Category Archives: Uncategorized

Penyesalan Pemilik Aset


Seorang kawan trader saham pernah berkata. Dunia trader saham adalah dunia penuh penyesalan. Membeli saham lalu harganya turun menyesal mengapa membelinya. Membeli saham lalu harganya naik menyesal mengapa tidak membeli lebih banyak. Menjual saham lalu harganya naik menyesal mengapa telah menjual dengan tergesa-gesa. Menjual saham lalu harganya turun menyesal mengapa tidak menjual lebih banyak. Dunia penuh penyesalan. Itulah dunia. Itulah dunia saham.

Seorang kawan yang ikut kelas korporatisasi saat perusahaan yang didirikannya sedang menjalan proses IPO menyesal. Menyesal karena telah menjalankan proses IPO sebelum ikut kelas korporatisasi.  Menjalankan Ipo sebelum memahami ilmunya secara clear. Akibatnya IPO dilakukan dalam kondisi yang sebenarnya belum siap. Bahkan dilakukan saat kondisi masih membahayakan. Terlalu boros dilusi sehingga IPO telah menyebabkan dirinya kehilangan posisi sebagai pemegang saham pengendali.  Dan akhirnya harga saham perusahaan yang didirikannya benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya. Dan bukan hanya itu. ia telah menjual seluruh sahamnya kepada investor yang membantu IPO dengan harga yang buruk. Lengkap sudah penyesalannya.

Kawan yang lain lagi seorang manajer perusahaan ternama menyesal karena telah berinvestasi pada tempat yang salah. Uang yang dikumpulkannya dari gaji sebagai profesional hilang. Menyesal karena kegagalan memilih investee yang berkualitas.

Pertanyaannya, bagaimana meminimalkan penyesalan seperti itu? jawabannya adalah dengan cara jangan menunda-nunda belajar ilmu. Bukan ilmu sembarang ilmu. Tapi ilmu tentang apa yang akan dilakukan. Tegasnya, jangan melakukan sesuatu terkait aset tanpa ilmu yang cukup. Jangan menunda-nunda belajar ilmu tentang aset.

&&&

Tapi kali ini saya tidak akan menulis tentang penyesalan seperti itu. Melainkan penyesalan terkait dengan kehidupan yang lebih berjangka panjang. Kehidupan setelah kematian. Jadi mohon maaf, tulisan saya ini hanya saya peruntukkan khusus bagi Anda yang percaya akan adanya kehidupan setelah kematian.

Nah, jika Anda termasuk orang seperti itu, maka saya sampaikan ilmu sangat penting tentang penyesalan pemilik aset dalam dimensi yang lebih panjang. Karena tidak ada satu pun dari Anda pembaca yang telah mengalami kehidupan setelah kematian. Saya pun demikian. Maka, tentu saja kita harus mengambil ilmunya dari Sang Pemilik kehidupan setelah kematian.

Dan dermakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu dia berkata, “Ya Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang baik”. Ini adalah terjemahan surat ke-63 Al Quran ayat ke 10. Isinya dalah pelajaran tentang penyesalan tiada tara bagi para memilik aset.

Jadi, berdasarkan informasi A1 dari Sang Penguasa kehidupan setelah kematian tersebut, satu hal super penting yang akan disesali orang yang telah mati adalah tentang aset. Bukan tentang puasa. Bukan tentang salat. Bukan tentang berbakti kepada orang tua. Bukan tentang ketaatan kepada pemimipin. Bukan tentang berbuat baik kepada tetangga. Bukan itu semua. Tapi penyesalan tentang aset.

Jika diurai, penyesalan itu terdiri dari tiga jenis. Penyesalan pertama adalah berupa menyesal karena sama sekali tidak membelanjakan asetnya untuk berderma (berinfak dalam diksi yang mengadopsi bahasa arab). Seluruh asetnya hanya untuk kepentingan pribadi atau keluarganya. Tidak ada sedikitpun yang didermakan untuk kepentingan orang-orang lain yang membutuhkan. Atau untuk kepentingan umum yang lebih luas.

Penyesalan kedua adalah mengapa sebelum mati nilai tidak berderma lebih banyak lagi. Jadi sebenarnya saat masih hidup sudah berderma. Tapi saat mati harta yang belum didermakan masih terlalu banyak. Dan yang bersangkutan menyesal karena merasakan bahwa derma itu yang bisa dinikmatinya pada kehidupan setelah kematian.

Kalau begitu, mengapa tidak mendermakan seluruh asetnya? Orang tidak pernah tahu kapan akan mati. Sedangkan orang yang masih hidup butuh aset untuk memenuhi kebutuhan keseharian. Apalagi kalau sakit dan lemah. Pelajarannya bisa diambil dari sebuah hadits tentang wasiat. Wasiat adalah pesan seseorang untuk dilaksanakan setelah yang bersangkutan mati. Dalam hal ini yang dimaksud adalah wasiat tentang aset.  Sebagaimana penjelasan Ibnu Katsir tentang anjuran agar seseorang kita tidak meninggalkan anak-anak yang lemah, orang tidak boleh membuat surat wasiat untuk memberikan seluruh aset yang ditinggalkannya kepada orang lain (di luar ahli waris). Yang diizinkan maksimum hanya sepertiga dari total aset. Artinya, mendermakan seluruh harta juga bukan solusi. Tetap ada proporsi aset yang tidak didermakan untuk dinikmati atau dimanfaatkan sendiri selama hidup atau untuk dinikmati ahli waris setelah mati.

Penyesalan kedua ini juga bisa terjadi karena orang tidak bisa hidup sederhana. Tidak bisa hidup hemat. Hemat artinya adalah mendapatkan manfaat yang sama dengan membelanjakan uang lebih sedikit. Dengan berhemat orang bisa mendermakan harta lebih banyak. Sebagai gambaran, di era mobil listrik ini kepentingan berhemat ini dipenuhi oleh pabrikan mobil listrik dari Cina. Orang bisa membelanjakan uang jauh lebih sedikit untuk mendapatkan manfaat yang sama yaitu mengendari mobil listrik. Bandingkan dengan mobil sejenis dari pabrikan USA misalnya. Hasil penghematan digunakan untuk berderma.

Jangan sampai Anda menyesal tentang aset

Penyesalan ketiga adalah penyesalan tingkat tertinggi. Orang tidak menyesal jenis pertama ataupun kedua. Dia sudah maksimal dalam memutuskan proporsi aset yang didermakannya. Tapi dia menyesal mengapa aset yang didermakannya tidak dialokasikan untuk sesuatu yang manfaatnya berlangsung terus menerus sampai kiamat. Menyesal mengapa tidak berderma berupa endowment fund atau dalam terminologi Islam disebut wakaf.  Sebuah derma yang mana aset yang didermakan tidak boleh dikonsumsi. Tidak boleh dikurangi. Hanya boleh diinvestasikan. Hasil investasi itulah yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan atau untuk kepentingan umum. Maka manfaat aset derma itu akan terus dinikmati oleh orang-orang yang membutuhkan sampai hari hancurnya dunia seisinya ini. Dan tentu saja pendermanya (disebut wakif dalam terminologi Islam) akan menikmatinya secara terus menerus tanpa putus pada kehidupan setelah kematian. Pada kehidupan abadi.

