahlawan. Walaupun beda kampus, saya di ITS dan dia di UNAIR, tetapi kami merasa dekat karena sama-sama aktivis kegiatan keislaman di kampus masing-masing.

logo mckinsey1

Pembicaraan mengalir mulai dari memori-memori lama nostalgia sampai hal-hal serius termasuk masalah kenegaraan. Dengagn latar belakang yang sama-sama aktivis kegiatan keislaman di kampus, diskusi tentang berbagai masalah pun nyambug. Gayeng. Bahkan karena bidang keilmuan dan profesi yang ditekuninya juga terkait dengan bidang yang saya tekuni, pembicaraanpun menjadi sangat menggairahkan.

Salah satunya adalah tentang peran konsultan di kantornya. Dan kebetulan sekali ketika itu kantornya sedang punya hajat manajerial besar dengan menyewa konsultan manejemen ternama asal negeri Paman Sam: McKinsey. Itulah nama besar yang membantu kantor tempat bekerja kawan saya untuk sebuah proyek pekerjaan penyusunan sebuah konsep manajerial berdurasi satu semester.

Konsep manajerial apa? Tanpa banyak penjelasasanpun saya tahu persis pekerjaan itu. Sebagai orang yang berkecimpung di bisnis konsultan manaejemen, saya tahu persis apa yang dikerjaan McKinsey di kantor kawan saya ini. Saya juga sering mengerjakan hal yang serupa untuk klien-klien kantor saya, SNF Consulting.

Yang tidak kalah menarik adalah bicara tentang berapa harga yang harus dibayar atas layanan McKinsey? Tidak sedikit. Lebih dari Rp 70 M. Sebuah angka yang bagi kebanyakan kita sangat besar. Apalagi untuk sebuah pekerjaan yang dengan berkelakar sering disebut sebagai “bondo abab”. Hanya berbekal tarikan napas alias kata-kata. Bisa disebut tanpa bahan baku atau bahan mentah apapun kecuali “abab” itu tadi. Hehehe…tentu saja tidak sesederhana ini. Tentu ada ilmu, data, keahlian, pengalaman dan jaminan kualitas yang sesuai dengan harga itu.
••••
Begitu pentingnya merek dalam dunia bisnis modern ini semua sudah faham. Di kolom ini saya pernah menuliskannya. Tetapi tentu tidak semua orang mampu membeli barang dengan merek-merek ternama. Dalam ketidakmampuan, tidak sedikit yang tetap membutuhkan barang bermerek itu. Bagaimana pasar memberi solusi untuk kebutuhan ini? Muncullah barang kelas dibawah barang bermerek dengan harga yang terjangkau. Bahkan untuk barang-barang yang banyak dicari bisa muncul beberapa level kualitas untuk mendampingi barang bermerek ini. Kita mengenalnya dengan barang KW 1, KW 2, KW 3 dan seterusnya.

Nah, ingatan akan barang KW ini menyelinap juga ke ruang diskusi dengan kawan lama malam itu. SNF Consulting, kantor konsultan tempat saya bekerja, oleh kawan saya disebut sebagai McKinsey KW. Hahahaha……saya pun tertawa lepas dan membenarkannya.

Faktanya memang begitu, untuk perusahaan, organisasi atau institusi pemerintah berkantong tebal seperti tempat kerja kawan lama saya ini, ringan saja membayar McKinsey untuk membantu pekerjaan manajerialnya. Toh mereka juga mendapatkan sesuatu yang setara dengan uang yang dibayarkannya. Bahkan nilai tambahnya jauh lebih besar. Tetapi, bagi mereka yang tidak memiliki anggaran puluhan milyar untuk menyewa jasa konsultan manajemen, kantor saya menyediakannya. Bisa memenuhi kebutuhan dengan baik tanpa harus membayar Rp 70 Milyar lebih. Itulah peran “McKinsey KW”.

Bahkan dengan memakai “McKinsey KW”, perusahaan, organisasi atau institusi pemerintahan tempat Anda berkarya telah berperan membangun negeri. Telah berperan mengurangi devisit neraca pembayaran yang sering kali memporak-porandakan nilai rupiah. Memporak porandakan ekonomi negeri ini seperti yang akhir-akhir ini sedang kita rasakan. McKinsey tentu harus dibayar dengan uang Dolar.

Dan.. bukan sekedar alasan neraca pembayaran. Jika terus-menerus digunakan jasanya “McKinsey KW” pun akan menjadi makin besar. Makin berpengalaman. Makin mampu menggantikan peran McKinsey untuk memenuhi kebutuhan jasa konsultan manejemen negeri ini. Bahkan selanjutnya bisa diekspor dan go global. Menjadi konsultan manejemen yang dipercaya perusahaan, organisasi dan instansi pemerintahan di berbagai negara. Jadi…mari bersama membangun negeri dengan mendukung “McKinsey KW”. Bisa!

Tulisan Iman Supriyono ini dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya, edisi Oktober 2013

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Baca Juga:
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa

Korporasi Nasionalis Pancasilais
Korporasi Pejuang 
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi
Korporasi Pejuang Rupiah
Korporasi Raket Yonex

Sejarah Heinekken Hadir di Indonesia
Sejarah Revlon dan Kepailitannya
Sejarah Korporasi
Sejarah Lions Club
Sejarah Hyundai versus Astra
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal
Sejarah Danone Dari Turki Usmani Hadir ke Indonesia

Tidak Macet: Mandat Penuh Pemerintah


Berangkat dari Caruban jam 11 Malam, Tiba di Nganjuk jam 6 pagi. Ini tentu ekstrim karena perjalanan antara kota berjarak sekitar 35 km itu ditempuh dengan bermobil. Bukan jalan kaki hehehehe. Berarti kecepatannya sekitar 5 Km/Jam. Setara dengan kecepatan jalan kaki santai. Itulah pengalaman seorang tamu keluarga orang tua saya di Caruban, Madiun, hari minggu malam setelah lebaran tahun ini.

Macet jalanan saat lebaran memang luar biasa. Saya sendiri juga merasakannya walaupun tidak sampai seekstrim itu. Saya yakin Anda yang mudik juga merasakannya. Bahkan makin tahun kecenderungannya makin parah.

Siapa yang harus mengatasinya? Tentu saja pemerintah. Pemerintahlah yang memiliki mandat dan setiap hal yang dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di negeri ini. Dengan mandat ini, kekuasaan pemerintah itu sudah “sama” dengan kekuasaan Tuhan kecuali satu hal saja: menghidupkan orang mati. Jika dibutuhkan, pemerintah bisa mengambil uang dari masyarakat baik secara sukarela maupun paksa. Secara sukarela bisa dilakukan melalui pajak. Secara paksa bisa dilakukan melalui pencetakan uang baru yang ujung ujungnya meningkatkan inflasi yang bararti mengambil uang dari seluruh rakyat Indonesia. Bahkan jika dibutuhkan mamaksa orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, pemerintahpun memiliki mandat penuh. Bahkan sampai mematikan orang sekalipun baik melalui jalur hukum maupun jalur senjata yang ada di tangan polisi, tentara maupun intel. Jadi kalau hanya “sekedar” mengatasi kemacetan lalu lintas, mandat pemerintah sudah lebih dari cukup. Hanya satu saja yang tidak bisa dilakukan pemerintah: menghidupkan orang mati.

Terus, bagaimana teknisnya menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas dan tingkat kematian akibat kecelakaan di jalan raya yang kini sudah diatas 70 orang perhari? Tentu ada banyak cara. Salah satunya adalah: memahalkan harga bahan bakar untuk mobil dan motor. Inilah salah satu bentuk kebijakan fiskal. Salah satu bentuk mandat pemerintah dalam bidang ekonomi.
Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah testimony-deny.jpg