&&&

Pembaca yang baik, mari belajar dari para pemilik aset yang menyesal. Pelajari ilmunya sampai terang benderang. Sampai clear. Sampai tidak ada keraguan sedikitpun. Lalu buatlah keputusan yang tepat terhadap aset yang Anda miliki. Tentukan proporsi derma yang tepat. Agar kelak tidak menyesal. Baik penyesalan yang terjadi pada kehidupan sebelum mati. Terlebih penyesalan pada kehidupan setelah mati.  Penyesalan dalam kehidupan abadi. Saatnya merenung….. . Saatnya bertindak.

Artikel ke-463 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 18 Agustus 2024

Baca juga:
Peredam Risiko Investasi Wakaf
Wakaf Modern Untuk Keabadian Amal dan Kemerdekaan Ekonomi
Konversi Kotak Infaq ke Kotak Wakaf
Kesalahan Wakaf Saham Dan Perbaikannya
Wakaf Untuk Beasiswa: Fulbright Dari Timur
Wakaf Moncer dengan Puasa Infaq
Wakaf Para Alumni untuk Adik Kelasnya
Wakaf Agar Rp 10 Triliun Tidak Melayang Tiap Tahun
Wakaf Uang
Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Umat dan Bangsa
Korporatisasi: Asal Muasal

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Monetisasi Intangible Asset Lebih Menguntungkan Dari Pada Menjual Nikel: TBP Si Nomor 3 Korporatisasi 100


PT Trimegah Bangun Persada Tbk., selanjutnya disebut TBP, berdiri pada tahun 2004 dengan modal setor Rp 500 juta. Penyetornya adalah Tri Junaidi sebesar Rp 300 juta dan Eddy Gunawan sebesar Rp 200 juta.

Akhir tahun 2022 perusahaan melakukan penerbitan saham baru melalui private placement. Modal setor yang semula Rp 10,1 miliar naik menjadi Rp 5,51 triliun. Modal Rp 5,51 triliun disetor oleh PT Harita Jaya Raya sebesar Rp 5,45 triliun dan PT Citra Duta Jaya Makmur sebesar Rp 55,101 miliar. Artinya, pada periode antara pendirian sampai 31 Desember 2022 telah terjadi akuisisi oleh PT Harita Jaya Raya dan PT Cirtra Duta Jaya Makmur atas saham Tri Junaidi dan Eddy Gunawan.

Neraca per 31 Desember 2022 menyebut bahwa tambahan modal disetor perusahaan adalah Rp 1,47 triliun. Artinya, sepanjang perusahaan berdiri sampai penerbitan saham terakhir pada tahun 2022 perusahan telah menikmati hasil monetisasi intangible aset dengan nilai Rp 1,47 triliun tersebut. Sesuai dengan daftar pemegang saham, yang berkontribusi terhadap tambahan modal disetor adalah PT Harita Jaya Raya dan atau PT Citra Duta Jaya Makmur.

Pada akhir tahun 2022, laba ditahan adalah Rp 1,62 triliun. ini adalah hasil operasional perusahaan sejak berdiri sampai tahun 2022. Hasil menjual nikel sepanjang 18 tahun. Bandingkan dengan tambahan modal disetor di atas. Panjangnya waktu hidup perusahaan menghasilkan nilai yang tidak beda banyak dengan hasil monetisasi intangible asset melalui skema private placement sebelum IPO.

Tahun 2023 perusahaan melakukan IPO dengan menerbitkan 7.997.600.000 lembar saham bernilai nominal Rp 100 per lembar saham. Di pasar saham diserap dengan harga tinggi sehingga menghasilkan agio saham senilai Rp 9,2 triliun. Akhirnya total tambahan modal disetor per 31 Desember 2023 adalah Rp 10,37 triliun. Angka ini nilainya hampir dua kali  lipat laba ditahan yang telah diciptakan dari bisnis berjualan nikel sejak berdiri senilai Rp 5,83 triliun.

&&&

Pembaca yang baik, TPB adalah Juara ketiga dalam Korporatisasi 100 yang diluncurkan oleh SNF Consulting pada seminar di Grand Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2024. Daftar selengkapnya bisa dibaca pada artikel ini. Korporatisasi 100 adalah 100 perusahaan di Indonesia yang terbesar dalam monetisasi intangible asset.

Dari si juara tiga para pelaku bisnis bisa mengambil pelajaran bahwa monetisasi intangible asset cara tepat bagi sebuah perusahaan untuk tumbuh secara eksponensial.  Monetisasi intangible asset menumbuhkan ekuitas perusahaan. Ekuitas yang tumbuh memberi peluang perusahaan untuk tambahan utang senilai yang sama. Rasio utang pun masih aman.

inilah yang disebut sebagai pendekatan aset dalam pertumbuhan perusahaan. Aset TBP yang sebesar 45,3 triliun secara garis besar diperoleh dari 3 sumber. Dari modal disetor Rp 6,3 triliun. Dari laba hasil berjualan nikel selama 18 tahun sebesar Rp 5,8 triliun. Dari agio saham sebesar Rp 10,4 triliun. selebihnya dari utang sebesar Rp 16,9 triliun.

Pendekatan aset dalam pertumbuhan perusahaan merupakan hasil dari corporate marketing perusahaan. Ingat, marketing menghasilkan laba ditahan. Corporate marketing menghasilkan agio saham. Perusahaan Anda sudah bagaimana?

Artikel ke-462 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 7 Agustus 2024

Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

NU Muhammadiyah Tidak Akan Mengelola Tambang


NU dan Muhammadiyah sudah memutuskan untuk masuk ke bisnis tambang.  Benarkah demikian? Jika tanpa memperhatikan aspek hukum jawabnya sangat mungkin benar. Tapi kalau memperhatikan aspek hukum, saya yakin NU dan Muhammadiyah tidak akan pernah menjadi pengelola tambang apapun sampai kapan pun. Kok bisa? Saya akan menuliskannya dalam bentuk poin-poin.