Sederhannya, harga produk yang dibutuhkan masyarakat bisa dikelompokkan menjadi tiga: dilepaskan pada mekanisme pasar, dimahalkan atau dimurahkan. Dilepasan ke pasar untuk produk yang tidak ada urgensinya untuk dihambat atau didorong konsumsinya. Dimahalkan (dengan memajakinya) untuk produk yang harus dihambat konsumsinya karena berbagai alasan. Dimurahkan (dengan mensubsidinya) untuk produk yang harus didorong konsumsinya karena berbagai alasan. Misal: harga nutrisi berupa daging bisa dimurahkan sampai sekitar Rp 20 ribu/kg seperti di Vietnam agar mendorong masyarakat mengkonsumsinya banyak-banyak untuk anak-anak lebih sehat dan cerdas. Harga buku bisa dimurahkan seperti di India untuk mendorong masyarakat lebih gemar membaca. Harga rokok bisa dimahalkan sampai Rp 100 ribu per pak seperti di Singapura untuk menghambat konsumsinya karena membahayakan kesehatan.

Bagaimana kebijakan fiskal untuk mengatasi kemacetan? Pemerintah bisa memahalkan harga BBM agar masyarakat menahan diri untuk tidak banyak menggunakan mobil atau motor pribadi di jalan. Turki misalnya memahalkan harga BBM sampai sekitar Rp 25 ribu per liter. Mungkin Anda akan segera bertanya: apakah tidak timbul gejolak jika harga BBM dimahalkan sampai berlipat-lipat seperti itu? Jika cara ini dipilih, tentu tidak dilakukan seperti membalik telapak tangan. Harus menggunakan cara yang baik seperti ketika pemerintah memahalkan harga minyak tanah berkali-kali lipat beberapa waktu lalu. Masyarakat diajari menggunakan kompor gas. Setelah terbiasa dengan kompor gas, barulah harga minyak tanah dinaikan berkali-kali lipat dan sama sekali tidak ada gejolak.

Untuk memahalkan harga bensin dan solar, tentu harus dilakukan dengan baik pula. Caranya: perbaiki dan murahkan terlebih dahulu angkutan umum seperti bus dan kereta api. Teknisnya bisa pemerintah membayar gaji seluruh supir angkutan umum, menegerikan perusahaan angkutan umum, atau membayari sebagian besar harga tiket kendaraan umum yang dipakai masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan terbiasa dan lebih suka menggunakan angkutan umum. Barulah setelah itu harga bensin dan solar dinaikan bahkan bisa-berkali lipat tanpa gejolak. Tidak macet!

Tulisan ini juga dimuat di Majalah Matan, Terbit di Surabaya, Septermber 2013

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Atau ikut KELAS KORPORATISASI

Baca juga:
Giant Tutup: Menemukan kembali RPD
Korporatisasi perusahaan keluarga
Korporatisasi menghindari pseudo CEO
Waskita Beton digugat pailit: anak sakit induk sakit
Harapan BSI, nyata atau fatamorgana
BUMN berjamaah merger akuisisi
Wika gali lobang tutup lobang
SWF antara harapan dan belenggu
Corporate life cycle
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal

Spirit Pembebasan Konstantinopel untuk Ekonomi


Kaum muslimin rohimakumullah, hari ini kita berhari raya fitri. Tentu ada hikmah luar biasa besar dari rangkaian ibadah bulan Ramadhan yang baru saja kita jalani selama sebulan penuh. Salah satu hikmah penting itu adalah apa yang dinyatkan dalam Surat Al Baqoroh 183: la’alakum tattaqun. Diwajibkan kepada kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu. Semoga kalian bertakwa.

Jamaah rohimakumullah, hikmah dari ketaqwaan adalah adanya visi yang panjang dalam hidup. Visi paripurna. Visi yang tidak hanya berbicara tentang kehidupan dunia, tetapi jauh melampaoi kerangka waktu menjadi visi kehidupan dunia akhirat.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah hagya-sophia.jpg

Allahuakbar. Allahu akbar. Walillahilhamd. Tentang visi ini mari kita simak beberapa hadits Rasulullah SAW berikut ini:
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Perhatikan juga hadits berikut ini:
Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya. (HR Ahmad)

Allahuakbar, Allahuakbar, laailaha illallahuallahuakbar, Allahuakbar walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah. Hadits tersebut menyebut dua kota penting sepanjang sejarah peradaban ummat manusia yaitu Qustantiniyah dan Rummiyah. Qustantiniyah dikenal juga sebagai Konstantinopel. Dalam catatan sejarah kota ini didirikan pada tahun 657 SM dengan nama Bizantium sebagai pusat kebudayaan Yunani kuno. Kota ini kemudian menjadi pusat kekairan Romawi Timur dan diubah menjadi Konstantinopel pada tahun 330 M oleh Constantine The Great. Pada masanya, Konstantinopel adalah pusat agama Kristen Ortodok. Konstantinopel adalah kota terbesar di Eropa dari sisi jumlah penduduk.