  1. Pasal 25A ayat 1 Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 76 tahun 2024 tertanggal 22 Juli 2024 menyatakan “Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, WIUPK yang berasal dari wilayah eks PKP2B dapat dilakukan penawaran secara prioritas kepada Badan Usaha yang dimiliki oleh Organisasi Kemasyarakatan keagamaan.”
  2. Jadi menurut perpres tersebut jika organisasi kemasyarakatan keagamaan memutuskan menerima penawaran tersebut pelaksanaannya harus melalui badan usaha
  3. Badan usaha ada dua jenis yaitu badan usaha berbadan hukum dan badan usaha tidak berbadan hukum. NU dan Muhammadiyah adalah merupakan badan hukum perkumpulan. Jika menerima penawaran tambang melalui badan usaha tidak berbadan hukum maka artinya NU dan Muhammadiyah sebagai badan hukum langsung menjalankan penawaran itu. Pelaksanaannya langsung oleh pengurus masing-masing badan hukum. NU oleh PBNU dan Muhammadiyah oleh PP Muhammadiyah. Jika opsi ini diambil maka KH Yahya Staquf dan Pak Haidar Nashir sendiri akan menandatangani dokumen-dokumen terkait tambang tersebut. Bertanggung jawab langsung terhadap segala risikonya.
  4. Mengingat kesibukan dan besarnya urusan baik PBNU maupun PP Muhammadiyah serta besarnya risiko maka saya yakin skema ini tidak akan diambil.
  5. Yang memungkinkan diambil adalah NU dan Muhammadiyah menggunakan badan usaha berbadan hukum untuk menerima penawaran tambang tersebut. Dengan pilihan ini artinya NU dan Muhammadiyah akan berkedudukan hukum sebagai pemegang saham dari sebuah PT pengelola tambang. Bisa mendirikan PT baru ataupun mengakuisisi PT pengelola tambang yang sudah ada.
  6. Sekali lagi, dengan skema ini NU dan Muhammadiyah sebagai badan hukum adalah pemegang saham dari PT pengelola tambang. Nah, jika skemanya seperti ini, ribut-ribut di media sosial, diskusi, rapat bahkan demo yang terkait dengan isu ini adalah hal yang tidak ada gunanya. Mengapa? Sejak jaman baheula pemegang saham PT bisa orang bisa badan hukum. Badan hukum di Indonesia ada 4: PT, Koperasi, Yayasan dan Perkumpulan. Tidak pernah ada larangan organisasi kemasyarakatan berbadan hukum perkumpulan seperti NU dan Muhammadiyah menjadi pemegang saham perusahaan apa pun. Baik menjadi pemegang saham PT yang sudah ada maupun mendirikan yang baru. Tidak ada larangan bagi NU dan Muhammadiyah untuk menjadi pemegang saham perusahaan tambang batu bara seperti PT Adaro Tbk., PT Bayan Resources Tbk., PT Bukit Asam Tbk., atau perusahaan tambang batu bara mana pun.
  7. Bahkan juga tidak ada larangan untuk memiliki tambang emas sepeti PT Merdeka Cooper and Gold Tbk., atau PT Amman Mineral Internasional Tbk. Tidak ada larangan juga menjadi pemegang saham tambang nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk. Atau tambang apa pun.
  8. Kalau misalnya NU dan Muhammadiyah mendirikan PT baru yang bergerak di bidang pertambangan dengan menjadi pemegang saham pengendali (di atas 50%), tidakkah bisa dikatakan bahwa NU dan Muhammadiyah mengelola tambang? Kembali ke bagian awal tulisan ini. Jika tanpa memperhatikan aspek entitas legal maka Anda boleh berkata begitu. Tapi  jika Anda memperhatikan aspek entitas legal maka Anda tidak bisa berkata begitu. Tanggung jawab hukum PT tetap ada pada direksi dan komisaris PT. Bahkan sesuai UUPT direksi dan komisaris bisa dituntut bertanggung jawab sampai harta pribadi. Pemegang saham tidak ada tanggung jawab kecuali melakukan intervensi otoritas direksi.

Pembaca yang baik, ini adalah jaman modern. Dalam terminologi Muhammadiyah, kita dituntut menjadi orang yang berkemajuan. Maka, membicarakan bisnis tambang tidak bisa tidak kita mesti memperhatikan sampai aspek badan hukum.  Sampai aspek entitas legalnya. Sampai aspek makhluk hukum. Anda sudah mendapatkan pelajaran?

Artikel ke-461 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 5 Agustus 2024

Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

PIK2: Uang Kecil IPO, Uang Besar Rights Issue


Sejarah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. berawal pada tahun 2000 dengan berdirinya PT Pratama Abadi Nusa Industri sebagai produsen kaleng. Tahun 2017 PT Pratama Abadi Nusa Industri mengakuisisi PT Windublambangan Sejati yang bergerak di produk udang dan gurita. Tahun 2018 PT Pratama Abadi Nusa Industri melakukan IPO dengan kode PANI dan mendapatkan dana Rp 16 miliar dengan menerbitkan 37% saham baru.

Tahun 2021 PT Multi Artha Pratama, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya mengakuisisi 80% saham PT Pratama Abadi Nusa Industri dan mengubah bisnisnya menjadi bidang properti. Masuknya ke bisnis properti dilakukan dengan mengakuisisi PT Bangun Kosambi Sukses dengan proyek PIK2. Nama perusahaan pun diubah menjadi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

Tahun 2022 perusahaan menerbitkan 13,12 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Saham tersebut dibeli investor dengan harga Rp 500. Dana Rp 6,5 triliun pun masuk perusahaan. Aksi korporasi ini meningkatkan posisi agio saham perusahaan sebesar Rp 5 triliun lebih.

Tahun 2023 PT PIKD kembali melakukan penerbitan 2,1 miliar lembar saham baru melalui rights issue. Saham yang secara nominal bernilai Rp 100  tersebut dibeli investor dengan harga Rp 5000. Perusahaan pun menerima dana segar sekitar Rp 10 triliun lebih. Angka agio saham pun tumbuh sebesar Rp 10,4 triliun.

&&&

Pembaca yang baik, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. alias PIK2 masuk pada peringkat ke-2 dalam Korporatisasi 100 tahun 2024 ini. Korporatisasi 100 adalah daftar 100 besar perusahaan di Indonesia yang melakukan monetisasi intangible assetnya baik melalui IPO, rights  issue, atau private  placement. Tentu saja semua adalah perusahaan yang tercatat di lantai bursa.

Nara sumber dalam seminar peluncuran Korporatisasi 100, Grand Sahid Jaya Jakarta, 1 Agustus 2024

Yang dilakukan oleh PIK2 menarik sekali di tengah dunia bisnis negeri ini yang terjangkiti glorifikasi IPO. Seolah IPO dalah tujuan akhir sebuah perusahaan. Padahal mestinya IPO adalah sebuah milestone dari perjalanan panjang perusahaan. IPO bukan garis finis. Setelah iPO perusahaan mesti terus melakukan korporatisasi dengan terus menerus menerbitkan saham baru sampai menjadi korporasi sejati.

PIK2 melakukannya. Setelah IPO sudah dua kali menerbitkan saham baru melalui rights issue. Tahun 2023 menghasilkan dana Rp 10 triliun lebih melalui rights issue. Angkanya jauh lebih besar dari pada perolehan dana saat IPO.