Konstantinopel berjarak sekitar 3000 Km dari Makah alias bisa ditempuh sekitar 4 jam penerbangan. Bandingkan misalnya dengan jarak Surabaya ke Makkah yang dibutuhkan sekitar 10 Jam penerbangan. Saat ini kita mengenal kota berpenduduk 13 juta lebih ini dengan nama Istambul.

Konstantinopel berada di tepi selat Bhosporus. Selat selebar sekitar 2 Km dengan 2 jembatan laut ini adalah pemisah antara benua Asia dan Eropa. Selat Bhosporus sendiri adalah perairan penting dan padat karena menghubungkan antara laut Marmara yang  tersambung dengan laut Mediterania di selatan dan Laut Hitam di Utara. Itulah Qustantiniyah.

goldenhorn2

Pelabuhan Golden Horn, Selat Bhosporus dan Istambul alias Konstantinopel alias Qustantiniyah alias Byzantium. Selat Bhosporus adalah penghubung antara Black Sea dengan Sea of Marmara yang tersabung dengan laut Mediterania

Rummiyah yang dimaksud pada hadits itu dikenal juga dengan nama Roma. Kota ini didirikan pada tahun 753 SM sebagai kota tertua di Eropa. Didalam kota berpenduduk 2,8 Juta jiwa ini terdapat sebuah negara Vatican City yang dipimpin oleh Paus sekaligus sebagai pimpinan tertinggi ummat Katolik sedunia. Vatican City sendiri berpenduduk sekitar 800 orang dengan luas sekitar 44 Hektar.

Roma berjarak sekitar 1000 Km dari Konstantinopel alias bila ditempuh sekitar 1,5 jam penerbangan. Jika dihitung dari Makkah Roma membutuhkan sekitar 5 Jam penerbangan. Bandingkan dengan Makkah ke Surabaya yang membutuhkan 10 Jam penerbangan. Jauhnya jarak ini menunjukkan jauhnya visi Rasulullah SAW yang melampoi jamannya.

Jamaah rahimakumullah, Shodaqoullahaladhim…wa shodaqorasulullahil Karim. Atas dasar Hadits itu, sejarah mencatat umat Islam telah bekerja keras untuk membuktikannya. Dari berbagai upaya berabad-abad, yang kemudian mencatatkannya sebagai tinta emas sejarah Islam adalah perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Dengan didukung persiapan dan strategi yang jitu, pada tahun 857H atau 1453 M Muhammad Al Fatih berhasil membebaskan Konstantinopel. Berhasil membuktikan kebenaran Hadits di atas. Dan sejak saat itulah nama Konstantinopel diubah menjadi Islambul atau kemudian Istambul hingga hari ini.

Jamaah Rahimakumullah, sejarah pembebasan Konstantinopel memberikan warna agak berbeda pada sejarah penaklukan bangsa-bangsa. Pada umumnya, penaklukan selalu dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa-bangsa di benua Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Inilah yang selama ini menjadi mainstream sejarah. Kita mebaca bagaimana Indonsia sebagai negeri Muslim ditakhlukkan Belanda dan terus dikuasainya selama sekitar 350 tahun dengan semangat glory, gold dan gospel. Semangat mendapatkan kejayaan, emas dan menyebarkan agama. Hal senada juga terjadi pada bangsa-bangsa muslim lain seperti Malaysia, Brunai, Pakistan, India, Palestina, Iran, Irak, Yaman, Yordania, Afganistan, Bahrain dan sebagainya oleh Inggris. Selain itu, Perancis tercatat pernah menguasai Aljazair, Maroko, Tunisia. Masih banyak lagi negara negara yang ditaklukkan dan kemudian menjadi bagian dari imperialisme Belgia, Spanyol, Portugis dan sebagainya.

Kontantinopel memberikan gambaran tentang penaklukan tapi dengan arah yang berkebalikan: Umat Islam menguasai Eropa. Bankan salah satu jantung Eropa. Dan yang lebih menarik, penguasaan tersebut lestari sampai hari ini. Bahkan Istambul telah benar-benar menyatu tak terpisahkan dari keberadaan Turki sebagai bangsa Muslim. Dengan arah penaklukan yang seperti ini, sejarah Konstantinopel bisa menjadi inspirasi pembalik mental terjajah bagi bangsa-bangsa Muslim. Termasuk kita di Indonesia.

Apakah mental terjajah sebagai warisan sejarah itu hingga kini masih relevan untuk kita bahas? Secara politik mungkin sudah tidak terlalu relevan. Indonesia sudah merdeka sebagai bangsa yang berdaulat. Tetapi bagaimana secara ekonomi? Coba misalnya kita lihat dari hubungan ekonomi Indonesia Belanda. Sampai hari misalnya kita sangat gemar menggunakan merek-merek ini: Lux, Sunsilk, Pepsodent, Lifebuoy, Rexona, Dove, Rinso dan masih banyak lagi. Merek-merek tersebut begitu populernya dalam kehidupan kita. Seolah kita tidak bisa lepas barang sedetikpun. Ketahuilah merek-merek tersebut adalah milik Unilever, sebuah perusahaan raksasa berpusat di Rotterdam Negeri Belanda. Atas pemakaian merek-merek tersebut, berdasarkan laporan keuangan PT Unilever Indonesia, tahun 2012 lalu kita sebagai konsumen harus membayar royalti dan jasa terkait merek tersebut sebesar Rp 939 Milyar alias hampir Rp 1 Trilyun Rupiah. Jika pada jaman kita kita dipaksa membayar upeti kepada Belanda, pada saat ini kita dengan senang hati dan suka rela membayar royalti melalui merek-merek yang kita pakai. Sebuah transaksi ekonomi wajar yang telah kita lakukan berdasarkan azaz suka sama suka alias antarodlin dalam bahasa arab.

Jika diuarai lebih panjang, kita akan menemui fenomena royalti seperti ini nyaris pada setiap produk yang kita pakai sehari-hari. Saya menyelesaikan materi khutbah ini pun tidak bisa dilepaskan dari laptop HP dan Google buatan Amerika yang tentu ada aliran uang disana. Anda datang ke tempat sholat ini tentu menggunakan kendaraan motor atau mobil buatan Jepang, Korea, Eropa atau Amerika. Masih banyak lagi fenomena sejenis ini. Tentu ada aliran uang royalti atau sejenisnya disana.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa melepaskan diri dari “penguasaan” ekonomi oleh bangsa lain? Nah, untuk keperluan inilah saya hari ini membahasnya di forum sholat Ied yang mulia ini. Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar walillahilhamd. Mari kita mempelajarinya dari apa yang dilakukan oleh Muhammad Alfatih dalam membebaskan Konstantinopel. Mari kita ambil inspirasi.

Walapun sudah disebut di Hadits Nabi, Sultan Muhammad Al Fatih tidak bersantai-santai untuk membebaskan kota terbesar di Eropa hingga kini ini. Persiapan pertama yang ditanamkan sejak kanak-kanak adalah membangun visi. Guru ngaji beliau, Syeh Syamsuddin, telah menanamkan pada jiwa al Fatih tentang Hadits nabi di atas sejak kanak kanak. Ditanamkan bahwa Al Fatih adalah orang yang dimaksud Nabi SAW. Diyakinkan bahwa tentara Turki yang kelak akan berada dibawah komandonya (karena beliau adalah pangeran pewaris tahta dari ayahnya) adalah tentara terbaik yang dimaksud oleh Hadits tersebut. Perjuangan membebaskan Konstantinopel saat itu benar-benar menjadi spirit yang transendental. Bisa disejajarkan dengan sprit Glori Gold Gospel nya kolonialisme Eropa.