Tentu saja yang dilakukan PIK 2 pada tahun 2023 bukan puncak prestasi. Masih harus diperhatikan bagaimana perusahaan menggunakan dana hasil monetisasi intangible asset tersebut.  Mampukah mempertahankan ROA? Tahun-tahun depan kita lihat kembali di Korporatisasi 100 yang direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan. Apakah PIK2 tepat dalam menggunakan dana? Apakah korporatisasi PIK2 berkelanjutan? Apakah PIK2 masih terus berproses menjadi korporasi sejati? Ikuti terus hasil riset dan tulisan dari SNF Consulting yang dimuat di laman ini.

Artikel ke-460 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2024 dalam rangka peluncuran Korporatisasi 100, yaitu peringkat 100 besar perushaan yang melakukan monetisasi intangible asset tahun 2024.

Baca juga
Amman Mineral Sang Juara Korporatisasi 100 Tahun 2024
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Amman: Sang Jawara Korporatisasi 100


Posisi tertinggi dalam Korporatisasi 100 tahun 2024 adalah  PT Amman Mineral Internasional Tbk. Korporatisasi 100 adalah daftar perusahaan-perusahaan terbesar dalam monetisasi intangible aset yang diterbitkan oleh SNF Consulting. Dasarnya adalah pertumbuhan nilai agio saham (tambahan modal di setor) sepanjang tahun 2023 yang bisa diperoleh saat perusahaan melakukan IPO, rights issue atau private placement.. Besaran ini dipiliah karena mencerminkan penghargaan investor terhadap intangible asset perusahaan.

Amman meraih posisi tertinggi karena pada tahun 2023 telah menerbitkan saham baru sebesar  6.328.208.800 melalui IPO.  Saham yang secara nominal seharga Rp 125 itu terjual di pasar pada harga yang jauh lebih tinggi yaitu Rp 1 695. Dengan demikian maka selisih harga sebesar Rp 1 570 menjadi agio saham.

Selain itu, pada tahun 2023 Amman juga menerbitkan saham baru melalui MSOP sebesar 496.927.200 dari yang ditawarkan 602.336.000 lembar saham dengan nominal sama yaitu Rp 125 rupiah per lembar. Harga pelaksanaannya adalah Rp Rp 2 120. Rp 1995 menjadi agio saham.

Suasana seminar peluncuran Korporatisasi 100 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl. Sudirman, Jakarta

Dari dua kali penerbitan saham baru sepanjang tahun 2023, perusahaan mencatatkan pertumbuhan agio saham sebesar Rp 11,56 triliun. Angka ini diperoleh dari selisih antara harga pasar dengan nilai nominal per lembar saham dikalikan jumlah saham yang diterbitkan dipotong biaya terkait pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut.

Berikut ini adalah daftar lengkap Korporatisasi 100.

Korporatisasi 100: ranking 1 -25. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 2 -50. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 51 -75. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 75 -100. Sumber: Riset SNF Consulting

&&&

Pembaca yang baik, bagi perusahaan mana pun tumbuh adalah sebuah keniscayaan. Pada sebuah perusahaan yang telah menemukan “mesin uang standar”  yaitu RPD, pertumbuhan diawali dengan pertumbuhan aset yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan  omzet dan laba.  Maka, perolehan dana Amman sebagaimana dijelaskan di atas bukan akhir dari proses. Masih harus dipastikan bahwa masuknya dana tersebut kemudian dikonversi menjadi aset yang produktif sesuai model bisnisnya untuk menghasilkan omzet dan laba. Kualitas konversinya diukur kemampuan perusahaan mempertahankan imbal hasil aset alias ROA. Bagaimana Amman dalam menggunakan uang besar hasil monetisasi intangible assetnya? Bagaimana 99 perusahaan lain? ikuti terus tulisan di korporatisasi.com.

Artikel ke-459 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 2 Agustus 2024

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Inovatif: Mandi


Bandara Soekarno Hatta selepas magrib awal Juli 2024. Penerbangan Citilink yang semula terjadwal jam 8 malam diundur menjadi jam 8.30. Artinya saya masih punya waktu cukup santai di ruang tunggu sehingga masih bisa mengerjakan tulisan ini. Sisi lain artinya saya akan sampai di rumah di Surabaya lebih malam. Paling tidak jam 11 lebih.

Dalam kondisi seperti ini, saya membayangkan seandainya ada layanan mandi di ruang tunggu. Seperti di Stasiun Gambir misalnya. Layanan mandi berbayar Rp 75 ribu dengan fasilitas sekelas kamar mandi hotel. Ada handuk, sabun, sikat gigi, air panas, dan sandal. Jika naik kereta api dari Gambir untuk perjalanan malam, saya biasa memanfaatkan fasilitas berbayar ini. Mandi di stasiun membuat perjalanan di kereta benar-benar segar dan ideal untuk istirahat. Tidur pun bisa pulas.

Mengapa saya ingin mandi di Bandara? Setelah seharian lelah agenda pekerjaan, waktu sejam lebih dalam penerbangan tentu sangat berharga untuk istirahat tidur. Nah, tidur dalam kondisi sudah mandi adalah ideal sekali. Apalagi jika mandinya air hangat. Sampai rumah hampir tengah malam lebih pun bisa langsung tidur. Tidak perlu lagi mandi di rumah. Apalagi saya juga siap dengan baju ganti di tas. Pas sudah.

Tapi itu semua hanya mimpi hehehe. Mengapa? Karena pengelola Bandara Soetta tidak sekreatif pengelola stasiun Gambir. Tidak menangkap pasar orang-orang seperti saya. Sesuatu yang ditangkap dengan baik di Stasiun Gambir. Setiap kali saya mandi di Stasiun Gambir, selalu saja ada orang lain yang mengantre mandi. Jadi memang pasarnya ada.

&&&

Laporan keuangan PT KAI tahun 2023 membukukan pendapatan Rp 35,1 triliun. Naik 37% dibanding penjualan tahun lalu yang sebesar Rp 25,6 triliun. Labanya Rp 1,8 triliun. Naik 11% dibanding Rp 1,7 triliun pada tahun sebelumnya. Sebuah catatan pertumbuhan pendapatan yang cukup mengesankan. Tentu ini tidak bisa dilepakan dari inovasi KAI dalam melayani penumpangnya.

Bahkan tidak hanya fasilitas mandi berbayar. Sebagai sesama perusahaan yang melayani orang dalam melakukan perjalanan, KAI juga lebih inovatif dibanding pengelola bandara dalam hal verifikasi penumpang untuk masuk ruang tunggu. Walaupun belum semua stasiun menyediakan, KAI sudah memberlakukan verifikasi dengan teknologi pengenalan wajah sejak beberapa tahun lalu. termasuk di Gambir. Masuk ruang tunggu melenggang tanpa verifikasi oleh manusia.  Cukup berhenti sejenak di depan layar berkamera. Perangkat lunak pun akan langsung mengenali wajah orang yang sedang lewat. Jika wajah bersangkutan sesuai dengan data penumpang keberangkatan kereta, yang bersangkutan langsung bisa masuk ruang tunggu untuk selanjutnya naik kereta.