Berbagai persiapan dilakukan. Sebelum serangan benar-benar dilancarkan, strategi telah disusun dengan rapi. Eksekusi strategi pra penyerangan pun dilakukan dengan baik. Perang diplomasi dilancarakan. Negara-negara yang berpotensi membantu Konstantinopel dinetralisir. Operasi intelijen dilakukan. Benteng dibangun. Persenjataan dilengkapi dan dipercanggih. Meriam terbesar dijamannya pun dibuat. Pembuatannya pun tidak lepas dari operasi intelijen menggunakan kekuatan Konstantinopel. Secara personel, ratusan ribu tentara terlatih dengan baik. Itulah antara lain yang dilakukan.

Secara pribadi, Muhammad Al Fatih pun memiliki persiapan yang sangat prima. Beliau menguasasi 7 Bahasa yaitu Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Bahasa ini tentu sangat setrategis untuk memahami peta dan medan pertempuran. Bukan hanya itu, beliau juga hafal Al Qur’an, menguasai sains, tidak pernah meninggalkan sholat malam, tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rowatib, dan secara fisik pun menguasai permainan pedang.

Serangan dilakukan mulai hari Jum’at, 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453. Pertempuran berlangsung dengan sengitnya. Konstantinopel memiliki pertahanan yang sangat tangguh. Benteng kokoh memagari mereka. Pertempuran berlangsung sangat lama. Korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Korban dari pihak Al Fatih pun demikian besarnya.

Begitu beratnya suasana pertempuran, tentara Al Fatih pun hampir hampir putus asa. Alfatih nyaris menyerah. Dalam suasana seperti ini keberadaan sang guru Syeck Syamsudin benar benar sangat dibutuhkan. Alfatih diingatkan kembali akan visi besar kenabian penaklukan Konstantinopel. Diingatkan tentang pengorbanan dan heroisme tentara terdahulu. Heroisme seorang sahabat Nabi Abu Ayub yang tewas dan dimakamkan di dekat benteng Konstantinopel. Inilah yang membangkitkan kembali Alfatih dari keterpurukan moral bertempur.

Dengan semangat baru, pada tanggal 28 Mei 1453 malam diputuskan sebuah strategi yang berbeda. Alfatih memutuskan untuk menarik 70 kapal tempurnya melalui daratan untuk masuk ke titik terlemah Konstantinpole yaitu pelabuhan Golden Horn. Sebelumnya armada laut selalu gagal melewati barikade rantai besar yang menghalangi kapal-kapal Alfatih untuk masuk ke
Golden Horn. Pagi-pagi buta ketika warga Konstantinopel bangun, mereka panik karena tiba-tiba kapal kapal musuh sudah berada di Golden Horn sebagai titik terlemah mereka. Mental masyarakat pun turun.

Maka, dengan didahului sholat berjamaah yang dipimpin langung oleh Al Fatih, Selasa, 29 Mei 1453 serangan terdahsyat dilakukan. Serangan darat, laut dan bom terowongan bawah tanah dilancarkan dengan serempak dan masif ditengah mental tentara dan rakyat Konstantinopel yang sedang jatuh. Dan….hari itu juga…..Konstanatinopelpun terbebaskan. Namanya pun diubah menjadi Islambul (Istambul).

Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah, Alfatih telah membuktikan kebnaran Hadits nabi dengan kemenangannya. Lalu, bagaimana kita mengambil semangat dan spirit kemenangan tersebut untuk mencapai kemerdekaan dan pembebasan ekonomi negeri ini? Mari kita membuat perhitungan. Membebaskan ketertgantungan pada produk asing bisa kita lakukan dengan mengakuisisi perusahaan asing yang menghasilkan paroduk tersebut. Sebagai gambaran, ini bisa kita lakuan terhada PT Unilever Indonesia produsen Lux, Lifebuoy, Sunsilk dan sebagainya. Berasarkan data yang saya miliki, nilai akuisisi minimal 100% Saham Unilever Indonesia Rp 216 T. Angka ini diperoleh dari perkalian antara laba bersih perusahaan tahun 2012 sebesar Rp 4,8 T dikalikan dengan Price Earning Ratio di Bursa Efek Indonesia saat ini yaitu sebesar 45. Saya sebut nilai akusisi minimal karena pemegang saham tentu akan meminta premium untuk mau melepaskan poisisinya sebagai pengendali perusahaan.