Pihak pengelola bandara mungkin punya alasan keamanan sehingga tidak menerapkan teknologi ini. Tapi alasan ini tidak bisa diterima karena bandara lain ada yang sudah menerapkan pemeriksaan penumpang sepenuhnya oleh komputer. Bandara Changi misalnya.  Bahkan untuk penumpang yang tentu saja internasional bisa masuk ruang tunggu dan tentu saja termasuk pemeriksaan paspor sepenuhnya dengan perangkat komputer. Tidak perlu manusia sama sekali. Tidak butuh petugas imigrasi.

&&&

Pembaca yang baik, yang dilakukan KAI dalam pemeriksaan penumpang masuk ruang tunggu stasiun Gambir bahkan bisa menginspirasi perusahaan lain untuk memanfaatkan teknologi pengenalan wajah dalam mengenali pelanggan mereka dengan baik. Bahkan bisa menjadi alat bantu untuk mengelola data dalam membangun customer journey.  Agar upaya pemasaran dan biaya iklan bisa dikelola dengan tingkat kepastian lebih tinggi.

Dengan pengenalan wajah, perusahaan akan bisa menghitung dengan akurat berapa biaya iklan yang dibutuhkan untuk mencapai target omzet tertentu. Bisa menghitung secara akurat apakah masih dibutuhkan tambahan biaya iklan atau menghentikannya dengan alasan menjaga kualitas layanan. Dengan alasan agar omzet di suatu titik layanan tidak terlalu tinggi. Omzet terlalu tinggi berarti kehadiran pelanggan yang terlalu padat sehingga mengganggu kualitas layanan.

Pembaca yang baik, bagaimana perusahaan Anda? Sudah tumbuh mengesankan seperti pertumbuhan pendapatan KAI? Sudah berinovasi seperti yang dilakukan stasiun Gambir? Atau terinspirasi untuk menggunakan teknologi yang telah digunakan oleh Stasiun Gambir? Pastikan perusahaan Anda tidak kehabisan kreativitas untuk berinovasi menjadi lebih baik. Untuk tumbuh lebih pesat.

Artikel ke-458 karya Iman Supriyono ditulis dan diterbitkan untuk Majalah Matan, edisi Agustus 2024, terbit di Surabaya. Tulisan ini juga terkait dengan peluncuran Korporatisasi 100, yaitu daftar 100 perusahaan-perusahaan terbesar dalam memonetisasi intangible assetnya.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Korporatisasi 100: Bayar Pajak Cuan 10 Kali Lipat


Apa imbal balik jika sebuah perusahaan membayar pajak sesuai fakta bisnis? Jawaban yang bersifat umum adalah bahwa pajak merupakan bukti kontribusi untuk negeri. Pajak adalah sumber utama pendapatan negara untuk membiayai fasilitas umum seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, keamanan, tentara dan sebagainya.

Tapi bukan hanya itu. Ada imbalan lain yang sifatnya finansial langsung. Yaitu berupa uang yang lebih besar dari pada pajak yang dibayarkan. Bagaimana caranya? Saya akan menjelaskan dengan contoh PT Midi Utama Indonesia Tbk. Tahun 2023 perusahaan pengelola ritel Alfamidi ini membayar pajak (PPH) sebesar Rp 120 miliar.

Andai tidak dibayarkan, laba ini akan meningkatkan nilai laba ditahan. Akhir tahun 2023 laba ditahan adalah Rp 1,986 triliun. Jadi, andaikan tidak membayar PPH maka laba ditahan akan menjadi  2,106 triliun. Laba ditahan adalah sumber modal untuk ekspansi perusahaan. Bagi Alfamidi yang RPD-nya adalah gerai maka laba ditahan akan dipakai untuk menambah gerai.

Tapi sumber modal bukan hanya laba ditahan. Ada juga yang berasal dari tambahan modal disetor alias agio saham. Fungsinya sama persis dengan laba ditahan. Keduanya adalah komponen ekuitas alias modal sendiri bagi sebuah perusahaan.

Akhir tahun 2023 tambahan modal disetor Alfamidi adalah Rp 1,261 triliun. Naik Rp 1,187 triliun dari akhir tahun sebelumnya yang Rp 74 miliar. Angka ini muncul karena Alfamidi menerbitkan  4 611 764 800 lembar saham pada tahun 2023. Saham tersebut bernilai nominal (nilai sesuai akta) Rp 10 per lembar. Tapi saham dibeli oleh investor dengan harga Rp 270 per lembar. Selisihnya Rp 260  adalah agio saham yang merupakan cermin penghargaan para investor terhadap intangible asset perusahaan. Rp 1,867 triliun diperoleh dari perkalian antara agio saham per lembar saham dengan jumlah saham yang diterbitkan dikurangi biaya penerbitan saham sebesar Rp 12,314 miliar.

Mengapa agio saham dihubungkan dengan membayar pajak? Karena ketika perusahaan sudah menerbitkan saham laporan keuangan mesti diaudit. Auditor Alfamidi untuk laporan tahun 2023 adalah EY. EY tentu tidak akan mau ditipu. Auditor yang bisa ditipu tidak akan lagi dipercaya oleh investor dan akan pailit. Seperti pailitnya Arthur Andersen setelah ketahuan ditipu oleh direksi Enron pada tahun 2001. Sebuah peristiwa yang mengubah dunia autiding dari adanya big five (EY, KPMG, PWC, Deloitte dan Arthur Andersen) menjadi big for (EY, KPMG, PWC dan Deloitte)

Dengan demikian saat perusahaan menerbitkan saham baru, membuat laporan keuangan yang sesuai fakta adalah sebuah keharusan. Dengan demikian pajak pun dibayar sesuai laporan yang telah diaudit. Untuk tahun 2023 Alfamidi telah membayar pajak Rp 120 miliar. Dan kemudian mendapatkan imbalan berupa agio saham 1,187 triliun alias hampir 10 kali pembayaran pajak.

&&&

Pembaca yang baik, Alfamidi adalah perusaan peringkat ke-13 dalam Korporatisasi 100. Korporatisasi 100 adalah peringkat perusahaan-perusahaan Indonesia dalam monetisasi intangible assetnya. Korporatisasi 100 adalah hasil riset SNF Consulting yang dirancang untuk menjadi agenda tahunan. Tujuannya adalah dalam rangka mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui monetisasi intangible assetnya.

Lapooran keuangan Alfamidi 2023 memberikan pelajaran penting bagi para pelaku bisnis. Bahwa membayar pajak sesuai fakta adalah sesuatu yang sagnat bermanfaat bagi perusahaan yang ingin tumbuh eksponensial melalai monetisasi intangible assetnya. Ikuti selengkapnya data 100 perusahaan terbaik dalam monetisasi intangible assetnya melalui semunarnya pada tanggal 1 Agustus 2024 ini di Jakarta.

Artikel ke-457 karya Iman Supriyono ditulis di Kabin pesawat Airbus 320 dalam penerbangan Jakarta Denpasar pada tanggal 24 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar peluncuran Korporatisasi 100Korporatisasi 100 adalah seminar peluncuran hasil riset SNF Consulting tentang monetisasi intangible asset.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Sandi Versus Buffet: Entrepreneur Masuk Politik?


Dalam sebuah kesempatan, Sandiaga Uno mengakui bahwa Warren Buffet adalah gurunya dalam berinvestasi. Dengan ilmu dari Warren Buffet, alumni George Washington University itu mendirikan Saratoga pada tahun 1991 bersama Edwin Soeryadjaya. Kini Saratoga adalah perusahaan investasi terdepan di Indonesia.

Warren Buffet mulai membeli saham Berkshire Hathaway pada tahun 1962. Tahun 1965 mulai pegang kendali Berkshire Hathaway. Tahun 1970 mulai memegang posisi segai Chairman raksasa investasi tersebut. Saat ini, pebisnis  umur 93 tahun tersebut  masih menjadi chairman dan CEO Berkshire Hathaway.

Apakah Sandi benar-benar berguru kepada Buffet? Pendiri Saratoga tersebut mundur dari posisi direktur utama (di USA setara dengan CEO) pada tahun 2015. Saat itu aset Saratoga adalah Rp 16,7 triliun, nilai pasarnya Rp 11 Triliun. Ketika itu umur Sandi adalah 46 tahun.

Bagaimana Buffet? Saat ini Buffet berumur 93 tahun dan tetap menjadi CEO dan Chairman Berkshire Hathaway. Saat ini Berkshire Hathaway memiliki aset USD 1,07 triliun setara dengan Rp 17 354 triliun. Nilai pasarnya adalah USD 956,98 miliar alias Rp 15 521 triliun. Berkshire adalah perusahaan nomor 2 dalam daftar 2000 perusahaan terbesar dunia. Urutannya didasarkan pada omzet, laba, aset dan nilai pasar.

Apakah Sandi benar-benar berguru kepada Buffet? Iya di awal. Seperti yang diakuinya. Tapi sejak tahun 2015 dia sudah tidak mengikuti lagi ajaran gurunya. Buffet masih terus fokus membesarkan perusahaan investasi yang didirikannya sampai saat ini. Sampai umur 93 tahun. Sementara Sandi sudah meninggalkan perusahaan yang didirikannya pada umur 46 tahun.

Mengapa demikian? Tentu hanya Sandi yang tahu alasan persisnya. Tapi bagi bangsa ini, tahun 2015 itu kita kehilangan harapan agar negeri ini memiliki perusahaan investasi raksasa seperti Berkshire Hathaway. Mengapa? Tidak mudah untuk menjadi orang yang memiliki keahlian investasi seperti Sandi. Sandi pun bekerja keras 18 tahun sejak tahun 1997. Kerja keras itu berbuah aset Rp 16,7 triliun.

Sepertinya sandi sudah merasa cukup dengan pencapaian itu. Meninggalkan Saratoga untuk masuk dunia politik sampai saat ini. Mungkin Sandi mengharap bisa berkontribusi lebih banyak buat negeri ini melalui dunia politik. Masalahnya, siapa yang akan mengambil peran seperti Buffet dalam ekonomi Amerika Serikat? Membangun kekuatan investor yang powerfull untuk menjadikan negerinya adidaya.

Di balik kekuatan ekonomi USA yang sampai saat ini tetap nomor 1 di dunia adalah perusahaan-perusahaan investasi. Dari 20 perusahaan investasi dengan aset kelolaan terbesar dunia, 16 diantaranya berasal dari USA. Yang terbesar adalah Blackrock dengan aset kelolaan sekitar Rp 150 ribu triliun.

Blackrock didirikan oleh Larry Fink tahun 1988 di USA. Hanya selisih 9 tahun dengan Saratoga. Saat ini sang pendiri, Larry Fink tetap menjadi CEO saat usianya sudah 71 tahun. Setia membesarkan perusahaan yang didirikannya sampai kakek-kakek. Sama dengan Buffet yang bahkan sudah kakek-kakek banget. Tidak masuk politik.

Perusahaan-perusahaan investasi itulah yang menjadi pendukung ekspansi perusahaan-perusahaan USA dalam melakukan korporatisasi. Ada 616 dari 2000 perusahaan terbesar dunia dalam hal omzet laba aset dan nilai pasar berasal dari USA. Padahal 2000 perusahaan itu berkontribusi 50% PDB dunia. Berkontribusi separuh terhadap produksi barang dan jasa dunia. Indonesia hanya menempatkan 9 perusahaan di daftar itu.

Sobat entrepreneur pendiri perusahaan, siapa guru Anda? Sebagai pendiri, Anda mau seperti Sandi atau Buffet? Mau berkontribusi untuk kekuatan ekonomi RI menjadi kelas dunia seperti Buffet dan Larry Fink berkontribusi terhadap kekuatan ekonomi USA? Atau seperti Sandi yang meninggalkan perusahaan yang didirikannya untuk masuk kontestasi politik? Meninggalkan dunia bisnis dengan harapan “berkontribusi lebih” di dunia politik? Membiarkan negeri ini kalah dalam kekuatan bisnis dengan Singapura yang menempatkan 10 perusahaan di Forbes 2000? Membiarkan negeri ini kalah dengan Israel yang menempatkan 12 perusahaan di 2000 perusahaan terbesar dunia? Tidak!

Artikel ke-456 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 23 Juli 2024 dalam rangka persiapan seminar peluncuran Korporatisasi 100. Korporatisasi 100 adalah seminar peluncuran hasil riset SNF Consulting tentang monetisasi intangible asset.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi

Korporatisasi 100: Forbes 2000 dari Indonesia


Tanggal 1 Agustus 2024, bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta digelar peluncuran Korporatitasi 100. Hajatan SNF Consulting ini direncanakan untuk digelar secara rutin tiap tahun. Apa itu Korporatisasi 100? Mengapa harus ada Korporatisasi 100?  Mengapa tidak cukup dengan Forbes 2000? Mengapa tidak cukup dengan Fortune 500? Apa nilai strategisnya bagi dunia bisnis negeri ini? Apa nilai strategisnya untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini? Tulisan ini akan mengupasnya dalam format poin-poin. Silakan menyimak.