Bagaimana untuk mengakuisisi Unilever pusat di Roteterdam? Catatan saya berdasarkan angka terbaru Forbes menunjukkan bahwa market value Unilever Roterdam adalah USD 122 Milyar alias sekitar Rp 1200 Trilyun lebih. Angka akuisisi akan lebih besar jika ditambah dengan premi yang diminta oleh pemegang saham pengendali.

Bagaimana caranya? Tentu tidak ada lain kecuali menggalang kemampuan finansial diri Anda secara personal melalui penyisihan pendapatan bulanan dengan disiplin. Kita bisa mencontoh kebiasaan baik orang Yahudi yang dengan disiplin ketat selalu menyisihkan 10% pendapatan bulanan untuk memupuk kekuatan finansial investasi. Kekuatan personal itu kemudian disatukan dalam format manajemen dan legalitas modern. Inilah yang bisa diharapkan menjadi “senjata” pembebas ekonomi bangsa ini.

Maka, mari kita menjadi Alfatih -Alfatih modern melalui bidang kita masing-masing. Melalui profesi kita masing masing. Apapun bidang kerja dan profesi, pastikan bahwa Anda berprestasi gemilang yang ditandai dengan aliran finansial yang makin baik. Lalu, berdisiplinlah dalam menyisihkan dana investasi. Kelak…ketika ada “komando” dari para manajer investasi untuk menggalang kekuatan dengan format legalitas dan manaejemen investasi modern, Anda pun bisa berpartisipasi maksimal.

Di akhir khutbah ini, mari kita berazam dan berdoa untuk menjadi Alfatih modern. Membebaskan negeri ini dari ketergantungan pada produk dan merek asing dengan cara yang elegan. Membebaskan negeri dari keterjajahan ekonomi dengan manajemen modern. Lebih dari itu…. mari ktia memohon kekuatan dan bimbingan-Nya untuk bisa menjadi pembukti Hadits Nabi tentang kota Roma melalui bidang kita masing-masing. Allahu akbar…Allahuakbar….Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Materi khutbah Idul Fitri 1434H di Jl Raya Ketintang Surabaya yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Almufidah, Ketintang, Surabaya. Bagian berbahasa Arab dari materi ini tidak disertakan di web ini.
Oleh: Iman Supriyono, imansupri@snfconsulting.com

Sumur: Aqua – Bank Mutiara


Begitu melangkah dari teras masjid selepas sholat jum’at itu, ingatan saya langsung tertuju pada sumur. Ingatan yang terpicu oleh sebuah sumur juga. Sebuah sumur tidak jauh dari masjid itu. Sumur yang kemudian airnya sangat populer dikonsumsi oleh orang se-Indonesia raya. Saya yakin Anda juga. Yaa…siang itu saya sholat jum’at di komplek salah satu unit produksi air minum dalam kemasan merek Aqua dalam rangka sebuah pekerjaan SNF Consulting, kantor konsultan tempt saya bernaung.

Sumur milik Aqua yang tidak jauh dari masjid mengingatkan saya pada sebuah sumur yang juga terkait dengan masjid. Terkait dengan umat Islam. Kisahnya terjadi pada jaman Nabi SAW. Ketika itu, begitu hijrah ke Madinah, Nabi SAW dan para pengikutnya mengalami masalah dalam hal pasokan air. Padahal bagi suasan kota Madinah yang padang pasir dan sangat panas, air memiliki nilai strategis yang laur biasa. Masalah itu datang dari ketergantungan kaum muslimin pada sebuah sumur milik seorang Yahudi. Karena tidak ada alternatif maka si pemilik sumur suka memanfaatkannya kesempatan. Menjual air dengan harga mahal. Ini tentu memberatkan.
Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah sumur-tua.jpg