  1. Forbes 2000 adalah ranking 2000 teratas perusahaan-perusahaan terbuka global berdasarkan omzet, laba, aset dan nilai pasar.  Fortune 500 adalah ranking 500 teratas omzet perusahaan-perusahaan dunia, baik yang tercatat atau tidak. Nah, keduanya bersifat hasil akhir.
  2. Bagi negara-negara maju, perusahaan-perusahaan dari negeri mereka yang masuk dalam daftar baik Forbes maupun Fortune adalah sebuah etalase prestasi. Hasil akhir dari proses panjang korporasi perusahaan-perusahaan tersebut dalam melakukan proses korporatisasi. Rajanya adalah USA. Lebih dari 616 dari 2000 perusahaan dalam daftar Forbes berasal dari USA. Itulah hasil akhir dari proses panjang perusahaan-perusahaan USA dalam melakukan proses korporatisasi paling tidak dua abad terakhir.
  3. Bagaimana untuk negara sedang berkembang atau sedang tumbuh seperti Indonesia? Melihat hasil akhir bisa membuat kita putus asa. Jauh sekali untuk mengejar USA. Bahkan Korea Selatan pun.  Putus asa membuat kita tidak menghargai arti proses panjang.
  4. Mari kita melihat daftarnya. BRI, Bank Mandiri, BCA, Telkom, BNI, Bayan Resources, Chandra Asri Petrochemical, Amman Mineral Internasional, dan Adaro Energi Indonesia adalah 9 perusahan Indonesia yang masuk daftar Forbes 2024.  Pemeringkatan diambil dari laporan keuangan 2023. Jadi RI berkontribusi 9 dari 2000 perusahaan terbesar dunia. Berkontribusi 0,49% dari daftar itu.
  5. Mari kita bandingkan dengan negeri lain. Singapura berkontribusi 10 perusahaan. Malaysia 9 perusahaan. Israel  12 perusahaan. Korea Selatan dengan 61 perusahaan. Jangan hanya membaca jumlah perusahaan. Kaitkan dengan jumlah penduduknya. Indonesia 281 juta penduduk, Singapura 6 juta, Malaysia 34 juta, dan Israel 10 juta, Korea Selatan 61 juta. Mengapa harus dibandingkan dengan jumlah penduduk? Karena perusahaan adalah hasil karya penduduk di sebuah negara. Jelas sekali bahwa kita kalah jauh dibanding negara-negara tersebut
  6. Bagaimana mengejar kekalahan tersebut? Tentu saja harus ada percepatan. Apa ukuran percepatan? Korporatisasi 100 adalah jawabnya. Ini adalah daftar perusahaan yang dibuat oleh SNF Consulting, consulting firm tempat saya berkarya, instagram @snfconsulting. Dasarnya adalah pertumbuhan agio saham alias tambahan modal disetor (aditional paid in capital, APIC) perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menurut laporan keuangan tahun 2023.
  7. Mengapa agio saham? Paling tidak ada empat alasan. Pertama, agio saham adalah pemicu pertumbuhan eksponensial sebuah perusahaan. Secara akuntansi, agio saham adalah pemicu pertumbuhan ekuitas yang paling cepat. Modal disetor dan laba ditahan sebagai komponen ekuitas lain membutuhkan upaya panjang untuk menumbuhkannya. Tapi agio saham sifatnya langsung. Agio saham langsung  tumbuh begitu perusahaan menerbitkan saham baru baik melalui private placement sebelum IPO, IPO, maupun rights issue setelah IPO. Pertumbuhan eksponensial akan terjadi karena pertumbuhan langsung ini.
  8. Modal disetor tumbuh lambat karena sifatnya adalah angka sesuai dokumen legal dalam hal ini adalah akta perusahaan. Pertumbuhan laba ditahan juga lambat karena merupakan hasil kerja sepanjang waktu. Pertumbuhan laba ditahan dalam setahun adalah hasil kerja hari demi hari selama 365 hari. Butuh waktu panjang bagi modal disetor dan laba ditahan untuk menumbuhkan perusahaan.
  9. Tumbuh agio saham berarti tumbuh ekuitas. Tumbuh ekuitas berarti tumbuh aset. Pada perusahaan yang sehat, tumbuh aset berarti tumbuh omzet. Omzet perusahaan adalah komponen paling penting PDB sebuah negara. Total omzet 2000 perusahaan yang masuk Forbes 2000 misalnya berkontribusi sekitar 50% PDB dunia. Dengan demikian pertumbuhan langsung agio saham akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan PDB sebuah negara. Jadi Korporatisasi 100 dirancang sebagai kontribusi SNF Consulting untuk dunia bisnis negeri ini. Untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini. Kelak jangkauan data Korporatisasi 100 didesain untuk dikembangkan secara global agar menjadi seperti Forbes 2000 maupun Fortune 500.
  10. Kedua, agio saham bersifat lebih bisa dikontrol oleh manajemen. Menerbitkan saham baru adalah keputusan internal perusahaan. Diputuskan oleh RUPS atas proposal direksi. Sementara laba adalah hasil proses upaya pemasaran untuk mendapatkan respons konsumen atau pelanggan. Diputuskan oleh direksi dengan hasil menunggu respons pasar yang bersifat eksternal. Dengan demikian pertumbuhan perusahaan akibat pertumbuhan agio saham tingkat kepastian hasilnya lebih tinggi dari pada keputusan pemasaran.
  11. Ketiga, agio saham mencerminkan monetisasi intangible asset perusahaan. Merek yang terkenal, manajemen yang kuat, hubungan dengan pemasok, dan loyalitas konsumen adalah beberapa unsur intangible asset. Bertambahnya agio saham saat penerbitan saham baru adalah cermin dari monetisasi intangible asset tersebut. mengonversi intangible asset menjadi tangible asset berupa uang yang kemudian dimanfaatkan untuk belanja modal ekspansi perusahaan. Pada perusahaan yang telah menemukan revenue and profit driver (RPD), pertumbuhan aset adalah seiring dengan pertumbuhan omzet dan laba. Aset, omzet dan laba tumbuh secara bersama. Jika asetnya tumbuh eksponensial maka omzet dan laba juga demikian
  12. Keempat, agio saham adalah ukuran akan menyadarkan mereka yang menjadikan IPO sekedar sebagai keren-kerenan. Penyadaran terhadap fenomena glorifikasi IPO. IPO sekedar sebagai lipstik. Sesuatu yang sangat merugikan para investor di lantai bursa.
  13. Nah, berdasarkan empat alasan itulah maka SNF Consulting menjadikan pertumbuhan agio saham sebagai dasar pemeringkatan perusahaan dalam Korporatisasi 100. Sesuatu yang jauh lebih stratejik bagi pertumbuhan dunia bisnis dan pertumbuhan ekonomi negeri ini. Sesuatu yang seharusnya dijadikan indikator oleh para pelaku bisnis. Sesuatu yang mestinya menjadi indikator krusial bagi otoritas lantai bursa maupun otoritas pengambil kebijakan ekonomi negeri ini.

Jadi Korporatisasi 100 yang merupakan ranking 100 perusahaan teratas dalam monetisasi intangible assetnya. Dengan demikian juga perusahaan kontributor pertumbuhan ekonomi terdepan negeri ini untuk tahun ini. Sampai jumpa pada peluncuran Korporatisasi 100 tahun depan.

Berikut ini adalah daftar lengkap perusahaan Korporatisasi 100 tahun 2024…

Korporatisasi 100: ranking 1 -25. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 2 -50. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 51 -75. Sumber: Riset SNF Consulting
Korporatisasi 100: ranking 75 -100. Sumber: Riset SNF Consulting

.Artikel ke-455 karya Iman Supriyono ditulis di Surabaya pada tanggal 17 Juli 2024 dalam rangka persiapan semina peluncuran Korporatisasi 100

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi


 [IS1]

Nikmatnya Kopi Pahit


Perkenalan saya dengan kopi pahit pertama kali adalah melalui sebuah acara yang disebut coffee seminar belasan tahun lalu.  Saya bersama beberapa kawan diundang menghadiri acara itu dalam rangka promosi gerai baru jaringan gerai kopi modern asal negeri Paman Sam.

Dalam acara itu yang dihidangkan pertama kali adalah segelas kecil kopi pahit.  Ya, kopi yang diseduh dalam air tanpa tambahan apapun. Nah, pembicara menjelaskan bahwa untuk menikmati kopi pahit ini ada caranya. Pertama, sebagaimana dijelaskan oleh tuan rumah, saya mengangkat gelas dan lalu mendekatkannya ke hidung. Uap panas dari kopi persis mengenai hidung. Lalu uap panas itu pun saya hirup dalam-dalam. Kesegaran aroma kopi pun terasa melalui hirupan demi hirupan. Sebagaimana penjelasan pembicara, kopi panas hanya untuk dihirup. Setelah itu saya pun kembali meletakkan kopi panas di meja. Tanpa meminumnya seteguk pun.

Sesuai instruksi pembicara, saya mengulang ritual menghirup aroma kopi itu beberapa kali sambil terus mendengarkan pembicara yang berbagai pengetahuan tentang kopi. Pengetahuan dasar tentang kopi dan hirupan aroma kopi benar-benar merupakan paduan yang menyegarkan. Ritual minum kopi seperti ini tidak pernah saya lakukan sebelumnya.

Ritual berikutnya adalah meminum kopi. Sesuai dengan yang disampaikan pembicara, saya hanya menyeruput kopi dan menahannya di sekitar ujung lidah untuk beberapa saat. Tidak menelannya. Karena saya tidak biasa minum kopi pahit tentu saja ritual itu terasa pahit melekat di lidah. Apalagi kopinya dipanggang sampai benar-benar hitam alias over roasted. Lidah pun dipenuhi oleh pahitnya kopi untuk beberapa saat sebelum akhirnya saya menelannya sesuai instruksi pembicara.

Selanjutnya pembicara mempersilakan saya dan kawan-kawan untuk mengambil kue manis yang tersedia di meja. Saya pun menggigit sedikit ujung kue lalu mengunyahnya. Nah, melalui ritual ini lidah yang sebelumnya diliputi dengan rasa pahit kopi  terobati dengan manisnya kue. Saat inilah kenikmatan kopi benar-benar terasa.

&&&

Beberapa waktu setelah diajari menikmati kopi pahit dalam coffee seminar di atas, kantor tempat saya berkarya, SNF Consulting, menjadi konsultan manajemen untuk sebuah perusahaan gerai kopi modern. Sebagaimana layanan management sparring partner degan klien-klian lain, saya secara rutin menghadiri rapat direksi bulanan perusahaan gerai kopi modern itu.

Nah, karena ini adalah perusahaan kopi, maka saya pun terus berinteraksi dengan orang-orang kopi. Salah satu pelajaran pentingnya adalah saya menjadi terbiasa menikmati kopi pahit. Kopi yang dihidangkan hanya dengan air. Baik diseduh dengan air panas maupun dengan air dingin (cold brew). Hasilnya, saya pun menjadi penikmat kopi sejati. Maksudnya, menikmati seduhan kopi tanpa dibantu oleh gula atau apapun.  Kultur minum kopi yang sehat tanpa membebani tubuh untuk memproses gula. Bersyukur saat penyakit gula banyak menjadi penyebab kematian masyarakat.

&&&

Ketika melakukan perjalanan berkendaraan, gerai minimarket menjadi tempat istirahat yang nyaman. Setelah ke toilet, rutinitasnya adalah membuka lemari pendingin untuk menjajakan aneka minuman dalam botol. Susu, coklat, yogurt, sari buah, teh, dan macam-macam.  Nah, setelah tidak kurang dari 10 tahun terbiasa minum kopi pahit, maka hampir semua minuman yang ada di kulkas minimarket terasa kemanisan. Bahkan membuat eneg karena manisnya.

Menariknya, sampai saat ini saya belum pernah menemukan minuman dalam botol di kulkas minimarket yang berupa kopi pahit.  Jika minimarket menyediakan mesin kopi, kebutuhan kopi pahit penyegar perjalanan bisa terpenuhi. Tapi jika tidak ada, terpaksa harus mengambil kopi di rak berpendingin. Daaan…. semua kopi jadi terasa terlalu manis. Nyaris semua minuman juga terasa terlalu manis. Perkecualiannya hanya susu UHT full cream yang tersedia tanpa tambahan pemanis.

Ini sebenarnya adalah peluang bagi perusahaan fast moving consumer good (FMCG). Di jajaran perusahaan nasional ada Mayora, Grup Orang Tua, Garuda Food, Wings Food, Indofood, Kopi Kapal Api dan sebagainya. Saya bertanya-tanya, mengapa mereka tidak ada satu pun yang peduli dengan kebutuhan konsumen kopi pahit ya? Padahal belakangan kecenderungan orang untuk minum kopi tanpa gula terus meningkat seiring dengan makin banyaknya penderita penyakit gula darah.

 Peluang yang belum digarap. Semoga Mayora misalnya tertarik agar pertumbuhan omzet yang tahun 2023 hanya 2,7% bisa ditingkatkan.  Atau Garuda Food yang tahun 2023 omzetnya hanya tumbuh 4%. Atau siapa saja deh. Agar di perjalanan saya dan kawan-kawan penggemar kopi pahit tetap bisa terpenuhi kebutuhannya.

Artikel ke-454 karya Iman Supriyono ditulis di ruang tunggu Bandara Juanda pada tanggal 14 Juli 2024.

Reservasi: Hubungan SNF Consulting

Baca juga
Buruknya Nilai Intangible Asset Ciputra
Minusnya Nilai Intangible Asset Blue Bird
Kreatifitas Pakuwon City

Diskusi lebih lanjut? Silakan bergabung Grup Telegram  atau Grup WA KORPORATISASI atau hadiri KELAS KORPORATISASI
Anda memahami korporasi? Klik untuk uji kelayakan Anda sebagai insan korporasi