Demi mendapati masalah itu, Nabi SAW pun mencari solusi. Beli! Itulah alternatif solusi yang ketika itu mengemuka. Segeralah dicara siapa yang memiliki dana cukup untuk melakukan apa yang dalam dunia bisnis modern disebut akuisisi ini. Dan muncullah Utsman Bin Afan siap melakukannya. Singkat cerita, proses negopun berlangsung. Dengan serangkaian strategi dan proses tawar-menawar, akhirnya Utsman berhasil mengakuisis sumur tersebut dan kemudian membebaskan kaum muslimin untuk mengabil airnya secara gratis.

&&&

Bank Mutiara ditawarkan oleh LPS dengan harga Rp 6,7 Trilyun. Begitulah headline berbagai media beberapa waktu lalu. Angka Rp 6,7 Trilyun adalah sama persis dengan jumlah uang yang telah digelontorkan pemerintah kepada bank beraset sekitar Rp 15 Trilyun ini. Jadi pemerintah hanya meneginginan uang yang tentu saja berasal dari rakyat se Indonesia ini kembali apa adanya. Tanpa laba. Tanpa tambahan.

Dari berbagai media yang saya baca, terdapat 6 peminat pembeli bank. Yang menarik, seluruh peminat adalah investor asing. Jika berita ini valid dan kemudian salah satu diantara investor itu menjadi pemenang, bisa dipastikan bank Mutiara akan menambah makin panjangnya daftar bank-bank milik asing yang beroperasi di negeri ini: CIMB Niaga, BII Maybank, Rabobank, DBS Buana, HSBC, Citibank, Commonwealth, OCBC NISP dll…dll….

Bank adalah salah satu kebutuhan pokok manusia modern. Tingkat urgensinya saya kira sudah bisa disetarakan dengan kebutuhan air di padang pasir pada jaman nabi. Maka, andai saja Nabi SAW hari ini berada di sisi kita, tentu beliau akan mencari siapa yang bisa membebaskan “sumur” di sektor finansial ini.

Anda berminat menjadi Utsman untuk sektor perbankan? Bagus! Syaratnya “sederhana”: Rp 6,7 Trilyun. Monggo kalau sudah punya uangnya. Kalau belum? Ya…tidak ada cara lain kecuali memupuk kekuatan dari sekarang. Di buku FSQ, tulisan ke-4 saya, cara memupukki kekuatan itu adalah kedisiplinan menyisihkan pendapatan bulanan untuk dana investasi. Paling tidak 10% dari pendapatan bulanan. Jika cara ini dilakukan, dalam jangka panjang secara keseluruhan kita akan memiliki kekuatan untuk membebaskan “sumur-sumur” dunia modern seperti: perbankan, pertambangan, garam, kedelai, bawang putih, dan sebagainya. Dan yang juga tidak kalah penting: ribuan merek populer di masyarakat yang saat ini dimiliki asing. Seperti Aqua yang kini dimiliki Danone Perancis. Maka…. di sumur depan masjid komplek Aqua Pandaan semangat pembebasan itu memuncak. Mari pupuk kekuatan mulai sekarang. Mari meneladani Utsman Bin Afan. Bebaskan sumur!

Tulisan Iman Supriyono ini pernah dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

I’tikaf Ramadhan: Santainya Pekerja Keras


I’tikaf Full Time? Yaa….rasakan sensasi sepuluh hari berturut-turut sama sekali tanpa tidur malam. Sensasi kenikmatan akhir Ramadhan yang tiada tara. Awasss….Sekali melakukannya, Anda akan ketagihan selamanya! Sebuah cara untuk men-Charge spirit Anda dalam dunia bisnis dan profesi dengan menjalankan ibadah yang juga selalu dikerjakan oleh Nabi SAW ini. Ayoooo…..

Download e-book nya gratis!

Buku ke-10 ku: Itikaf Akhir Ramadhan Untuk Entrepreneur & Profesional - Santainya Pekerja Keras

Buku ke-10 ku: Itikaf Akhir Ramadhan Untuk Entrepreneur & Profesional – Santainya Pekerja Keras